Love In Italia

Love In Italia
Truth or Dare


__ADS_3

Tekan favorite


like


komen


dan share


agar SMIM semangat...


Truth or Dare


Happy Reading!!!


"Tumben sekali kamu menyapa?" ucap Nazwa ke arah Wanita bergamis di sampingnya.


"..masasih, Aku sering kok menyapa tamu.." balasnya dengan alis terangkat.


"Memang kamu sering menyapa tamu, tapi khusus untuk tamu VIP baru kali ini. Di tambah tadi kamu tersenyum sangat manis pada Pria tadi!" kata menyelidik.


"Jangan-jangan kamu suka dengan Pria itu!" serunya.


"..suka? Aku tidak menyukainya kok!" jawabnya yang sambil tersenyum dan juga terkekeh.


"..ku duluan dulu ya Nazwa, mau ke kamar mandi.." ucapnya yang lalu mempercepat langkah.


Dengan mempercepat langkah, Aleisha menuruni tangga dan berjalan ke toilet.


Sampainya di tempat itu, dia segera membaik wajahnya dengan kucuran air. Lalu melihat ke arah kaca.


"Kenapa aku tadi tersenyum dengan manis? Dan mengapa aku sangat senang bertemu dengan Pria itu?" batinnya yang merasa bingung.


Usai selesai urusannya di toilet dia kembali berjalan menghampiri pegawai lainnya.


Nampak mereka masih berkumpul sambil bercerita-cerita.


Tak lama, empat buah mobil datang. Sebelum mobil terparkir dengan sempurna terlihat dari masing-masing keluar seseorang lalu mereka nampak terburu-buru masuk Resto.


Derap drap drap drap drap


Para Pegawai nampak diam melihat ke empat bule yang jalannya sangat terburu-buru di tambah tiga bule lainnya memakai kemeja yang berantakan.


Bagi mereka itu sungguh pemandangan yang tak biasa. Sosoknya yang biasanya berjalan dengan ilegan tetapi kini seperti di kejar-kejar sesuatu.


* * *


Antonio, melihat kearah Dominic yang nampak tenang. Dia hanya memperhatikan Pria bule di depannya satu persatu yang tentu membuat mereka sport jantung.


Setelah itu, Pria bermata ungu. Melihat ke arah Antonio agar berbicara pada empat Pria di depan.


"Kalian sudah sadar!" serunya menatap ke empat Pria.


"..sudah Tuan.." balas mereka berempat sambil menganggukkan kepala.


"Baiklah, jika kalian sudah sadar sepenuhnya. Saya dan Tuan Dominic baru saja pulang dari klub malam yang berada di naungan kalian.." kata Antonio pada keempat Pria yang kaget.


Mereka menegang serta takut. Bukan takut karena mereka ketahuan curang, walau sebenarnya mereka tidak melakukan itu.


Yang mereka takuti, jika Pria itu tak suka dengan cara kerja mereka.


Jika tidak suka Pria itu akan membuang mereka tanpa segan. Apalagi para bule itu sudah terjun lumayan dalam pada dunia bisnis yang di naungi Dominic.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat ke empat Pria sedikit bernafas lega. Setidaknya dengan kehadiran pegawai Resto ini. Umur mereka tidak akan terancam.


Alano lantas berdiri lalu membuka pintu.


Cklek


Ketika terbuka, mereka segera berjalan dengan teratur ke arah masing-masing meja menaruh makanan maupun minuman.


Mereka berjalan masing-masing ke tamu bule yang duduk.


Sampailah Aleisha tepat disamping Antonio. Dia menaru pelan gelas yang berisi jus buah.


"Silahkan Tuan.." senyum dengan manis yang lalu pergi keluar pintu.


Mendengar ucapan Aleisha serta mimik wajahnya barusan membuat pegawai yang di ambang pintu serta ke empat Pria bule yang duduk di depan Antonio dan Dominic kaget.


Wanita yang gak pernah menyapa, menatap mata ataupun tersenyum pada mereka.


Seketika tersenyum pada sosok berjas yang wajahnya kelihatan lebih seram dan dingin dibanding ke empat Pria bule yang sering ke Resto.


* * *


Di luar ruang VIP, pegawai Wanita lain melihat sambil tersenyum kearah Aleisha.


"Aleisha jujur, kamu suka dengan Pria berjas itukan.." ucapnya sambil tersenyum.


"..enggak kok.." balasnya sambil ikut tersenyum.


Hal tersebut malah makin membuat ketiga Wanita itu makin curiga. Apalagi dia menjawab sambil tersenyum juga.


"..aku fikir kamu juga punya perasaan khusus pada Pria itu.." ucap Nazwa yang di angguki Dewi dan Rahmi.


"Pasalnya, saat melayani tamu. Kamu tidak pernah yang namanya tersenyum pada lawan jenis. Aku tau kamu seperti menjaga jarak dengan mereka.." jelasnya.


"Tapi, kali ini berbeda. Kamu dengan mudahnya senyum semanis itu.." lanjutnya.

__ADS_1


Mendengar ucapan temannya Aleisha terdiam.


"Benarkah, aku tersenyum seperti itu.." batinnya.


"Padahal aku hanya tersenyum biasa karena senang melihat Pria yang telah menyelamatkanku.." pikirnya.


"..tapi, jika mengingatnya kembali. Seperti ada perasaan khusus pada Pria itu.." ingatnya kembali yang segera menggelengkan kepala lalu beristigfar.


"..ada apa Al?" tanya Rahmi.


"Iya, kenapa kamu menggelengkan kepala.." timpal Dewi.


"..tidak ada apa-apa.." gelengnya segera.


"..yaudha yunke bawah.." ajaknya.


"Tapi kamu belum menjawab pertanyaan tadi!?" seru Dewi kembali.


"..aku enggak suka, kok.." balasnya yang kemudian tertawa.


Al lalu terdiam. "..sepertinya.."batinnya kembali


* * *


Antonio yang kembali lagi bertemu dengan Wanita itu terdiam. Dia masih tak menyangka di Negara sebesar ini, bisa-bisanya bertemu dengan Wanita itu.


Dia lantas teringat akan Dominic, di tolehkan ya kepala ke arah Pria itu yang terlihat biasa saja.


Dominic yang merasa diperhatikan pantas mengarahkan iris matanya ke arah Antonio. Pria itu segera menggelengkan kepala lalu kembali melihat ke depan.


Dominic memperhatikan Antonio sebentar yang kemudian kembali melihat kearah depan.


* * *


Usia kedua Pria itu keluar, keempat Pria itu bernafas lega.


Mereka sungguh merasa takut. Ada gerangan apa mereka di kumpulkan.


Rupanya, Dominic memuji cara berbisnis mereka. Yang membuat klub malam tanggup jawab mereka menjadi ramai.


"Kalian mau minum lagi!" seru Booby yang ingin mengambil minuman dari bar kecil.


"Boleh.." balas Dario.


"Iya.." angguk Alano dan Albern.


Mereka lalu meminum minuman yang telah di tuangkan Booby.


"Aaahhhh.." desah mereka menikmati rasa dari minuman di tangan mereka.


"..oh iya, ngomong-ngomong Wanita itu cantik juga saat tersenyum.." ucap Booby mengingat saat Wanita bergamis tadi tersenyum.


Begitu juga Alano dan Albern yang mengangkat alisnya.


"Ituloh, pegawaimu yang memakai pakaian tertutup.." jawabnya mengingatkan sosok si Wanita.


"...ahhh maksudmu, Aleisha.." balas Alano yang mengingat nama dari Wanita itu karena pakaian yang menonjol.


"Iya.." angguknya.


"Kalian tadi lihat sendiri kan dia tersenyum pada Tuan Antonio.." katanya mengingatkan.


"..ahhh iya, aku ingat.." setuju Dario.


"..aku juga sempat kaget dia tersenyum. Pasalnya, setiap bertemu dia selalu terlihat seperti orang ketakutan.." ucap Alano mengingat beberapa kejadian.


"..iya aku juga merasakan, setiap bertemu dia terlihat ketakutan.." setujunya.


"..tapi tadi dia terlihat biasa saja pada Tuan Antonio yang notabenenya. Beliau memiliki sikap yang tak jauh berbeda dengan Tuan Dominic.." lanjutnya.


"Tapi kalian memperhatikan tidak, wajah Tuan Antonio yang seperti mengenal sosok Wanita itu.." tuturnya yang di angguki Albern dan Alano.


"Apa mungkin mereka saling mengenal!?" lanjutnya menebak-nebak.


"..mana mungkin mereka saling mengenal. Palingan Tuan Antonio kaget tiba-tiba mendapat senyuman.." ucap Dario yang di angguki yang lain.


* * *


Di bawah para Pegawai duduk bersama. Ada yang bermain HP, baca buku. Ataupun memejamkan matanya karena ngantuk.


"Bosannya!" seru Raju yang lalu meletakkan HPnya ke atas meja.


Dia lalu memperhatikan teman-temannya yang sibuk dengan ke dibukan masing-masing.


"Hei, ayo kita main truth or dare!" serunya.


"Enggak ah, aku ngantuk.." balas Radi yang memilih tidur.


"..boleh juga.." setuju Beni dan Dewi.


"Yang lain gimana?" tanyanya apda Rahmi, Nazwa dan Aleisha.


"Aku hayo aja!" balas Rahmi dan Nazwa


"Kalau kalian?" Lihatnya ke arah Aleisha.


"Boleh.." setujunya.


"Oke, kalau begitu.." matanya lalu mendapati botol minum milik Aleisha.

__ADS_1


"Aku pinjam ya.." ucapnya yang di angguki Wanita itu.


"Jadi, cara bermainnya seperti biasanya. Botol di putar, setelah berhenti orang yang di tunjuk harus memilih truth atau dare.." katanya yang diangguki paham.


Wwiiishhhh


Botol berputar di tengah-tengah meja. Mata mereka memperhatikan ke arah tutup botol yang akan berhenti.


"Dewi kamu pilih truth or dare!" ucap Raju saat botol itu berhenti.


"..dare!" serunya menyukai tantangan.


"..siapa yang mau kasih dare!" ucapnya ke arah teman lain.


"Aku!" ucap Rahmi.


"..aku mau kamu, bangunin Radi!"


"..Radi, kamu serius Rahmi. Kamu tahu sendiri kalau Radi lagi tidur di gangguki nyeremin bangat.." ucap Dewi mengingat kejadian lalu.


"Aku gak mau tau!" ucap Rahmi acuh.


Mau tak mau dia harus mengikuti ke mauan Rahmi. Alhasil sesuai perkiraannya. Radi bangun dan memarahinya.


Kembali permainan di putar, masing-masing mereka mendapat giliran. Kecuali Aleisha yang selalu lolos.


Wwiiissshhhh


Akhirnya tutup botol berhenti dke arah Aleisha.


"Kamu pilih mana?" tanya Raju.


"..dare!" balas Aleisha yang tak terlalu yakin.


Tap tap tap tap tap


Terdengar suara langkah kaki dari tangga. Mereka mendapati sosok dua Pria yang datang di awal tadi.


Saat sosok berjas lewat di depan mereka. Mata Aleisha yang tehwntinya menatap sosok acuh itu.


Dewi menyunggingkan senyum lalu berkata, "Aku mau kamu bilang "I love you" ke Pria berjas itu!" tunjuknya ke arah Antonio.


"..maksudnya?" tanya Aleisha tak paham.


"Bukankah kamu tadi bilang pilih dare (tantanga). Akunmau kamu bilang "I love you" pada Pria itu!" ulangnya.


"..astagfirullah mana boleh, Dewi.." ucap Aleisha yang gak setuju.


"Ini hanya permainan, bukan benaran Aleisha!" seru Dewi.


"..apa jangan-jangan kamu suka beneran?" curiga Dewi.


"..aku gak suka!" jawab Aleisha.


"Yasudah, kalau begitu.." ucap Dewi yang memberikan isyarat agar Wanita itu menghampiri sosok Pria itu.


Dengan langkah berat, Aleisha bangkit dari kursinya. Dia berjalan perlahan yang sesekali melihat ke belakang ke arah temannya yang menyuruhnya agar mempercepat langkah.


Tap tap tap


"Tunggu!" seru Aleisha dalam bahasa Inggris pada sosok Antonio yang ingin memasuki mobil.


Antonio lantas berbalik, dia kaget melihat Wanita itu menghampirinya.


"Yes.." balasnya yang segera merubah mimik wajah.


"..Tuan, saya senang bisa ber.." ucapnya yang terpotong oleh perkataan Pria di depannya.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya menatap tajam Aleisha.


Mendapat tatapan itu tentu.membuat Wanita itu ketakutan.


"..I..I love you.." ucapnya terbata.


Pria berjas itu terdiam, dia mengerutkan dahi mendengar penuturan Wanita di depannya.


"..maaf, kami sedang bermain truth or dare.." katanya menganggukan kepala beebrapa kali lalu pamit.


Seperginya Wanita itu, Pria berjas segera memasuki mobil.


"Maaf Tua.." ucapnya ke arah Pria yang duduk di belakang.


"..hhmmm.." angguknya.


Pria berjas lantas segera menyalakan mesin lalu menjalankan mobil.


Dominic yang berada di belakang lalu melihat ke arah luar jendela yang terdapat Wanita itu yang sedang menatap ke arah mobil yang di naikinya.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM

__ADS_1


__ADS_2