Love In Italia

Love In Italia
Keluarga


__ADS_3

Keluarga


Happy Reading!!!


"Sekarang kalian bisa istirahat! Jika kalian ingin pergi. Mintalah pada Maneger hotel, supaya menyiapkan mobil itu kalian.." beritahu Alano.


"...berarti, setelah ini jam bebas kita!" seru Radi antusias.


"Betul sekali.." angguknya mengiyakan perkataan Bosnya.


Lantas mereka senang, akhirnya mereka bisa ke tempat yang mereka inginkan. Walau sebenarnya ada rasa sedih, karena jika ingin sesuatu mereka harus merogoh kantung sendiri. Pasalnya selama beberapa hari bersama Bosnya itu, mereka sering sekali di trantir.


"Baiklah, saya ke kamar dulu. Nikmati waktu kalian di Kota Roma!" senyumnya yang lalu melambaikan tangan menuju kamar.


"Aku juga mau istirahat dulu, cape bangat.." timpal Rini sambil memukul pelan pundaknya.


"Yasudah, kita istirahat dulu.." ucap Radi yang diangguki yang lain.


"Ayo ke kamar!" ajak Salsa ke arah Wanita berhijab panjangdi sebelahnya.


"Ayo!"


* * *


"Aaaaahhhh MasyaAllah enaknya.." ucap Aleisha yang akhirnya bisa merebahkan tubuhnya.


"Enak! Emangnya makanan.." ledek Salsa yang di balas cengiran oleh Wanita itu.


Selama hampir lima hari ini, mereka pergi ke beberapa kota di Italia. Disana mereka mengunjungi tempat-tempat wisata yang tentu terkenal. Disana mereka mengunjungi kota Venice, Milan, Florence, dan Napoli.


Walau sangat capek dan melelahkan, tetapi semua terbayar dengan pengalaman dan pemandangan yang mereka lihat dan rasakan. Tentu tak lupa mereka abadikan, sebagai kenang-kenangan.


Walau ini kedua kalinya bagi Aleisha ke Negara ini. Tetapi perjalanannya saat ini jauh lebih luas di banding saat itu. Karena perjalanan saat ini pergi menuju kota lain tak hanya sekedar di Kota Roma saja.


Aleisha lalu melirik ke arah Salsa yang sedang membongkar kopernya yang terlihat sangat sesak.


Dia lalu beranjak dari kasur yang kemudian ikutan duduk di lantai.


" Oleh-olehmu banyak juga ya.." ucap Aleisha yang melihat banyaknya benda-benda yang masih di bungkus plastik transparan.


"Begitulah, saat tau aku sedang berada di luar Negri. Saudaraku langsung berbondong-bondong meminta oleh-oleh.." katanya menghela nafas.


"Aku sebenarnya tak masalah untuk membawa oleh-oleh tapi.." ucapnya yang tenhenti.

__ADS_1


"..tapi, apa!?" ucap Aleisha.


"Pasti kamu kaget! Mereka, minta aku bawa pulang perahu air yang kita naiki saat berada di San Marko. Seandainua hanya gantungan tentu tak masalah, tetapi mereka minta bentuk nyata dari perahu besar itu. Kalau saja perahunya bisa aku lipat lalu muat masuk ke dalam koper tidak masalah, malah perahunya udah gede kokoh pula.." gelengnya yang kembali mengingat permintaan anak dari pamannya yang masih kecil.


"Hahaha unik sekali sepupumu. Bisa-bisanya dia minta perahu betulan.." kekeh Aleisha.


Salsa manggut-manggut setuju dengan perkataan Wanita itu.


"Tapi, ada satu lagi yang paling membuatku geleng kepala. Kamu percaya apa enggak, mereka memintaku membawa PIZZA dan juga ICE CREAM yang terkenal di kota Napoli.." lanjutnya yang lalu menepok jidat.


Mendengar itu Aleisha kembali tertawa. Menurutnya, keluarga Salsa sungguh unik dan terlihat hangat dan menyenangkan. Tidak dengannya yang tak punya kerabat dan juga orang tua kandung. Walau begitu dirinya merasa bersyukur memiliki keluarga di panti. Dari mereka, Aleisha mendapat kehangatan keluarga.


* * *


"Kalian mau jalan kemana?" tanya Alano pada para Pegawainya yang sudah bersiap pergi


"Kita mau ke Piazza Novano, Pak.." jawab Raju sambil tersenyum.


"Bapak ikut bareng kita kan!?" Ucap santi yang segera menghampiri Pria tampan itu.


"..sepertinya kalian saja yang pergi, Bapak disini saja!" tolaknya secara halus.


"Yaahhh!" seru Santi dan juga Tina bersamaan.


"Iya, kalian hati-hati ya. Perginya bareng-bareng, jangan sampai ada yang ketinggalan!" senyumnya kearah mereka.


"Hahaha iya Pak, tenang saja!" seru Raju yang melirik kearah Aleisha yang menyengat kuda.


Mereka semua lantas tertawa bersama. Lain hal dengan Santi dan Tina yang mencemoh kearah Aleisha.


Ditempat lain, di sebuah bangunan yang terlihat luas dan mewah. Terdapat mobil yang kian malam semakin memenuhi parkiran di depan bangunan tersebut.


Suara musik dan dentuman terdengar jelas keluar ketika pintu terbuka.


Saat masuk, berbagai wewangian yang bercampur menjadi satu seketika menyeruak masuk kedalam Indra penciuman. Jangan lupa dengan ciri khas minuman yang menemani masing-masing orang.


Di salah satu ruangan ekslusif, terdapat beberapa Pria berjas. Mereka terlihat menyepakati sesuatu.


Usai berjabat tangan, seorang Pria berjas dan juga dua anak buah dibelakangnya pamit keluar ruangan.


Seperginya ketiga Pria itu. Satu-satunya Pria yang mengenakan pakaian santai, menegak habis air yang ada di dalam gelasnya.


"..setelah ini, apa ada pertemuan lagi?" tanyanya kearah Pria berjas di sebelahnya.

__ADS_1


"Tidak ada Tuan.." jawabnya.


"Kalau begitu, aku pulang.." ucapnya yang segera beranjak dari sofa.


"Baik Tuan, saya akan mengantar anda.." balas Pria berjas itu yang segera berdiri.


"Kamu tidak perlu mengantarku. Aku diantar oleh mereka saja!" tunjuk Pria berbaju santai kearah para pengawal yang sejak tadi berdiri dibelakang mereka.


"Lakukanlah hal yang kamu inginkan malam ini!" perintahnya yang lalu keluar dari ruangan itu.


"Baik, Tuan Dominic. Terimakasih.." bungkuknya sopan.


Dominic lalu keluar dari ruangan tersebut. Baru beberapa langkah keluar, beberapa Wanita memakai baju kekurangan bahan nampak berjalan kearahnya.


Dengan centil Wanita itu ingin menggoda Dominic, tapi sayangnya mereka tak bisa karena Pria berjas yang menghalaunya.


Karena merasa kesal di halangi, Wanita itu memasang muka judes pada Pria itu. Dia lalu berjalan, melewati para Pria itu kemudian memasuki ruangan yang terdapat Antonio.


Walaupun dalam hal sifat, mereka tak jauh berbeda. Yang tak lain sama-sama dingin. Tetapi, Antonio masih membutuhkan yang namanya Wanita untuk menyalurkan hasratnya. Dia membutuhkan mereka untuk menghangatkan ranjang.


Lain hal dengan Dominic, Pria itu tentu memiliki hasrat yang sangat besar pada Wanita. Tetapi, dia bisa menahannya. Karena setiap kali dia didekati Wanita, dirinya selalu teringat akan sosok Ibu yang sangat di satanginya.


Hal tersebut, membuatnya tak bisa menyentuh Wanita sembarang. Ditambah, dirinya juga merasa mual ketika Wanita yang mendekatinya menggunakan wewangian layaknya bau kemenyan.


Diluar, mobil hitam ceper sudah terparkir menunggu dirinya. Para penjaga bangunan itu, membungkukkan tubuh mendapati sosok itu lewat.


"Silahkan, Tuan.." ucap pengawalnya yang membukakan pintu mobil.


Dominic hanya berdehem lalu memasuki mobil. Tak lama mobil berjalan meninggalkan pintu depan bangunan itu.


Saat melihat kearah jendela. Matanya tak sengaja mendapati sosok Pria yang berjalan.


"Bukannya dia!?" batinnya yang lalu terdiam.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE, UHIBBUKI dan Cerpen yaaaaaaaa❤️👍


Tekan like 👍, koment 😆berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM❤️❤️❤️


__ADS_2