Love In Italia

Love In Italia
Bu Mirna


__ADS_3

Bu Mirna


Happy Reading!!!


Aleisha dan 'Aini mendengarkan penjelasan tersebut panjang lebar. Hadiah yang di dapat Aleisha merupakan kesalahan bagian produksi yang salah memasukan hadiah.


Tetapi karna Aleisya sudah mendapatkannya, tidak mungkin mereka tidak menepatinya.


Clik' telpon tertutup, 'Aini menatap Aleisha dengan wajah senang, kaget dan tak menyangka.


"Aleisha, kamu bakal ke luar Negeri!" serunya bahagia.


"..ke luar Negeri.." gumam Aleisya.


"Iya, di kartu ini tertulis. Kamu akan pergi ke Negara...ITALIA.." ucapnya exited.


"Kamu tau, di sana terkenal dengan tempat wisatanya seperti..." katanya yang lalu melihat kearah HPnya.


Wanita itu terlihat mengelik pencarian, kemudian menulis 'Tempat wisata di Italia'


"..naahhh ini seperti Collesseum, Piazza Novona dan tempat terkenal lainnya yang di kunjungi turis asing" beritahunya.


Al hanya mengangguk-anggukan kepala karna dirinya terasa asing dengan tempat wisata yang di sebutnya 'Aini.


"..dan ada satu tempat yang pasti kamu pengen kunjungi di sana.." ucapnya sambil tersenyum.


"Mesjid Agung Roma.." lanjutnya.


"..Mesjid Agung Roma.." ulang Aleisha yang seketika tersenyum dan merasa tertarik.


"Waahhh MasyaAllah bangat, Aleisha.." ucap sahabatnya menyengir dengan tangan menunjukan layar HP yang terdapat gambar bangunan Mesjid yang megah dan bagus.


Melihat sahabatnya nampak exited, membuat Aleisha kebawa.


Tetapi ketika senyumannya memudar. Pasalnya dia harus bekerja, bisa-bisa dirinya di pecat jika pergi.


Apalagi di kartu tersebut, dirinya akan pergi selama seminggu.


"..sepertinya, aku tidak bisa pergi.." ucap Wanita cantik itu kemudian.


"Kenapa?" tanyanya segera mendengar penuturan sahabatnya.


"Apa karna kamu gak bisa bahasa Italia? Kalau soal itu gak perlu takut, lagi pula kamu bisa Bahasa Inggris.." ucapnya meyakinkan skill berbahasa Aleisha yang lumayan.


"Aku bukan takut karna tak bisa berbicara.." sangkalnya.


"Tapi..tidak mungkin, aku akan libur selama itu. Bisa-bisa saat pulang nanti, aku sudah di pecat.." jawabnya lesu.


'Aini membenarkan perkataan Aleisha, tapi kemudian dia teringat sesuatu.


"..bukannya kamu tidak pernah ambil libur selama ini. Kecuali saat sakit.." katanya mengingat-ingat.


"Sepertinya, perusahaan akan memberi libur. Lagi pula, kamu sudah bekerja disini selama dua tahun. Selama itu juga kamu terkenal dengan rajin.." ucapnya mengingatkan kinerja Aleisha selama ini.


"..gimana kalau nanti, aku temani ke ruangan Bu Mirna untuk mengambil cuti.." ucapnya.


Aleisha nampak diam berfikir, dia takut jika tak di izinkan.


"..baiklah, aku akan mencobanya.." ucapnya.

__ADS_1


"Jika memang tidak di izinkan, ini bukan rezekiku.." batin Aleisha.


* * *


Sepulang kantor, Aleisha benar-benar di temani 'Aini ke ruangan kepala OB. Dia tak paham dengan sahabatnya yang terlihat lebih ngebet di banding dirinya yang akan keluar Negri.


"Bismillah.." ucapnya yang kemudian mengetuk pintu.


'Tok tok tok'


'Cklek'


Pintu terbuka menampakkan sosok Wanita setengah baya yang terlihat sedang merapikan isi tasnya.


"Aleisha, kamu masih belum pulang.." ucap Wanita itu.


"..apa ada yang ingin kamu katakan pada Ibu?" tanyanya karna tak biasanya Aleisha ke ruangan tersebut.


Wanita muda itu menganggukkan kepala pelan.


"Iya Bu.."


Wanita setengah baya itu lalu mempersilahkan Aleisha masuk lalu menyuruhnya duduk terlebih dahulu.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanyanya to the points.


"...begini Bu Mirna.." ucapnya yang terputus.


"..aa..boleh..saya izin cuti.." lanjutnya sambil sesekali menatap takut, mata Wanita di depannya.


Wanita itu terlihat menaikan alis, mendengar ucapan Aleisha. Dia lalu memperhatikan Wanita didepannya yang terlihat gugup dan takut.


Aleisha lantas segera melihat kearah Wanita setengah baya itu yang nampak tersenyum.


"Be..benar, Bu?" tanyanya tak yakin.


Wanita itu menganggukkan kepala.


"Iya, lagi pula selama ini kamu tidak pernah cuti dan sering mengganti cuti OB lain.." ucapnya.


Senyum terlihat nampak berkembang di wajah bulat Aleisha.


"Makasih Bu.." senangnya.


"Iya,.sama-sama.." balasnya menganggukkan kepala.


"Saya berharap setelah cutimu ini, kerjamu semakin semangat.." ucapnya mengingatkan Aleisha.


"InsyaAllah Bu, saya akan semakin semangat.." balasnya.


"..sekali lagi, terimakasih Bu.." ucap Aleisha.


Di luar ruangan 'Aini yang menunggu nampak gugup. Dia takut jika Aleisha tak di izinkan. Pasalnya Kepala OB itu, sangat susah di mintai izin kecuali ada sesuatu yang darurat.


Melihat sosok sahabatnya keluar dari ruangan, dia segera menghampirinya.


"Gimana?" tanyanya tak sabaran.


Aleisha nampak tersenyum gembira, "Alhamdulillah boleh.." ucapnya.

__ADS_1


'Aini seketika bernafas lega.


"Kamu kasih alasan apa untuk cuti?" tanyanya kembali.


"..aku tidak memberikan alasan apapun dan Bu Mirna tidak menanyakan alasanku cuti.." jelasnya.


'Aini lantas kaget, pasalnya jika dia ingin izin saja susah bangat dan membuatnya memberikan alasan yang harus dipikirkan berkali-kali supaya di izinkan.


"Serius!" serunya tak percaya. Aleisha menganggukkan kepala serius.


"Wahhhhh...Bu Mirna benar-benar pilih kasih. Walau aku senang kamu di izinin, tapi aku juga kesal kamu di izinin segampang itu.." katanya.


Menanggapi sahabatnya yang nampak kesal, Aleisha hanya tersenyum.


Dia merasa senang karna akan pergi ke Negara tersebut. Apalagi saat mengatakan Mesjid agung Roma.


###


Dua hari setelah mendapat hadiah itu. Akhirnya, Aleisya di telpon oleh perusahaan pemberi hadiah.


Aleisha ditanyai prihal dirinya yang mempunyai Pasport atau tidak.


Karna dirinya tidak memiliki, lantas perusahaan tersebut memberi bantuan untuk membuatkannya passport dan juga Visa.


Setelah menunggu seminggu, akhirnya hari yang di tunggu datang.


Sore ini, sepulang kerja Aleisha langsung bersiap-siap pulang.


Tak lupa dia berpamitan terlebih dahulu pada sahabatnya 'Aini, karna Wanita itu tak bisa mengantarnya ke bandara di malam hari.


Sedangkan izin cutinya sudah terhitung mulai besok.


Sampai di kontarakan sepetaknya, Aleisha segera merapihkan kembali ke perluannya selama seminggu di negara tersebut.


Syukurnya, saat ini disana sedang musim semi. Membuat Aleisha tak perlu membawa banyak baju, karna dia tak memiliki jaket tebal.


"Alhamdulillah...akhirnya selesai.." gumamnya sambil melihat tas besar panjang yang sudah terisi penuh.


Dia lantas segara beralih ke ruangan kecil miliknya. Dia merapikan beberapa barang agar kembali ke tempatnya.


Usai semua rapi, Wanita itu lantas mandi untuk menghilangkan lengket di badannya.


Tak terasa, jam sudah menunjukan pukul setengah delapan malam kurang.


Aleisha segera bersiap-siap, memakai jilbab (gamis) dan kerudung panjangnya. Tak butuh waktu lama, Wanita itu sudah rapi dengan jilbab, kerudung panjangnya dan tas besar yang di tentengnya dengan kedua tangan.


Tak lupa, sebelum pergi. Aleisha terlebih dahulu pamit pada pemilik kontarakannya.


Setelah itu dia berjalan kearah mobil yang telah menunggunya untuk mengantar ke Bandara.


# # # # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE dan UHIBBUKI


Tekan like, komentar berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM


__ADS_2