
Dan tak jauh dari sana ada seseorang yang sedang menatap mereka berdua bersama bahkan mengikutinya.
.
.
.
.
.
"Santiiii !! Buka pintunya aku mau bicara !! " dimas langsung berlari menuju kamar santi ketika sampai di rumah ,dia sangat kesal karna ditipu oleh santi bahkan dia mengedor pintu seperti ada orang yang terkunci.
"Beraninya kau menipuku !! Hei cepat buka !"
"Ada apa sih marah marah !"kata santi di belakang dimas .
"Kau pasti pikir aku di kamar yaa?!! " ejek santi sambil menujuk dengan telunjuknya dan tertawa.
"Aku bicara serius malah pergi " kesal dimas.
"Hahahahhaha ,masak gitu aja marah "
"Besok aku nggak akan pindah aku nggak mau bawa barang yang banyak dan berat itu ,lagian kalau aku ke sana nenek akan marah dan nenek akan punya penyakit baru" kata santi lalu masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya.
"Palingan dia bohong !! Kalau dia ingin pindah ke rumah nenek tamatlah riwayatku" ujar dimas sambil mengacak acak rambutnya dan berjalan ke kamarnya yang tepat di sebelah kamar santi.
Ditempat lain (tepatnya dikantor ayah santi)
"Selamat datang nyonya ada yang bisa saya bantu " sapa seorang resepsionis yang tahu bahwa yang datang adalah nyonya pemilik perusahaan yang dia naungi.
"Apa suami saya sibuk sekarang ?? Dia di mana ?? " tanyanya .
"Hari ini pak hadi tidak ada jadwal apapun jadi nyonya bisa langsung ke sana" jawab orang itu dengan senyum dan sopan.
"Ooh baik terima kasih " jawabnya dan langsung pergi ke ruangan suaminya .
"Paaa ,apa kau sibuk ? Aku datang berkunjung sebentar " sapa istrinya dengan senyum yang hangat.
"Wah mama kenapa kamu kesini ?,sebentar lagi papa juga akan pulang " tanya pak hadi lalu bangun dari tempat duduknya.
"Aku ke sini mau bicara sebentar "
"Apa itu ??" tannyanya.
"Apa menurut papa membiarkan dimas dirumah dengan santi tidak apa apa?"
"Iya tentu saja, dua bulan ini mungkin akan membuat mereka mereka menjadi seorang adik kakak yang rukun ,dan lagi mencari sekolah disana sangat sulit .mama tenang saja jika terjadi sesuatu pada mereka kita akan langsung pulang " katnya saat melihat raut wajah istrinya yang khawatir.
"Mereka berdua sudah dewasa sudah saatnya kita membiarkan mereka memilih jalan yang mereka inginkan ,asalkan itu baik " lajutnya.
"Tapi... "
"Ya sudah , bagaimana kalau kita pergi makan malam hari ini ?" tanya pak hadi.
__ADS_1
"Baiklah . tapi jika terjadi sesuatu pada anakku aku akan membunuhmu !!" katanya sambil berjalan keluar untuk pergi makan malam.
"Iyaaa ! "
Keesokan harinya .
"Santiii !! Ayo sarapan ! "Teriak ayah santi ketika tidak melihat putrinya itu ada di meja makan .
"Iya iyaa aku sudah turun ,ngapain pakek teriak teriak sih " ujar santi sambil menuruni tangga dan masih memakai baju tidurnya.
"Ayo makan .sebentar lagi kami akan berangkat " ujar ayahnya sambilkan mengambil nasi untuk istrinya.
Di tengah tengah sarapan pagi yang hening itu dimas bertanya.
"Ayah kami akan mengantarmu ke bandara apa boleh ?"
"Tidak usah, kalian harus belajar sebentar lagi kalian uts kan ?" jawan ayahnya.
"Tapi kita bisa belajar setelah pulang sekolah " balasnya.
"Sudah sudah ,kalian bisa antar kami tapi langsung ke rumah dan balajar yaa !" kata ibunya di tengah tengah pembicaraan.
Setelah selesai sarapan dan berdiam sejenak mereka pun mulai membawa barang barang yang akan mereka bawa ke luar negri menuju mobil.
"Santii ! Dimas ! Ayo bantu kami angkat koper bukanya kalian bilang akan mengantar kami ?" tanya ibunya dari lantai bawah.
"Iyaaaa aku datang "jawab dimas ,sedangkan santi hanya diam dan langsung turun tapi tidak melakukan apa apa .hanya matanya saja yang melihat kesana kesini.
"Santii kenapa diam ,ayo bantu " ujar dimas dan memberikan satu koper yang dia bawa.
"Sepertinya sudah "jawab dimas.
"Kalau gitu ayo kita pergi yaa " ujar ibunya.
"Ayoo kita berangkat ! "Ucap ayahnya lalu melajukan mobil .
"Santi ,dimas apa kalian sudah memutuskan mau tinggal di mana ?" tanya ayahnya saat di tengah tengah jalan.
"Kami akan tinggal di rumah saja " jawab santi.
"Baguslah bila begitu .tapi jangan bertengkar ,santi rajin rajinlah membersihkan rumah" jawab ayahnya lalu selama perjalanan menuju ke bendara tidak ada topik pembicaraan untuk dibicarakan.
.
.
.
.
"Bos ini semua berkas berkas yang saya sudah siapkan apa sudah cukup ?"tanya seketarisnya ketika sampai di bandara.
"Sepertinya sudah semua ,jadi ayo kita berangkat ini sudah waktunya " kata ayahnya.
"Dimas kau harus belajar yang rajin dan jangan pernah mengambil keputusan yang salah " ucapan selamat tinggal yang diucapkan ibunya sambil memeluk dimas.
__ADS_1
"Sudah sudah ayo berangkat "kata ayah dimas lalu berjalan dan perlahan lahan pun hilang dari pandangan dimas dan santi.
"Ayo pulang ,mungkin mereka sudah di dalam pesawat "ujar santi saat melihat dimas sedang bengong menatap ke arah perginya orang tua mereka.
"Mereka cuma pergi beberapa bulan aja sedih banget sih ,kayak di tinggal mati!!" ujar santi lagi .
"Siapa yang bilang aku sedih ,hanya saja aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku dengan adik kayak kamu !" jawab dimas.
"Kau tidak bisa bawa mobil kan ? Jadi kita pulang naik taksi? "Tanya santi.
"Siapa bilang aku nggak bisa bawa mobil? Aku sering mengemudi akhir akhir ini " jawab dimas.
"Bener yaa?? Jangan bawa aku mati nanti, aku masih mau hidup " ujar santi lalu mereka pergi dari sana ,santi pulang ke rumah sedangkan dimas pergi ke rumah teman temannya.
Keesokan harinya.
"Santiii ! ,cepat bangun aku sudah lapar " teriak dimas dari ruang makan yang tidak melihat adanya makanan saat akan berangkat ke sekolah.
"Yaaa !! ada apa pagi pagi sudah teriak !'" ujar santi yang datang sudah dengan pakaian sekolahnya yang rapi.
"Kau tidak buat sarapan ?" tanya dimas.
"Haa ? Buat sarapan?? memang aku akan sarapan !" jawab santi.
"Itu kamu tidak sarapan tapi aku tidak bisa sekolah kalau tidak sarapan " jawabnya
"Kalau begitu makan saja roti ,aku akan buatkan susu hangat, " ujar santi sambil melihat jam di tangannya.
"Hanya itu ?" tanya dimas protes.
"Lalu kau mau makan nasi ? Kau pikir buat nasi itu cepet ? Lihatlah kita akan terlambat nanti ,lagian kau tidak di antar hari ini ! " jawab santi yang ikutan protes.
"Ya sudah ,cepatlah ! "Perintah dimas.
"Iih kau pikir siapa dirimu suruh suruh gitu? Seharusnya kau membantuku ! Aku bukan ibumu ! " ucap santi yang tidak terima di perintah oleh dimas.
"Ya ya ya baiklah ,mulai sekarang aku akan belajar mandiri"
.
.
Di sekolah gerbang sekolah.
"Hei kau membohongiku yaa ,bilang kalau kita tidak jalan sekarang maka akan telat " ucap dimas ketika mereka sudah di depan gerbang sekolah santi dan lihat kalau disana masih sepi.
"Tidak !! Aku tidak pernah berbohong lagian kenapa kalau datang paling awal ?" jawab santi.
"Huuuh ,masuklah aku akan berangkat ke sekolahku ,di sekolah mungkin sudah ada yang datang daripada sekolahmu ini yang muridnya selalu telat " ejek dimas lalu pergi.
"Eeeh dia ejek aku atau sekolahku sih ,ya ! Aku tau sekolahmu lebih mahal daripada aku tapi ternyata benar juga jam segini belum ada orang padahal ini hari senin " ucap santi yang tiba tiba berubah dari topiknya.
Santi berpikir untuk melihat matahari terbit dari atas .
"Sudah lama aku nggak ke sana"
__ADS_1