Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
39.bab 39


__ADS_3

Hari hari berlalu mereka lewati seperti biasanya kecuali dimas semakin lama dia bertemu wulan dimas semakin menyukainya .


Hari ini hari senin tepatnya hari pertama semua murid UTS ,santi sudah mengingat apa yang dia pelajari di semester ini tapi dirinya masih ragu.


Lidya sudah siap dengan isi pikiranya yang cerdik sejak lahir ,dan sopia sudah tak peduli tentang ulangan asalkan dia sudah naik kelas.


Matematika dan pkn adalah materi ulangan hari senin ini dan sekarang santi merasa tenram tanpa adanya gangguan dari nanda akhir akhir ini ,santi melamun sambil menunjang kepalanya di atas bangku berpikir akhir akhir ini ayahnya tak pernah menghubunginya bahkan sekali pesanya pun tak pernah di balas tadi dia juga bertanya pada dimas tapi jawabanya sama dan bilang ayah mungkin sibuk tapi tidak menurut santi sesibuk apapun ayahnya itu tak mungkin tak menelfon apalagi kepada dimas.


"Selamat pagi semuanya "salam seorang pengawas yang langsung membubarkan lamunan santi dan langsung menjawab salam pak pengawas bersama yang lainya.


Bapak itu membagikan kertas ujian dari depan dan kita mengopernya ke belakang saat santi mengoper ke belakang ifan ada di belakangnya dan sedang menatapnya sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Entah dia melamun atau terkejut santi hanya diam menatap ifan hingga ifan menayakan ada apa denganya,


Santi langsung kembali menghadap ke depan dan langsung mengisi data dirinya di lembar jawaban .saat mengisi data dirinya ifan mendekatinya sambil berbisik aku pasti menang .


Santi dengan reflek langsung memukulnya dengan keras karna kesal mengingat janji yang dia buat waktu itu hingga semua pandangan tertuju pada mereka begitu juga si pak pengawas yang langsung menghampirinya dan berkata


"Ada apa ini !!"ujarnya dengan nada keras.


"Maaf pak saya tidak sengaja ,saya benar benar minta maaf "ujar santi sambil berdiri dan sedikit membungkuk .


"Sudah !! Kerjakan ulanganya jangan bercanda lagi nanti saya keluarin kamu!!" ujar pak pengawas lagi.


Santi terdiam dan langsung membaca soalnya dan menjawabnya karna pertanyaannya cukup mudah tapi ada juga beberapa pertanyaan yang langsung membuatnya gelisah, di jam jam terakhir dia semakin gelisah melihat teman temanya sudah mengumpulkan lembar jawabanya tapi dia selalu berusaha terlihat tenang dan santai hingga ifan kedepan menyerahkan jawabanya dan ketika pergi dia tersenyum sambil berbisik dari kejauhan membuatnya gelisah tak karuan dan langsung menjawab sisa pertanyaan yang belum dia jawab tanpa berpikir dahulu dan menyerahkan lembaran itu ke depan dan langsung berlari keluar.


Diluar dia mencari cari ifan yang sudah tak terlihat ,tak lama dia berpikir apa yang dia lakukan sampai berlari lari keluar dan menjawab pertanyaan secara asalan.


"Santii!! Apa yang kamu lakukan sih ?? Kalau kamu kepancing sama omongan orang itu nanti kamu jadi bodoh kayak dia tauu!! "Ujar santi dalam hati menyesal menjawab pertanyaanya dengan asalan dan langsung ke luar.


"Santi !" ujar sopia ,orang yang sejak pagi tak sempat dia ajak bicara karna tempat duduk kami yang cukup jauh.


"Ke kantin yuuk aku lapar nih "ujarnya lagi sambil memegang perut laparnya dan santi langsung menganggukkanya


Berkata dalam hati


"Besok kau tak boleh lagi terpancing olehnya hanya hari ini saja di jam matematika ini "


Di kantin.


"Santi kau mau makan apa "tanya sopia


"Sama aja seperti yang kamu pesan ,,eeh nggak jadi dah aku saja kali ini yang pesan masak tiap kali kita ke kantin aku hanya duduk dan menunggu makanan datang " jawabnya menyuruh sopia duduk dan santi yang kali ini memesan makanan.


Santi memesan makanan yang biasanya mereka sering makan yaitu nasi campur antara nasi goreng ,nasi putih dan nasi kuning dan berisi lauk lauk makanan seperti biasanya.


Saat kembali ke mejanya dia melihat alex sedang duduk di sana di samping sopia .


Tanpa berpikir dia langsung membalikkan badanya tak mau mengganggu karna sopia menyukainya tapi baru beberapa langkah dia berjalan alex memanggilnya ,santi dengan pasrah kembali kesana tapi duduk di sebelah yang berbeda dengan mereka berdua dan memberikan sopia makananya.

__ADS_1


"Kau ada apa kesini??"tanya sopia pada alex.


"Aku mau berbicara dengan santi tadinya kupikir dia ada di kelas tapi tak ada jadi aku cari kesini " ujar alex ,santi terkejut memandang sopia yang juga terkejut .


"Ngapain kamu bilang aku sih ?bodoh " ujar santi dalam hati mengingat temanya suka dengan alex.


Beberapa saat ada kecanggungan antara mereka bertiga yang saling menatap tapi langsung berpaling.


"Hehehe aku permisi dulu yaa mau beli minuman panas sekali hari ini , sopia kau mau beli minuman ?? " ujar santi memecah kecanggungan yang tak mengenakkan itu,sopia hanya diam tak menjawab pertanyaanya.


Santi yakin kalau temanya itu pasti marah karna orang yang dia sukai tak berniat menemuinya tapi orang lain, santi hanya menghela napas mengetahui sikap temanya yang mudah marah dan berharap kalau marahnya itu tak terlalu lama.


Saat kembali sambil membawa dua minuman kaleng santi sudah tak melihat sopia disana hanya ada alex yang sedang bersender di kursi.


"Sopia mana ??" tanya santi.


"Dia pergi barusan katanya ada urusan" jelas alex .


"Yaah ,,sudah ku duga "bisik santi.


"Apa yang mau kau bicarakan ?" tanya santi.


"Begini ,,besok kan aku dapat ulangan bahasa jepang sedangkan aku nggak bisa nulis hiragana dan katakananya ,aku dengar kau pernah juara lomba bahasa jepang jadi tolong ajari aku " ujarnya.


"Ku suruh orang lain saja boleh nggak aku sibuk ,lagian aku juga nggak terlalu pintar" jawab santi.


"Hei aku itu nggak mau !! Kenapa kau yang langsung buat kesimpulan begitu sih !!" pekiknya kesal.


Bel masuk untuk ulangan kedua datang lagi santi ingin menjelaskan tentang tadi kepada sopia tapi tak bisa karna pak pengawas itu sudah di kelas bahkan sudah membagikan kertas ulangan.


Jam pulang sekolah pun sama bahkan santi tak melihat sopir yang biasanya menjemput sopia di depan gerbang.


"Yaa ,,besok sajalah aku pulang dulu mau masak lalu belajar dan huuuh harus kesana kalau aku nggak kesana besok sopia pasti berpikir yang aneh aneh kalau si alex bilang aku nggak menepati janji "


Ditampat lain.


"Hai ,,kau baru pulang "ujar dimas kepada wulan.


Dimas sudah dari tadi menunggunya di depan gerbang seperti biasa.


Mereka pergi ke toko buku tempat dimas pernah bertemu dengan lidya beberapa hari lalu,karna wulan ingin mencari buku novel yang selama ini dia ingin cari dan dimas merekomendasikan tempat itu.


Disana dengan mudah mereka sudah mendapatkan bukunya itu dan langsung duduk dan membaca saat wulan membaca dimas hanya menatapnya.


"Kenapa kau menatapku ?" tanya wulan.


"Tidak, aku mau memberimu sebuah tawaran apa kau mau menerinya ?" tanya dimas.

__ADS_1


"Tawaran apa ?"tanya balik wulan.


"Kau mau jadi pacarku ?? Dan nanti aku akan terus menolongmu saat kau diganggu bagaimana?" ujar alex.


"Hahaha terima kasih karna sudah terus menolongku tapi aku nggak mau tawaran yang seperti itu " ujar wulan sambil tersenyum malu.


"Bagaiman kalau tanpa tawaran kau mau kan?" tanya dimas.


"Aku mau asal kau bisa menerimaku apa adanya ini " jaawab wulan.


Dimas yang tadinya hanya bercanda benar benar bahagia mendengar jawaban wulan itu .


Di sebelah tempat duduk mereka yang terbatas oleh triplek coklat itu seseorang mendengar percakapan itu entah merasa sedih, kasihan ,atau bahagia dia tidak tau.


Sore hari


Santi sudah menyelesaikan memasak makan malamnya dan tadi dia juga sudah belajar dan sekarang dia juga sedang belajar di tempat belajar di dekat rumahnya itu sambil menunggu alex yang bilang ingin diajarkan menulis bahasa jepang.


Sudah dari tadi dia disini tapi orangnya belum juga muncul muncul hingga sekarang jam tujuh malam dia disana bahkan dia sudah bisa menghapalkan dua mata pelajaran.


"Aaah kalau nggak bisa kenapa tadi kamu bilang bisa sih !!!" kesalnya.


Santi keluar mencari udara segar sambil berjalan jalan tak jauh lalu kembali lagi.


Saat kembali dia sudah memutuskan kalau alex tak ada disana maka dia akan langsung pulang .


Dan ketika disana dia bukanya melihat alex tapi ifan dia sedang duduk di bangku di samping tempat duduknya tadi dan membaca bukunya yang sengaja dia tinggalkan.


"Kenapa kau disini ?!"tanya santi.


"Dia menyuruhku datang kesini dan menjelaskanya dia tak bisa datang karna tadi orangtuanya pulang .. Jadi pulanglah tak ada gunanya kau menunggu orang seperti dia" jelas ifan.


"Kau pulanglah duluan rumahku juga dekat" jawab ketus santi.


"Aku tak menunggumu aku hanya mau sedikit membaca buku dari orang pintar agar aku tak bodoh " ujar ifan sambil mengembalikan buku milik santi.


"Yaa sudah pulang sana !!" pekik santi.


Ifan tertawa kecil dan santi langsung pergi dari tempat belajar itu begitu juga ifan mengikutinya dari belakang.


"Santi ,, ingat yaa orang pintar selalu mengikuti perkataanya " ucap ifan memulai pembicaraan walau jarak mereka cukup jauh tapi masih terdengar.


"Apa menurutmu kau pintar?" tanya santi terlihat meremehkan.


"Akupun tak tahu " jawab ifan.


"Kalau kau nggak tau jangan banyak bicara dan buktikan ....jika memang kau dapat juara mungkin kau beruntung bukan pintar" ujar santi lagi.

__ADS_1


Diperjalanan pulang mereka hanya membicarakan soal pemenang dari ulangan tengah semester ifan yang terlalu percaya diri dan santi yang merendahkan orang .hingga salah satu pulang kerumahnya dan yang satunya lagi masih berjalan pulang kerumahnya.


__ADS_2