Love In Italia

Love In Italia
Bibir yang terkatup


__ADS_3

Tekan favorit ❤️like 👍 dan tentu komen....


Karena membaca komen terkait cerita, menyenangkan..🤩


Bibir yang tertutup


Happy Reading!!!


Butiran keringan terus berjatuhan di sekujur tubuh Wanita itu. Matanya tertutup rapat, tubuhnya terikat kuat diatas kursi besi yang terlihat sangat kokoh.


Lagi-lagi terjadi. Ini kedua kalinya dalam dua puluh satu tahun. Aleisha mengalami kejadian yang sama. Dirinya kembali di culik di negara yang sama dan tidak tau alasannya apa!?


Suara senyap dan hening, membuat sosok Wanita itu semakin takut. Pasalnya sejak sadar tadi, dia tak merasakan hawa kehadiran manusia. Wanita itu hanya merasakan hawa dingin yang mencekam. Seperti ada seseorang yang sedang menatapnya, entah dari mana.


Ingin rasanya bibirnya berteriak meminta tolong. Tapi akibat keronggongannya kering dan juga kantung kemih yang semakin penuh. Dirinya tak sanggup untuk berteriak.


Karena tak kuat, ingin buang air. Wanita itu memberanikan diri membuka mulut.


Tapi...


Seketika terdengar suara pintu yang terbuka. Dari sana, beberapa suara asing terdengar.


Lantas, keberaniannya kembali menciut. Kembali teringat, akan memori dirinya yang diculik serta di hajar. Wanita itu kembali mengatupkan bibir.


Dadanya kembali berdebar kuat. Dirinya benar-benar takut, kejadian waktu itu kembali terulang.


Hatinya tak lupa terus berdoa dan berdzikir agar selalu di lindungi oleh penciptanya. Karena tidak akan ada yang tau apa yang terjadi.


Suara langkah semakin mendekat menghampirinya. Seseorang terasa berdiri dibelakangnya lalu menarik sesuatu dari balik belakang kepalanya.


Cahaya lampu yang terang, tiba-tiba menyerbu penglihatan Aleisha. Dia mengerjakan mata agar terbiasa dengan cahaya lampu yang sangat terang itu.


Matanya lalu mendapati tiga sosok di depannya. Diangkatnya kepalanya menatap kearah tiga orang yang sangat tinggi.


Mereka terlihat sangat garang, tanpa sedikitpun senyuman di bibirnya.


Gluk


Dengan susah payah, Aleisha menelan salivanya yang padahal tak ada. Matanya menatap ruangan yang tampak kokoh, yang hanya diisi dengan bangku yang didudukinya dan juga sebuah pintu yang mungkin tempat mereka masuk.


Para Pria itu, menatapnya dengan garang. Aleisya tak dapat membaca, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Hal tersebut membuat Aleisha semakin ketakutan serta tubuhnya bergetar.


Rasa teraumanya lagi-lagi kembali terbayang, bagaikan kaset rusak.


Salah seorang Pria, dari Pria berwajah garang itu lalu pergi berjalan kearah pintu. Tangannya lalu mengambil telpon dari saku jas sebelah kanannya.


Sedang dua Pria lainnya, seperti menunggu sesuatu dengan terus menatap ke arah Wanita itu yang tertunduk dan air mata yang siap-siap jatuh.


Tak berapa lama, Pria yang menerima telpon tadi kembali berjalan kearah mereka. Dia lalu berbicara pada dua Pria lainnya.


Salah seorang dua Pria itu lalu mengeluarkan sapu tangan dari jasnya. Dia seperti menaruh cairan ke dalam sapu tangan itu.


Kemudian Pria itu berjalan kearah belakang Wanita itu yang selanjutnya membekap mulut dan juga hidung.


Tak lama tubuh Wanita itu lemas dan pingsan.


* * *


Di lantai teratas gedung pencakar langit. Di sebuah ruangan terdapat beberapa orang yang sedang melaksanakan rapat.


Seorang Pria, terlihat sedang mempersentasikan sesuatu pada pemilik perusahaan yang sedang membaca beberapa lembar kertas yang dipersentasikannya.

__ADS_1


Matanya menyipit melihat beberapa kesalahan dari proposal tersebut. Pria itu lantas, menengokkan kepalanya ke arah Antonio yang ada di sebelahnya.


Memahami, tatapan dari si Bos. Pria itu lalu membuka lembaran yang di tunjukan oleh Pria itu.


Mengetahui maksud dari Pria di sebelahnya, Antonio kembali membacanya.


Sedangkan si Bos yang sudah malas karena kesalahan tersebut memilih membuka layar tabletnya.


Dilihatnya dari layar tersebut pemandangan seorang gadis yang terikat tangan dan kakinya. Matanya pun tertutup rapat.


"Apa dia belum sadar?" batinnya yang tak melihat pergerakan dari sosok tersebut.


Pasalnya sudah lebih dari enam jam, sosok itu tertidur.


Matanya lalu terfokus dengan kepala gadis itu yang tiba-tiba menengok kearah kiri dan kanan dengan pelan.


"..ternyata dia sudah sadar!" seringainya yang merasa dikibuli.


Tangan Pria itu, lalu menekan sesuatu dari tabletnya, yang membuat kamera terfokus pada wajah Wanita itu yang semakin besar terlihat dari layar.


Karena mata yang tertutup, membuat wajah Wanita itu tak terlihat seutuhnya. Tapi dari sana Dominic menyadari jika Wanita yang terikat itu sedang gemetaran dan terlihat tak tenang.


Saat ini dirinya tak merasakan apapun, dia tak merasa perasaan sakit, sesak maupun kasihan. Inilah yang membuatnya bingung dengan perasaannya sendiri.


Antonio yang sedang menjelaskan kesalahan Pria yang sedang persentasi melirik sekilas kearah Tuannya yang sedang menatap kearah layar tablet.


Hal tersebut terasa aneh, biasanya saat rapat. Bosnya tersebut pasti akan mengecek ataupun bertanya prihal lainnya yang berkaitan tentang rapat.


Usai memberitahukan beberapa kesalahan kepada pemateri. Antonio mendekat kepada Dominic. Matanya tak sengaja melihat kearah layar tablet yang menunjukan sosok Wanita yang matanya tertutup.


"..Tuan.." bisiknya pelan.


Dominic melihat kearah Antonio dengan wajah santai.


Di ruang Dominic


Sejak tadi, Antoni penasaran. Siapa Wanita yang dilihat oleh Tuannya itu. Pasalnya itu kali pertama, di saat rapat Pria itu lebih memilih melihat Wanita yang kelihatannya di kurung.


"Antonio!" panggil Dominic pada Pria itu yang sedang duduk diatas sofa sambil mengerjakan sesuatu di leptop.


Pria berjas itu, merasa sedikit kaget. Tiba-tiba dirinya di panggil.


"..iya, Tuan.." jawabnya yang lalu berjalan menghampiri Dominic yang duduk di singgah sananya.


Beberapa detik terlewati, tiba-tiba Pria yang duduk itu menyodorkan tabletnya. Disana terlihat Vidio seorang gadis dengan mata masih tertutup dan tubuh yang terikat diatas kursi.


"Kamu kenal, dengan sosok Wanita ini?" tanyanya kemudian.


Antonio mengernyitkan dahi memastikan wajah yang tak terlalu jelas.


"..maaf Tuan, saya tidak kenal.." jawabnya yang tak mengetahui sosok itu.


"..benarkah!? Bukankah kamu sudah beberapa kali bertemu dengan sosok ini?" tanyanya kembali dengan mata menyelidik.


"..."


Antonio terdiam, dia kembali memastikan Wanita yang matanya tertutup itu. Tapi tetap saja dirinya tak mengenalnya.


Lalu matanya beralih ke pakaian yang Wanita itu kenakan. Pakaian tertutup dan juga tak lupa hijab yang dikenakannya.


".. jangan-jangan.." batinnya yang teringat dengan sosok Wanita yang beberapa kali ditemuinya dengan pakaian tertutup.


Dominic tersenyum tipis, mendapati perubahan ekspresi dari anak buahnya. Yang tentu telah menyadari sosok tersebut.

__ADS_1


Disandarkannya tubuh tegapnya ke sandaran kursi, lalu menatap tajam ke sosok Pria didepannya.


"..maaf, Tuan!" ucapnya dengan gemetar.


Kepalanya tertunduk menatap lantai dan butiran keringat mulai menetes.


Antonio lalu menjelaskan siapa Wanita dan juga foto yang pernah di tunjukan Tuannya itu.


T


E


L


L


"Ampuni saya, Tuan! Saya melakukan ini, agar Tuan tidak kembali mengingat sosok Wanita itu.." jelasnya kembali.


"Hmmm...aku paham maksudmu.." angguknya.


Matanya lalu kembali melirik pada sosok Wanita di tab, yang terlihat masih terdiam di bangku. Sesekali kepalanya menengok ke kanan dan kiri.


Tapi saat ini, Dominic masih tak merasakan apapun. Walau pun sudah beberapa saat menatapnya.


Dominic lalu mengambil HPnya, kemudian menghubungi seseorang.


Tak berapa lama Pria itu berkata,


" Buka penutup matanya!" perintahnya yang segera memutuskan panggilan.


Dari layar, Dominic melihat tiga anak buahnya memasuki ruangan yang terdapat Wanita itu. Terlihat Wanita itu mulai gusar dengan kaki dan kepala yang bergerak-gerak.


Lalu salah seorang Pria jalan, melewati Wanita itu yang kemudian menarik penutup mata yang bertengger di wajahnya.


Deg deg deg


Dominic memegang dadanya yang seketika berdebar. Matanya tertuju pada wajah Wanita itu yang terlihat ketakutan dengan situasinya saat ini.


Antonio yang melihat perubahan Tuan yang secara tiba-tiba langsung mendekati Pria itu. Lalu matanya melihat kearah Tab yang berada di depan, yang menampilkan sosok Wanita tadi, tapi dengan mata yang sudah terbuka lebar.


Sesuai dugaannya, Wanita itu merupakan Wanita yang diselamatkan beberapa bulan lalu.


Inilah alasan utamanya tak ingin memberitahu kebenaran tentang Wanita itu.


"..Tuan, apa sebaiknya...aku membunuh Wanita itu.." katanya dengan wajah datar.


Sebenarnya, dia tak ingin membunuh Wanita itu. Tapi, karena Wanita itu bagaikan duri jika bertemu dengan Dominic. Mau tak mau, dia harus melakukannya.


Tatapan Dominic nampak kosong. Dia dengan jelas mendengar perkataan Pria di sebelahnya.


Rasanya ingin berucap "iya" tapi bibirnya terasa berat untuk bergerak.


"Ada apa denganku!?" batin Dominic.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE, UHIBBUKI dan Cerpen yaaaaaaaa❤️👍


Tekan like 👍, koment 😆berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM❤️❤️❤️


__ADS_2