Love In Italia

Love In Italia
Pemilik Resto baru


__ADS_3

Happy Reading!!!


Siang ini, Aleisha berada di depan sebuah bangunan mewah dan tinggi.


Mobil-mobil mewah terlihat keluar masuk dari bangunan tersebut.


Tak jauh dari tempat Aleisha berdiri, seorang Wanita berhijab nampak mendekat.


"Assalamu'alaikum Aleisha.." salam Wanita itu.


"..wa'alaikumsalam, Nazwa.." salamnya balik ke arah sampingnya yang terdapat Nazwa.


Wanita itu lantas tersenyum senang, dia memiliki teman masuk kedalam bangunan besar itu.


"Ayo kita masuk bareng.." ucap Wanita berhijab coklat tua itu yang segera diangguki Aleisha.


Mereka lalu bersama masuk ke dalam halaman. Di depan pintu utama gedung itu. Mereka berdua mendapati beberapa orang yang berdiri di sana.


Di hampiri lah orang tersebut yang wajahnya mereka berdua kenali.


"Kak!" sapa Nazwa pada beberapa orang itu.


Orang-orang itu lalu melihat ke arah dua orang yang mendekat itu.


"..Nazwa, Aleisha.." sapa balik Pria yang tersenyum ramah ke arah dua Wanita itu.


Sedang tiga orang Wanita yang bersama Pria itu, nampak tak menyapa. Mereka hanya tersenyum ke arah Nazwa dan mengabaikan Aleisha.


"Ayo kita masuk bareng!" ajak Pria itu yang diangguki Aleisha dan Nazwa.


Mereka berenam lalu masuk ke dalam bangunan itu. Nampak wajah mereka yang terpesona akan mewahnya interior yang memanjakan mata.


Mereka lalu mendekat ke arah meja yang terdapat dua Wanita cantik yang menyambut mereka dengan senyuman manis.


"Permisi, Ba.." tanya Pria dengan suara serak itu.


"Iya, ada yang bisa di bantu. Tuan.." balasnya ramah.


"Kami ingin bertanya, tempat reservasi atas nama Misel.." tanyanya mengingat pesan yang di bacanya pagi tadi.


"..atas nama Nyonya Misel, tempatnya ada di lantai tiga puluh.." jawab Wanita itu.


"Terimakasih, Ba.." balas Pria itu.


"Sama-sama.." balas Wanita berseragam itu.


Di lantai tiga puluh


Sampainya di lantai yang di tuju, ternyata disana terdapat empat ruangan, setiap ruangan terdapat corak pintu yang berbeda.


Mereka nampak bingung, pintu mana yang merupakan ruangan yang di pesan. Sedangkan Wanita di bawah tadi tak memberitahu mereka.


Lalu seorang pelayan keluar dari salah satu pintu.


Mereka lantas segera mendekat ke arah pelayan itu.


"Pak, maaf.." ucap Nazwa menghentikan langkah Pria yang mendorong troli makanan.

__ADS_1


"Iya, Ba.." balas Pelayan itu sopan. Dia lalu memperhatikan ke enam orang yang di depannya.


"..Ba dan Mas mencari ruangan yang di pesan atas nama Misel?" tanyanya yang mengetahui hanya ruangan itu yang di pakai untuk acara.


Mereka menganggukkan kepala bersamaan, mengiyakan perkataan Pelayan itu.


"..ruangan atas nama Misel ada di sana.." di arahkan jempol tangannya ke arah pintu tempat keluarnya tadi.


Mereka bersamaan melihat ke arah pintu itu lalu kembali melihat ke arah pelayan Pria itu.


"Terimakasih.." ucap mereka bersamaan yang di angguki Pria itu


Mereka lalu berjalan ke arah pintu yang di tunjuk. Pintu dengan corak batik serta Bungan.


Cklek


Di arahkan mata, sosok di ambang pintu ke arah dalam, terdapat meja panjang dan kursi yang berjejer.


Di atas meja, terdapat berapa jenis hidangan yang sudah terhidang dengan rapinya.


"Kalian sudah sampai.." ucap Misel yang melihat sosok di ambang pintu.


"Ayo masuk!" serunya mengajak orang-orang itu.


Mereka mengangguk-anggukkan kepala canggung. Keenam orang itu lantas masuk yang kemudian menempati bangku yang di sediakan.


Tak berapa lama pegawai lain mulai kembali berdatangan. Menempati bangku yang kosong itu.


Usai semua pegawai kumpul, makan-maka pun di mulai.


Hidangan yang tersaji segera di santap oleh mereka dengan lahapnya.


Bersama dengan itu, dari arah pintu masuk seorang Pria dengan tingginya sekitar 185 cm dan wajah bule terlihat jelas di mukanya.


Tatapan pegawai seketika tertuju pada sosok tampan, gagah dan murah senyum itu.


Pria itu menambah nilai plus dengan mengenakan pakaian santai yang terlihat kasual.


Misel yang menyadari ke datangan sosok itu karna tatapan pegawai, lantas berdiri dan mempersilahkannya duduk di sebelah dirinya yang sejak tadi di sediakan untuk Pria itu.


Deg deg deg


Seketika jantung salah seorang di ruangan itu berdetak lebih cepat.


Wanita itu menundukkan kepala melihat sosok Pria tinggi besar itu.


Wanita itu merupakan Aleisha yang tiba-tiba merasa takut dengan ke hadiran Pria itu.


Apalagi sosok itu duduk tepat di depan bangku yang di duduknya saat ini.


Sejak sampai di tanah airnya, rasa takutnya melihat Pria jauh berkurang. Tetapi entah mengapa melihat sosok Pria tinggi besar, dengan wajah asing membuatnya kembali teringat dengan dua sosok Pria yang melecehkannya waktu itu.


Dengan perlahan, Aleisha menenangkan dirinya sendiri. Dia menarik nafas lalu membuangnya perlahan.


Ada yang takut tentu ada pula yang terpesona. Beberapa pegawai Wanita dan Pria masih tertuju pada sosok tampan dan rupawan itu.


Apalagi sosok itu sangat ramah dan selalu mengembangkan senyum. Membuat kaum hawa yang single maupun couple berbunga-bunga.

__ADS_1


Misel lalu membisikan sesuatu pada Pria itu yang tak lama, Pria itu bangkit dari duduknya.


Di arahkan matanya ke satu persatu orang yang ada di ruangan itu.


Sampai matanya berhenti pada sosok Wanita yang penampilannya sangat berbeda dengan pegawai Wanita lain. Wanita itu juga terlihat menundukan kepala.


"..Apakabar!" sapanya menggunakan bahasa Indonesia yang kaku.


"Nama saya Alano Benigno. Mulai sekarang, saya akan menggantikan Ba Misel. Mohon kerja samanya.." lanjutnya yang di akhiri dengan senyum menawan.


Mendengar penuturan Pria itu yang akan menjadi pemilik Resto, tentu mendapatkan tatapan kaget dari pegawai. Pasalnya Pria itu masih terlihat muda untuk ukuran pemilik Resto.


Dan kembali lagi hal itu kembali menambah nilai plus buat Pria muda itu.


* * *


Acara selesai, para pegawai mulai berpamitan pada Misel.


Aleisha yang ingi pamit lalu menghampiri sosok Wanita cantik yang sedang bercakap-cakap dengan Pria bule itu.


"..Ba Misel.." ucap Aleisha yang tak enak menghentikan percakapan Wanita itu.


"Aleisha.." sambutnya yang bangkit dari duduknya.


Aleisha menggangu kan kepala tanda maaf pada Bos barunya.


"..saya pamit ya, Ba.." ucapnya yang di angguki Wanita bule itu.


"..saya juga ingin mengucapkan terimakasih.." lanjutnya.


"..sama-sama Aleisha.." balasnya yang lalu memeluk erat Wanita berkerudung panjang itu.


Walau baru kenal, entah mengapa Wanita bule itu merasa senang dengan Aleisha.


Usai melepas pelukan, Aleisha kembali pamit pada Wanita itu dan juga Pria bule di sebelahnya.


Pandangan Pria bule itu tak lepas dari Wanita berkerudung panjang itu. Dia merasakan perasaan tak asing pada diri Wanita itu.


" Ba, apa dia juga pegawai Resto?" ucapnya dengan bahasa Inggris setelah Wanita bule itu duduk.


"Iya, dia juga bekerja di Resto.." angguknya.


"..ahhhh.." ucapnya yang teringat akan persyaratan Wanita itu saat pertemuan pertama mereka.


"Apa ini Maksud Ba, membebaskan pakaian pegawai.." ucapnya.


Wanita itu hanya tersenyum membalas ucapan Pria bule itu.


# # # # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM


__ADS_2