Love In Italia

Love In Italia
My Country


__ADS_3

Tekan like, komen dan vote...


Happy Reading!!!


Walaupun wajah Wanita di depannya ini memang enak di pandang tetapi beda dengan tipikal Wanita yang sering menemani Tuannya minum bareng.


Apalagi bodi Wanita di depannya terlihat tak menarik sama sekali.


Aleisya yang di tatap, benar-bebar merasa risih. Ingin rasanya dia mengatakan jangan menatapnya, tapi bibirnya kelu.


Lantas, di beranikan dirinya mengarahkan iris matanya ke arah Pria itu.


Seketika mata mereka bertemu, aleisya segera mengalihkan mata serta menundukan wajahnya.


Dadanya berdetak lebih cepat dan tubuhnya semakin gemetar.


Disisi lain, saat mata Pria itu tak sengaja menatap mata Wanita di depannya. Dia terlihat bingung, Wanita itu segera mengalihkan pandangan.


Hanya dengan mata saling bertemu saja, Wanita itu sudah sangat ketakutan.


"Beginj saja dia sudah takut! Bagaiman jika dia keluar dari sini dan bertemu banyak Pria lainnya" batinnya.


Tapi, Pria itu tak memungkiri. Tentu saja, jika di perlakukan seperti itu, tentu Wanita yang tipikalnya memiliki hati lemah dan lembut akan trauma.


Apalagi, Antonio melihat jelas sosok Aleisya yang memprihatinkan hari itu.


Aleisya, memberanikan diri mengangkat wajahnya kembali. Dia berhenti pada setelan Pria itu. Samar-samar dia mengingat pakaian Pria yang menggendongnya, hari itu.


"...a..apa anda yang...m...menyelamatkan saya?" tanya Aleisya memberanikan diri.


Pria itu nampak diam, dia paham perkataan Wanita diatas ranjang tapi dia bingung menjawab apa. Pasalnya, bukan keinginannya meyelamatkannya tetapi karna perintah dari Bosnya.


"...jika bukan, boleh saya...menitip terimakasih padanya...yang membawa saya kemari.." ucap Wanita itu kembali dengan terbata.


Antonio masih terdiam, pikirannya masih menyelidiki sosok Wanita di depannya.


Pria itu penasaran dari mana asal Wanita di depannya ini, karna dia bisa berbahasa inggris dengan pengucapan lumayan bagus dan tidak kaku.


"Dari mana negara asalmu?" tanyanya kembali tanpa memberikan jawaban atas perkataan Wanita didepannya.


"...s...saya dari Indonesia.." jawabnya terbata.


Indonesia, Antonio tentu kenal dengan Negara itu. Negara yang mayoritas muslim terbesar. Negara yang sumber dayanya melimpah, lautannya luas serta memiliki tempat wisata yang indah.


Pantas bentuk wajah Wanita itu terasa familiyar, karna sesekali dirinya suka mengunjungi negara itu untuk suatu bisnis ataupun berlibur.


"Apa yang kau lakukan di Negara ini?" tanya Pria itu kembali.


"..aaa untuk jalan-jalan.." jujurnya.


"Sendiri?" tanyanya menyelidik.


Aleisya menggeleng kepalanya. "...tidak, tetapi bersama teman lainnya.." balasnya.


"...teman? Dimana mereka?" tanyanya, karna hampir seminggu ini tak ada berita orang hilang.


"..mereka s...sudah kembali ke Indonesia.." jawabnya.

__ADS_1


"..sebenarnya, sa saya seharusnya...juga sudah pulang. Tapi, karna...kejadian yang menimpa saya ini, jadi tak bisa pulang.." sambungnya.


"..apa orang-orang yang bersamamu tidak mencarimu?"


"...tidak, karna mereka...pergi lebih dulu.." jawabnya.


"Maksudnya?" tanyanya penasaran.


Aleisya lalu menceritakan prihal alasannya bisa disini sampai hotel yang ditempatinya.


Dia bercerita dengan pelan-pelan sambil mengingat kosa kata dalam bahasa inggris.


* * *


"Pantas dia berada di daerah itu.." gumam Antonio yang mengetahui hotel tempat Al menginap ada di dekat daerah itu.


Di dalam mobil, Antonio nampak bingung. Dia harus melakukan apa pada Wanita itu.


Apalagi dia terlihat sangat ketakutan jika berada didekat Pria.


"...aakhhh kenapa sekarang aku yang bingung. Biasanya, jika siapapun dia tak akan aku pedulikan, tapi mengapa sosok ini benar-benar membuat orang bimbang.." ucapnya kesal.


Saat ini, dia paham mengapa Tuannya tak ingin tau menahu tentang Wanita itu.


# # #


Setelah seminggu lebih di rawat, luka tembakan dan goresannya sudah lebih membaik.


Aleisya di izinkan pulang, dengan pesan untuk meminum obatnya dan mengoleskan salap ketika lukanya sudah kering.


Di ruangan yang di tempatinya ini. Wanita itu nampak sudah rapi dengan gamis dan juga kerudung yang di berikan Suster untuknya.


Seorang suster lalu masuk kedalam kamarnya, membuyarkan lamunan Aleisya. Dia meminta Wanita itu mengikuti dirinya.


Al mengikuti Suster itu yang membawanya ke pintu keluar. Disana, dilihatnya mobil berwarna hitam sedang menunggu seseorang.


Suster itu lalu, membukakan pintu yang berada di belakang kemudi.


Kemudian memberi isyarat agar Aleisya masuk kesana.


Dia tampak bingung, pasalnya dia tak kenal siapa-siapa disini. Bagaimana bisa ada orang yang menjemputnya.


Karna pintu sudah terbuka, Aleisha segera masuk tak lupa dia mengucapkan terimakasih pada Suster yang merawatnya selama ini. Dia juga menitip terimakasih pada Dokter Pria yang mengobatinya.


Masuknya kedalam mobil. Matanya mengarah ke kaca spion depan yang menunjukan wajah Pria yang mengemudi mobil. Dia adalah Pria yang beberapa waktu lalu di temuinya.


Saat tatapan mereka bertemu, tubuh Aleisya gemetar. Dia kembali susah bernafas, lantas dia berusaha mencobanya agar nafasnya kembali normal.


Rasa takutnya kembali muncul. Dia takut jika akan di bawa kembali ke tempat seperti waktu itu.


Dari depan, Antonio memperhatikan Aleisya yang tak tenang. Terlihat dari gerak gerik Wanita itu, serta dirinya yang memegang dadanya.


Antonio menghembuskan nafasnya lalu berkata,


"...tenang saja! Aku tidak akan melakukan apapun. Aku hanya akan mengantarmu ke bandara.." ucapnya menenangkan Wanita di belakang.


"..Bandara!" gumamnya tak percaya.

__ADS_1


"Iya, aku akan mengantarmu ke Bandara. Bukannya kamu ingin pulang ke Negaramu.." ucap Pria itu kembali.


"...iya, aku mau pulang.." jawabnya.


"..tapi bagaimana...b barang-barangku?" tanyanya mengingat pasport, Visa dan barangnya yang lain masih ada di hotel.


"Aku sudah mengambil semua barang-barangmu di hotel tersebut.." jawab Pria itu dengan tatapan masih lurus ke depan.


Aleisha yang akhirnya akan kembali ke Indonesia, tempat lahirnya dan Negara tercintanya. Dia lantas menyunggingkan senyum.


Bibirnya kembali melafalkan pujian pada penciptanya yang menolongnya melalui Pria di depannya saat ini.


Matanya mengeluarkan buliran bening yang jatuh ke pipi putih halusnya.


Antonio yang berada didepan, melihat kearah sosok di belakangnya. Dia memperhatikan sosok itu yang menangis.


Lalu matanyapun tak sengaja bertemu dengan mata Aleisha. Diarahkan iris matanya kearah bibir Wanita itu menggerakkan bibirnya.


"Thank you!" serunya yang lalu tersenyum tipis.


Antonio menelan salivanya, dia merasa dadanya sedikit berdebar melihat sosok di belakangnya. Lantas Pria itu segera mengalihkan pandangan melihat ke depan.


* * *


Sampai di Bandara, Aleisya di antar oleh Antonio sampe tempat untuk menunggu.


Pria itu mengatakan, pesawatnya akan terbang satu setengah jam lagi.


"Baiklah, saya pergi.." ucap Pria itu.


"..terimakasih, Tuan.." ucap Aleisya kembali. Pria itu hanya menganggukan kepala dengan wajah datarnya.


Saat Pria itu akan berbalik pergi, Aleisya ingin memberikan tanda terimakasih. Tapi dia tak memiliki apapun yang bagus


Lalu matanya berhenti pada benda yang berbunyi di tas rajutannya.


"Tuan!" panggil Aleisya yang berlari kecil menghampiri Pria itu.


Pria itu mengerutkan dahi, dia tak tau mengapa Wanita menghentikannya.


"..saya benar-benar berterima kasih atas bantuannya dan...." Aleisya menyodorkan benda di tangannya.


"Saya hanya bisa memberikan ini. Ini merupakan gantungan ke sayangan saya.." sambungnya.


Antonio lalu menerimanya, dia memperhatikan gantungan berbentuk beruang itu. Dia lalu menggerakkan tangannya menunjukan dia menerimanya, tetapi benda itu malah membunyikan suara kerincing.


Tanpa berkata, Pria itu pergi meninggalkan sosok Wanita di belakangnya. Dilihatnya benda ditangannya lalu memasukkannya ke dalam saku jasnya.


# # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM


__ADS_2