
pulang sekolah sopia dijemput orang tuannya dan santi pulang sendiri saat di perjalanan santi melihat dimas yang juga sedang dalam perjalanan pulang.
"Dimas !!" sapa santi di belakangnnya , dimas hanya melihat ke belakang dan sedikit mengagguk.
"Tumben kau jalan sendiri?" tanya santi.
"Yah ,,sekarang aku nggak sendiri" jawabnya ngeles.
"Iiiiih "ujar santi sambil memutar bola matanya.
Sambil berbincang bincang dalam perjalanan,saat mereka melihat beberapa orang sedang menyiksa seseorang di gang sempit di samping jalan raya yang cukup besar .melihat itu dimas langsung berlari menuju gang sempit itu dan santi ikut ,tapi saat melihat orang itu adalah orang yang sama seperti yang dia lihat waktu itu yaitu nanda dan teman temannya yang menyiksa wulan .
Santi mulai menghentikan langkahnya dan menyuruh dimas agar tak menolongnya.
"Dimas nggak usah kesana " ujarnya sembari menarik tangan dimas.
"Kenapa??,kau nggak kasihan melihatnya??"tanya dimas.
"Percuma kau tolong ,dia juga tetap akan patuh dengannya "kesalnya lalu berjalan ke jalan yang tadi.
"Kau pulanglah aku akan menolongnya"teriak dimas dan berjalan ke arah orang orang yang membuli tersebut tanpa memperdulikan santi.
"Heh ,ya sudah itu urusanmu " kesal santi sambil melanjukan langkah kakinya .
Di tempat lain.
"Hei apa yang kalian lakukan" teriak dimas sambil menarik salah satu orang di sana.
Semua orang yang ada di sana terkejut dan melihat orang itu.
"Aah ternyata ada orang yang mau membela orang yang seperti dia "ucap nanda sambil menunjuk wulan.
"Oooh aku baru ingat kau adalah orang yang disebut sebagai adik tiri santi yaa ?? Tapi sebenarnya bukan adik kan??"
"Pantas saja sikap kalian sedikit sama hahaha" ujar nanda sambil menaikkan satu alisnya .
"Aku bilang lepaskan dia !! Sebelum aku kasar !!" teriak dimas.
"Coba saja ,seberapa brani kamu berbuat kasar "
Bahkan sebelum kata katanya selesai dimas sudah memukulnya tepat di pipi meronannya bahkan dirinya sampai jatuh.
"Kau ,,kau "ucapnya sambil memegang pipinya dan menahan tangis.dan beberapa temannya membelanya." kasar sekali kauu!!". "Kau memukul wanita ??" ada juga yang yang menolong nanda bangun "nanda ayo bangun "
Tapi dimas tidak memperdulikan mereka dia langsung menjulurkan tangannya dan menyuruh wulan bangun"ayo bangun " ucapnya tapi wulan tak bergerak sedikitpun. Dimas mulai geram karna wulan hanya diam sambil menundukkan kepalannya.
"Ayoo kita pergi"ucapnya lagi sembari menarik tangan wulan dan membawanya pergi ,tapi melihat wulan yang terlihat seperti tak bisa berjalan dimas langsung menggendongnya selayaknya seorang putri. "Apa yang kamu lakukan!!"hardik wulan saat dimas menggendongnya.
"Kau jalan saja tidak bisa" jawab dimas.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa membiarkan mereka menindasmu ??"
"Apa kau bodoh,apa sekolahmu membiarkan orang orang ditindas??"
Tanya dimas dengan nada marah ,wulan yang mendengar itu mulai meneteskan air matanya .
"Kenapa kau menangis !!??" mendengar teriakkan dimas yang lebih keras itu membuat wulan menangis semakin kencang.
"Aku juga nggak mau seperti itu ,aku nggak tau harus melakukan apa !,kau hanya bisa memarahiku ,kau nggak tau bagaimana rasanya menjadi diriku,kau memarahiku juga hanya menambah rasa sakitku !!" teriaknya dengan marah dan mencoba turun.
Dimas sadar dia salah dan menurunkan wulan di depan warung yang sedang tutup .dia mencari cari botol minuman di tasnya dan membersihkan luka pada lutut dan siku wulan tanpa berbicara sepatah katapun.
"Apa mau terus diperlakukan seperti itu??"tanya dimas sambil mengoleskan betadine pada lututnya dan menempelkan plaster luka.
"........"wulan hanya terdiam dan tak tau harus bilang apa hatinya berkata tentu saja dia nggak mau seperti itu tapi dia tak tau harus bagaimana orang orang menganggap nanda orang yang baik ,jika dia bilang nanda orang yang sering membullnya pada semua orang ,orang orang tidak akan ada yang percaya .bisa saja orang orang makin membencinnya dan makin banyak orang yang ingin membullinya.
"Aku tanya kenapa diam"tanya dimas yang mengganggu lamunan wulan.
"Tidak,,tidak ada"
"Tadi......." tanya wulan ragu .
"Tadi apa" tanya dimas memperjelas maksud wulan.
"Tadi orang tadi pacarmu ??" tanya wulan.
"Siapa.?? Yang tadi?? ,hahhaha dia adikku"jawab dimas.
"Kalian berdua sama yaa ,suka menolong tapi santi lebih pemarah dan pendendam daripada dirimu " ujar wulan sambil berjalan dengan langkah langkah kecil.
"Dia pernah menolongmu??,,tapi kenapa tadi dia terlihat tidak peduli??" tanya dimas.
"Iya dia pernah menolongku ,tapi aku malah menjebaknya"jawabnya "dan dia mungkin masih dendam dengan hal itu"
"Dia memang orang yang suka marah marah"
Rumah wulan sudah tak jauh dari sana dia tak ingin orang tuannya melihat ada teman pria yang datang . dia menyuruh dimas untuk pulang tapi sebelum pulang dia ingin mengucapkan makasih atas bantuannya ,itu pertama kalinya dia di selamatkan seorang lelaki ,dan pertama kalinya juga ada orang yang merawat lukannya selain orang tuannya.
"Yang tadii......"
"Aku sudah bilang dia adalah adikku"jawab dimas nyroscos .
"Maksudku makasi untuk yang tadi ,kau mau menyelamatkanku dan mengobati lukaku "jelas wulan merasa heran dengan respon dimas yang kurang jelas.
"Ooh itu ,baiklah ..aku pulang yaa"ucap dimas langsung berbalik dan mukannya langsung memerah karna malu.
Itu bukan pertama kalinya dimas melihat wulan ditindas, dia sudah sering melihatnya tapi dirinya tak mau ikut campur masalah orang.dia bahkan sering membuntuti wulan setelah teman temannya selesai menindasnya ,dia sering melihatnya menangis di taman kecil di dekat rumahnya sebelum dia pulang.makanya dia sering pulang telat.
Tapi hari ini dia membranikan diri dan menolong wulan,pertama kalinya dia berbicara dengannya dan mendengar suara kecilnya menimbulkan kesan yang berbeda terhadap wulan.
__ADS_1
Sesuatu yang berbeda,sesuatu yang tak bisa dia jelaskan ,tapi yang pasti menurutnya dia adalah
"Imutnyaa!!"tanpa sadar mulutnya berkata begitu ,dan dirinya bahkan tak sadar akan arti perkataanya dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah.
Di rumah.
"Mana makanan!?"teriak dimas yang baru sampai rumah dan langsung duduk di meja makan.
"Baru juga sampai ,langsung nagih makanan kau pikir aku ini alat penanak nasi haaaa!?"ujar santi sambil melotot sambil mengaduk lauk yang dia buat untuk makan malam.
Santi melihat dimas sedang melamun sambil senyum senyum membuatnya geli dan ingin menjailinya.
"Waaaaaaaa,,,di bawah tanganmu ada cicaaaak" teriak santi sambil melempar sendok agar terlihat sungguhan.
Dimas yang mendengar itu ketakutan dan melompat hingga kursi tempat duduknya jatuh."mana mana ??!! Mana cicaknya!" teriaknya sambil melihat ke berbagai arah.
"Tuuu ,,di atas ...waaahhhaahahahaha" tawanya sangat keras bahkan mungkin sampai keluar rumahnnya pun terdengar sembari mengambil sendok yang dia lempar.
"Iiiissshhh"kesalnya dan kembali duduk.
"Kau bahagia sekali ada apa??" tanya santi.
"Tak ada "jawabnya.
"Jangan jangan kau di telfon ayah yaa tadi,, aaaa atau jangan jangan kau suka dengan wulan " tebak santi sambil memelototti dimas.
Dimas yang mendengar itu sangat terkejut dan mukannya mulai memerah lagi.
"Tuh tuh ,,kan benar kan kau suka dengannya ??"tanya santi lagi.
"Tidaaak"jawabnya lalu bangkit dari tempat makannya dan mengalihkan pembicaraan dengan membawakan makanan ke meja.
"Heeiii kau ,kau nggak boleh suka dengannya !!kau akan di hianati" tiba tiba saja suasananya berubah santi mulai terlihat seperti seorang peramal dengan aura jahat yang kuat.
"Iyaa aku juga nggak suka " jawabnya .
"Aku juga nggak peduli ,tapi itu hanya saranku saja !!" ujarnya.
"Ayooo makannn ,aku masak makanan kesukaanku" lanjutnya yang membuat suasananya berubah menjadi biasa biasa saja.
Saat mereka mulai makan telpon rumahnya berbdering ,santi yang sudah kelaparan itu malas mengangkat telpon dan menyuruh dimas saja yang angkat.
"Kau aja yang angkat aku lagi makan malas!!" perintah santi.
"Kenapa aku ?? Kau saja"sahutnya.
"Iiiisshhhh" kesalnya langsung mengangkat telfonnya
"Hallloh ..siapa??" sapa santi dengan tidak sopan.
__ADS_1
"..........."
"Apaa !! Nenek !! Masuk rumah sakit!!??,,dimanaa?? Aku kesana sekarang!!?