Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
28.bab 28


__ADS_3

"Darah ,,, jangan jangan santi terluka !!" ujarnya sambil menepuk kepalanya sambil membesarkan matanya.


Saat yang sama santi datang tepat dari arah tatapan ifan dan membuatnya membenarkan sikap dan bersikap seperti sebelumnya.


"Eeh kau masih disini ?? Sebaiknya kau pulanglah ini sudah malam besok kau kan ke sekolah "ujar santi menghampiri ifan dan duduk di sampingnya tapi bukan di tempat yang tadi.


"Aku mencarimu "ujar ifan namun tatapannya sangat jauh dari santi.


"A ada apa ??" tanya santi.


"Tidak ...apa kau terluka??"tannya balik ifan.


"Aku baik baik saja aku nggak terluka"jawab santi dan ifan memandang santi.


"Benarkah ?? Lalu kenapa kau meninggalkkan bekas darah di kursi ini sebelum pergi dan kenapa sekarang kau sudah mengganti pakaianmu?" tanya ifan tapi pura pura tak peduli.


"A..darah ?? Dimana?? "Tanya santi.dan ifan menunjuk darah yang ada di kursi sampingya."ini "ujarnya.


"Haaaa?? Kok bisa tembus?? Rasanya aku sudah cepat respon deh " ujar hatinya lalu dengan cepat dia mengambil tisu basah di tasnya dan mengilangkan darahnya.


"Kau terluka ??" tanya ifan lagi.


"Tidak ,ini ini bukan punyaku kau pasti salah paham ,,aku aku nggak pernah terluka sedikitpun ini ,ini mungkin punya orang lain dan aku nggak sengaja duduki hehehhe.warnanya kan tak terlihat ,,ini seperti bunglon yang jago sembunyi jadi aku nggak lihat hehehehe." ujarnya sangat gagap saat berbicara.


"Kenapa kau gagap begitu ?"tanya ifan semakin yakin kalau santi teluka.


"Kau yakin nggak teluka "lanjutnya sambil melihat santi dari atas sampai bawah.


"Iya aku yakin " jawabnya.


"a...apa nenekku sudah baikkan??" tanya santi mengubah topik pembicaraan.


"Iya dia sekarang sudah tidur" jawabnya.


"Aku mau melihatnya"ujar santi lalu berjalan ke ruangan neneknya.


"Kau mau membuatnya marah lagi ketika bangun??"ujar ifan sambil memegang tangan santi untuk menghentikannya.


"Tunggulah disini aku akan membawakanmu sesuatu"


Entah apa yang ifan akan bawakan untuknya tapi santi hanya mengikuti keinginan ifan dan menungunya.


Beberapa saat kemudian ifan datang sambil membawa sebuah tas.


Dia mengeluarkan semua isi tasnya yang isinya makanan.

__ADS_1


"Makanlah kau pasti laparkan" ujar ifan sambil membukakan tutup makanannya.


"Iya aku baru sadar dari tadi perutku ingin makan"ujar santi ,dia tergiur akan makanan yang dibawa ifan dan tanpa ragu dia memakan makanan tersebut dengan lahap.


"Aku makan yaa !!?"ucap santi senang .


"Makanlah..aku harus pulang dulu jadi makan yang banyak "ujarnya lalu berdiri dan akan beranjak pergi.


"Tapi ini kotak makanmu ??" tanya santi menghentikan kunyahannya.


"Kau bawalah" jawabnya lalu pergi.


"Yaah ,nggak papa deh .tapi makanannya enak " ujarnya seraya mamakan makanannya.


"Tapi heran kenapa dia kadang baik kadang jahat"


 


Keesokan harinya santi terbangun di tempat kemarin dia duduk ,dia takut masuk ke ruangan neneknya jika dia masuk maka dia akan marah marah ,bahkan bisa lebih marah dari kemarin.


Dia melihat jam di ponselnya tapi tidak jadi karna banyaknya pesan dan telfon yang belum dia lihat dari kemarin dan semuanya itu dari dimas.


Santi lalu membaca pesan dari dimas yang menanyakan dia pergi kemana,kenapa jam segini belum pulang,kenapa nggak angkat telfon,dan siapa besok yang harus siapkan sarapan untukku.


Lalu dia mengetik jawaban di kebyoard nya "aku nggak bisa pulang ,nenek masuk rumah sakit,kau makanlah roti tawar !". lalu mengirimnya.


"Aku cuci muka aja dulu deh ,hari ini aku nggak akan ke sekolah.cuma hari ini aja tuhan semoga nggak ada pelajaran hari ini agar aku nggak ketinggalan pelajaran"


 


"Mbak apa kau keluarga nenek asih"tanya seorang suster di depan kamar neneknya saat santi mau menuju kamar neneknya sambil mengelap mukanya yang basah setalah cuci muka.


"Iya ..dia nenek saya ,,ada apa dengan nenek!!?"tanya santi cemas.


"Dia tidak mau makan . saya rasa dia akan makan bila orang terdekatnya yang bersamannya" ujarnya.


"Baiklah saya mungin bisa membujuknya, tapi makanannya dimana??"tanya santi namun masih ragu ragu masuk kedalam.


"Makanannya sudah di dalam"jawab suater itu.


"Ooo,baiklah kau bisa pergi"ujarnya sambil tersenyum.


"Haduuuh,,ngapain gue bilang iya yaa!!?" hardik santi saat tidak ada orang didekatnya.


Dia membuka pintu dan melihat neneknya masih tidur "masih tidur"lalu dia masuk seperti seorang penyusum.

__ADS_1


"Kenapa kau kesini lagi??"ujar neneknya langsung bangun sambil melotot.


"Nenek "......


"Aku datang kesini cuma akan menemani nenek makan lalu aku akan langsung pergi" ujar santi lalu mengambil mangkok yang berisi bubur dan sedikit campuran sayuran.


"Makanlah "ujar santi sambil menyodorkan bubur yang sudah dia tiup sebelumnya.


"Aku nggak akan memakannya,dari pada itu lebih baik aku mati!!"teriak neneknya sambil memalingkan wajah.


"Aku bilang makan ya makan !"ujar santi yang juga ikut marah,mungkin ini adalah sesuatu sesuatu yang sering terjadi ketika kita menstruasi apalagi kalau belum makan.


Nenek asih melempar sendok yang santi pegang untuk dirinya .


"Nenek dulu pernah bilang akan membuatku menyesal karna memilih tinggal dengan ayah kan??"tanya santi sambil mengambil sendok yang neneknya jatuhkan.


"Kalau nenek tak makan ,nenek mana ada kekuatan untuk membuatku menyesal??"tanyanya lagi sambil menyodorkan buburnya lagi.


Namun neneknya tetap diam bahkan tak membuka mulutnya.


"Aku bilang makan!!"teriak santi namun dia malah menjatuhkan sendok tersebut di pangkuan neneknya dan dia duduk di kursi di dekatnya sambil menunduk dan menangis.


"Jika nenek marah kepadaku setidaknya jangan menyiksa dirimu ,aku hanya memintamu makan bukan yang lain jika ibuku tau aku meneriakimu aku akan sangat dibenci olehnya huhuhuhu"


"Jika nenek tau aku lebih memilih tinggal dengan ayahku karna ibuku yang meminta huhu uuh u tepat sebelum dirinya meninggal " dia menangis tersedu sedu namun masih menunduk tak berani menatap mata neneknya.


"Kalau nenek tak suka juga tidak papa tapi apa yang harus aku pilih antara nenek dan ibuku haaa??"


"Nenek pikir mudah bagiku melihat ayahku bersama keluarga barunya ,nenek pikir aku bahagiaaa!!?"


"Dan nenek malah membuatku semakin tersiksa karna berbuat seperti ini huhu !"


"Walaupun nenek tak suka asal ibuku bahagia disana !!apa perlu aku mengingkari keinginan ibuku kepadaku hanya agar nenek merasa ibuku bahagia disana haaa !!huuuu"


"Ibu bilang dia sangat mencintai ayah dan dia dilang ingin melihat salah satu anaknya masih di rumah itu untuk menemani arwahnya melihat kehidupan baru ayahnya !!" huuuuu" aku juga nggak mau tapi saat itu dia memohon kepadaku bahkan aku ,,huuu uu akuu belum menjawabnya dan malah malah..... Uuu huhuhu " tangisnya sambil menjelaskan semua yang ingin di keluarkan selama ini untuk neneknya namun masih takut bahkan untuk menginjakkan kaki dirumahnya.


Dan neneknya yang mendengar itu hanya terdiam tak menyangka kalau putrinya yang meminta santi untuk tetap disana ,bahkan tak menyangka lagi kalau putrinya mencintai pria yang brengsek menurutnya itu.


Anaknya dinikahkan karna keluarganya punya utang kepada ayah santi yaitu pak Hadi ,pak hadi dulu bisa dibilang cukup kaya di kota itu,namun sikapnya sangat tak sopan dan sangat angkuh.


karna sikapnya itu perusahaanya menjadi bangkrut dan menjadi tak seterkenal dulu,pulang malam ,mabuk,dan marah marah adalah kebiasaanya waktu itu,hingga dia menemukan seorang simpanan yang sekarang adalah istrinya.sejak itu sikapnya semakin menjadi jadi,namun ibunya masih mencintainya dan sering berkata pada diri sendiri kalau dia pasti akan berubah,pasti akan mencintaiku,dan menyayangi anak anak kita.


Kata itu terus terucap bahkan hingga ia meninggal.


 

__ADS_1


__ADS_2