
Keesokan harinya.
Di meja makan santi sedang sarapan sambil menunggu dimas yang sedari tadi dipanggil tapi belum keluar juga.
"Iyaaa ,,aku sarapan sekarang" ujar dimas datang dari kamarnya dengan pakaian sekolah yang rapi berjalan dengan elegan tapi ketika sudah mendekati meja makan santi malah menyuruhnya menjauh.
"Kau pakai perfum berapa kali semprot sih baunya menyengat banget tauu !!" teriak santi .
"Ini parfum mahal makanya wangi ya kan?" ujar dimas.
"Wangi sih wangi tapi baunya jelek banget kamu tu pakainya banyak !!" pekik santi.
"Mana ada wangi tapi jelek goblok" ejek dimas.
"Kenapa tumben kamu serapi ini sekolah biasanya baju kamu keluar ,rambutmu seperti baru bangun ,mukamu ada kerutan bekas bantal dan masih banyak lagi" ujar santi mengubah pembicaraan.
"Hari ini hari spesiaaal "ujar dimas sambil tersedak.
"Kamu tuh anak durhaka yaa saat orang tuamu di rumah kau tak pernah tu seperti ini sekarang mereka pergi kau jadi orang .....liar yaa dan lagi sepertinya kau nggak peduli dengan mereka " ucap santi.
"Aku peduli !! Tapi kalau aku ngaak dapat jawaban juga mau bagaimana lagi henpon mereka kan nggak aku yang bawa" jawab dimas merasa dihina.
"Sudahlah ,,aku sekolah dulu aku ada urusan penting,, ooh itu piringnya kamu yang cuci yaa biar wangi pekat parfummu hilang sedikit dadadada " ujar santi lagi langsung berlari keluar dan langsung menuju ke sekolah.
Tepat saat sampai di sekolah santi melihat sopia turun dari mobil dan santi langsung menghampirinya .
"Sopia ,,aku mau bicara sebentar" ujar santi.
"Bicara apa ?" jawab sepia ketus.
"Itu yang kemarin ,alex ingin tahu tentangmu makanya dia ingin bicara kepadaku " ujar santi berbohong sambil mengejar sopia yang berlari.
Sopia mendengar itu langsung berhenti dan tersenyum
"Benarkah !!? ,,apa yang ingin dia tahu tentangku ?" tanya sopia ceria.
"Semuanya ,,dia ingin tahu semuanya tapi aku nggak bilang kalau kamu suka dia karna itu kan urusanmu hehe " ucap santi bohong lagi.
"Jadi jangan marah lagi aku juga nggak suka denganyaa kalaupun dia suka aku akan langsung menolaknya karna kau kan suka dengannya tak mungkin kan aku merebutnya darimu " ujar santi meyakinkan ucapan yang dia katakan memang benar .
"Nggaak !! Dia nggak boleh suka dengamu....."
__ADS_1
"Aku tau kenapa " sela santi.
"Nanti kau marah dan persahabatan kita hancur kan ?? Hahahahaha " lajut santi lalu keduanya tertawa bersama dan kembali ke kelas karna masa depan tak ada yang tahu jadi hari ini kita harus tertawa.
Jam hari ini berlalu begitu cepat hingga jam pulang sudah tiba .
Saat santi sudah melewati pintu gerbang nanda memegang bahunya dari belakang santi menolehnya dan entah apa yang terjadi nanda memberinya sebuah senyuman lebar yang tulus sambil berkata "aku tak akan mengganggumu lagi santi "
Kata kata itu membuatnya terdiam sejenak berpikir disetiap perbuatan baiknya pasti akan ada hal yang lebih pahit.
"Apa lagi yang akan dia rencanakan"ujar hatinya dengan firasat buruk.
"Orang bodoh kau mau kemana ?" tanya santi melihat ifan berjalan di depanya.
"Belajar ,,orang pintar " jawab ketus ifan.
"Aku..boleh ikut ?" tanya santi.
"Boleh disana juga ada alex jadi kau nggak akan bosan belajar" jawab ifan yang tak dimengerti santi ,tapi mendengar ada alex disana santi langsung membatalkanya dengan alasan ada urusan di rumah.
Dirumah.
Santi sedang berbaring di kasurnya sambil membuka buku lalu mambacanya ,semakin lama dia membaca rasanya tulisanya menjadi satu dan sulit dibaca oleh matanya yang perlahan tertutup.
"Lidya " santi membaca nama orang yang menelfonya dan mengangkatnya.
"Halo ,,yaa ada apa ?" tanya santi lewat telpon sambil berbaring.
"Kau ngapain ?"
"Belajar "jawabnya singkat.
"Kau tau ngaak aku punya berita yang cukup besar " ujar lidya.
"Apa tuh?" tanya santi penasaran.
"Adikmu membak orang " jelasnya tapi kurang dipahami santi.
"Haaaa!!! Nembak orang ??? Terus orangnya mati ??" tanya santi benar benar terkejut sampai bangun dari tidurnya.
"Bukan tembak kapai pistol santii!!! Tapi pakai kata kata " jelas lidya tapi masih kurang dipahaminya.
__ADS_1
"Haah ?!! Gimana caranya ?? Orang itu dikatain pakai kata kata kasar terus kena serangan jantung jadinya mati gitu maksudmu ?? Dimas masuk penjara ?? Tapi barusan aku lihat dia dikamarnya sedang pegang henpon sambil tertawa kayak raksasa tuh"jelas santi.
" haaahhh goblok bukan gitu ,,kau tau wulan kan kemarin aku lihat dia di toko buku sama dimas aku tepat berada di samping mereka jadi dengar dimas bilang begini"
"Bilang apa??"sela santi.
"Wulan kau mau jadi pacarku aku akan selalu melindungimu jika ada yang menganggumu? Lalu wulan langsung menjawab yaa asal dia tak keberatan "
"Waah masak ,,tapi aku mau tanya kenapa kau tertarik sekali dengan cerita dimas daripada cerita orang lain kau suka yaa ??" tanya santi heran.
"Ngaak ,,aku itu hanya kebetulan bertemu jadi aku ceritain aku pikir kau akan marah sama sikap dimas yang seperti itu ,nggak jadi dah aku matiin !!" kesal lidya.
"Nggak deh nanti aku marahin dia .tapi yang aku tau kalau kita suka sama orang kita nggak boleh paksa dia untuk menolak atau tidak menyukainya tau" ujar santi.
"Yaa aku tau tapi dia kan orang yang pernah kau tolong dan malah menjebakmu ,tidakkah menurutmu itu bisa bahaya ??" tanya lidya.
"Bahaya atau nggak nya kita kan nggak tau karna kalau sudah suka sikap kita pasti berubah,itu juga pilihanya kalau nanti dia sakit yang rasain kan dia hehehe " jawabnya.
"........ "
"Apaan sih yang aku katakan dari tadi hihi aku aja nggak pernah pacaran masak sekarang aku sedang ceramah tentang cinta haha "lanjutnya.
"Kau mengejekku yaa"
"Kita sama sama nggak tau tapi kalau ngerumpi kita jadi kayak pura pura tau yaa"
Ujar santi disambut tawa ceria mereka berdua dan telfonan langsung berakhir.
"Dimas ,,aku masuk yaa mau periksa kebersihan kamar " ujar santi mengetuk pintu dan langsung masuk.
"Yaa ,masuk saja"jawabnya.
Santi pura pura memeriksa semua sudut kamar itu dan langsung bertanya sambil pura pura memeriksa.
"Aku dengar kau pacaran yaa ??"tanyanya.
"Iya "jawabnya ketus.
"Kau beneran yakin itu rasa suka atau rasa peduli ??" tanyanya lagi.
"Itu rasa suka " jawabnya.
__ADS_1
"Ooh baguslah itu rasa suka ,,asalkan rasa sukamu itu tak menyusahkanmu aku nggak peduli itu hidupmu "jelasnya.
Santi langsung pergi setelah mengatakan itu dan kembali ke kamarnya kembali belajar untuk persiapan ulangnyaa besok.