Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
26.bab 26


__ADS_3

"Hallloh ..siapa??" sapa santi dengan tidak sopan.


"Hallo ,selamat malam ,ini dari rumah sakit xxxx .saya mau bilang kalau nenek anda ada di seni dan sedang ada di ruang UGD ,mohon anda untuk datang dan mengurus beberapa dokumen sebelum tindakan lebih lanjut."


"Apaa !! Nenek !! Masuk rumah sakit!!??,,dimanaa?? Aku kesana sekarang!!? " khawatir santi langsung menutup telfonnya dan berlari ke kamarnya untuk mengambil tas dan kartu yang ayahnya berikan padannya dan berharap itu cukup untuk pengobatan neneknya yang paling ibunya cintai itu.


"Kenapa??" tanya dimas yang melihat santi sudah turun sambil tergesa gesa.


"Kau ,kau cuci piringnya nanti aku ada urusan harus pergi "" ujarnya dengan tergesa gesa tapi ketika akan pergi perut laparnya kembali berbunyi ,dia terpaksa kembali dan membawa makanan kesukaanya dengan kotak makanan yang cukup besar lalu menaruhnya di tas lalu langsung berlari keluar .


Saat diluar dia memasuki mobil tapi ketika menghidupkan mesin mobilnya dia sadar kalau dia tidak terlalu pandai membawa mobil apalagi saat itu sudah malam.


"Aaahhkk ,kenapa aku jadi salah semuaaa!!" Teriaknya lalu berlari ke jalan cukup besar ,saat jalan pun dia mengambil jalan yang salah dan harus berbalik lagi.


Saat saat seperti itu kita memang selalu mengambil keputusan yang salah dan tanpa berpikir.


Saat sudah di jalan yang cukup besar dia melihat taksi dan menyuruhnya mengantar ke rumah sakit tempat neneknya di rawat.


"Mbakk !! Mana ruang ugd ?? Tidak tidak tepatnya dimana nenek saya di rawat !??" tanya santi sambil memukul meja di depan resepsionis rumah sakit.


"Itu di sana lurus belok kiri ,siapa nama pasiennya ??" tannya resepsionis itu.


"Nenek ,,nenek ,nenek siapa ya namannya??" tanya santi pada diri sendiri.


"Ooh bukannya tadi anda menelfon saya dan menyuruh saya kesini ?? Yaa itu adalah nenek saya hehhe" ujar santi seperti menghindari pertanyaan ulangan lisan.


"Iyaa ,, itu ada di ruangan ugd no 5 ,sekarang sedang dirawat mungkin sebentar lagi akan bisa keluar" jelas orang itu sambil menenangkan layaknya seorang suster.


"Makasi ,saya permisi " ujarnya langsung berlari ke ruangan ugd neneknya. Tapi ketika di sana pintunya masih tertutup dan ada suster yang melarangnya masuk .dengan terpaksa santi pun mengalah dan duduk di beberapa tempat duduk yang tak jauh dari sana.


Tak beberapa lama santi menunggu pintunya pun sudah terbuka dan seorang dokter yang gagah dan berbalut pakaian khasnya datang dan memanggil salah satu keluarganya yang sudah datang.


Santi langsung bangun dan menghampiri dokter itu " apa nenek saya baik baik saja??" tanya santi sambil mengepalkan tangan dan berharap tidak terjadi apa apa.


"Kau keluarganya ??,,nenekmu mengidap penyakit jantung ,tapi untungnya itu baru tahap awal .dan lebih untung lagi karna dia dibawa ke rumah sakit secepatnya " ujarnya sambil menepuk pundak santi.

__ADS_1


"Apa saya sudah boleh melihatnya???" tanya santi.


"Kau lihatlah nanti ketika sudah di bawa ke ruang inap .sekarang kau harus mengurus beberapa dokumen tentang perawatan nenekmu " ujar dokter itu lalu membawa santi pergi.


"Dok tadi siapa yang membawa nenekku ke sini ??" tanya santi penasaran .


"Entahlah ,tapi dia terlihat seperti anak muda yang seumuran dengamu " jawabnya .


"Wah benarkah "


"Kau harus berterima kasih padanya karna membawa nenekmu tepat waktu kesini" saran dokter tersebut.


"Pastiii"


"Orang tuamu kemana,kenapa kau datang kesini ?? "


"Ooh mereka sedang membuka cabang perusahan baru di jepang jadi tak bisa datang ,dan tolong jangan beri tahu mereka jika neneknya sakit ,saya bisa mengurus pembayaran rumah sakit dengan uang saku yang ayah berikan " jelas santi .


Setelah selesai dengan semua urusan dokumen dan pembayaran rumah sakit santi datang ke ruangan inap neneknya disana dia melihat neneknya sedang tertidur, mungkin saja itu efek obat ,dia mencium berbagai jenis jenis obat obatan di dalam sana dan merasa kalau dia menjadi neneknya itu akan terasa sangat sakit ditusuk jarum.


Ketika dia melihat plang nama yang tertulis di belakang tempat tidur neneknya itu,dia tersenyum .


"Kenapa ibu nggak pernah bilang nama nenek ??" ingatan masa lalunya yang terbayang bayang saat ingin bertanya nama neneknya tapi selalu di tolak.


"Ternyata nama nenek sama dengan nama ibu yaa makanya nggak pernah bilang namammu ??" ujarna sambil tersenyum haru melihat nama neneknya yang sama dengan nama ibunya yaitu asih.


"Haaaaah ,tapi sayangnya aku baru tahu sekarang " ujar santi sambil menghela nafas.


"Tak ada yang harus disesali jika sudah terjadi"kata ifan di belakangnya sambil membuka pintu.


"Eeh ,kenapa kau disini??"tanya santi heran.


"Tidak ,aku hanya ingin melihat keadaan nenekmu "jawabnya polos.


"Jangan jangan kau orang yang menyelamatkan nenekku ??" tanya santi .

__ADS_1


"Tidak ,aku hanya membawanya ke rumah sakit" jawabnya lagi.


Hati santi berkata "apa bedanya" sambil menaikkan satu alisnya.


"Apapun itu aku ingin mengucapkan banyak banyak makasi kepadamu karna telah membawa nenekku ke rumah sakit tepat waktu " ucap santi sambil membungkuk layaknya sedang melakukan ojigi di jepang.


"Hanya makasi ??" tanya ifan.


"Lalu apa lagi??" tanyanya balik .


"Apa kau tak berniat memberikan sesuatu padaku karna telah menyelamatkan nenekmu ??"isyarat ifan.


"Apa itu?" tanya santi yang tak mengerti maksud perkataan ifan.


"Aku lapar "jawab ifan.


"Oh lapar ???,uuuum aku bawa makanan kau makanlah ini masih hangat aku membuatnya tadi tapi tak sempat ku makan" ujarnya sambil mengambil makanan di tasnya dan memberikannya pada ifan .pemandangan itu terlihat seperti anak kecil yang memberikan permen dengan sangat tidak iklas.


Ifan langsung memakan makanan yang santi berikan tanpa berpikir panjang .santi yang duduk di samping ranjang neneknya hanya melihat ifan memakan makanannya dengan lahap ,dia hanya menelan air liurnya ,serasa bau makanannya sangat menyengat.


"Itu jamur shitake tumisku,""itu makanan oppaku kimci dan jajangmyum yang mahal" ujar hatinya dalam setiap makanan yang ifan suap.


"Kau mau??" tanya ifan saat merasa santi sedang melihatnya.


"Aah ,nggak aku udah makan " ujarnya bohong dan hatinya berkata "aku mau ,aku sangat lapar"


Saat makanan itu sudah habis santi merasa dia menyesal memberikan makanan itu .


"Kkrruuuuuuggg..." suara perut lapar santi terdengar ,sesaat rasanya tak ada suara apapun di ruangan itu hanya sunyi.


"Oooh ini ,,,aaaa uuukkmm ,aa perutku sakit ,sudah beberapa hari aku nggak bab sepertinya dia datang di waktu yang tidak tepat yaa hehehhehehe" ujar santi pura pura memegang perutnya sambil tersenyum malu dan berjalan ke arah toilet di sana "aku permisi sebentar"


"Tak apa ,lanjutkanlah makanmu anggap kejadian tadi nggak ada hehhehe"


"Ceklek" suara pintu tertutup

__ADS_1


"Haaaa ,aku malu banget ,rasanya malunya sampai nyusup di tulang sumsumku " ujar santi di belakang pintu toilet sambil menutup matanya.


"Heee ,,dia itu pandai berbohong atau pandai membohongi diri sendiri "


__ADS_2