Love In Italia

Love In Italia
Teman sebangku


__ADS_3

Happy Reading!!!


"Tuan, saya akan mengantar anda ke Bandara. Setelah itu saya akan bertemu dengan rekan bisnis kita di daerah XXX.." beritahu Antonio pada Dominic yang duduk di kursi belakang.


"Kamu tidak perlu mengantarku!" tolak Pria itu.


"Aku di antar oleh dia saja!" tunjuknya dengan mata yang melirik ke arah pria yang memegang stir mobil.


Antonio terdiam sejenak. Dia tak tenang meninggalkan Bosnya ini. Apalagi mengingat sampai sekarang mereka belum mengetahui gerak gerik Nardo.


Apalagi setelah balasan yang di berikan Dominic beberapa bulan lalu, setelah dirinya di jebak oleh anak buahnya yang berkhianat.


Sayangnya Pria bernama Nardo itu berhasil lolos. Tentu Pria itu akan membalas perbuatan Dominic.


"..baiklah, Tuan.." setujunya yang tak bisa membantah Dominic.


"Hati-hati di jalan, Tuan. Jika ada apa-apa segera hubungi saya.." ucap Pria berjas yang di angguki Dominic.


Antonio lalu memberikan kode pada supir di depan agar menjaga bosnya dan segera memberikan kabar jika merasakan sesuatu yang ganjil.


Mobil yang di naiki Dominic lalu berjalan meninggalkan hotel dan juga Antonio yang masih memperhatikan mobil yang mulai hilang dari pandangannya.


Di ambilnya HP dari sakunya lalu menekan nomor yang di tujunya. Dirinya, tak lain menghubungi mata-mata yang selalu berada di dekat Dominic. Dia mengingatkan agar selalu memberitahu keberadaan dan juga keadaan Pria itu.


Mengapa saat ini dia merasa tak tenang, meninggalkan Dominic. Apalagi Pria itu memiliki kebiasaan yang suka menghilang tiba-tiba.


Sampailah mobil yang di naiki Dominic di Area Bandara.


Terlihat area keberangkatan nampak terlihat sepi tak seramai seperti hari-hari biasanya.


Mobil lantas berhenti di depan para Pria berjas hitam yang menunggu ke datangan Dominic.


"Kembalilah ke hotel!" Perintahnya kepada Pria yang memegang kemudi.


"Baik, Tuan.." angguknya yang lalu segera turun dari mobil untuk membukakan pintu bosnya.


Cklek


Pintu terbuka, Dominic segera turun dari mobil ceper yang mengantarnya.


Pria itu tak memegang apapun, dia hanya mengenakan kaos santai, celana selutut, topi dan juga masker untuk menutupi wajahnya.


Dia lalu berjalan ke arah dalam bandara yang di ikuti beberapa Pria berbaju hitam di belakangnya.


Tek


Pria bermata ungu merasakan ke ganjilan dengan para Pria berjas yang menyambutnya di bandara tadi.


Sejak turun, dirinya merasakan hal yang asing seperti tatapan seperti mengawasi dan alas kaki yang para Pria itu kenakan.


Diliriknya perlahan ke arah alas kaki pria berjas yang ada samping.


Pria itu mengenakan sepatu olahraga berwarna hitam.


Tap tap tap


Semakin masuk ke dalam. Suasana Bandara terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang berlalu lalang di Bandara.


"Tuan, Dominic! Silahkan ke arah kemari. Pesawat anda ada disana.." seru Pria berjas yang mengarahkan tangannya ke arah jalan yang terlihat jauh lebih sepi.


Dominic hanya menganggukan kepala mengiyakan. Dia lantas berjalan ke arah jalan yang di tunjuk itu.


Dirinya terlihat sangat tenang dan tak ada rasa takut. Padahal dirinya sudah bisa menebak apa yang terjadi pada dirinya jika ke jalan itu.


Tak tik tak tik tak tik tak tik tak tik


Pria berjas yang ada di belakang Dominic mengeluarkan benda tajam dari sakunya begitu juga dengan Pria yang ada di sebelahnya.


Dengan perlahan mereka berjalan mendekat ke arah Pria berbaju santai di depan.


Shuuut


Di ayunkan benda tajam itu ke arah Pria didepan yang dengan gesit di hindari Pria itu.

__ADS_1


Tap Bugh


Di tendangnya Pria berjas yang mengayunkan benda itu, yang membuat Pria itu terjungkal jatuh ke bawah.


Ke lima Pria berjas yang tersisa segera mengelilingi Dominic mereka memegang benda tajam masing-masing di tangannya.


Pertarungan lima lawan satu di mulai.


Bagh Bugh bagh Bugh


Dugh


Dugh ahhhhh


Para Pria berjas merintih ke sakitan akibat tendangan serta pukulan yang di berikan Dominic.


Tak membuang waktu berharga, Dominic segera berlari meninggalkan Para Pria itu. Karena dirinya tau, pasti tak hanya ada mereka yang berada di Bandara ini.


Di arahkan matanya ke sekitar, dirinya mengikuti seorang Pria dan Wanita yang berjalan dengan terburu-buru dengan tangan membawa koper masing-masing.


Ternyata pasangan itu berjalan ke arah pesawat yang akan segera take off.


Mereka mengarahkan tangan ke arah Pramugari yang ingin menutup pintu. Serta suara yang memanggil sosok itu.


"..maaf Ba, kami telat.." ucap Wanita yang nafas tak beratur.


"..ini tiket kami!" tunjuk Pria di sebelahnya ke arah Wanita Pramugari itu.


Pramugari Wanita lalu mempersilahkan masuk pasangan itu. Lalu matanya berhenti pada sosok Pria bertopi di belakang.


Wanita itu terlihat terdiam di tempat, melihat wajah Pria yang maskernya tersingkap dari wajah Pria itu.


Pramugari terlihat terpesona dengan sosok yang melewatinya dengan santai tanpa menunjukan tiket pesawat.


# # #


Setelah perjalanan yang lumayan lama, akhirnya pesawat yang di naiki Dominic sampai di Bandara yang tidak di ketahuinya.


Tapi, tadi saat masih di pesawat matanya sempat melihat ke arah jendela yang menunjukan penampakan Bandara yang sangat luas dan besar.


Bandara udara yang sangat jarang Dominic pijak. Dirinya lupa terakhir menginjakan kaki ke Negara ini.


Di dalam Bandara, Dominic mengedarkan pandangannya. Dia mendapat tulisan tempat penjualan tiket pesawat.


# # #


Usai mendapatkan bangkunya, Dominic segera mendudukinya. Dia merasa jengah karena pesawat yang di naikinya saat ini jauh lebih ramai dari pada pesawat yang di naikinya tadi.


Jika dirinya tau akan seramai ini. Dia pasti memilih, tak membeli tiket untuk penerbangan sekarang.


Tapi sebagai gantinya, dia harus menunggu sekitar sepuluh jam untuk perbangan selanjutnya.


"..hanya beberapa saat.." batinnya yang segera menurunkan topinya untuk menutupi bagian matanya.


Di dekat pintu masuk pesawat, seorang Wanita berkerudung panjang. Terlihat melihat ke arah bangku satu persatu. Dirinya mencari bangku kosong untuk di dudukinya.


"Bangku kosong- bangku kosong.." gumamnya berulang kali.


".. Alhamdulillah ada.." ucapnya dengan wajah senangnya. Dia segera mempercepat langkah menuju bangku yang berada di belakang.


Sampainya di dekat bangku tujuannya. Dia segera menduduki bangku tersebut. Di alihkan kepalanya ke arah Pria yang menjadi teman sebangkunya. Lalu di alihkan kepalanya kembali ke depan.


"..ahhhh selamat tinggal Turkey!" serunya dalam hati dengan bibir menyunggingkan senyum.


Wanita yang tersenyum itu tak lain Aleisha. Walau cukup lama dirinya menunggu untuk penerbangan ke Italia. Tetapi di Negara itu, terdapat banyak sejarah Islam.


Jika di beri ke sempatan, tentu dirinya ingin kembali mengunjungi Negara ini. Tetapi bukan mengunjungi Bandaranya saja, tentu ingin mengunjungi tempat-tempat yang terdapat sejarah Islam seperti The Laleli Mosque, Museum Panorama 1453, Rumeli Hisari dan berbagai tempat lainnya.


Tapi Benteng Konstantinopel, merupakan tempat yang sangat ingin di kunjunginya. Tempat bersejarah Islam dan juga kemenangan Islam, karena berhasil menahlukkannya.


Pesawat yang di naiki Aleisya, lantas lepas landas meninggalkan Bandara yang terlihat cantik dari atas. Lantaran kerlap kerlip lampu dari Bandara dan juga Ibukota setempat.


# # #

__ADS_1


Dominic mengerjakan matanya, dia mendapati pesawat yang gelap. Hanya lampu yang berada di dekat kabin dan pijakan yang menyala.


Di alihkan matanya ke arah jam tangan yang menunjukan pukul lima dini hari.


Dominic tak menyangka, dirinya lumayan lama tertidur dengan pulasnya. Niatnya yang hanya sekedar memejamkan mata, malah benar-benar tertidur.


Ujung matanya lalu mendapati sosok di sebelah. Diliriknya orang disebelah yang terlihat tertidur.


Matanya lalu terhenti pada sosok wajah yang sangat di ingatnya.


"..Wanita ini!? " bantinnya yang kembali teringat dengan sosok Wanita itu yang menangis.


Matanya tak berkutik menatap wajah Wanita itu yang terlihat adem di pandang.


Deg deg deg


Dominic memegang dadanya yang tiba-tiba berdebar. Entah dari mana asalnya debaran jantungnya ini.


Tak lama lampu kabin pesawat kembali menyala. Menandakan pesawat sebentar lagi akan landing.


Menyadari Wanita itu sudah bangun karena matanya yang bergerak. Dominic segera mengalihkan kembali matanya ke arah jendela.


Wuaahhhhhh


Aleisha menutup mulutnya yang menguap. Matanya menyipit karena teriknya lampu yang langsung menghantam matanya.


Di alihkan matanya ke kiri kemudian kanan. Matanya berhenti pada sosok teman sebangkunya yang ternyata sudah bangun juga.


Wanita itu lantas teringat akan makanan yang tadi di dapat setelah pesawat lepas landas.


"Maaf!" Ucap Aleisha pada sosok Pria yang melihat kearah luar jendela.


Tapi Pria itu tak bergeming, dia tetap fokus menatap ke luar.


"..Tuan, ini makanan yang tadi di bagikan oleh pramugari.." ucap Aleisha sambil menyodorkan makanan serta minuman di tangannya.


Pria itu melirik sekilas ke arah makan serta minuman itu sejenak lalu kembali melihat ke arah luar.


"Buatmu, saja.." balasnya kemudian.


Aleisha terdiam sejenak lalu kembali menarik tangannya. Dia meletakkan makanan itu kembali di depannya.


"..terimakasih, Tuan.." balas Aleisha yang bingung.


Pesawat tak mulai bersiap landing. Dari atas lampu-lampu dari Bandara terlihat sangat bagus.


Aleisha yang merasa tertarik melihat cahaya lampu itu. Mendekatkan sedikit tubuhnya ke arah Pria di sebelah lalu matanya melihat ke arah luar jendela.


"MasyaAllah, bagusnya.." katanya pelan yang seketika lepas dari bibirnya.


Tanpa sadar, Pria itu menengok kan kepala ke arah Wanita itu.


Yang seketika manik mata berwarna ungu itu bertemu dengan manik mata berwarna coklat.


Mereka terdiam sejenak dengan mata saling pandang.


Tapi Wanita itu segera mengalihkan matanya lalu menjauhnya tubuhnya memberi jarak.


"Astagfirullahal'adzim.." ucapnya yang sempat-sempatnya terpana menatap mata itu.


Wanita berulang kali mengucap kalimat istigfar akan perbuatannya tadi.


Lain hal dengan Pria itu yang debaran di dadanya semakin besar.


"Apa yang terjadi denganku.."


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE, UHIBBUKI dan Cerpen

__ADS_1


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM


__ADS_2