
Hadiah Wisata
Happy Reading!!!
Wanita itu hanya menyengir menanggapi sahabatnya. Dirinya memang sering mengageti Wanita itu, karna sahabatnya tak pernah sekalipun marah.
"Sorry.." ucap Wanita itu yang kesekian kalinya.
Aleisya yang mendenar ucapan maaf sahabatnya hanya menganggukan kepala. Karna dia tau Wanita itu akan tetap mengulanginya.
"Aku duluan ya!" pamit Aleisya kearah 'Aini. Dia lalu jalan keluar ruang penyimpanan.
Pertama-tama, Aleisya pergi ke lantai lima. Dia mengingat, beberapa Karyawan lantai tersebut semalam lembur.
Mendapati beberapa meja kotor serta lantainya. Aleisya menyiapkan tempat sampah untuk membuang sampah yang ada di atas meja, kemudian melap meja. Dilanjutkan menyapu lantai dan mengepelnya.
Terlihat beberapa Karyawan mulai berdatangan, menandakan jam menunjukan pukul delapan kurang.
Mereka yang sudah datang, nampak bersiap-siap di meja dan ruangan masing-masing untuk memulai kerja kembali.
Begitu juga dengan Aleisya yang melanjutkan kerjaannya membersihkan toilet di lantai yang sama.
Usai membersihkan toilet, Aleisya tak serta merta bersantai. Dia mencari pekerjaan yang bisa di kerjakannya.
Atau dia akan menerima perintah dari karyawan yang minta di buatkan minuman, di belikan makan atau perintah lainnya.
Pulang kantorpun tiba. Para Karyawan mulai berpulangan. Mereka berhamburan meninggalkan perusahaan yang berisi Karyawan yang lembur serta OB.
Disinilah, Aleisya dan beberapa OB berbagi tugas.
Aleisya yang mendapat lantai tiga lantas segera membersihkannya.
Sekitar jam setengah lima lewat, akhirnya dia selesai membersihkannya dengan teman OBnya. Dia lalu kembali ke tempatnya menaruh tas.
"Ahhh capenya.." ucap 'Aini yang terduduk lemas di ruangan tersebut.
Wanita itu lalu melihat kearah Aleisya yang baru datang. Dia lalu berdiri menghampirinya.
"Hei Aleisya, malam ini kita main yu.." ajaknya sambil merangkul pundaknya.
Aleisya nampak tersenyum membalas ajakan 'Aini.
"Maaf ya 'Aini, aku tidak bisa. Bukannya kamu tau setiap ba'da magrib aku mengajar ngaji.." jelasnya.
"..oohhh iya-iya.." ucapnya yang sempat lupa.
"...tapikan..kamu bisa izin tidak mengajar malam ini.." kata Wanita.
"..memang sih..tapi tidak dadakan seperti sekarang.." balas Aleisya.
"Aku duluan ya, Assalamu'alaikum.." salam Aleisya yang meninggalkan 'Aini.
"Wa'alaikumsalam.." balas 'Aini yang menggelengkan kepala melihat sahabtnya yang sangat bekerja keras.
Aleisya kembali berjalan ke kontrakannya.
__ADS_1
Saat berjalan, dia mendapati sebuah agen. Dia berjalan perlahan, sambil mengingat kebutuhan rumahnya yang sudah habis.
Setelah mengingatnya, Wanita itu segera memasuki agen.
Di warung itu, Aleisya lumayan membeli banyak kebutuhan kontrakan sepetaknya. Seperti membeli beras dua liter, telor setengah kilo, mie tujuh bungkus, tepung terigu, minyak dan beberapa cemilan lainnya.
Usai membelinya, dia kembali berjalan ke kontarakannya. Dia tak sabar sampai ke kontrakan untuk merebahkan diri sejenak.
Seperti malam biasanya, setiap ba'da magrib. Anak-anak yang tinggal didekat rumahnya datang.
Aleisya mengajari mereka membaca dari ba'da magrib sampai Isya. Dia juga memberikan pengetahuan tentang Akhlak pada anak-anak kecil tersebut. Kadang dia juga menceritakan prihal para nabi dan sahabat nabi.
Saat adzan berkumandang, Aleisya menyudahi aktivitasnya. Anak-laki segera pamit pulang untuk sholat Isya di mesjid sedang anak Prempuan sholat berjamaah dikontrakan sepetaknya.
# # #
Seminggu ini, suasana kantor nampak sangat sibuk dari hari biasanya. Para karyawan sudah mulai seperti zombi karna mengejar deadline.
Tak hanya para Karyawan yang sibuk bekerja di depan leptop, begitu juga para OB yang sibuk membantu karwayan.
Seperti Aleisya dan 'Aini yang sejak pagi sudah sibuk menolong para karyawan. Seperti mengantar berkas ke menejemen lain, membuatkan minuman, membeli makanan, memfotokopi beberapa berkas dan pekerjaan lainnya.
Akhirnya, aktivitas mondar mandir selesai, Lantaran deadline yang telah terselesaikan tepat waktu.
Di halaman kantor, tempat Para Karyawan biasanya beristirahat.
"Wahhhh benar-benar.." geleng 'Aini.
"Setiap kali deadline dekat, pasti selalu saja para karyawan seperti zombi.." lanjutnya sambil memukul-mukul pelan betisnya dengan satu tangan.
'Aini yang sedang melihat-lihat HPnya dengan tangan satunya nampak tertarik dengan satu topik yang sedang hits.
"Aleisha, kamu tau gak makanan yang beberapa hari ini firal bangat.." ucapnya.
"..makanan firal? Enggak tau, emang kenapa?" ucapnya melihat kearah 'Aini.
"Serius!" serunya tak percaya.
Wanita itu lalu mencarikan, vidio yang berkaitan makanan yang sedang viral tersebut.
Aleisha yang merasa lapar lalu membuka biskuit yang di bawanya tadi.
"Aku ada biskuit!" tawar Aleisha sambil meletakkan biskuit tersebut diantaranya dan 'Aini.
'Aini menganggukan kepala, dia mengambil biskuit coklat tersebut lalu memakannya sambil matanya masih ke HP.
Aleisha yang masih memegang sampah bungkus biskuit ditangannya. Merasakan ada sesuatu di dalam, dia melihat kartu yang tertempel.
"..kartu apa ini?" batinnya bertanya. Dia lalu mengeluarkannya.
'Aini yang telah mendapatkan vidionya, lantas mengarahkan HPnya kearah Aleisha.
"Ini nih, makanan yang lagi firal. Katanya kalau kita beruntung kita dapat kartu seperti ini didalamnya.." ucapnya.
"Kamu tau Aleisha, hadiahnya keluar negri.." ucapnya dengan exited.
__ADS_1
"..ohhh.." balas Aleisha seadanya. Dia lalu kembali melihat kearah kartu ditangannya.
'Aini yang mendapatkan respon seadanya dari Aleisha lalu mengalihkan pandangannya ke arah benda di tangannya. Matanya tak sengaja melihat kartu yang di kenalnya.
"..kamu dapat dari mana kartu itu?" tanya 'Aini yang terlihat kaget
Aleisya mengerutkan dahi, "Maksudnya?"
"Kartu ini, bukannya sama dengan kartu yang ada di vidio ini.." ucapnya menunjukan kembali vidio yang di tontonnya tadi.
Aleisya yang memperhatikan kembali vidio itu, lantas kaget. Pantas tadi terlihat tak asing.
Tapi yang membuatnya bingung, bagaimana hadiah itu bisa ada didalam bungkus biskuit yang sering dibelinya ini.
"Aleisya, aku lihat!" serunya lalu mengambil kartu itu dari tangan sahabatnya.
Dia membaca tulisan yang berada di kartu tersebut. Yang bertuliskan nama makanan yang viral tersebut.
Kemudian dia melihat produksi biskuit tersebut dan juga nama yang memproduksi makan viral tersebut.
"..sepertinya mereka salah memasukkannya.." gumam 'Aini saat mengetahui tempat produksi kedua makanan tersebut sama.
"Salah masukin!" seru Aleisya mengulang perkataan 'Aini.
"Bagaiman kalau kita coba telpon!" seru 'Aini.
Dia lalu menekan nomor yang tertera dikartu, kemudian menelponnya.
'Tuut tuut tuut'
Telpon tersambung.
"..."
"Maaf, ini dengan perusahaan XXX.." ucap 'Aini memastikan.
"..."
"Begini Pak, kami mendapat hadiah di dalam biskuit XXX. Hadiah tersebut sama persis dengan hadiah dari produk XXX yang sedang firal.." ucapnya.
"..."
Aleisha dan 'Aini mendengarkan penjelasan tersebut panjang lebar. Hadiah yang di dapat Aleisha merupakan kesalahan bagian produksi yang salah memasukan hadiah.
Tetapi karna Aleisya sudah mendapatkannya, tidak mungkin mereka tidak menepatinya.
# # # # # # #
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
__ADS_1
Salam hangat SMIM