
Setelah pulang sekolah.
Seperti yang dijanjikan santi dia mengantar lidya ke sebuah toko buku yang cukup jauh dari sekolahnya,sampai di sana ada berbagai macam buku yang bisa dibaca ,ruangan yang besar dan bersih.
Disana lidya langsung mengelilingi rak rak buku dan mencari buku yang dia cari sementara santi hanya mengikutinya dari belakang.
"Santii kau tak mau pinjam buku? Disini banyak loh buku buku yang bagus" tanya lidya karna dari tadi dia melihat temanya itu hanya mengikutinya saja.
"Iissh ramai banget disini jadi aku malu" ujar santi sambil menyenggolnya.
Lidya hanya diam dan lebih memilih mencari buku.
Beberapa lama di mencari akhirnya lidya menemukanya sedangkan santi melihat buku yang dia ingin baca karna beberapa akhir ini melihat itu di internet, lidya berkata kalau dia akan pergi membaca buku dulu dan langsung meninggalkanya.
Lidya mencari cari tempat duduk yang kosong sambil berharap temannya tak mencarinya agar dia bisa membaca dengan waktu yang lama
"Semoga saja dia nggak marah marah nanti , aku duduk di mana yaa semuanya penuh" ujarnya,sambil mengelilingi tempat duduk khasnya di sebuah perpustakaan.
Dari jauh dia melihat tempat duduk untuk dua orang yang kosong langsung saja dia kesana dan duduk, tak lama dia membaca
Ada orang yang mengetuk mejanya dan meminta duduk di kursi satunya dan lidya langsung menjawab yaa tanpa berpikir.
Namun belum beberapa lama orang itu membuatnya sebal dengan gaya membacanya yang keras keras sambil memakan makanan.
"Heii tolong bacanya jangan keras keras dan lagi siapa yang memperbolehkan anda membawa makanan ke sini?" ujar santi sambil menurunkan buku yang tadinya ada di depan mukanya.
__ADS_1
Saat yang bersamaan dia terkejut kalau orang yang ada di depanya itu dimas ,dimas pun juga tak kalah terkejutnya dan dengan bersamaan keduanya saling menunjuk dan berkata kenapa dia disini.
Lidya langsung menjawab
"Tentulah aku mau pinjam buku.terus kamu kenapa kau disini dan lagi kenapa kau pilih duduk di sini !!"
"Aku juga mau baca buku,ini tempat punyamu !!" pekik dimas .
Sekarang bukan hanya mereka yang terganggu tapi juga orang yang ada di sampinya yang mendengar percakapan yang keras keras itu .
"Hei nak tolong jangan bertengkar kalau mau bertengkar sana di lapangan" ujar seorang pria paruh baya berkacamata.
"Ooh maaf pak "ucap lidya ketika melihat orang itu seperti orang yang ber iQ tinggi.
Keduanya melanjutkan membaca buku tanpa berkata apa apa tapi lidya dia merasa tidak nyaman dan teringat hal yang kemarin terjadi,dimana saat dia sedang mengobati luka di dahinya dimas malah berbaring di atas pahanya dan dan langsung memeluknya sambil berkata tunggu sebentar.
Di salah satu bangku dia melihat ifan yang sedang memegang buku yang sangat tebal sambil membaca.
Santi mengedipkan matanya berharap itu salah tapi ternyata harapanya yang salah.
Dia menghampirinya dan duduk di depanya dan bertanya apa boleh dia duduk di sana, dimas hanya menganggukkan kepalanya santi memandangnya dengan pikiran apakah benar arang yang dia lihat ifan atau kembaran sesatnya.
"Kenapa kau lihat lihat?" tanya ifan sambil menatap lalu kembali melihat bukunya.
"Kau benar benar mau mengalahkan kepintaranku yang tak seberapa ini?" tanya santi.
__ADS_1
Ifan menjawab ya dengan anggukkannya.
"Kau itu salah tau!! Kau harusnya ajak lidya saja bukan aku kalau kau memang benar sungguh sungguh "ujar santi hanya dijawab dengan dehemannya.
"Kalau kau belajar apa saja yang sudah kau pelajari tolong jelaskan padaku aku juga tak kalah pintar dari bodoh sepertimu"pinta santi sambil memaki lalu ifan menutup bukunya menjelaskan semua yang dia ingat sambil menatap santi mulai dari pengertian ,rumus ,jenis,penyelesaian dan yang lainya. Belum selesai ifan menjelaskan santi langsung menyuruhnya berhenti dan bilang kalau nanti dia jelaskan semua materinya akan dia serap, tapi ifan terus menjelaskan santi langsung menaruh jari telunjuknya di depan bibir ifan dan berkata suuuuut jangan dilanjutkan lebih baik kau nggak usah belajar.
Santi langsung pergi sambil berlari kecil bukan kagum tapi takut kalau ifan benar benar bisa dapat rengking lebih tinggi dia harus beri selamat sambil teriak teriak.
"Santi ,kenapa kau lari"ujar lidya menghentikan larinya.
"Kau dari mana aja sih dari tadi aku mencarimu tau!!"ujar santi melihat ke arah datangnya lidya.
"Aku baca buku sebentar disana,lalu kau kenapa lari ??"tanya lidya.
"Udaah selesai kamu pinjam bukunya? Ayo kita pulang saja " ujar santi dengan nada yang sedikit kawatir.
"Iyaa ,,tunggu dulu aku taruh ini dulu.kau nggak jadi beli sayuran ?" tanya lidya lagi yang dijawab anggukkan oleh santi,santi juga menyuruhnya untuk cepat sebab cukup jauh dari tempat ifan duduk ifan masih menatapnya.
Mereka pergi dan lebih memilih pergi ke pasar dari pada mall menurut lidya di pasar kita bisa memilih sesuatu dengan keinginan kita dan dipasar kalau kita pandai menawar barang kita akan dapat yang lebih murah.
Tapi pandai memilih bahan makanan itu bukan keahlian santi jadi dia menyuruh temanya itu memilihkanya ,berkeliling pasar melihat barang ,baju ,permainan yang berjejer di pasar itu yang mereka lakukan sambil tersenyum melihat barang barang yang mereka beli.
Hingga sore tiba pasar yang tadinya tanpa lampu sekarang sudah terhiasi lampu lampu kecil yang berjejer bergantungan yang menghiasi pasar di malam hari,saat malam hari dipasar lebih sering ditemukan permainan dan makanan yang berjejer.
Santi dan lidya sedang duduk di samping pintu gerbang pasar sambil menikmati roti bakar yang masih panas ,berbincang sejenak sambil santi memberikan baju yang dia sengaja belikan untuk lidya ,lidya awalnya menolak tapi santi mengancam kalau dia tidak terima itu artinya dia bukan temanya itu adalah ancaman yang manjur untuk lidya dan langsung menerimanya.
__ADS_1
Menyadari waktu yang mereka habiskan di pasar sudah lama mereka pulang dan menunggu besok bisa bertemu dan tersenyum bersama teman teman.