Love In Italia

Love In Italia
Bertemu Kembali


__ADS_3

Tekan favorite, like, vote and coment...


Bertemu Kembali


Happy Reading!!!


Jedag jedug jedag jedud jedag jedug


Suara alunan musik memenuhi ruangan seperti aula itu. Ada beberapa orang yang terlihat bergoyang sambil menikmati musik yang ada.


Ada juga yang sedang menikmati minuman sambil melihat orang-orang yang sedang bergoyang itu.


Di sudut tempat itu, seorang Pria terlihat bangun dari duduknya yang segera di ikuti Pria sebelahnya.


Mereka terlihat berjalan ke arah pintu keluar bangunan mewah itu.


"Tuan, kita kembali ke hotel?" tanya Pria itu ke arah Pria yang duduk di belakang.


"Tidak, kita pergi ke Resto kemaren!" jawabnya.


"..resto tempat saya menjemput Tuan Dominic?" tanyanya memastikan.


Pria dibelakang tak berkata hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"..dan panggil mereka berempat ke Resto itu!" serunya selanjutnya.


"Baik, Tuan.." angguknya.


* * *


Suasana Resto nampak sudah sepi. Hanya tertinggal para Pegawai yang mendapat shif sore.


Mereka terlihat membereskan meja.


"Sepertinya hari ini tidak ada tamu VIP!" seru Nazwa pada pegawai lain yang ada di sebelahnya.


"Iya sepertinya, soalnya Pak Baim belum mengabari kita untuk merapikan ruangan atas.." jawab Rahmi.


"Berarti malam ini bisa pulang ke rumah!" seru Dewi yang terlihat senang.


"Iya," setuju Aleisha yang rindu dengan kasur tipisnya di kontrakan.


Para Pegawai nampak sudah rapi dengan pakaian bebasnya. Mereka bersiap pulang dengan membawa tas.


"Yes, akhirnya besok waktu libur.." ucap Raju sambil mengangkat tangannya ke atas.


"Wahhh kamu enak bangat, kalau besok aku dapat shift pagi.." kata Dewi.


"Aku juga dapat shif pagi besok.." timpal Rahmi yang kemudian menghela nafas panjang.


"Kalau gitu mending kalian, eh maksudnya kamu Rahmi nginap aje, takutnya kesiangan hahahahaha.." ucap Beni dengan ketawa senang.


Rahmi menatap kesal ke arah Beni.


"Enggak deh, mana berani aku sendirian. Kalau ada temannya gak papa.." balas Rahmi kemudian.


🎶🎶🎶🎶🎶


Radi yang merupakan chef Resto itu melihat ke arah HPnya yang masuk tanda telpon.


Setelah berbicara beberapa saat dengan si penelpon dia segera berlari ke arah teman-temannya yang sudah siap menjalankan motornya.


"Teman-teman tunggu!" serunya memanggil orang yang sudah nangkring di atas motor.


Nazwa dan Aleisha yang berjalan kaki segera berbalik ke arah Radi. Begitu juga Raju, Beni, Rahmi dan Dewi yang naik motor.


"Ada apa dengan Radi?" tanya Beni pada Dewi yang di belakangnya.


Dia lantas mengarahkan motor kembali ke arah Radi yang berlari itu.


Begitu juga, Raju dan Rahmi yang menaiki motor berbeda.

__ADS_1


Sedang Nazwa dan Aleisha memang sejak awal berjalan di depan Radi.


"Pak Baim barusan telpon aku. Katanya sebentar lagi tamu VIP datang!" Jelasnya dengan nafas tak beraturan.


"Apa, seriusan kamu Rad!?" seru Beni tak percaya.


Radi menganggukan kepala mengiyakan ke seriusannya.


"..ayo kita masuk lagi, buat nyiapin ruangan atas.." ucap Radi kembali.


Beberapa di antara mereka, menghela nafas.


Mau tak mau mereka harus membatalkan waktu pulang untuk kembali bekerja.


Dengan bergegas, mereka kembali masuk ke Resto.


Tanpa mengganti baju, para pegawai Wanita dan Raju berjalan ke lantai dua.


Sedang Radi dan Beni berjalan ke arah dapur menyiapkan makanan ringan serta minuman pesanan tamu yang telah di kirim Baim.


"Siapasih tamu VIP yang datang?" kesal Dewi yang tak jadi pulang.


Nazwa dan Aleisha menggelengkan kepala tak tau.


* * *


"Ahhhh memang yang paling enak di kala lelah minuman serta Wanita.." ucap Booby dengan tangan kiri merangkul Wanita berpakaian ke kurangan bahan sedang tangan kanannya memegang minuman.


"Hahaha betul sekali Boob.." timpal Dario yang kedua tangannya merangkul Wanita.


"Bukankah begitu Albern!" serunya ke arah Pria itu yang tidak terlalu menikmati suasana.


"..ahhh hmm.." gumamnya dengan senyum tipis.


Booby yang melihat Albern tak terlalu menikmati lantas berkata, "Apa yang kamu pikirkan Albern, bersenang-senanglah.." ucapnya ke arah Pria itu.


Albern tak menggubrisnya, dia hanya merasa tak tenang saat ini.


"Katanya, dia ada urusan sebentar. Sudahlah nanti dia juga datang.." balas Booby.


Malam semakin larut, ketiga Pria itu terlihat sudah mulai terpengaruh dengan minuman di atas meja


Brak


Pintu di buka kasar, Alano melihat ketiga orang yang sejak tadi di telponnya tertawa-tawa dengan para Wanita.


"Ahhh kamu baru datang!" seru Booby dengan mata sayu.


"Kamu lama sekali, Alano!" timpal Dario yang kembali menyeruput minumannya.


"Ladies!" serunya ke arah para Wanita yang bajunya mulai berantakan.


Dengan gerakannyangan Alano memberikan instruksi agar mereka keluar.


"Hei mau kemana kalian.." ucap Dario yang tangan ingin di tinggal.


"Apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu menyuruh mereka keluar?" Kesalnya yang lalu bangkit dari sofa.


"Seharusnya aku yang tanya pada kalian. Kenapa kalian tidak mengangkat telponku.." ucapnya yang mulai kesal.


"Sudahlah, aku gak mau debat denganmu! Sadarkan diri kalian, Tuan Dominic ingin bertemu sekarang!" serunya pada ketiga orang itu.


Mendengar nama Dominic mereka membulatkan mata.


Bersamaan ketiga Pria menelan saliva.


"Minumlah ini!" sodornya tiga botol minuman kecil.


"Aku tunggu kalian di bawah!" serunya yang lalu meninggalkan tiga Pria itu.


Albern yang sejak tadi merasa tak tenang, lantas terbukti. Dia segera mengambil botolan itu lalu meminumnya.

__ADS_1


"Kalian tunggu apa lagi!" serunya ke arah dua Pria yang masih duduk.


* * *


"Hmmm sudah wangi dan bersih. Ayo kita turun .." kata Nazwa pada Aleisha yang mengecek kebersihan WC.


"Iya, Naz.." angguk Wanita itu.


Mereka lalu keluar ruangan lalu menutup pintu kembali.


Di bawah pegawai lainnya telah duduk, kecuali chef yang masih memasak di dapur.


"Eh eh tamunya udah datang!" tunjuk Dewi ke arah halaman yang terdapat mobil masuk.


"..hanya satu mobil saja.." ucap Rahmi.


"..iya sepertinya.." balas Dewi.


Dari luar mereka melihat dua sosok Pria yang turun dari mobil. Kemudian kedua orang itu berjalan ke arah pintu masuk.


Para Pegawai lantas segera berdiri menyambut dua Pria yang masuk ke dalam Resto.


"Selamat datang Tuan!" seru Pegawai Resto yang menundukkan kepala.


Kedua Pria itu lalu masuk ke dalam. Para Pegawai menatap ke arah Pria tinggi besar serta tampan yang lewat.


"Tampannya!" bantin para Pegawai Wanita.


Saat sosok itu mendekat mereka kembali bergumam pelan. "Tingginya!"


Jika di perhatikan, dua Pria yang barusan masuk. Terlihat jauh lebih tinggi di bandingkan Alano.


Salah seorang Pria yang berjas lalu berhenti di hadapan Pegawai yang berdiri.


"Alano sudah datang?" tanyanya menatap ke arah mereka bergantian.


Tatapan yang tajam lantas membuat mereka seketika menelan saliva.


"..belum, Tuan.." jawab Beni. Dia memberanikan diri menatap mata Pria itu.


"Baiklah," ucap Pria itu yang kembali melanjutkan langkahnya.


Mereka seketika bernafas lega.


Dia atas, Nazwa dan Aleisha yang ingin turun, kaget melihat sosok Pria yang sudah sampai ke lantai atas.


Kedua Wanita itu menundukkan kepala. Melihat sosok Pria tampan itu.


Saat akan melanjutkan turun ke bawah, mereka mendapati sosok Pria kembali.


Aleisha terdiam menatap wajah Pria itu. Dia sangat mengenal sosok Pria yang naik itu.


Begitu juga dengan Pria tampan yang diam sejenak saat matanya bertemu dengan sosok Wanita yang terpaku.


Tanpa sadar, Aleisha mengembangkan senyum manis ke arah Pria itu.


"Selamat datang, Tuan.." sambutnya.


Pria itu menelan saliva melihat senyum manis Wanita itu.


"Khmm.." Pria itu tak menjawabnya, dia hanya melewati Wanita itu.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM


__ADS_2