Love At SMA And Forever

Love At SMA And Forever
42.bab 42


__ADS_3

Keluarga santi dulu juga pernah membantu keluarga pak budi yang yang tak punya uang dan membantunya mencari pekerjaan yang cukup bagus walau santi tak tau dimana itu.


"Hei santi ?? " dimas menghampirinya ke dapur menunggu makanannya tak datang datang dari tadi.


"Kenapa aku panggil tak nyaut nyaut malah asik bengong" lanjutnya.


"Iya iya ini sudah selesai,kamu bantu dong bawa" santi langsung menyadarkan diri dari lamunanya dan membawa makanan ke meja makan.


......


Tak ada pembicaraan antara saudara tiri ini di meja makan seperti hari hari biasanya hanya terdengar suara notif pesan dari ponsel agus dan tawa renyahnya membalas pesan dari wulan.


"Dimas kau tau dimana pak budi dulu dipekerjakan oleh ayahku dimana" tanya santi penasaran akan masa lalunya.


"Katanya di rumah pamanku ,mereka sekeluarga bekerja disana sih "


"Ooh nama anaknya siapa yaa ,,kayak kenal"


"Ngapain kamu ?" tanya dimas.


"Nggak hanya penasaran "


"Jangan bilang kamu mau bantu mereka lagi , ayah aja beri mereka uang lebih dari bonus di kantoran " tukasnya nggak suka dengan keluarga pak budi.


"Nggak sih hanya mengingatkanku pada seseorang "


"Bikin kesel aja orang itu"


"Pamanmu itu juga ikut ke jepang kan buat bantu bantu?" tanya santi.


"Iya ,,tapi dia juga tak bisa dihubungi"ujarnya tahu kalau santi ingin memintanya untuk menghubungi pamanya agar tahu kabar ayahnya dijepang.


"Aku bukan rindu tapi aku khawatir tau"pekik santi.


****


Hari ini santi ada janji dengan lidya dan sopia katanya mereka akan mengajak santi pergi untuk mengunjungi kebun binatang.


Saat sudah selesai sarapan dan berganti pakaian santi langsung pergi ke halte bus di tempat mereka akan bertemu dan kesana bersama.


Di halte bus itu sudah ada sopia dan santi kini mereka berdua tengah berbincang sambil menunggu teman yang satunya lagi, lidya yang katanya tengah perjalanan kesini.

__ADS_1


"Hai lama ya menunggu" lidya datang dengan senyum cerahnya menyapa santi dan sopia.


"Baru datang padalah aku sudah menunggumu lama! " ujar sopia.


"Hehe nggak kok kita juga baru sampai, ni bus ke sana sudah sampai ayo kita naik" santi menengai pembicaraan saat melihat bus umum yang akan mereka tumpangi sudah dekat.


****


Saat sudah sampai disana mereka mengunjungi berbagai jenis hewan dari yang biasa ,langka ,dan hewan lautan .


Segala sesuatu mereka lakukan sebagai pelepas penat setelah ulangan Berfoto ,mencoba memberi makan hewan,dan lainya.


Saat matahari sedang berada di atas kepala yang benar benar panas siang itu mereka beristirahat di bawah pohon rindang yang cukup jauh dari kebun binatang , ber'alaskan rumput hijau dengan sayup sayup suara burung dan hewan.


"Kita beli makanan yuk lalu duduk lagi disini? ? Biar kayak piknik gitu "saran sopia ketika sedang asik melihat matahari di celah celah dedaunan.


Mereka langsung setuju lalu pergi berbelanja makanan yang mereka sukai.


Santi sibuk memilih milih makanan ,ketika pandanganya tertuju pada orang yang iya rasa kenal.


"Pak budi yaa ??" tanya santi penasaran melihat muka yang sama seperti pak budi.


"Hihi iya ,ayahku baik baik aja sekarang dia sedang di jepang mengurus perpindahan kantor kesana pak " jawabnya .


"Walah bapakumu itu udah sukses baik lagi beruntung keluarga kami bertemu denganya kalau tidak mungkin kami sekarang sudah di kolong jembatan " ujar pak budi mengingat segala sesuatuyang pernah pak budi berikan kepada mereka.


"Itu tugas sudah kita saling membantu pak. Ngomong ngomong bagaimana keadaan keluarga bapak sekarang " tanya santi.


" alhamdulilah baik non istri saya sudah sembuh dari penyakitnya berkat bantuan keluarga nona santi dan anak kami sekarang sudah bisa bersekolah di sekolah yang bagus dengan bantuan beasiswa katanya sekarang dia udah punya pacar hehe,, kami juga masih bekerja di sana " jelasnya.


"Anak saya sering sekali bersyukur karna bantuan ayah anda" lanjunya ,menjelaskan kalau anaknya itu seperti sering dianggap anaknya sendiri.


"Ooh iya ngomong ngomong siapa yaa nama anak bapak saya lupa " tanya santi


"Namanya itu w......"


"Santii !! Ayo cepat udah selesai belinya?!" sopia datang langsung mengejutkan santi dengan suara cemprengnya bahkan sopia langsung menariknya menuju kasir tanpa ingin tahu hal apa yang mereka bicarakan.


.....


Mereka kembali ke tempat tadi menikmati makanan dan cemilan bersama sambil berbincang keluh kesah mereka melewati ulangan kali ini tawa dan canda selalu ada di sela sela pembicaraan.

__ADS_1


Hingga kini sore pun tiba mereka kembali kerumah setelah mengelilingi beberapa destinasi wisata lainya selain kebun binatang. menaiki bus umum yang selalu padat setiap sore dan membelah jalanan kota yang padat kendaraan yang juga ingin pulang setelah lelah bekerja seharian.


Dirumah santi langsung merebahkan badannya sambil meregangkannya hingga suara suara tulang yang kelelahan berbunyi.


Menatap langit langit rumahnya dan memikirkan perkataan yang diucapkan pak budi tadi.


"Siapa ya tadi namanya?"


"Kayaknya wu... Haaah siapa sih!"


"Bukan wu deh kayaknya wa....wa..waaa.....waaaah aku nggak tau,aku lupa" kesalnya sendiri tak menanyakanya lagi pada pak budi.


Dulu sekilah dia pernah melihat wajah anaknya itu seperti wulan tapi masak wulan sih ,mukin saja sekarang anaknya sudah bertransformasi menjadi anak yang cantik ,apalagi pak budi itu orangnya sabar dan penyayang menurutnya.


"Santiii!!" suara dimas teriak teriak di depan kamar santi terdengar.


Santi membuka pintu kamarnya kesal mendengar suaranya yang menggema di telinganya "ada apaan sih !!"


Santi melihat mata dimas berkaca kaca baru pertama kalinya dia melihat dimas menangis ,santi tertawa berbahak bahak lucu akan kelakuanya yang seperti terlihat ingin menceritakan masalahnya.


"Apa masalahmu sih?? Ayo kau bicarakan denganku mungkin aku bisa menjadi kakak yang baik" ujar santi menuruni tangga dan duduj di sofa ruang tamu diikuti dimas yang juga duduk di sampinya.


"Kau tau tadi aku ngedate dengan wulan entah kenapa saat kita bertemu dia langsung cemberut dan marah marah ,dia bilang aku nggak suka denganya dan malah suka dengan lidya temanmu itu" dimas menarik nafasnya "aku sudah menjelaskanya dan kau tau tadi tiba tiba temanmu datang dan membenarkan semua perkataan wulan. Saat itu juga wulan memintaku putus denganya " jelasnya sambil terus mencucurkan air matanya.


"Kau mau putus ?" tanya santi sambil mengelus punggungnya walaupun dia senang dalam hatinya.


"Tentu tidak lah aku membantahnya tapi dia malah pergi meninggalkanku" dimas semakin tersiak tangusanya mengingat kejadian tadi.


"Biarkan saja lagian tadi di sekolah dia juga membentakku malah juga mendorongku"ujar santi yang membenarkan keputusannya untuk putus.


"Tapi tetap saja aku nggak mau putus denganya dia itu sangat baik denganku, walau hubungan kita ini hanya beberapa minggu tapi aku tak rela " bela dimas terhadap sikap wulan.


"Kalau dia baik tak mungkin kan dia mutusin kamu bagaimanapun sikapmu tanpa tahu penjelasanmu " jelas santi lagi kalau keputusan untuk putus adalah hal terbaik.


Mendengar itu dimas merasa marah dan meninggalkan santi berlari ke kamarnya dan membanting pintunya keras keras.


Dimas berharap bahwa santi bisa mengerti situasinya ,dia tak ingin cinta pertamanya pergi dengan begitu mudahnya bahkan belun sebulan genap menjadi pacarnya.jika ingin putus dengan alasan yang masuk akal itu bisa diterimanya tapi itu adalah alasan yang benar benar tak masuk.akal baginya.


Dia marah,kesal perasaanya campur aduk, kini dia tak mau keluar kamarnya untuk makan malam walaupun sebenarnya dia lapar.


Dan berusaha tidur untuk menunggu hari esok untuk meminta maaf pada pacarnya "wulan"

__ADS_1


__ADS_2