
"Aku pulangg" ujarnya sambil memegang henpon yangmasih tersambung dengan santi.
"Kenapa kau baru pulang sore hhuh ,nggak puas ketemu tadi pagi sama wulan??!" ujar santi sambil menggosok gosok tangga dengan lap.
"Eeh siapa bilang ,,kelasku banyak hari ini jadi pulang telat " ujarnya ketus tak terima mendapatkan tuduhan yang tak benar yaa walau tadi pagi ketemu sebentar.
"Terserah ,sekarang cepat bantu aku bersih bersih!! Di lantai atas sudah bersih tinggal di bawah aja "ujar santi sambil terus menggosok tangga yang masih kotor dan berpindah ke tangga yang di bawah.
Mereka membagi tugas santi membersihkan tangga yang masih panjang dan dimas membersihkan sabang sabang yang sudah mulai terlihat di langit langit rumahnya.dan membersihkan kaca yang tinggi tinggi di lantai bawah.
Di tengah tengah pekerjaan mereka ada yang datang ,itu adalah lidya yang tadi menjanjikan akan meminjamkan buku catatan.
"Santiii " ujarnya di luar rumah.
"Iya tunggu dulu"santi membuka pintu dan menyambut lidya untuk masuk,namun lidya heran kenapa rumahnya sangat berantakan dan bertanya.
"Kenapa rumahmu kayak gini?"
"Hehehhe aku lagi bersih bersih "jawabnya .
"Ayo duduk aku buatkan teh untukmu"ajak santi menyuruhnya duduk lalu pergi ke dapur membuat secangkir teh.
Lidya yang sedang menunggu di luar dikejutkan oleh ifan ,ifan menyodorinya sapu yang sangat panjang yang tadi dia gunakan membersihkan atap dan menuduhnya pencuri.
"Kau pencuri yaa ?!!cepat pergi dari sini sebelum ku panggilkan polisi".
"Eeh ..eh apa maksudmu menuduhku sembarangan seperti itu?? Aku ini teman santi !!" jelasnya menghindari sapu yang dimas sodorkan.
"Nggak percaya ,dia mana punya teman seperti kamu ,,mana buktinya!!?" teriak dimas sambil mengejar lidya yang lari.
Santi mendengar ada kegaduhan di luar membuatnya kawatir terhadap temannya lidya.dia keluar sambil membawa satu cangkir teh dan betapa terkejutnya dia saat melihat dimas sedang mengejar lidya sambil membawa sapu.
"Heeiiiiii!!"teriak santi membuat mereka berdua berhenti dan terdiam"dia itu temanku lidyaa !!" jelas santi.
"Tuh kau dengar!!?" teriak lidya sambil memelotinya.
Dimas bahkan tak menyesali perbuatanya dan kembali melanjutkan bersih bersihnya tanpa rasa malu.
"Maaf banget !,,kamu nggak papa kan ?"tanya santi kawatir sambil membawanya kembali ke tempat duduk.
__ADS_1
"Iya,,,.ini bukunya aku kasih tapi hanya tiga hari saja bentar lagi juga akan ulangan aku perlu itu untuk belajar" jelasnya.
"Kau membersihkan rumah hanya berdua ?? Kenapa kelihatannya rumahmu makin rusak?"tanya lidya sambil melihat sekeliling rumah yang sudah berserakan dengan barang barang.
"Iya ,,aku sudah berusaha semaksimal mungkin tapi entah apanya yang salah saat bersih bersih malah jadi gini ,padahal tadi aku berniat membuat rumah yang bersih rapi,nyaman ,huuuh tapi sekarang itu hanya ekspektasi saja " jelas santi mengatakan bagaimana dan seberapa banyak dia berusaha dari tadi.
"Biar aku bantu ,,aku juga nggak punya kerjaan di rumah" tawar lidya .
"Wah benar ?? Nggak ngerepotin kan ?? Kau pasti bisa segalanya yaa?" puji santi yang merasa senang ada yang memberinya tips agar rumah cepat bersih.
Dimas yang tak jauh dari sana mendengar percakapan mereka dan segere protes "kita juga bisa membersihkannya sendiri,,jangan ganggu orang lain"ujarnya sambil terus menyapu langit langit rumahnya.dia sedikit malu karna menuduh lidya jadi dia ingin lidya segera pergi.
Tapi santi tak peduli dan malah bertanya "kita bersih bersih sekarang??" ujarnya .lidya mengangguk dan mengambil lap menunjukkan bagaimana cara mengelap lantai dan tangga dengan benar juga cara mengelap kaca.
Saat melihat dimas yang kesulitan membersihkan bagian yang sempit di rumahnya lidya mendekatinya dan memberitahu caranya.
"Sini aku pinjam sebentar "ujar lidya mengambil sapu dan membersihkan sabang yang ada di sela sela tembok yang terukir.
"Begini caranya "ujarnya .
"Aku juga tau !!"kesal dimas.
"........."..
Setelah lama bersih bersih akhirnya selesai juga ,semua yang ada di sana sudah tersusun kembali di tempat yang seharusnya lantainya mengkilap dan kacanya sudah bisa digunakan berkaca .
Ketiganya sama sama menghela napas melihat kerja keras yang sudah terbayar dengan rumah yang bersih dan rapi.
"Akhirnya selesai juga .lidya bagaimana kalau kita makan malam bersama di luar??" tanya santi ingin membalas kebaikannya.
"Nggak usah aku pulang saja"jawab lidya.
"Kau terima saja ,,jarang jarang dia traktir orang"bela dimas.
"Ayoolah ,,dimas kau juga harus ikut!!" ujar santi.
"Baiklah"jawab lidya .
"Eeh kenapa aku ikut ??nggak mau!"tolak dimas .
__ADS_1
"Aku nggak masak ..nggak ada bahan makanan sedikitt pun di kulkas"teriak santi.
"Huuuuh yaa udah ayo jalan ,,mau makan di mana??"jawab dimas langsung masuk ke dalam mobil diikuti lidya dan santi sedang mengunci pintu rumahnya.
Di dalam mobil dimas mengingat kejadian tadi yang benar benar membuatnya malu di melihat lidya lewat kaca mobilnya ,dia tak merasakan kalau lidya merasa marah kepadanya tapi tetap saja dia memutuskan untuk meminta maaf sebelum santi datang dan mendengarnya.
"Anu ..untuk kejadian tadi aku benar benar minta maaf aku salah mengiramu maling"ucapnya.
"Yaa ,nggak papa .. Kau juga tidak mengenaliku jadi pantas kau mengiraku maling"jawab lidya menjelaskan.
"Ayooo jalan ...aku mau makan di tempat sederhana dengan rasa mewah "ujar santi ketika memasuki mobil namun tak mendengar percakapan mereka.
Setelah sampai di tempat tujuan yang tak terlalu jauh dari sana mereka langsung memesan makanan .
"Lama sekali datangnya "ujar santi tak sabar menunggu makananya.
Sedangkan dimas bertanya tanya tempat apa ini ,tempatnya mungkin cukup besar tapi saat mereka baru sampai mereka membersihkan meja sendiri bahkan orang orang tak jijik makan dengan meja yang masih berminyak.
"Tempat apa ini ,mejannya kenapa berminyak gini ?"tanya dimas yang menjauhkan bajunya dari meja.
"Inilah tempat makan kesukaan kita bertiga" ujar santi ceria.
"Walau sedikit berminyak makananya enak kok"sela lidya.
"Hahaha beginilah reaksi orang yang nggak pernah makan di warteg"ucap santi.
Lidya ikut tertawa kecil mendengar perkataan santi. Beberapa saatnya makanan datang berbagai macam lauk ada di depannya dan juga tiga piring nasi yang masih berasap di depannya.
"Kau cobalah aku yakin kau akan suka"ujar lidya sembari mencicipi lauknya.
Dimas melihat mereka makan dengan sangat lahap membuatnya ingin mencoba juga bagaimana rasanya .
"Eeemm enak juga "ujarnya .
"Sekarang kau tau kan makanan murah ini lebih enak daripada makanan sultanmu"ejek santi.
Beberpa lama kemudian mereka selesai makan dan pergi setelah bayar tak lupa juga santi memebeli beberapa lauk yang menurutnya aman dikonsumsi hingga besok karna dia sudah tak punya stok lauk lagi di kulkasnya dan pulang setelah mengantar lidya kerumahnya.
__ADS_1