
"Santi " ujar kedua orang itu.
Dimas menghampirinya dan langsung melepaskan ikatan santi menatap jijik kepada orang yang sedang duduk di bawah dan menangis .
"Aku tak menyangka kau tega melakukan hal ini kepada santi ,menyesal aku tak percaya padanya dan malah memelas memohon padamu yang busuk ini !!" teriak dimas kepada wulan .
Santi memeluk dimas takut memberitahunya kebenaran akan ayahnya walau itu tak pasti.
"Dimas.... Ayah ayahku kita me...."
"Sudah aku sudah tahu ,,aku juga baru tahu ,,kau tenang saja jangan menangis itu bukan dirimu ...ayo kita pulang saja disini aku merasa dihianati " ujarnya sambil mencibir seseorang.
" dimas bisa aku jelaskan itu tak seperti yang kamu pikirkan " jelas wulan tapi tak didengarkanya dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga disana.
Ifan yang sedang dalam perasaan campur aduk " siapa orang tadi ,,pacarnya ??" sambil berjalan pergi
Dan lidya yang tak bisa melupakan kejadian tadi masih tetap mematung di sana.
Wulan yang sedang merasa menyesal ingin meminta maaf dan menjelaskan bagaimana kejadiannya.
Beberapa menit lidya mulai berjalan keluar namun terhenti karna panggilang wulan.
"Kamu tadi yang sedang merekam dan memberiahukanya kepada dimas bukan??"
"Iya memang kenapa ??"
" aku mohon tolong jelaskan kepada dimas bagaimana yang sebenarnya terjadi aku melakukanya dengan paksaan aku terpaksa aku juga baru tahu bahwa santi adalah anak pak hadi orang yang selalu membantuku selama ini aku menyesal hiks" lirihnya merasa campur aduk.
Lidya iba melihat itu menghampirinya lalu memeluknya.
"Baiklah aku akan jelaskan bagaimana kejadiannya tapi aku tak bisa pastikan hubungan kalian dekat seperti dulu lagi itu terserah kemauan dimas "
"Tidak aku tidak berharap bisa kembali lagi aku tak pantas aku buruk untuknya" jelasnya.
Lidya menghembuskan nafasnya kasar.
"Baiklah ,,,, ayo kita pergi dari sini ini sudah sore ".
******
Santi dan dimas sudah sampai di depan rumahnya dan mereka terhenti melihat kak lisa sekertaris ayahnya.
"Kalian sudah pulang yaa ,,aku datang ke sini ingin menyampaikan sesuatu dan memberi hadiah " sapanya ramah.
"Kita sudah tau kok " ujar dimas judes ,yang tak suka dengan lisa karna dianggap anak oleh ayahnya sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
"Kak ayo masuk kita bicara di dalam saja" ujar santi serak menahan tangis.
"Kau kenapa lebab dan luka dan bajumu kenapa kotor ??" tanya kak lisa.
"Nggak papa kok ini hanya jatuh " jawab santi asal memberi alasan.
"Kalian berdua ganti baju dulu lalu santi nanti tutun aku obati lukamu lalu kita makan bersama lalu bicara !" perintah ketus lisa yang hanya disauti anggukan.
Selesai mengganti baju mereka turun ,lisa mengobati luka santi yang sebagian besar ada di mukanya sambil mengutuk orang yang melakukanya yang diceritakan oleh dimas.
"Kak orang yang melakukanya adalah anak pemilik saham terbesar di perusahaan ayah " ujar ketus dimas setelah menceritakan kejadiannya tanpa memberi tahu siapa namanya.
"Haaa si si nanda itu ? Memang pantas di begitu ayahnya saja begitu memporoti ayah kita ya....."ucapanya terhenti melihat raut wajah mereka berdua berubah.
"Sudah sudah ayo makan nanti biar ada tenaga "
Mereka berdua tak selera untuk makan pikiranya dipenuhi berita itu hoax atau benar.
Tapi kak lisa memaksanya jika tak memakannya maka dia tak akan menceritakannya ,,dengan malas mereka makan.
.......
Lisa membawa kedua orang yang sudah dia anggap sebagai adiknya kepelukanya memberi mereka semangat.
"Kau saja yang baca " ujar santi memberikan buku itu ke dimas.
"Nggak ,,nggak mau .kau saja aku nggak bisa baca " jawabnya beralasan.
Santi menghela napas menyiapkan diri dan hatinya agar tak menangis saat membaca.
[*Santi dimas bagaimana kabarnya?? Udah akur nggak kalian? udah lebih dari sebuan masak nggak akur sih .
Kalian udah dewasa akur yaa ada atau nggak ayah sebagai penengah.
Masa depan kalian harus terang seterang marahari terbit disini ya apapun halangannya lewati dengan penuh percaya diri dan keyakinan.
Saat ayah disini ayah sering merindukan kalian ayah ingin telfon tapi ayah sangat sibuk bahkan henfon ayah sudah over carjer dua hari ayah carjer lupa hehe.
Disini itu sangat indah , ayah pernah merasakan bagaimana rasanya dihujani bunga sakura dan daun merah oranye yang berguguran .
Ayah juga pernah merasakan panas terpanas dan dingin terdingin di hidup ayah.
Nanti kalian kesini yaa jenguk ayah jangan menangis kalian harus tersenyum kalian juga nggak boleh datang sendiri kalian harus bersama nanti hilang*
*Santi maafkan ayah y**a selama ini ayah selalu kurang memperhatikanmu ,waktu dulu juga ayah minta maaf ayah tahu ini sudah terlambat .dulu ayah nggak tau harus bagaimana perusahaan hancur dan kalian yang ayah jadikan tempat mengamuk .
__ADS_1
Untuk pernikahan ayah yang ke dua ini memang ayah yang salah nanti saat ayah ketemu ibumu disana ayah akan minta maaf sambil bersujud, hhaha sepertinya ayah akan dapat dineraka akan hal itu dan tak bisa bertemu ibumu.
Ifan kau itu laki laki jangan malas malasan lagi sekarang kalian harus bekerja keras karna tak ada yang membatu kalian lagi di rumah ,,
Ayah ingat Walau di rumah itu sering ada pertikaian tapi sekarang pertikaian itu jadi kenangan manis di hati ayah sekarang .
Santi yang sering pergi tanpa pamit dan dimas yang sering menggebrak meja melihat kelakuanmu itu jadi manis sekarang.
Ayah ini memang berdosa jadi sudah patut pergi sekarang ,,ayah nggak mau kalian melihat keadaan ayah sekarang jadi ayah meminta seseorang agar berita ini tak sampai di Indonesia ,kalian itu cengeng.
Oh iya minta pada lisa hadiah terakhir ayah untuk kalian yaa ,,,ayah pergi dulu da dah
Ingat jangan menangis ya sayang* !(:]
Membuka satu demi satu lembaran mereka bertiga membacanya dalam hati sambil menahan isakan tangisan .
Tapi siapa yang tak menangis mendengar kematian ayah ,orang yang selalu berharga menurut mereka,orang yang selalu berbagi.
"Aku memafkanmu ayah kok tapi nggak perlu juga minta maaf dengan ibu disana dia sudah memaafkamu yah hu hu hiks" tangis santi setelah membaca keseluruhan surat itu.
Dimas menangis yang paling keras disana tak menyangka ibunya dan ayah tercintanya meninggal .
Sementara kak lisa menguatkan dirinya memberikan sebuah kotak .
Mereka membukanya satu persatu ada foto mereka berdua bersama di tengah hujan sakura , foto perusahaan baru mereka ,semua foto tentang keberadaan mereka berdua sudah dicetak berharap nanti saat pulang akan memberikanya sebagai hadiah.
"Ini kartu kredit ayahmu ,,pakailah seirit mungkin karna hanya ini yang kalian punya sebagai tunjangan hidup sekarang " ujar kak lisa sembari memberi kartu kredit yang berisi stempel kata sandinya.
"Ini heandphone ayahmu katanya untuk santi sih " lanjut kak santi.
"Lalu aku nggak ada ?" tanya dimas tak melihat apapun yang tersisa lagi di kotak itu .
"Itu gorengan "canda lisa berharap tangisan mereka bisa mereda.
"Kakak pergi yaa ini sudah mau malam ada urusan ,kalian jangan menangis terlalu lama besok sekolah kalau ada apa apa telfon saja yaa aku pergi dulu bay " oceh lisa sebelum pergi .
Setelah kak lisa pergi tak ada lagi pembicaraan antara mereka santi pergi ke kamar begitu pula dimas mereka sama sama terpuruk dan ingin sendiri.
****
"Aku di luar ada yang ingin ku bicarakan "
**Maaf yaa kakak kalau feelnya kurang terasa atau malah nggak terasa soalnya baru pertama kali buat masih belajar hehe makasih ya yang sudah suport
๐๐๐๐๐๐**
__ADS_1