Love In Italia

Love In Italia
Don't judge a book by its cover


__ADS_3

Don't judge a book by its cover


Happy Reading!!!


Di ruang Istirahat


"Kalian tau, tadi aku abis dari toilet terus ngeliat anak baru itu masuk ke ruang istirahat.." ucapnya, Wanita berkerudung biru laut itu.


"Bisa-bisanya dia istirahat duluan.." lanjutnya dengan kesal.


"Pantas tadi, aku gak lihat dia di ruang VIP maupun melayani tamu.." timpal Wanita berambut di kuncir kuda.


Cklek


"...kalian sudah sholat?" tanya Nur yang baru masuk ruangan bersama Wanita berkerudung merah marun.


"..ini baru mau sholat.." balas Wanita berambut di kuncir kuda.


"Yasudah, ayo kita sholat dulu. Setelah itu, baru kita makan. Agar bisa bergantian dengan yang lain.." kata Nur mengingatkan.


Mereka berempat lalu sholat, setelah itu mereka makan makanan yang telah mereka bawa maupun beli.


"Kak Nur, kita tidak mengajak Aleisha untuk makan bersama.." ucap Wanita berkerudung merah marun.


"..ohh iya ya, yasudah biar kupanggil dulu.." katanya yang ingin beranjak.


"Tidak usah Kak, anak baru itu paling sudah makan.." ucap Wanita berkerudung biru.


"Tadi, sebelum merapikan ruang VIP. Aku lihat dia masuk ruang istirahat. Paling dia sudah makan duluan.." ucapnya.


Nur yang mengetahui tadi Aleisha yang memang izin lantas berfikir mungkin Aleisha memang sudah makan.


"Parah bangat ya dia, istirahat duluan. Padahal seniornya saja belum.." julid Wanita berkerudung biru laut.


"...tapi, tadi aku kasian dengannya. Saat kalian merapikan ruang VIP, Wanita itu melayani tamu.." ucap Wanita berkerudung merah marun.


Para Wanita di depannya lalu menatap ke arah Wanita itu.


"Karna pakaian gamisnya, dia mendapat cemohan dari kedua orang itu. Terutama dari si Wanita.." beritahunya.


"Sudahlah, biarkan saja dia. Biar dia rasain!" balas Wanita berkerudung biru laut.


"..Susi!" Tegor Nur.


"Sudah, ayo lanjutin makan. Kita harus bergantian dengan yang lain!" serunya mengingatkan kembali.


* * *


Tepat jam lima, karyawan yang masuk pagi lantas bersiap untuk pulang.


Di ruang ganti, Aleisya memegang perutnya. Dia sangat merasa lapar, karna terakhir makan tadi pagi saat berangkat naik bus.


Tapi, melihat jam sudah menunjukan pukul setengah enam kurang. Dia lantas memilih makan di Bus kembali karna sehabis Isya, dia akan mengajar anak ngaji.


"Kak Nur dan teman-teman. Saya balik duluan ya.." pamitnya ke arah para Wanita yang duduk untuk istirahat itu.


"..tidak istirahat dulu.." ucap Wanita berkerudung merah marun.


Al lalu membaca nama tage Wanita berkerudung warah marun itu. "...tidak, Nazwa.." balasnya.


"


.yaudah, kamu hati-hati ya.." kata Nur sambil tersenyum.


Begitu juga teman lain yang melambaikan tangan ke arah Aleisya kecuali Wanita berkerudung biru laut yang tak begitu peduli.


"Assalamu'alaikum.." salamnya.


"Wa'alaikumsalam.." jawab orang di ruangan itu.


Seperginya Wanita bergamis itu, Wanita berkerudung biru menatap kesal ke arah pintu.


# # #


Tak terasa, sudah tiga minggu Aleisha bekerja di Restaurant itu.


Selama bekerja dia merasakan hal sama saat pertama kali bekerja sebagai OB di perusahaan sebelumnya.


Ada beberapa Karyawan yang menyukai sikapnya, tetapi ada juga yang tak suka akan keperibadiannya.

__ADS_1


Padahal dia hanya melakukan hal biasa, seperti saat menjadi OB. Rajin dan ramah, tetapi hal tersebut malah menjadi cemohan bagi beberapa orang yang tak suka dengannya.


"Aku gak suka sama dia!" ucap Susi yang melihat ke arah sosok Wanita bergamis yang sedang membersihkan meja.


"...kenapa memangnya, bukannya dia sangat rajin dan sangat ramah?" timpal Wanita berkerudung di sebelahnya bernama Salsa.


"..kelihatan bangat, dia lagi cari muka sama Pak Baim.." balasnya yang masih menatap Wanita di depan.


"...cari muka gimana? Aku enggak melihat dia seperti itu.." timpal Salsa.


"Kamu belum tau aja!" serunya tak mau kalah.


Salsa hanya menggelengkan kepala, melihat teman satu profesi dengannya.


"Paling dia, sudah tau kebiasaan Restauran ini!" serunya melihat ke arah Salsa yang menatap dirinya bingung.


"Apa kamu lupa? Beberapa karyawan terbaik, setiap tahunnya pasti akan di biayai jalan-jalan ke luar Negri?" lanjutnya.


"..oh iya ya. Restauran ini punya kebiasaan itu.." tanggapnya yang benar lupa kebiasaan Restauran.


"..tapi, bukannya dia baru. Mana tau kebiasaan Restauran ini!" timpal Wanita itu balik.


"...siapa tau, dia sudah tau atau ada yang memberi tahunya.." balas Susi segera.


Susi lalu terdiam, dia mengalihkan pandangannya kepada topik sosok yang menjadi topik pembicaraan.


Wanita bergamis yang selesai membereskan meja mendekat ke arah dua Wanita yang mengobrol.


Tetapi Wanita berhijab biru yang bernama Susi malah pergi saat sosok Wanita itu telah dekat.


Aleisha yang tentu sangat menyadari sikap terang-terangan Wanita tadi hanya tersenyum tipis.


# # #


Setiap makan siang, Restauran pasti selalu ramai. Para pegawai tak henti bergantian melayani tamu yang berdatangan.


"Aleisya, tolong bawakan makanan ini ke meja nomor tujuh.." ucap seorang koki.


"Aleisya, tolong bersihin meja yang ada di pojok. Aku mau ke kamar mandi.." ucap pelayan lain.


"Aleisya..."


Dan beberapa perintah lainnya yang membuat Aleisya tak hentinya bekerja. Kakinya terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain.


Nazwa yang melihat merasa kesal, padahal masih ada pegawai yang masih sempatnya istirahat di saat pegawai lain bekerja keras.


Nazwa yang ingin membersihkan meja, melihat Susi yang duduk sambil memainkan HPnya.


"Susi, tolong bantuin Aleisha. Kasihan dia, daris tadi belum istirahat.." beritahunya pada Wanita berhijab itu.


"Udah biarin aja, lagian sok rajin.." balasnya yang masih tetap duduk tanpa mengalihkan pandangan ke arah lawan bicaranya.


Nazwa merasa kesal mendengar tanggapan Wanita itu. Dia lantas menarik nafas lalu membuangnya perlahan.


"Yaudah kalau gitu, kamu mau bantuin aku!" ucapnya kemudian.


"Oke!" balasnya yang lalu menyimpan HPnya. Dia beranjak dari duduk mengambil alih alat kebersihan yang ada di tangan Nazwa.


"Kamu bersihin meja disana ya. Aku bantuin Aleisha.." ucapnya yang segera berjalan kearah Aleisya yang sedang merapikan piring.


Susi yang di tinggal lantas mengerutkan alis ke arah Wanita berhijab yang meninggalkannya.


"Aleisya mari saya bantu!" seru Nazwa yang mengangkat piring yang ingin Aleisha bawa.


"...makasih Kak Nazwa.." balas Aleisha yang tersenyum lembut.


Aleisha lantas segera melap meja yang piringnya telah di angkat.


Usai membersihkannya, Aleisha berjalan ke arah bangku tempat pegawai duduk untuk sekedar istirahat.


Merasa kakinya terasa pegal, Dia lantas memilih duduk.


Baru saja duduk sejenak, seorang Koki berumur tiga puluh tahun. Melihat sosok Aleisha yang duduk.


"Aleisha.." panggil Koki yang membawa nampan berisi makanan.


"Tolong kamu bawain ke meja nomor lima belas.." pintanya.


"..baik Kak.." balas Aleisha segera. Dia lalu menjulurkan tangan mengambil nampan.

__ADS_1


Tiba-tiba tangan lain, mengambil alih nampan tersebut.


"Biar aku saja yang antar.." timpal Nur sambil tersenyum ke arah Aleisha.


"Kamu istirahat dulu saja, daris tadi kamu belum duduk.." ucapnya yang menatap ke arah Aleisha.


"..makasih Kak.." ucapnya yang di angguki Wanita berhijab itu.


* * *


Sorenya, Nur menghampiri ruangan Pak Baim. Dia meminta izin untuk menutup Restauran sebentar, karna ada sesuatu yang ingin di bahas.


"Ada apa Kak mengumpulkan kita?" tanya Pria berumur 30 tahun yang merupakan koki di restauran itu.


"Iya, kenapa Ba.." timpal Susi.


"Saya disini hanya ingin membahas sesuatu.." beritahunya.


Wanita berumur tiga puluh enam tahun itu lantas mulai bercuap-cuap yang di dengar oleh semua pegawai.


Cuap-cuapan yang di pendamnya sebelum, sosok yang di bahas saat ini datang.


S


T


O


R


R


Y


"Sebenarnya, hanya masalah sepele ini saya tak ingin mengumpulkan kalian. Tapi, satu kejadian yang membuat Kita harus membahas ini.." ucap Wanita itu.


Nampak wajah para pegawai yang penasaran dengan kejadian yang di maksud Wanita berhijab itu.


"Secara langsung, saya mendengar ada yang berkata.."


"Memang kamu doang yang capek, kita semua juga capek. Kalau gak mau capek gak usah kerja sana.." katanya mengulang perkataan orang itu.


"..dan yang paling membuat saya sedih, dia kembali berkata. Kerja sebentar doang cape, dasar pemalas.." ucap Nur dengan dada yang sesak.


Ada beberapa pegawai yang bertanya-tanya siapa orangnya dan ada juga pegawai yang terdiam.


Nur menarik nafasnya dalam lalu mengeluarkannya perlahan.


"Kejadian seperti ini, bukan kali ini terjadi. Sebelum-sebelumnya juga.." ucapnya sambil menggelengkan kepala.


"...sebagai sesama pegawai, seharusnya kita bekerja bersama-sama. Saling membantu, jika ada pegawai lain yang capek atau memerlukan bantuan.."


"Jangan mementingkan ego masing-masing. Dan juga jangan hanya membantu teman atau yang dekat dengan kalian.." lanjutnya.


"Tapi, bantu siapa saja.." Ucapnya sambil menekan perkataannya.


"Dan terakhir, ke suksesan Restauran ini tentu ada di tangan kalian.." ucapnya menyemangati para pegawai.


Rapat dadakanpun usai, para pegawai mulai kembali bekerja.


Dalam rapat itu, tentu ada yang menerima dan ada juga yang tidak.


Nur, bisa mengetahuinya dari ekspresi para pegawai yang bermacam-macam.


Setidaknya, dia sudah memberitahu orang-orang itu.


Jika seterusnya akan bersikap, demikian. Maka yang turun tangan bukanlah dirinya, melainkan Baim.


# # # # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM

__ADS_1


__ADS_2