Love In Italia

Love In Italia
Pria bermata hijau


__ADS_3

Pria bermata hijau


Happy Reading!!!


Jika memang sudah di takdirkan bertemu, pasti tak dapat di elak.


Itulah yang saat ini Aleisha rasakan. Wanita itu terdiam, saat melihat ke arah Pria bule yang masuk ke dalam bangunan tempatnya bekerja.


Dia tak menyangka, mereka akan datang di siang hari. Padahal selama dirinya shif malam, mereka selalu datang tanpa kata absen.


Akhirnya metika dirinya mendapat shif pagi. Dia sangat bersyukur akhirnya tidak akan bertemu Pria bule itu. Tapi...


"Mengapa mereka datang di siang bolong!? Bukannya selama ini, shif pagi tak pernah ada tamu VIP?" batinnya sambil melihat ke arah Pria bule yang melewati dirinya.


Deg


Mata Wanita bergamis itu kembali bertemu dengan Pria beriris mata hijau.


Dia terdiam, mendapati Pria itu tersenyum ke arahnya sampai sosoknya menghilang ke lantai dua.


Seketika sekujur tubuhnya merinding. Dia tak paham maksud Pria itu menatapnya sambil tersenyum.


* * *


Di ruang VIP


"Lagi-lagi ke tempat ini! Tidak bisakah kita kumpul di tempat yang lebih asik!" seru Pria bule dengan rambut pirang serta mata berwarna coklat terang.


"Maksudmu.." tanya Alano yang lalu menarik bangku meja makan kemudian mendudukinya.


"Masa begitu saja kamu tidak paham.." decah Pria itu kesal membuat teman bulenya yang juga duduk di bangku meja makan tersenyuman.


" Ayolah Alano, dia menginginkan tempat yang terdapat Wanita seksi serta lampu yang kedap kedip!" beritahu Pria berambut hitam, dengan mata berwarna coklat tua.


Pria bule ber-iris mata coklat terang memberikan jempol pada temannya itu.


Alano menghela nafas panjang. Tentu dia paham maksud temannya. Dirinyapun merasa bosan, dengan tempat ini. "I know what do you mean. But, disini jauh lebih aman. Pihak keamanan tidak akan curiga dengan tempat ini.." jelasnya.


Mereka, para bule itu menganggukkan kepala paham. Tentu Resto ini jauh dari kecurigaan pihak berwenang.


Tapi, diri mereka yang biasa menikmati duniat malam meronta.


"Men, bagaimana kalau kita memanggil Wanita kemari. Agar tidak terlalu membosankan .." usul salah seorang Pria bermata coktlat terang lainnya.


"Aku setuju denganmu Daniel.." timpal Pria berambut pirang dengan mata coklat terang.


"..kalau tidak, bagaimana dengan pegawai Wanita yang bekerja di Resto ini? Bukankah ada beberapa di antara mereka yang menarik!" serunya sambil melihat ke arah Alano.


"..tidak bisa!" jawabnya.


"Lagipula, mereka pasti menolak menjadi Wanita murahan seperti itu!" pikirnya.


"Bagaimana kamu tahu, kalau mereka tak setuju.." ucapnya tak percaya.


"Mereka pasti mau, jika di tawarkan dengan bayaran mahal.." senyumnya.

__ADS_1


Alano menggelengkan kepala mendengar ucapan temannya ini.


Walaupun memang ada benarnya, jika di tawar dengan bayaran mahal pasti akan ada yang mau. Tapi, bagaimana yang tidak mau. Mereka pasti akan melapor ke pihak berwenang.


"Boby, jika dirimu ingin Wanita lebih baik sewa di luar. Itu jauh lebih aman.." sarannya yang membuat orang yang bernama Boby berdecih.


"Dan jangan lupa, tujuan utama kita sebenarnya!" serunya mengingatkan para Pria itu.


Pria bernama Boby lalu melihat ke arah Pria berambut coklat dengan mata berwarna hijau yang duduk di sebelahnya.


"Hei Albern, Kenapa diam saja sejak tadi?" tanya Pria itu.


Biasanya, diantara mereka semua. Albern yang paling mengebu membahas Wanita. Tapi saat topik membahas prihal itu. Dia tak bersuara sama sekali.


Tok tok tok


Alano memberikan perintah pada Boby agar segera mematikan musik.


Setelah itu, dirinya baru beranjak lalu membuka pintu.


"Tuan, ini pesanan minumannya.." ucap Nur yang membawa dua cangkir jus di atas nampannya.


Alano lalu membuka lebar pintu agar dua pegawainya segera masuk.


Jus yang dibawa Nur, ternyata milik Pria yang duduk di meja makan.


Sedangkan jus yang dibawa oleh seorang lagi adalah milik Pria yang dudul di atas sofa.


Perlahan pegawai Wanita itu mendekat ke arah sosok Pria yang duduk di atas sofa.


"Mine!" seru Pria bermata coklat terang lu menerima jus alpukat itu.


Tersisa jus jeruk yang tentu milik Pria satunya.


Dengan perlahan Aleisha memberikan gelas itu. Dia sengaja hanya melihat ke arah hidung mancungnya.


Tapi, tanpa melihat. Dirinya menyadari jika sedang di tatap oleh Pria itu.


"Terimakasih.." ucap Pria itu lembut dan pelan.


"..sama-sama, Tuan.." balas Wanita itu yang segera menjauh dari sofa.


Seperginya, kedua Wanita itu. Pintu kembali di tutup dan di kunci.


Boby melihat mearah teman bule di sebelahnya. Dia masih tak percaya temannya ini mengucapkan kata 'terimakasih'


"Apa kamu suka dengan Wanita itu?" ucap Boby yang membuat perhatian Pria bule di meja makan ke arah dua Pria di sofa.


"..suka!? Siapa maksudmu? Siapa yang suka dengan siapa?" tanya Pria bermata coklat terang yang bingung.


Dia lalu memperhatikan Pria berambut pirang melihat ke arah Pria bule di sebelahnya.


"..Albern jatuh cinta? Dengan siapa?" katanya yang tak menyangka. Sosok playboy itu jatuh cinta.


"Bukankah kamu suka pada Wanita berjubah tadi!" serunya kembali tanpa menjawab pertanyaan Pria bule di meja makan.

__ADS_1


"..Wanita berjubah!" gumam Pria bermata coklat terang dan Alano.


Seketika mereka teringat dengan sosok Wanita tadi yang mengenakan baju terusan besar serta kerudung panjang.


"Albern, apa kamu jatuh cinta dengan pegawai itu?" ucap Alano tak percaya, karena tipikal Wanita ke sukaan temannya ini jauh berbeda dengan pegawainya itu.


Mendengar ucapan temannya, Pria itu tertawa.


"Hahaha tenang saja, aku tidak suka dengan Wanita seperti itu. Hanya saja.." katanya yang terputus yang lalu tersenyum.


Teman-temannya memperhatikan Pria itu, mereka menunggu ke lanjutan perkataannya.


"..hanya karena tertarik.." lanjutnya kemudian. Dia lalu menyenderkan tubuhnya ke sandaran sofa.


"..tertarik?" ucap Boby tak percaya.


"Apa yang menarik dari Wanita itu?" ucapnya mewakili perasaan Dario yang duduk di kursi meja makan.


Sedangkan Alano nampak diam memikirkan hal menarik dari Wanita bergamis itu. Pasalnya dia tak melihat hak menarik darinya. Tubuh Wanita itu saja tertutup rapat.


"..ahhhh intinya aku hanya tertarik saja.." balasnya yaang lalu menyesap minuman di tangannya.


Di dapur, setengah jam sebelumnya.


"Aleisha, ayo temani Kak Nur!" pinta Wanita itu pada Wanita bergamis yang sedang membawa piring kotor.


"Boleh, memangnya Kak Nur mau di temani ke mana?"


Wanita berkerudung coklat itu lalu memberikan nampan yang berisi dua gelas minuman.


"Kamu temani aku, antar minuman ini ke ruangan VIP.." senyumnya.


"...ke ruang VIP.." ulangnya memastikan.


Wanita itu menganggukan kepala, mengiyakan.


"Ayo.." ajaknya ke ruangan itu.


"ah, iya Kak.." balasnya.


Aleisha seketika lemas. Dia berfikir kenapa dari sekian banyak pegawai dia yang di pilih untuk ke ruangan itu. Ruangan yang di hindarinya.


Disisi lain Susi dan Santi yang ingin ke ruangan itu. Merasa iri pada Wanita bergamis itu yang akan bertemu Pria bule.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM

__ADS_1


__ADS_2