Love In Italia

Love In Italia
Perasaan yang kembali Muncul


__ADS_3

Tekan Vote, like and favorite


Perasaan yang kembali Muncul


Happy Reading!!!


Bandara


"Tuan, pesawatnya sudah siap.." beritahu Antonio pada Dominic yang sedang membaca berita internasional di tabnya.


Pria itu menganggukkan kepala lalu mematikan tab yang di pegangnya.


Tap tap tap tap tap


Antonio menghentikan langkahnya saat akan memasuki pesawat membuat Pria di depannya ikutan berhenti.


Pria itu mengangkat alisnya bertanya pada Antonio.


"Maaf Tuan, saya akan menyusul. Masih ada urusan yang belum saya selesaikan.." beritahu Antonio yang selanjutnya mendapat anggukan dari Dominic.


Usai pesawat terbang, Antonio segera pergi dari Bandara dia berjalan ke tempat tujuannya.


# # #


Sebuah mobil ceper berwarna putih susu nampak terparkir di pinggiran jalan dekat dengan halte.


Tak lama sebuah bis datang, dari dalam turun seorang Wanita bergamis dengan kerudung berwarna biru tua.


Wanita itu berjalan, ke arah gang kecil yang tak jauh dari mobil ceper itu.


Saat akan melewati mobil, Seorang Pria muda lokal berpakaian formal terlihat turun dari mobil itu.


Pria itu lalu menghentikan gerakan Wanita itu yang akan masuk gang.


"Nyonya tunggu!" serunya pada sosok Wanita bergamis yang lewat.


Wanita itu, lantas segera menoleh ke arah suara. Pria itu kemudian memberikan kode agar Wanita itu melihat ke arah dalam mobil.


"..Tuan!" seru Wanita bergamis yang kaget dengan sosok itu.


Pria yang berada di luar mobil lantas memberikan instruksi pada Wanita itu agar masuk.


Wanita itu lantas masuk ke dalam mobil tempat Pria itu duduk. Tak lupa kaca jendela bagian Aleisha duduk tetap terbuka.


Wajah Wanita itu terlihat sangat senang bertemu sosok itu, sebaliknya Pria itu terlihat biasa saja.


"Aku senang ketemu lagi dengan Tuan.." kata Wanita itu dengan senyum lebar.


Pria itu hanya diam lalu berkata, "..anggaplah kita tidak saling kenal!" serunya.


Aleisha yang mendengar ucapan Pria itu terdiam.


"..maksudnya?" tanya Aleisha tak paham.


"Jika bertemu denganku, bersikaplah seperti biasa. Layaknya orang yang baru pertama kali bertemu.." jelasnya.


Aleisha masih terlihat diam. Dia mencerna perkataan Pria di depannya.


"Kamu boleh keluar!" perintahnya.


Wanita itu masih terdiam. Dia melihat sedih ke arah Pria di depannya.

__ADS_1


"Apa yang kamu tunggu! Keluar!" serunya dingin.


Deg


Aleisha menelan salivanya. Dia merasa sedih mendengar ucapan Pria itu.


"..terimakasih karena sudah mau berbicara dengan saya dan juga menolong saya.." ucapnya pelan.


Dia lantas keluar dari dalam mobil. Setelah itu, Pria berwajah lokal masuk, kemudian melajukan mobil seiring dengan kaca jendelanya tertutup.


Hatinya terasa remuk dan sakit mendengar ucapan Pria itu. Padahal dirinya sangat senang bertemu dengan Pria itu kembali, sekaligus tak menyangka bisa kembali bertemu dengan sosok Pria yang menolongnya.


Tapi di hatinya terdalam, dia merasakan ada suatu perasaan yang tumbuh pada Pria itu. Perasaan yang seharusnya tumbuh. Perasaan yang harusnya ada saat dirinya sah menjadi istri.


# # #


PING


Ditekannya tanda pesan masuk. Dilihatnya beberapa foto yang di kirim oleh mata-mata pribadinya.


Di pesan tersebut, terdapat beberapa foto kegiatan Antonio yang sedang melakukan beberapa urusan sesuai dengan perkataannya kemarin.


Pria bermata ungu itu terdiam, melihat ke arah foto selanjutnya. Antonio terlihat bersama dengan seorang Wanita di dalam mobil.


Di foto tersebut, nampak wajah dari Wanita yang tak asing.


"..Pelayan Wanita di Resto itu.." gumamnya yang sudah mengingat Wanita itu.


Dominic penasaran, mengapa Antonio dan Wanita itu berbicara satu mobil.


Dirinya lalu teringat dengan beberapa kejadian yang membuat tangan kanannya itu beberapa kali terdiam.


Di gesernya kembali foto selanjutnya, Dominic memperhatikan raut wajah Wanita yang di perbesarnya. Terlihat raut sedih dari wajahnya.


Deg


Segera di tutupnya pesan tersebut lalu menaruh benda pipih itu di atas meja.


Dirinya lalu beranjak dari duduknya kemudian berjalan ke arah kamar mandi.


Di cuci wajahnya dengan air jernih mengalir. Lalu di tatapnya wajah basahnya ke arah cermin di depan.


"Ada apa denganku?" batinnya bertanya.


Dominic benar-benar tak paham dengan perasaannya saat ini. Mengapa hanya dengan melihat atau kembali teringat wajah sedih Wanita itu dadanya menjadi sakit.


"Siapa Wanita itu?" tanyanya.


Diarahkan kembali kakinya keluar kamar mandi. Lalu diambilnya layar tipisnya yang lain. Di tekannya nomor atas nama Antonio.


Tut Tut Tut


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan.." ucap suara di sebrang.


"Dimana kamu saat ini?" katanya dengan dingin.


"..saya lagi di mobil menuju Bandara.." jawabnya.


"Setelah sampai, langsung temui aku di hotel XXX!" perintahnya.


"Baik, Tuan.." balas suara itu.

__ADS_1


Panggilan terputus. Dominic menatap tajam lurus ke depan.


Di remasnya dengan kuat benda pipih di tangannya.


* * *


Melbourne Airport


Antonio melangkahkan kakinya ke arah mobil yang telah di sediakan untuknya.


Usai duduk di dalam mobil mewah itu. Antonio memejamkan matanya. Dia kembali teringat dengan pembicaraan dengan Dominic beberapa jam yang lalu.


"Ada apa dengan Tuan Dominic?" batinnya.


The Langham Melbourne, Melbourne – Victoria


Sampailah mobil itu di bangunan besar dan mewah yang berada di tepi Sungai Yarra ini memiliki desain yang indah. Kemewahannya terlihat dari pintu masuk hotel dengan tangga marmernya yang indah, air mancur, lampu gantung bertingkat, dan sambutan hangat dari para staf hotel.


Antonio mengarahkan kakinya ke arah lift yang akan mengantarnya ke lantai teratas bangunan tersebut.


Di depan pintu kamar yang di tuju. Pria itu terdiam sejenak lalu membuka pintunya dengan akses yang sudah di ketahuinya.


"Saya masuk, Tuan Dominic!" serunya saat memasuki kamar.


Di arahkan kakinya ke arah dalam ruangan yang terdapat meja dan kursi kerja.


Terlihat meja itu nampak berantakan dengan kertas dan terdapat botol minuman beralkhohol.


"Ada apa dengan Tuan Dominic?" tanyanya yang tak melihat kebiasaan Tuannya yang saat kerja minum minuman itu.


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka, menunjukan sosok Dominic yang habis mandi.


Antonio lantas segera berbalik lalu menundukkan kepala.


"Tuan.." ucapnya yang di angguki Dominic.


"Panggil bagian cleaning untuk membersihkan meja itu!" perintahnya.


"Baik Tuan.." angguk Antonio yang lalu berjalan ke bagian telpon.


Sedang Dominic berjalan ke arah lemarinya mengambil pakaian untuk menutupi tubuh atletisnya.


Usai mengenakan baju santai yang tentu terasa nyaman. Dia jalan ke arah sofa lalu mendudukkan tubuhnya disana.


Antonio yang selesai menghubungi cleaning service. Dia kembali menghampiri Pria yang sedang duduk itu.


Tangannya yang memegang Tablet lantas di letakkan di atas meja.


Antonio lantas melihat kearah tab yang menunjukan foto dirinya dan seorang Wanita.


"Tuan.." lihatnya ke arah Dominic yang meminta penjelasan.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE

__ADS_1


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM


__ADS_2