Love In Italia

Love In Italia
Ternyata


__ADS_3

Jangan lupa like, komen dan juga tekan tanda ❤️. Supaya SMIM semangat😁😁😁


Ternyata!


Happy Reading!!!


Tap tap tap


Seorang Pria berjaket hitam panjang, terlihat sangat menikmati jalan-jalan kecilnya.


Rasa mabuk yang tadi di rasakannya sedikit hilang.


Entah mengapa, tiba-tiba dirinya ingin jalan-jalan di tempat ini. Seingatnya, dia terakhir ke tempat ini beberapa bulan lalu.


Tanpa disadarinya, kakinya berhenti tepat di depan mini market yang bertuliskan dua puluh empat jam.


Kenangan beberapa bulan lalu kembali terbesit di kepalanya.


Dia yang saat itu sedang kabur dari kejaran antek Nardo, merasa bersyukur karena hari itu sedang ada festival yang membuat dirinya mudah bersembunyi.


Karena tak sengaja melewati mini market yang terlihat sangat ramai. Membuatnya berfikir untuk masuk ke dalam.


Karena kebetulan merasa haus, dia tentu mengambil sebodol air mineral. Sayangnya saat membayar, mesin sedang rusak yang mengakibatkannya harus membayar cash. Yang tentu tidak dimilikinya.


Dilangkahkan kakinya kembali, yang saat ini menuju kedalam mini market tersebut. Pria itu lalu mengambil sebotol air mineral lalu membawanya ke kasir.


Usai membayarnya, dia membawa botol tersebut keluar. Ditatapnya botol air yang merupakan minuman yang pernah diberikan seseorang padanya. Minuman dengan merek yang tidak pernah di kenalnya.


Di arahkan kepala ke samping. Terbesit kembali, memori saat dia mendapat sebotol minuman dengan merek yang sama.


Dia tak tahu siapa sosok orang memberikan minuman itu, yang dia tahu dia adalah seorang Wanita. Wanita itu mengenakan gantungan kunci beruang yang mengeluarkan suara layaknya bel dan juga tas selepang rajut.


Saat akan mengalihkan matanya dari sudut mini market, matanya mendapati seseoranh dengan pakaian tertutup. Orang tersebut terlihat memeluk lututnya dengan pandangan kedepan.


Merasa wajahnya tak asing. Dominic memperhatikan wajah tersebut dengan seksama.


"..Wanita itu!" batinnya yang kaget melihat wajah Wanita yang beberapa hari lalu satu pesawat dengannya.


Dominic mengangkat sebelah alisnya bingung. Pria itu lalu memilih berjalan kearah berlawanan dari Wanita itu.


Dia lalu berhenti pada sebuah kayu yang tak jauh dari sosok Wanita yang duduk di depan mini market.


Duduklah dia, sambil melihat kearah sosok di depan mini market.


Tak tik tak tik tak tik


Detik, menit, jam mulai berlalu. Dominic masih setia melihat kearah Wanita itu yang tak bergeser dari tempat duduknya sama sekali. Dia hanya sesekali merupak posisi kakinya yang kadang di tekuk dan kadang di lentangkan.


Diliriknya jam di tangan yang menunjukan pukul satu malam. Alisnya mengerut, dia bertanya-tanya dalam hati.


"Apa yang aku lakukan disini sejak tadi!?"


Dia bingung dengan dirinya yang selama sejam lebih hanya duduk sambil melihat kearah Wanita itu.

__ADS_1


Pria itu lantas beranjak dari bangkunya. Dia terdiam sejenak lalu berjalan kembali kearah market.


Saat melewati sosok Wanita yang sedang terduduk diam itu. Dia mengalihkan iris matanya. Menatap kearah sosok itu.


Matanya seketika mendapati wajah Wanita itu yang terlihat sedih, tangannya jelas sedang menghapus tetesan air yang jatuh ke pipinya.


Debaran serta rasa sakit menjalar dengan cepat. Lagi-lagi dia merasakan perasaan itu. Perasaan yang pernah dirasakannya pada sosok Wanita yang tak di kenalnya.


Merasakan adanya tatapan, Wanita itu mengangkat kepalanya melihat kearah sosok yang menatapnya.


Dalam beberapa detik, tatapan mereka seperti terkunci satu sama lain. Pandangan terputus, ketika Wanita itu menundukkan kepalanya.


Melihat tatapannya secara langsung tadi, membuat dadanya semakin sakit. Pria itu segera berjalan meninggalkan sosok itu.


Di mobil, Pria itu masih diam. Dia nampak berkecamuk dengan pikirannya. Tatapannya tetap fokus dengan benda pipih ditangannya, seperti menunggu sesuatu.


Tak berapa lama, HPnya berbunyi. Nampak nomor yang ditunggu menelpon.


"Maaf, Tuan menunggu lama.." ucap suara di sebrang.


"Saat ini, aku hanya bisa memberikan sedikit informasi tentangnya.." katanya dengan nada yang terdengar khawatir.


Sayangnya tak ada tanggapan dari Pria itu.


"Jadi, apa yang sudah kamu dapatkan!" tekannya yang tak suka bertele-tele


"..baik Tuan, maaf.." ucap suara disebrang yang terdengar ketakutan.


"..saya baru saja mengirimkan file tentang Wanita itu ke HP tuan.." beritahunya.


"Dari yang saya lihat dan saya cari, dia juga tidak memiliki hubungan dengan Pria manapun. Termaksud Pria yang Tuan kirimkan fotonya barusan.." beritahunya.


"Pria yang Tuan kirimkan fotonya bernama Alano. Dia merupakan seorang Bos Restauran di Indonesi. Restauran tersebut juga merupakan..." Pria itu menjelaskanya perlahan yang di angguki paham oleh Dominic.


"..sedangkan, mengenai hubungan Wanita itu dengan Tuan Antonio. Mereka sama sekali tidak memiliki hubungan khusus.." lanjutnya.


"Untuk, bagaimana mereka bertemu..."


Dominic mendengarkan dengan seksama, ucapan demi ucapan yang dikatakan oleh hacker handal dan terpercayanya.


Seketika matanya membulat mendengar kebenaran tentang Wanita itu.


Setelah panggilan selama kurang lebih dua puluh menit. Panggilan di akhiri oleh Dominic.


Pria itu menyunggingkan senyum dengan perasaannya yang semakin sakit mengetahui kebenarannya.


"Hahaha pantas saja.." cengirnya.


"Bukankah, aku harus mencari tahunya.." seringah yang terlihat seram dan menakutkan.


Sampai-sampai supirnya yang berada di depan, seketika merasakan bergetar dan menggigil sekujur tubuhnya.


Pria itu lalu keluar dari mobilnya. Tangan kanannya terlihat memegang sapu tangan berwarna hitam yang terlipat.

__ADS_1


Dia melangkahkan kaki dengan mantap dan tatapan yang lurus ke depan.


Sampainya didekat tempat tujuannya. Matanya mendapati sosok Wanita yang dicarinya sedang berdiri didepan mini market sambil berjalan-jalan kecil.


* * *


Suasana yang sepi serta beberapa tempat yang lampunya sudah padam, membuat Aleisya semakin takut.


Untungnya, mini market tempatnya duduk saat ini dua puluh empat jam. Jika, entah kemana dirinya saat ini.


Sudah lebih dari dua jam dirinya menunggu untuk di jemput. Sayangnya, sampai saat ini tak ada satupun yang datang.


Udara semakin dingin, membuat tubuhnya yang hanya di tutupi kerudung panjang menggigil.


Hiks hiks hiks


Entah karena takut atau memang dirinya cengeng. Sejak tadi air matanya sangat mudah jatuh ke pipinya.


Wanita itu sungguh menyesali tak hafal nomor temannya. Seandainya dia hafal, dirinya bisa menghubungi mereka.


Merasakan adanya seseorang yang melihat kearahnya. Aleisha mengangkat kepala.


Seketika matanya bertatapan dengan mata Pria yang wajahnya di tutupi masker.


Cukup lama dirinya saling bertatapan dengan Pria itu, sampai dirinya sendiri yang memutuskan mengalihkan wajah kearah lain.


Dirinya merasakan takut, ketika melihat Pria itu yang tak berkedip menatapnya. Dia juga tak tahu apa yang dipikirkan Pria itu sambil menatap dirinya.


Tak lama Pria itu melanjutkan langkahnya, meninggalkan Aleisha yang mulai merasa lega.


Merasa pegal, karena sejak tadi hanya duduk sambil memeluk lutut atau menyelonjorkan kaki.


Wanita itu memilih berdiri lalu berjalan pelan didepan mini market. Tak lupa hatinya, tetap berdzikir dan berdoa agar selalu di lindungi.


"Aleisha!"


Samar-samar Wanita yang sedang berjalan kecil itu. Mendengar namanya di panggil, karena merasa tak yakin. Dirinya lantas memfokuskan kupingnya.


"Aleisha!" panggil suara itu kembali yang terdengar pelan.


Merasa pendengarannya tak salah, rasa senang menjalar ke hatinya. Dia lantas mencari sumber suara yang ternyata berasal dari belakangnya.


Saat akan berbalik, seketika sebuat tangan membekap mulut dan hidupnya. Merasa kaget Aleisha lantas memberontak dengan sekuat tenang.


Sayangnya hal tersebut sia-sia. Orang yang membekapnya saat kuat dan juga kesadarannya mulai hilang. Membuat dirinya menutup mata lantas pingsan.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE, UHIBBUKI dan Cerpen yaaaaaaaa❤️👍

__ADS_1


Tekan like 👍, koment 😆berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM❤️❤️❤️


__ADS_2