Love In Italia

Love In Italia
Pendahuluan


__ADS_3

Pendahuluan


Happy Reading!!!


Tak tuk tak tuk


"Haaahhh haaahhh haaahhh"


"Emmm emmmmmmm emmmm"


"Was wes was wes was wes" sayup-sayup terdengar suara Pria yang sedang bercakap-cakap dengan bahasa asing.


Percakapan tersebut berasal dari dua Pria berperawakan tinggi besar, salah seorang berambut coklat gelap sedangkan satunya berwarna hitam.


Dua Pria itu, nampak bercakap-cakap sambil melihat kearah seseorang yang duduk diatas kursi yang berada di sudut ruangan.


Dengan pelan, dilangkahkan kaki mereka mendekat kearah sosok di sudut ruangan tersebut.


Lalu, Pria berambut coklat gelap membuka penutup mata orang tersebut.


Cahaya seketika menyeruak kedalam penglihatan orang yang duduk itu. Dia nampak mengerjapkan mata beberapa kali, agar matanya segera beradaptasi dengan cahaya yang ada didalam ruangan.


Tatapan orang tersebut lalu tertuju, kearah dua Pria berumur tiga puluhan yang berada di depannya. Wajah kedua Pria itu nampak tersenyum, mereka menatap dirinya dari atas kebawah.


"Hemmmm.." katanya yang berusaha ingin berucap, tetapi tak bisa karna mulutnya ditutup dengan lakban.


Salah seoarang Pria itu lalu membuka lakban dari mulut orang tersebut.


"Hahhh..Siapa kalian? Kenapa kalian menyekapku?" geram orang itu dalam bahasa Inggris sambil berusaha menggerakkan tubuhnya yang terikat.


Dua Pria itu nampak mengerutkan dahi mendengar ucapan Si Wanita.


"Apa yang dikatakannya?" tanya salah seorang Pria berambut hitam.


Pria yang ditanya menggelengkan kepala.


"Sudahlah tak usah dipikirkan, yang penting sekarang kita bisa bersenang-senang.." balas Pria berambut coklat gelap dengan tatapan genit yang menjijikkan.


Seketika, sekujur tubuhnya merinding. Dia paham, maksud tatapan dari Pria didepannya.


"No!" ucapnya sambil mengelengkan kepalanya. Dia merasa takut.


Sosok itu, lantas berusaha memundurkan kursinya agar menjauh dari dua sosok itu.


'Brak'


Kursi yang didudukinya lantas terjatuh.


"Ahhh.." erangnya pelan karna merasakan sakit dipunggungnya serta kepalanya yang terantuk sandaran kursi.


Melihat si Wanita terjatuh, Pria berambut hitam lalu mendekat kearah si Wanita.


Melihat Pria itu mendekat, sosok yang diikat dikursi itu lalu menggerakkan kakinya yang bebas lalu menendang si Pria yang ada didekatnya. Membuat Pria itu tersungkur ke lantai dengan keadaan telentang.


Bugh


"Akhhgg!!!" erang Pria itu yang merasa sakit didaerah pahanya.

__ADS_1


"Sialan!" umpatnya yang segera berdiri lalu menampar kencang Sosok dikursi.


Plak


Bekas tangan berwarna merah, terlihat jelas nyeplak di pipi putih mulus itu.


Pria berambut hitam yang sejak tadi menonton, hanya tersenyum. Dia meminta temannya mundur, sedang dia mendekat kearah sosok yang diikat itu.


"Cantik! Sebaiknya kamu diam, jika tidak mau terluka!" ucapnya lembut sambil menampilkan senyum mesumnya.


Si Wanita yang tak paham perkataan Pria itu masih saja berusaha menendang Pria yang mendekat itu.


"Jangan mendekat! Kalian haram untukku!" serunya masih sambil menendang-nendang dengan posisi yang sama.


Pria yang mendekat itu lantas menghindar dia memilih jalan sisi sebelahnya yang tak terkena tendangan.


Dia lalu menginjak bagian sisi kanan kursi, membuat si Wanita miring ke kanan.


"Aakkhhh.." erangnya pelan.


Pria itu melayangkan kakinya kemudian menendang dengan lumayan keras kearah perut Wanita itu.


Bugh


Melihat Wanita itu kesakitan, lantas Pria itu segera mendudukkan kembali si Wanita.


"Sudah kubilang, sebaiknya diam!" ucapnya sambil menyeringai.


Khuk khuk khuk


Wanita itu terbatuk-batuk dan juga mengerang kesakitan didaerah perutnya.


Sayangnya kerudung tersebut tak dapat dilepas karna juga terikat ke badan kursi.


Si Wanita yang tiba-tiba kerudungnya akan ditarik lantas kaget, syukurnya kerudungnya tak terlepas hanya berantakan saja.


Si Wanita kembali melihat dengan marah kearah Pria yang ingin menarik kerudungnya.


Sedang Pria itu sedang melihat kearah Pria berambut hitam.


"Kak, aku lepas talinya ya.." ucapnya.


"Jangan! Longgarkan saja!" serunya.


Dia yang tak paham apa yang mereka katakan, hanya terus memperhatikan kedua Pria itu dengan tatapan geram.


Sudut matanya, mendapati Pria berambut coklat gelap. Pria itu berjalan kearah belakangnya.


Si Wanita merasakan tali yang mengikatnya dikursi terasa longgar, yang kemudian kerudungnya kembali di tarik paksa. Sampai kerudung itu terlepas dari kepala si Wanita.


"Aaaaaaaa.." teriaknya kencang.


Teriakannya memenuhi ruangan itu. Dia mendelik kearah Pria berambut hitam dengan marah, kesal, malu dan sedih.


Matanya menatap tajam, sosok yang membuka paksa auratnya.


Wanita itu semakin memberontak, dia berusaha melepaskan tali yang longgar. Tapi mustahil, tali itu masih terikat kencang di kursi.

__ADS_1


Merasa kesal mendengar teriakan si Wanita. Pria berambut coklat tua lantas menampar kembali dengan kencang kearah pipi sebelahnya.


'Plak'


"Berisik!" serunya tajam.


Tamparan kedua di pipinya, yang jauh lebih kencang membuat Wanita itu merasakan kepalanya pusing, pipinya juga terasa panas.


Jika di suruh memilih, saat ini Wanita itu lebih memilih mati dari pada harus menunjukan aurat yang selama ini selalu dijaganya. Lebih baik disiksa dari pada Pria yang bukan halal untuknya melihat auratnya.


Melihat Wanita itu diam tak berdaya, Pria berambut hitam memberi intruksi ke arah Pria berambut coklat tua.


"Lepaskan ikatannya!" perintah Pria berambut hitam.


"Kalau nanti dia kabur atau melawan bagaimana?" tanya Pria berambut coklat gelap.


"Tidak akan! Lihat saja, dia sudah diam!" serunya menunjuk kearah Wanita yang kepalanya tertunduk dengan rambut panjang yang berantakan.


Pria berambut coklat gelap menganggukan kepala. Dia lalu melepaskan ikatan yang mengingat si Wanita.


Walau pala si Wanita pusing, pipinya panas dan perunya sakit tapi dia masih bisa menahannya. Dia berpura-pura tak berdaya. Supaya ikatan dilepas dan dia bisa segera lari.


Saat ikatan ditubuhnya serta kursi benar-benar lepas, si Wanita yang pura-pura tak berdaya itu segara mendorong keras kursi ke belakang, membuat Pria berambut coklat terjatuh dan tertiban, kemudian dia menendang bagian vital Pria berambut hitam.


Dia lalu mengambil kerudung yang berada tak jauh darinya, lalu berlari kearah pintu sambil memakai kerudungnya.


Dengan cepat, dia berlari kearah pintu yang jaraknya lumayan dari tempatnya.


"Akhh, sial ****** itu!" umpat Pria berambut hitam yang bagian intinya di tendang. Dia terdiam tak dapat bergerak.


Dia lalu memerintahkan temannya yang masih dilantai itu mengeluarkan pi*tolnya.


"Tembak dia!" perintahnya.


Mendapat perintah, Pria berambut coklat tua segera mengeluarkan pi*tol dikantongnya.


Dia mengarahkan kearah si Wanita yang berlari.


"Dor!"


Suara tembakan terdengar. Si Wanita terjatuh karna kakinya terserempet peluru.


Wanita itu menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Dia berusaha bangkit untuk berlari kembali kearah pintu yang ada didepan matanya.


"Sialan!" decihnya karna tembakannya meleset.


"Apa yang kau lakukan, kejar dia!" perintah kembali Pria berambut hitam karna melihat si Wanita telah mencapai pintu.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM


__ADS_2