
Dua bocah dan Tamu menyeramkan
Happy Reading!!!
Jika hari biasanya ramai karena pegawai katoran, tetapi jika hari libur akan ramai oleh keluarga. Membuat Resto setiap harinya di padati pengunjung.
Seperti siang menjelang sore ini, Aleisha yang mendapat shift sore datang lebih cepat.
Dari luar, halaman Retso di padati dengan kendaraan beroda empat maupun dua. Yang tentu Roda dua milik pegawai.
Wanita itu lantas segera masuk. Dilihatnya semua pegawai nampak sibuk. Silih berganti melayani tamu yang tiada hentinya.
Saat akan berjalan ke ruang ganti. Aleisha mendapati teman Pegawai Wanitanya sedang mengambil alat pembersih meja.
Lalu datang dari arah lai seorang Pegawai Wanita. Mereka lalu berbicara dengan Wanita itu.
"Kari, bisa minta tolong layani Keluarga yang ada di taman belakang. Perutku mules.." kata Wanita bernama Rini itu. Dia memegang perutnya yang merasa angin berputar-putar di dalam.
Sebelum Wanita bernama Kari berbicara. Wanita bernama Rini sudah pergi terlebih dahulu.
Mau bagaimana lagi, dirinya harus melayani tamu itu.
Dia yang sudah mengambil alat kebersihan lantas di letakan kembali.
"..Aleisha sudah datang!" kagetnya yang melihat Wanita itu sudah ada di dekatnya.
"..iya Kak.." angguknya.
Wanita bernama kari nampak berfikir sejenak. Lalu kembali melihat Wanita bergamis itu.
"...Aleisha, maaf ya. Kakak tau ini belum jam kerja kamu, tapi bisa Kakak minta tolong.." pintanya dengan wajah memelas.
"..boleh Kak, mau minta tolong apa.." senyum Wanita itu.
"..tolong layani tamu keluarga yang ada di taman belakang ya.." pintanya mengulang perkataan Rani.
"..iya, Kak.." angguknya.
"Tunggu ya.." ucapnya yang berjalan ke arah meja lain.
Tak lama dia datang kembali dengan buku menu, pulpen dan buku untuk mencatat pesanan.
"Ini sudah Kakak ambilkan," berinya ke arah Wanita bergamis itu.
"Terimakasih, Kak.." ucap Aleisha.
"Seharusnya aku yang berterima kasih sudah di bantu.." ucap Wanita itu.
"Makasih ya," ucapnya kemudian.
"Sama-sama.." balasnya Wanita bergamis itu.
Selesai itu, Aleisha segera berjalan ke arah taman belakang.
Disana, dia mencarinya tamu yang mejanya terlihat masih kosong.
Di dapatinya tamu itu berada di meja yang bangkunya lesehan.
Di langkahkan kakinya menghampiri tamu itu.
"Assalamu'alaikum, Ba.." salam Aleisya pada sosok Wanita bercadar itu.
"Wa'alaikumsalam.." jawabnya yang kemudian melihat ke arah Aleisha.
"Ini menunya Ba.." ucap Aleisha sambil menyodorkan buku menu.
"..iya terimakasih.." terimanya dengan tatapan bingung.
Wanita bercadar itu memperhatikan Pelayan di depannya kemudian melirik ke arah Pelayan lain yang memiliki pakaian berbeda.
"Mama, Arsyad mau pipis.." ucap anak laki-laki yang ada di samping Wanita itu.
"..Arsyad mau pipis.." tengiknya ke arah bocah itu yang menganggukan kepala.
"..Rosyad juga, Ma.." timpal bocah sekel di sebelahnya.
Wanita bercadar itu tersenyum ke arah bocah kembar di sebelahnya.
"Ayu, Mama temani ke kamar mandi.." balas.
Kemudian Wanita itu, melihat ke arah Pelayan di depannya.
"Ba, maaf ya. Saya pesannya nanti. Soalnya anak saya mau ke kamar mandi.." ucap Wanita bercadar itu tak enak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Bu.." angguk Aleisha sambil tersenyum.
Dilihatnya Wanita bercadar itu yang nampak rempong. Bagaimana tidak, dia harus menggendong kembali bayi laki-laki yang sedang tiduran. Di tambah barang-barangnya yang terdapat dua tas.
"Ba, boleh saya bantu untuk mengantar anaknya ke WC.." kata Aleisya lembut
Wanita itu melihat ke arah Pelayan di depannya sejenak.
"..apa tidak merepotkan, Ba.." balas Wanita itu.
"Tidak kok Ba," gelengnya pelan.
Wanita bercadar itu lalu melihat ke arah dua bocah di sebelahnya.
"Arsyad, Rosyad. Kalian ke WC sama Ba, oke.." beritahu Wanita itu ke arah dua bocah itu.
"Iya, Ma.." angguk kedua bocah itu.
Dua bocah itu lalu turun kemudian mengenakan sepatu sendalnya masing-masing.
Di antarnyalah dua bocah itu ke WC. Dari belakang Aleisya menatap ke arah ke dua bocah lucu itu. Mereka tiada hentinya berceloteh berduaan.
"Ini WCnya.." tunjuk Aleisya ke arah WC cewe.
"..Itu WC cewe. WC cowok yang ini, Ba.." tunjuk ke arah WC cowo yang ada di sebelah WC cewe.
"..iya, itu WC cowo. Tapi kalian bisa sendiri di dalam.." ucap Aleisya karena tujuannya memberikan WC cewe supaya dia bisa membantu jika dua bocah itu tak bisa.
"Bisa, Ba. Kita sudah besar, masa ke WC di temenin.." balasnya bicah bernama Arsyad.
"..yasudah, kalau begitu Ba tunggu di sini ya.."
Mereka menganggukan kepala lalu masuk ke dalam WC.
Di depan, Aleisya nampak malu dengan bocah lucu itu.
Tik tok tik tok
Aleisya memperhatikan ke arah WC laki-laki, dia tak mendapati sosok bocah kecil itu ke luar.
"..apa terjadi sesuatu di dalam?" batinnya.
"Astagfirullah, mungkin mereka buang air besar makanya lama.." gelengnya yang kemudian terdiam.
"Apa mereka bisa!?" serunya dalam hati kembali.
Tapi dirinya penasaran apa dua bocah itu bisa melakukannya sendiri.
"..Arsyad sama Rosyad, bisa?" tanya Aleisha pelan.
"Bisa kok Ba, cuman tinggal siram aja.." balas Arsyad.
"Iya kan Rosyad.." lihatnya ke arah bocah kembar sebelahnya.
"Iya," balas bocah sekal itu.
"..terus kalian bisa istinjak(cebok).." ucapnya pelan.
"Bisa, Ba. Kita kan cuman pipis bukan buang air besar.." balasnya.
"Kalaupun buang air besar kami juga bisa, tapi Mama tetap mengulangnya.." ucap bocah itu yang berbicara layaknya orang dewasa.
"..kalian buang air kecil, Ba kira kalian buang air besar. Tapi kok lama.." malu Al yang sudah asal nebak.
"..kamar mandi ada orangnya.." balas Rodyad yang di angguki Arsyad.
"Kalian buang air kecil di kamar mandi.." tanya Aleisha kembali.
"Iya, mama ngajarin pipis di kamar mandi sambil jongkok.." balas bocah bernama Rosyad.
"Kata Mama kalau pipis sambil berdiri nanti pipisnya gak tuntas sama air pipisnya jatuh ke celana.." jelas bocah sebelahnya.
Aleisha menganggukan kepala. Baginya ini merupakan didikan yang bagus. Karena sedikit, bocah laki-laki yang di ajari Ibunya buang air kecil jongkok. Pasti mereka akan mengajarinya sambil berdiri dan tanpa di basuh air. Baginya mereka itu biar gampang, padahal anak tersebut masih membawa najis bekas air seni.
Mereka kembali berjalan ke taman belakang, tetapi tiba-tiba dua bocah itu berhenti ke hadapan pintu Resto.
"Ada apa?" tanyanya yang menundukkan badan ke arah bocah.
"Ada Papa.." tunjuknya ke arah Pria yang berjalan ke arah pintu Resto.
"..kalian kesini sama Papa.." tanyanya yang di angguki dua bocah itu.
"Papa abis beli pempes buat, Rido.." beritahu Arsyad.
__ADS_1
Aleisha menganggukkan kepala mengingat bocah bayi yang di gendong Wanita bercadar tadi.
"Ayo samperi Papa.." ajak Aleisha yang di angguki dua bocah itu.
Tap tap tap
Di dongakkan kepalanya melihat ke arah Pria yang baru memasuki Resto, Pria tinggi besar yang wajahnya tertutup masker. Dia juga mengenakan jaket menutupi tubuhnya.
"Itu Papa kalian.." tunjuknya ke arah Pria tinggi besar itu.
Dua bocah itu menganggukkan kepala mengiyakan.
Sampai di depan Pria tinggi besar itu، Aleisha tersenyum, dia lalu melihat ke arah bocah yang ikutan mendongak ke arah Pria di depan.
"Ba, ini siapa?" tanya Arsyad yang merasa takut.
"Ini, Papa kalian kan.." ucap Aleisha.
Kedua bocah itu menggelengkan kepala, mereka lalu mengumpet ke belakang Aleisha karena merasa takut.
"..Arsyad, Rosyad kalian sedang apa disini.." ucap Pria tinggi yang ada di belakang Pria itu.
"Papa!" seru dua bocah itu yang langsung memeluk kaki Pria berambut sebahu itu.
Aleisha terdiam, dia lalu kembali mendongakkan kepala ke arah Pria tinggi besar di depannya.
Tatapan Pria itu nampak tajam melihat ke arahnya.
"..maafkan saya, Tuan.." ucapnya menundukkan kepala lalu bergeser agar Pria itu bisa lewat.
Sepertinya Pria tinggi besar itu. Ke dua bocah segera melepas pelukan dari Kaki Papanya.
"Paman itu seram sekali!" seru Arsyad yang di angguki Rosyad. Tanpa sadar Aleisha juga menganggukkan kepala.
"Arsyad, Rosyad kalian sedang apa disini. Kenapa kalian tinggali Mama.." ucap Pria itu ke arah bocah kecil itu.
"..kami dari kamar mandi, di temani Ba ini.." ucap Arsyad sambil menunjuk ke arah Wanita bergamis di depan.
Pria yang di panggil Papa itu menatap curiga ke arah Aleisha. Dia lalu menggandeng tangan dua bicah itu. Lalu membawanya ke taman belakang.
* * *
"Ini saja pesanannnya, Ba.." ucap Aleisha ramah.
"Iya, Ba.." balasnya sambil tersenyum.
"Baik, Ba. Saya permisi," pamitnya yang lalu meninggalkan keluarga itu.
Sepertinya Wanita Pelayan itu, Wanita bercadar melihat ke arah suaminya.
"Papa, kok mukanya dingin sekali ke Pelayan tadi. Dia tadi bantu Mama buat temenin Arsyad sama Rosyad ke WC.." ucap Wanita itu ke arah suaminya.
"Papa cuman curiga saja, jika dia Pelayan kenapa pakaiannya berbeda.." balas Pria itu.
"Terus tadi, dia membawa anak kita ke arah pintu keluar.." lanjutnya.
"Ke arah pintu!" ulang Wanita itu yang di angguki suaminya.
Wanita itu lalu melihat ke arah dua bocah itu yang sedang bermain dengan adiknya.
"Arsyad, Rosyad!" Panggil Wanita bercadar itu yang segera mendapat tolehan dari kedua bocah.
"Kalian tadi ke arah pintu keluar untuk apa?"
"..soalnya lihat Papa.." jawab Rosyad senyum.
"Tapi, Ba tadi salah. Masa Papa kita yang seram tadi.." timpal Arsyad yang di angguki Rosyad.
"Pria seram!" Ulang Wanita itu.
"Iya.." angguk mereka.
Wanita itu lalu melihat ke arah suaminya, meminta penjelasan.
"Tamu Resto, Ma. Dia Pria tinggi besar.." beritahu Pria itu.
# # #
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE
__ADS_1
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
Salam hangat SMIM