Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
37.bab 37


__ADS_3

Keesokan harinya.


Santi sudah ada di sekolah dia berkeliling sambil memegang buku yang akan dia baca dan hapalkan untuk persiapan ulanganya.


Ketika ada beberapa pengertian yang tak dia ingat dia kembali membaca bukunya sambil tetap berjalan.


Tak jauh dari sana ifan melihat santi yang berjalan sambil membaca dia berlari tak bersuara dan berdiri di depanya "bruuk" sesuai yang ifan harapkan santi menabraknya dan santi jelas marah melihat yang dia tabrak itu ifan.


"Kenapa kau berdiri di sini sih !!" pekik santi.


"Aku hanya berjalan dan kau nggak melihat jalan" ujar dimas dingin.


Santi membesarkan matanya dan menjijit "jadi aku yang salah?" ujarnya.


"Yaa lah kau nggak lihat jalan dan malah lihat buku" jawabnya polos namun membuat santi terdiam dan terpaku lalu tersadar orang ini mau membuatnya tidak fokus belajar dan bisa menyamai posisinya yang sudah jauh di bawah.


Santi menyamping ke kiri dan ingin melewatinya tapi ifan juga ikut ke kiri santi ke kanan ifan juga ikut ke kanan itu membuat santi jengkel dan dia memilih ke samping dan memberi ifan lewat seperti seorang pelayan dan ifan malah mengikuti santi melakukan hal itu "iissh"jengkel santi


Dia berjalan dan ifan lagi lagi menghalanginya "kau itu mau jalan di kiri apa kanan ?" ujar santi.


"........."


"Haiii " alex datang dari arah ifan berdiri santi tersenyum dan berkata kau datang di waktu yang tepat .


"Ifan aku duluan yaa aku masih pengen pinter nggak sepertimu " ujar santi sambil menupuk bahu ifan yang setara dengan kepalanya.


Santi berjalan sambil meneruskan membacanya dan akan seperti itu sampai ke kelas.


"Kenapa kau kesini " tanya ifan .


"Aku baru pertama kali lihat kamu tersenyum seperti itu " ujar alex yang memang sejak mereka bersama itu jarang sekali dia melihat ifan yang tersenyum riang paling tidak dia akan melihatnya tersenyum saat melihat buku atau melamun.


"Lalu ?" tanya ifan.

__ADS_1


"Kau suka dia "tanya alex balik.


"Ooh tentu itu aku nggak suka" jawab ifan sambil tersenyum sambil tertawa lalu dia melangkahkan pelan kakinya pergi.


"Ooh baguslah tak ada yang menghalingiku agar bisa mendapatkanya ,aku menyukainya " ujar alex lalu ikut pergi ke arah berbeda.


.......


Di dalam kelas.


Santi masih belajar sambil bolak balik di depan kelasnya.


"Santi kau belajar ??" tanya sopia dengan jawaban yang sudah jelas.


Sedangkan lidya yang melihat buku yang sedang santi pegang adalah buku matematika dia langsung mengajukan sebuah pertanyaan


"Santi nilai mutlak dari tiga per tujuh kurang dua per lima berapa ??"


Seketika santi langsung menutup bukunya dan menghampiri lidya .


"Ahahaha ,aku pikir kau sedang belajar rumus yang sulit sampai mondar mandir seperti itu "lajut lidya.


"Lidyaa!! Bagaimana cara hapal rumus sebanyak itu aku saja nggak ngerti perkalian delapan" ujar santi lagi.


Dan temanya sopia malah bilang kepada santi agar tidak belajar walau pada akhirnya semua jadi hancur dan stres dan malah mengajaknya berbicara.


"Santii ,, andai kau bisa memilih kau ingin pria yang seperti apa sih "tanya sopia sambil memandangnya lekat lekat.


"Iiissh,,kau kenapa sih masih bisa mikirin gitu padahal ulangan dekat!"ujar santi berdiri sambil sedikit menjauh.


"Iih ,,sini dulu itu kan andai saja nggak sungguhan kok" pekik sopia menyuruhnya duduk lagi.


"Pria keinginan yaa ,,uuum aku ingin pria yang gak tau ah aku belum berpikir tentang hal itu "

__ADS_1


"Aku tanya kok jawabanya gitu sih beneran doong jawabnya !!" kesal sopia sambil menarik narik santi.


"Yayaya syaratnya itu harus bisa bekerja dan menghasilkan uang walau dia hidup berkecukupan pun tak apa karna aku juga hidup berkecukupan kan jadinya kita kaya hahahahaha " ujar santi bercanda dengan tawa keras sambil menepuk nepuk sopia.


Santipun menanyakan kal yang sama ketika melihat tatapan temanya yang kesal.


"Aku ingin orang yang tampan ,tinggi,kaya ,pintar, senyum manis, kalau marah dia seksi kalau di lagi main basket misalnya tentu harus....."belum selesai sopia berbicara sopia sudah memotonya dan menyimpulkannya.


"Jadi siapa orangnya?? Yang menurutmu begitu??"


"Hehehe aku suka orang yang seperi alex" jawab sopia sambil tersenyum dan membayangkan alex ada di depanya.


Santi mendengar perkataan itu ternganga dan langsung berkata wah sambil bertepuk tangan dan menunjukkan jempolnya .


"Waah bisa bisanya kau pilih orang yang perfect begitu kau memang nggak salah dia sepertinya punya segalanya dan kau juga cocok denganya yaa tooh ?"


"Tapi ngomong ngomong kau tau orangnya seperti itu dari mana ?" tanya santi penasaran dan berpikir apa mungkin dia mengikuti alex sejak dia bilang kalau alex tampan.


"Aku nggak sengaja dapat lipatan kertas di bawah bangku dan isi nomer telpon nggak sengaja aku save ternyata itu dia looh!! Ooh beruntungnya aku ,terus sejak itu aku mulai tahu ignya dan lihat lihat postinganya makanya tau hehe" jelas sopia sambil memperlihatkan semua postingan postiangan alex di ig .


Santi hanya tersenyum namun tak berkata apa apa dia takut kalau dia bilang ke temanya kalau kertas itu diberikan alex kepadanya itu akan membuatnya marah dan lagian dia juga nggak suka dengan alex.


"Eeeee aku doain deh nanti kalian benar benar pacaran dan nanti kalau udah benar benar pacaran jangan ajak ajak aku yaa nanti aku jadi obat nyamuk yang kamu taruh di pojokan "ujar santi membuat sopia ikut tertawa dengan mata berharap hal itu terjadi.


"Hei hei hei jangan tertawa keras keras deh aku lagi mood belajar sungguh sungguh nih" sela lidya menghentikan tawa kedua teman temanya itu , bukan ketenangan yang didapat lidya dan dia malah dapat ledekan dibareingi pujian kalau dia itu orang pintar jadi nggak ngerti orang yang sering remidi seperti sopia walau santi sedikit berbeda .


Muak mendengar ledekan itu lidya langsung mengubah pembicaraan dan bertanya apa nanti santi bisa menemaninya ke sebuah toko buku setelah pulang sekolah .


"Ooh tentu saja tapi kau harus mengantarku belanjaaa aku mau beli isi kulkas yang sudah tak isi apa apa itu kasihan dia kesepian tanpa sayuran dan daging hehe" ujar santi sambil sedikit bercanda namun tak membuat teman temanya tersenyum dan malah canggung.


"Kalian nggak mengajakku ??!"tanya sopia merasa dia diabaikan sendiri, temanya malah menjawab secara bersamaan kalau dia pasti akan dijemput papanya lalu makan siang di restoran bersama kliennya.


Itulah yang sering dikatakan sopia ketika salah satu temanya mengajaknya pulang bersama jadi pasti sudah hapal.

__ADS_1


Lalu guru datang dan semuanya di kelas itu belajar dengan trnang sampai jam pelajaranya berakhir .


__ADS_2