Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
31.bab 31


__ADS_3

"Iiis ,,,iya iya ayo masuk nanti ku berikan di dalam"jawab ifan langsung menarik tangan santi.


"Disini aja " bela seorang tetangga ketika melihat santi kesakitan dan tak mau ke dalam.


"Uang saya di dalam !!" teriaknya kepada semua orang disana.


"Huhuhu ,,,kan bisa lewat headphone kak hehhe "ujar santi sekarang tersenyum.


"Nih nih jangan nangis lagi "ujar dimas seraya mengirimkan uang lewat hpnya.


"Udahh??.puass??"ujar dimas


"Kalian mau ??,,tidur sana udah malam"pekiknya kepada tetangganya.


"Puas ,aku sangat puas "jawab santi.


Dimas sangat kesal membanting pintu mobilnya yang masih tertutup dan kedalam rumahnya.


"Waakakakakkakak yeeee aku dapat duit hihihi ,baju ooh baju aku akan menjahitmu hehehe untung kau robeknya disana kikiki ,,,hahhaha dapat duit"ujar santi melompat lompat melihat saldo kartunya bertambah.


"Beli mi aah dia pasti marah banget.moga aja bisa reda kalau dikasih mi ,hehhehe"ujar santi lalu pergi mencari warung yang masih buka di jam segini cuma untuk beli mi.


 


"Haiiiii ,,,selamat malam "ujar santi seraya membuka pintu rumah dilihatnya dimas sedang duduk di sofa dan mengabaikannya.


"Aku beli mii kau mau?"tanya santi ketika melewatinya.


"Ngggaaaak"jawab dimas ngegas.


"Yaa udah ..aku makan sendiri"ujar santi lalu pergi menyeduh mi sebanyak 4 lalu menambahkan beberapa buah cabai. Santi dan dimas sama sama suka pedas jadi dia dia hanya membawa satu wadah yang berisi 4 mi dan membawanya ke tempat dimas menonton tv.


"Waah mi ku sudah jadi ini pasti enak hehhe"


"Aku lupa bawa danmujinya biar kayak di korea " ujarnya sendiri dan dimas masih tetap tidak peduli.


Saat santi pergi ke dapur dimas yang masih disana menonton tv merasakan kalau hidung dan perutnya sudah dipenuhi bau mi yang enak dan enak ,dia mencoba meyakinkan diri agar tak tergoda oleh baunya yang enak.


Namun hatinya berkata "tak apa kan kalau aku melihatnya sekilas saja"di menuruti kata hatinya dan melihat mi itu.


"Wah banyak bener !! Bisa tuh makan sendiri"bisiknya sambil menelan air ludahnya.


Pandangan kembali ke tv ketika santi sudah datang sambil membawa satu mangkok penuh danmuji.


"Srrruuuuuuuppp uuuummmhh enaknya aku rasa ini mi paling enak tahun ini jangan lupa ditambahin danmuji biar kayak dikorea " ujarnya yang terdengar sangat menggiurkan di telinga dimas.


"Hei dimas cobalah ,ini ramen !! Ini produk yang baru keluar kemarin "rayu santi sambil mennyodorkan mi di sumpitnya.


"Nggak mau"tolaknya.


"Santi kenapa kau bawa dua sumpit??"tanya dimas yang mulai tergiur dan mendekatinya.


"Emang kenapa aku bawa 2 sumpit ,aku kan punya 2 tangan kan"jawabnya menahan senyum.


"Aku mau coba bagaimana rasanya .kuahnya pun tak apa "ujar dimas polos.


"Ooh kuahnya ni ambillah " ujar santi sambil memberikan sendok yang sangat kecil bahkan tak bisa disebut sebagai sedok teh.

__ADS_1


Melihat dimas makan dengan sedok kecil itu membuatnya tertawa karna kuahnya bahkan tidak sampai di lambungnya sudah habis karna sendok yang terlalu kecil.


"Ini ambillah sumpitnya .kalau pakai itu terlihat sangat lucu hahahhaha"ujar santi yang sudah tak bisa menahan tawanya.


"Tapi kau harus mengaku kalau kau kalah" ujar santi.


"Iya aku kalah,pakai saja uang yang sedikit itu "jawab dimas .


"Karna kau kalah kau harus menuruti satu perintahku !!" teriaknya di samping kuping dimas.


"Apaaaa!!"jawab dimas yang ikut berteriak.


"Aku lihat rumah ini sangat kotor jadi besok kita bersih bersih ,kalau nanti ayah pulang maka kau akan diusiir" pinta santi .


"Wah sudah kuduga kau punya niat jahat saat berbuat baik " ujar dimas tapi tak peduli karna di depannya ada makanan.


"Kau harus tepati janjimu"pekik santi.


"Iyaaa!!,,jangan ganggu orang makan apa"


--------,,•∆•,,.....


Keesokan harinya santi sudah bangun pagi sekali untuk memasak sarapan tapi saat melihat semua sayuran di kulkasnya sudah layu dan tak berdaya dia membuang semuanya hingga yang tersisa hanya sosis dan telur .


"Mana ada dagang sayur jam segini aku buat yang ada aja deh telur ceplok ,sosis goreng huuuh besic banget,yaa gak papa lah kadang kadang makan seadanya saja siapa tau nanti jadi miskin huhuhu" ujar santi sambil memecahkan 2 telur di atas teplon.


"Siapa yang miskin ??"tanya dimas tiba tiba ,dan sudah berpakaian rapi .


"Pagi sekali kau sekolahnya mau ngapain??"tanya santi .


"Ooh iya ,wulan datangnya selalu pagi pagi sekali jangan jangan kau mau menemuinya" tuduh santi sembari mengangkat 2 telur ceplok yang sudah matang dan menggantinya dengan sosis.


"Eeeeh nggak aku nggak melakukan itu ,aku aku hanya ingan jadi orang yang lebih baik agar aku bisa berguna di masa depan"jawabnya gagap.


"Lah ngapain gagap ??"tanya santi.


"Ini makananya sudah jadi kau makan duluan aku mau ganti pakaian "ujar santi ketus, dia tak ingin dimas membuat keputusan salah dia juga takut kalau dimas dimanfaatkan karna dia orang yang cukup penurut kalau senang.


"Hhhaaah ,semoga saja kali ini dia nggak mengalaminya "ujarnya saat menaiki tangga rumahnya.


 


Di rumah sopia


"Sopiaaa ....sopiaaa " teriaknya santi di depan rumahnya sambil mengetuk ngetuk pintu rumahnya seperti biasa.


"Iyaaa tunggu dulu "ujar seseorang di dalamnya.


Itu bukan suara sopia atau ibunya atau ayahnya atau bahkan pembantunya melainkan suara orang lain .


"Mungkin saja kerabatnya "ujarnya sendiri sembari menunggu pintunya terbuka.


Saat pentunya terbuka ya benar saja orang itu orang lain ,orang yang tak santi kenali .namun dia tak mau berburuk sangka dan bertanya.


"Sopia ada ??"tanya santi ramah


"Aa sopia dia sudah pergi saya adalah pemilik rumah baru ini "jelasnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Eeh kapan mereka pindah??"tanya santi kembali.


"Dua hari yang lalu"jawabnya ,santi ingin bertanya kemana mereka pindah tapi dari dalam rumahnya ada seorang yang memanggil namanya.


"Sayang siapa itu pagi pagi"ujarnya.


"Ini orang yang cari pemilik lama rumah kita!"jawabnya sedikit teriak.


"Kalau begitu saya permisi "ujar santi sembari menundukkan kepalanya menjunkkan rasa hormat. Dia berjalan ke sekolah dan berpikir kenapa temannya itu tak memberitahunya akan hal itu ,tak seperti biasan .sopia yang selalu memberi tahu semua hal bahkan hal kecil sekalipun.


Saat sampai di sekolah dia melihat sopia sedang duduk di bangkunya sambil mengobrol dengan lidya di belakangnya.


"Santii ..kau kenapa baru sekolah??"tanya lidya yang lebih dulu melihatnya di depan kelas.


Sopia yang mendengar itu terkejut dan melihat santi sedang menatapnya di depan kelas.


"Saantiiiii! ..akhirnya kau sekolah juga"ujar sopia sambil memeluk santi ,namun santi hanya diam dan kaku.


"Kenapa ?"tanya sopia.


"Kenapa kau nggak bilang bilang kalau pindah sih !!! Aku kan jadi malu teriak teriak di depan rumah orang yang aku pikir itu rumahmu lagiii !! Terus mereka kayak pasangan baru nikah "Teriak santi sambil memukul sopia.


"Kesel gua kesel tauuu!!"teriaknya lagi.


"A ..aku minta maaf aku pikir akan kasih tau kalau kau sudah kabarin kau pulang " ujar sopia sambil membawanya duduk.


"Yang nyuruh nggak pindah siapa yang pindah siapa huh nyebelin "kesalnya.


"Nenekmu udah baik baik saja ?" tanya lidya menyela peleraian mereka.


"Yaa udah tapi,aku masih agak takut tinggalin nenek sendiri di rumahnya "jawab santi.


"Kau sudah baikan dengan nenekmu?"tanya sopia.


"Udah !"jawab sopia ketus.


"Ngomong ngomong siapa yang bilang nenekku sakit ,kayaknya gak ada yang tau?" tanya santi penasaran.


"Ifan dia bilang begitu saat hari pertama kau nggak sekolah ,dia juga telat waktu itu.ada apa ??"tanya balik sopia.


"Tidak ,"jawab santi lalu memutar kepalanya melihat bangku yang ifan duduki masih kosong di jam segini.


"Dia nggak sekolah??" tanya santi.


Sopia langsung tau apa yang santi maksud dan menjawabnya"dia udah nggak sekolah sejak 3 hari yang lalu "


"Eeh kenapa ??"tanya santi.


"Dia bilang pada guru akan menemui keluarganya yang sakit .kau tau siapa yang sakit??" ujar sopia.


"Nggak tau ,siapa yaa "sela lidya.


"Bukan kamuu "pekik sopia.


"Jadi dia benar benar melihat ayahnya yang sakit"kata hatinya sambil termenung mengingat kejadian 4 hari yang lalu.


"Aku juga nggak tauu siapa"ujar santi sembari nenikkan bahunya.

__ADS_1


__ADS_2