
πππ π ββ
Hari berlalu nenek baru mulai membuka usahanya sejak pagi tadi dibantu santi.
Sekarang sudah liburan tengah semester yang hanya dua minggu lamanya.
Santi diam dirumah tak ada kerjaan atau bahkan tak liburan ,biasanya ketika liburan semester keluarga itu akan pergi ke pantai atau tempat lainya tapi sekarang berbeda .yaa walaupun dulu dia hanya ikut saja dan tak melakukan apa apa.
Begitu juga dimas yang masih sejak pagi masih terkurung dikamarnya sedang turu.
"Pagiii " sapa seseorang yang langsung masuk rumah tanpa mengetok pintu .
Lisa yaa dia lisa orang yang beberapa hari ini sering datang kerumah itu.
"Dimana dimas ??" tanyanya langsung ketika melihat santi duduk di sofa sambil menonton tv.
"Kamar"
"Panggil dia " lisa mengambil cemilan santi supaya dirinya mau memanggil dimas.
" DIMASSSS !!!" teriak santi memenuhi rumah itu.
"Nenek di mana ??" tanya lisa lagi.
"Pergi ke rumah tetangga tuh sama warung depan katanya sih mau tes rasa sama nitip kue " jelas santi.
Dimas masih dengan rambut acak acakanya keluar dari kamarnya sambil sempoyongan."Yaaa ada apa ??"
"Sini duduk dulu "
"Iiih ada apa siiih " dimas risih diapit orang orang yang tak terlalu dia sukai.
"Gini yaa ,,, aku mau mengajak kalian menjenguk orang tua kalian mungpung lagi libur mau nggak ?? Yaa kita juga akan liburan sih " jelas kak lisa sementara keduanya terdiam tak sedih atau tak bahagia .
" kamu mau bagaimana ?" tanya dimas.
"Mau ,, tapi kita bisa pergi ke sana tanpa pasport ??"
"Kau tenang saja itu biar aku yang urus " jawab kak lisa.
Saat dapat kesempatan seperti itu Santi malah menghawatirkan neneknya yang sendiri. "Nenek bagaimana?"
"Tapi tapi tapi ,,kamu diam biar aku saja yang urus semuanya kamu ikut aja " pekik lisa yang tak mau berbasa basi seperti santi itu.
"Kapan ?" lanjut santi.
__ADS_1
"Besok " jawab lisa senonoh membuat keduanya terkejut berpikir bagaimana bisa membuat pasport secepat itu .
"Kak lisa punya seorang pacar yang kaya ples raya bagaimana mungkin hal kecil tak bisa dia urus " itulah kata yang tepat untuk orang yang sudah sangat dekat dengannya .
Berbeda hal dengan orang yang baru kenal mereka akan menganggap kak lisa orang biasa dari cara berpakaian yang tak terlalu mementingkan brend.
*****
Sejak itu, waktu seakan cepat sekali berputar hingga pagi pun tiba ada beberpa orang suruhan lisa datang ke rumah santi dan menjaga neneknya selama mereka pergi.
Neneknya juga mengijinkan kedua cucunya untuk pergi ,santi mengajaknya ikut tapi nenek bilang "nenek udah tua mana berani naik pesawat "
Tiba di bandara lisa sudah duduk di sana menunggu .
"Kak lisa " sapa santi sembari melambaikan tanganya di banyaknya kerumunan orang orang disana.
"Ayoo ,,sebentar lagi pesawatnya akan berangkat " ajak kak lisa menggandeng tangan mereka berdua menuju pesawat.
Ini pertama kalinya untuk dimas dan santi naik pesawat melihat bumi yang rasanya mulai mengecil dan diganti awan putih bersih di pagi itu.
Ada juga rasa takut kalau pesawatnya akan jatuh saat sedikit berbelok atau menggiring.
π«βπ©π¬
Beberapa jam penerbangan berlalu hingga akhirnya mereka mendarat dengan selamat di bandara jepang.
Sementara kak lisa mengurus surat santi dan dimas menunggunya .
"Waah aku nggak nyangkka naik pesawat semenyenangkan ini ,,nanti kalau punya uang aku mau keliling dunia aja deh " santi berdecak kagum mengingat hal hal yang baru saja dia lewati.
"Biasa aja tuh " sekarang berbeda halnya dengan dimas orang yang baru saja mabuk perjalanan di pesawat.
Saat sibuk berbincang ada seseorang pegawai yang datang dan berkata
" Kon'nichiwa,,Ikaga nasaimashita ka??"
Artinya " halo ada yang bisa saya bantu"
"Aakkhh uhuk uhuk " keduanya bahkan sampai batuk mendengar perkataan orang itu.. Santi dan dimas sama sama menatap tak mengerti apa artinya.
"Aah aku lupa kita nggak bisa bahasa jepang " ujar dimas saat orang itu masih menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Mungkin pegawai itu menganggap santi dan dimas sedang bertengkar.
Untungnya kak lisa cepat datang den memberi tahu orang itu.
__ADS_1
"Kamu tuh yaa harunya kalau mau ngajak kita kesini yaa ajarin dulu kek bahasanya" dimas merasa pilihanya salah mempercayai kak lisa.
"Kalian kesini mau ngomong sama siapa juga ?" balas kak lisa tak mau kalah.
Mereka saling bertengkar kecil sambil menuju penginapan tapi tetap saja akhirnya mereka akan tertawa bersama.
Hari sudah hampir sore dan menjenguk ayah bun diundur ke hari esok.
Saat malam hari kak lisa mengajak kedua adiknya ke tokyo towor .
Sebuah pemandangan menara yang gemerlap di malam hari di kota itu apalagi mereka melihat dari sebuah gedung tinggi di kota itu menambah kesan estetik kota jepang di mata mereka.
Setelah selesai menatap menara yang indah dan di terpa angin malam yang dingin perut mereka mulai memanggil dan menginginkan makanan apalagi makanan hangat itu yang mereka butuhkan sekarang.
Bukan pergi ke restoran mewah malainkan restoran kecil di pinggir jalan yang menyediakan berbagai makanan murah dengan rasa mewah.
Setelah semunya disajikan mereka mulai memakanya , walau sajian yang berbeda dan rasa yang berbeda dengan rasa makanan di indonesia mereka bahkan tak perlu beradaptasi bahkan santi ingin nambah.
"Kalau nanti kalian makan nasi jangan sumpitnya ditancapin di atas nasi itu nggak boleh kalau di jepang ...kalau nggak bisa pakai sumpit jangan ditusuk makanannya itu juga nggak boleh " ujar kak lisa yang terlihat seperti tetua yang memberikan petuah kepada mereka berdua.
" udah tauu " jawab keduanya berbarengan.
Setelah selesai kak lisa masih mengajak mereka jalan jalan ,mencari makanan ,munuman khasnya jepang yang tak ada ujungnya.
Hingga waktu menghentikan mereka menyuruh mereka pulang dan istirahat agar bisa melanjutkan hari dengan semangat.
π πππππ
πππ
**Hai !π€
Maaf yaa kalau ceritanya boring ,tak dapat feelnya.
Walau begitu akan berusaha untuk up sering sering.
Aku haus ingin like,komen( yang manis pedaspun aku terima) and votenyaa
Makasih mau mampir
Stay with me okeπΆπ**
__ADS_1