Love In Italia

Love In Italia
Ketinggalan


__ADS_3

Like, vote and coment.


Sorry, baru up. soalnya SMIM baru liburan jadi Ndak up. Terimakasih telah menunggu 😁😁😁


Ketinggalan


Happy Reading!!!


Istanbul Airport


Satu persatu pesawat landing di landasan udara Istambul airport. Akibat suasana di luar Bandara terlihat gelap dengan angin kencang terlihat dari gerakan air hujan yang terjatuh secara depth (miring).


Begitu juga pesawat yang di naiki Aleisha dan Pegawai lain. Yang mau tak mau mereka kembali transit di bandar udara tersebut. Bandara udara yang terlihat sangat luas, bagus serta mewah.


Hal tersebut, membuat ketujuh pegawai Resto segera berfoto di area tunggu.


Mereka juga berjalan-jalan melihat-lihat apa saja yang ada di Bandara.


"Ehhh kita beruntung bangat ya. Bisa transit di Bandara besar ini dan juga.." kata Santi yang terputus karena melirik Pria bule yang duduk tak jauh darinya.


"..ada Pria tampan yang ikut wisata kita.." lanjutnya dengan mata melihat ke arah Pria itu.


Rini yang ada di sebelah kiri Santi lantas berkata.


"Maksudmu Pak Alano!?" ucap Rini melirik sekilas ke arah Pria bule yang kemudian kembali melihat ke arah Santi.


Wanita itu terlihat menganggukan kepala mengiyakan.


"Iya sih, bisa di bilang beruntung juga. Biasanya Pak Baim yang selalu ikut perjalanan kita. Tapi, karena istrinya sedang hamil besar beliau tak tega meninggalkannya.." kata Rini mengingat ke jadian beberapa hari lalu.


"..kita ajak Pak Alano foto yuk!" lihatnya ke arah Rini dan juga Tina yang ada di sebelah kanannya.


"..boleh, aku juga mau foto sama Pak Alano hehehe.." jawabnya.


Mereka lalu beranjak dari duduknya, di dekati Pria bule itu yang sedang bermain dengan HPnya.


Santi, Tina dan Rini saling senggol saat mendekati Pria itu. Mereka meminta satu sama lain agar menyapa Pria itu.


"..Tuan Alano!" seru Rini yang akhirnya mengalah membuka suara.


"..iya.." balas Pria itu yang langsung mengembangkan senyum menanggapi ketiga Wanita itu.


"..boleh minta foto.." ucap Rini malu.


Sedang Santi dan Tina memberikan gestur seperti orang foto.


"..oh, boleh.." angguknya.


Pria itu lalu berdiri agar bisa berfoto dengan mereka.


Santi lalu meminta Raju agar memfoto dirinya dan kedua Wanita itu dengan pemilik Resto mereka.


Di sisi lain, Aleisha sedang duduk bersama Salsa. Wanita itu sedang berkelana di pikirannya.


Dia mengingat ke jadian seminggu sebelum berangkat.


Dirinya mengatakan kembali pada Baim. Dirinya sudah memikirkan tak bisa pergi keluar Negri. Pria itu juga menanyakan alasan dirinya tak bisa. Aleisha hanya mengatakan tak ingin pergi jauh-jauh.

__ADS_1


Pria itu malah membalas, "Sebaiknya, kalau masih muda nikmatilah ke hidupan terlebih dahulu dan pergilah mencari pengalaman.."


Wanita bergamis itu masih terdiam, mengingat kembali perkataan Pria itu.


"Memangnya aku terlihat seperti orang yang tak menikmati kehidupan? Tentu aku menikmati kehidupanku. Apa seharusnya aku mengatakan alasanku tak ingin ikut?" Gumamnya dalam hati.


"..kepada Penumpang pernerbangan XXX, agar bersiap-siap..." ucap seorang Pria dengan Bahasa Inggris yang fasih.


Kelompok Aleisha yang tak terlalu paham Bahasa Inggris hanya mengabaikan perkataan itu sedang Aleisha sendiri yang melamun tak mendengarnya.


Wanita bergamis itu lalu memegang perutnya yang sejak tadi terasa sakit.


"..Salsa.." panggilnya pada Wanita di sebelah.


"Iya, ada apa Aleisha.." ucap balik Wanita itu.


"Aku titip tas ya, aku mau ke toilet.." pinta Wanita itu yang di angguki Wanita berkerudung krem itu.


Di langkahkan kakinya ke arah toilet yang jaraknya lumayan dari bangku yang di dudukinya.


Didalam, dia cukup lumayan lama. Mengeluarkan hajat yang telah lama terpendam.


Akhirnya, setelah beberapa hari tak hajat besar. Walau dengan cara mulas-mulas sejak tadi.


"...ahhh leganya.." ucapnya usai keluar dari toilet.


Walau toilet tadi bersih dan tak bau, tapi baginya number one is WC jongkok.


Di arahkan kakinya kembali ke arah tempat duduknya. Dirinya yang kembali lapar, lantas mampir sejenak ke mini market. Tentu dirinya membayar dengan uang pemberian Alano pada masing-masing Pegawai, dirinya mendapatkan sekitar 150 TRY.


Aleisha sempat mencari berapa rupiah uang itu. Dirinya tak menyangka saat mengetahui sekitar 200 ribuan. Dengan mudahnya Pria itu memberikan dirinya dan pegawai lain duaratus perorang.


Apalagi Bandara yang biasanya, harga bisa hampir satu kali lipat atau dua kali lipat.


Dirinya kembali teringat perkataan Kak Nur dan Nazwa. Mereka mengatakan kalau dulu saat mereka pergi bersama Ba Misel entah itu kemana. Wanita itu sangat royal sedikit-dikit beli. Lalu Wanita bule itu tak hanya membeli untuk dirinya saja. Dia juga membelikan untuk Pegawai lain. Padahal Pegawai lain sudah diberi jatah uang.


Wanita itu melihat harga makanan yang tentu halal dan harganya tak melebihi uang yang di berikan Alano.


Usai mendapatkan sekitar tiga jenis makanan. Dirinya membayar di kasir.


Keluar Nini market, kembali kakinya mengarah ke tempat teman pegawainya yang menunggu.


Dari jauh, dia melihat bangku yang tadi di duduki dirinya dan yang lain. Tapi sayangnya sosok Pegawai lain tak terlihat. Bangku itu kosong.


Dirinya segera mempercepat langkah, dia tiba-tiba takut dan merasa was-was .


"..aku ingat sekali, disini tempatnya. Tapi mengapa kosong, tak ada siapapun.." batinnya yang mengingat tempat teman-temannya.." batinnya yang kembali melihat sekitar.


"..apa jangan-jangan mereka.." tidak Aleisha. Jika iya, bukannya kamu sudah mengatakannya pada Salsa.


Dirinya tak serta-merta diam. Dia berjalan ke bagian pemberitahuan jika dirinya ke tinggalan Pesawat.


Disisi lain, Salsa dan Pegawai lain sudah naik Pesawat.


"Raju, tolong dong angkatin tas ke kabin.." pinta Salsa pada Pria yang duduk di belakang kursinya.


"..Salsa, kamu mau dua tas ke sini.." ucapnya yang melihat tas satunya yang ada di tangan kanan Wanita itu.

__ADS_1


"Aku cuman bawa satu. Satunya punya.." Salsa terdiam. Tiba-tiba dia kembali teringat dengan sosok pemilik tas.


"Astagfirullah.." ucapnya seketika.


"Kamu kenapa, tiba-tiba istigfar?" tanya Pria itu bingung.


"Raju aku lupa. Aleisya tadi lagi ke kamar mandi.." beritahunya yang segera mencari sosok Aleisha yang tak ada.


Pria itu lantas menghampiri Alano yang duduk bersama Radi. Pria itu masih setia memegang layar pipihnya.


"Pak, Pak Alano. Maaf mengganggu.." ucapnya pelan pada Pria itu.


"Yes.." balasnya yang melihat ke arah Raju.


"..Aleisha, tidak.." ucapnya pelan dalam Bahasa Inggri yang terbata dan dengan gerakan tangan yang menyilang.


Awalnya, Alano mengerutkan dahi mendengar perkataan Pegawai serta gerakannya. Tapi saat paham seketika dia membulatkan mata.


Pria itu lantas berdiri lalu berjalan ke arah Pramugari.


"Ba.." panggilnya dengan Bahasa Inggris.


"Yes, ada yang bisa saya bantu.." balasnya dengan senyum manis.


"Salah satu Pegawai saya, ada yang belum naik pesawat ini. Bisa tolong tunggu sebentar.." jelasnya.


"Baik, Tuan. Siapa nama Wanita itu?" tanyanya ingin mengetahui nama Wanita yang tertinggal.


"..Aleisha!"


"..Ba Aleisha! Oke saya akan tanyakan ke bagian dalam Bandara.." ucap Pramugari itu.


Alano lalu kembali ke bangkunya. Dia memberikan kode pada Pegawai lain agar tenang.


Setelah Alano duduk, tak lama Pramugari tadi kembali datang. Dia mendekat ke arah Alano.


"Bagaimana, sudah ketemu dengan Ba Aleisha?" tanya Pria itu.


"Belum Tuan, tapi saya telah memberikan informasinya pada Banda.." beritahunya.


"..tapi, kita tak bisa menunggu sampai Ba Aleisha datang. Karena sudah saatnya terbang.." jelasnya.


"Nanti, Ba Aleisha akan menaik pesawat lain.." lanjutnya.


"..baiklah," angguk Alano dengan wajah yang mulai datar.


Pramugari itu lantas undur diri, tinggallah Alano yang mendapat tatapan dari beberapa Pegawai yang khawatir dengan Aleisha.


Saat akan bangkir dari duduknya, Alano menghentikannya karena Pesawat yang telah siap lepas landas.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE, UHIBBUKI dan Cerpen

__ADS_1


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM


__ADS_2