Love In Italia

Love In Italia
Pria Berjas


__ADS_3

Tekan like, komen dan vote ya....


Happy Reading!!!


Melihat Wanita itu masih kekeh menutup semua tubuhnya dengan selimut, membuat Suster itu bingung. Dia lalu memilih keluar ruangan untuk mengabari Dokter bahwa Wanita itu telah sadar.


Mendengar suara langkah itu telah pergi serta pintu sudah tertutup kembali. Wanita itu menurunkan tangannya yang menahan selimut.


Dia menggigit bibir bawahnya menahan perih, saat menggerakkan tangannya tadi.


Tak lama, suara pintu kembali terbuka. Wanita itu segera menutup kembali kepalanya dengan selimut.


Suster dan Dokter yang masuk terlihat bingung dengan Wanita itu.


Dokter Pria berusia setengah baya lalu mendekat.


"Nona kenapa? Jika Nona Aleisha seperti ini, lukanya akan terbuka kembali.." ucapnya lembut.


Wanita yang berusaha menutup aurat itu adalah Aleisha. Wanita yang baru dua hari lalu mengalami kejadian mengerikan.


Saat di bawa ke rumah sakit, Aleisha mengalami kondisi kritis karna kehilangan banyak darah.


Alhamdulillahnya, dengan ke hendak penciptanya dia selamat dan sadar kembali.


Aleisya nampak diam, dia benar-benar tidak paham apa yang di katakan Pria itu. Ditambah, dirinya merasa gemetar ketika mendengar suara itu.


"..ma maaf, saya tidak paham yang anda bicarakan.." balasnya dalam Bahasa Inggris.


Mendengar perkataan Wanita itu, Dokter itu paham lalu kembali berbicara. Kali ini menggunakan Bahada Inggris.


"Nona kenapa seperti ini? Luka di tangan Nona akan terbuka, jika digerakkan terus.." beritahunya kembali.


Aleisya nampak diam memahami perkataan Pria itu. Sayangnya dia tak paham semua.


Lantas Aleisya memberi tahu alasannya seperti ini.


"...maaf, saya Wanita Muslim. Saya membutuhkan kerudung atau kain apapun untuk.." Aleisya terdiam memikirkan kata aurat.


"...menutup rambut saya.." sambungnya yang memilih kata rambut karna tak tau Bahasa Inggris Aurat.


"Muslim!" seru dokter Pria itu yang seketika paham.


Dia lalu memberikan intruksi pada suster tersebut untuk mencarikan benda yang di butuhkan Wanita itu.


Tak lama Suster kembali masuk dengan selimut tipis. Dia lalu memberikan pada Dokter itu.


"Ini Nona Aleisya.." ucapnya sambil menaruhnya diatas tempat tidur di samping Wanita itu.


"..maaf Dokter, boleh berbalik terlebih dahulu.." pintanya yang berulang kali selalu meminta maaf.


"Tentu saja.." sahutnya yang lalu menyuruh Suster yang bersamanya ikut berbalik.


Dengan perlahan, Aleisya menurunkan selimutnya. Dia lalu mendapati Dokter dan Suster itu sedang membelakanginya.


Aleisya lantas segera memakaikan kain itu ke kepalanya lalu melilitkan sebagian sedang sebagian lagi di grainya untuk menutupi dadanya..

__ADS_1


"Sudah, Dokter.." beritahu Aleisya.


Dokter itu segera berbalik, dia mendapati Wanita yang dua hari ini diam di atas tempat tidur dengan rambutnya terlihat. Kini Wanita itu telah sadar dengan auratnya tertutup.


Saat Dokter itu menatap dirinya, Aleisya merasa takut dan dia merasa sesaat oksigen susah di hirupnya.


Perlakuan dua Pria itu, seketika terbesit di kepalanya. Membuatnya menggenggam selimut erat.


"..ma maaf, sa saya menyusahkan.." ucapnya terbata.


"..tidak, apa-apa Nona.." balas Dokter itu.


Dokter Pria itu lalu mendekat kearah Aleisya. Dia memperhatikan Wanita itu yang mulai gemetaran.


"Nona kenapa? Apa Nona kedinginan?" tanya Dokter itu.


"..sa saya baik-baik saja." balasnya dengan senyum di paksa.


Sejujurnya, dia tak baik-baik saja. Dia sangat takut, tapi dia menahannya. Di berusaha menghirup oksigen pelan lalu membuangnya perlahan.


Dokter itu lalu memeriksa Al. Selama berjarak dekat, Pria itu bisa merasakan Wanita di depannya ketakutan. Membuatnya segera menyelesaikan pemeriksaannya.


"Baiklah, Nona Aleisya kami pamit. Ingat jangan terlalu banyak bergerak.." ucap Dokter itu yang di anggukinya.


Seperginya Dokter Pria itu, Aleisya bernafas lega. Dia tau Pria itu pasti tak ada niatan jahat, tetapi tubuhnya bereaksi sendiri.


Aleisya kembali merebahkan tubuhnya, matanya menatap kearah atap. Dia mengingat-ingat kembali kejadian sebelum dirinya tak sadarkan diri.


Dia penasaran siapa yang menyelamatkan dirinya dari dua Pria jahat itu.


Dia juga masih mengingat sekujur tubuhnya yang terasa sangat sakit dan berkali-kali bibirnya mengucapkan syahadat seandainya itu ajalnya.


Tetapi tiba-tiba, dirinya mendengar suara pintu di buka dengan keras. Matanya mendapati seorang Pria didepan pintu. Tak lama, sesosok Pria berbadan besar datang mendekat dengan pakaian formal.


* * *


Suasana nampak hening. Antonio dan Aleisya nampak saling diam dengan isi pikiran masing masing.


Pria itu menatap Aleisya, dia bisa melihat Wanita itu sangat ketakutan walau dia berusaha menutupinya.


Karna Pria itu mengetahui dari ekpresi wajah Wanita itu yang memaksakan senyum dan tangannya yang menggenggam selimut dengan kuat.


Saat ini, Antonio paham perkataan Dokter Pria setengah baya itu ketika telponan kemarin. Dia mengatakan kalau Aleisya terkena trauma akibat kejadian hari itu.


Flashback On


"Apa yang harus kulakukan pada Wanita itu?" batinnya bertanya.


Niatnya, hanya ingin memberitahu prihal Wanita itu yang sudah sadar. Tetapi, dia kaget mendapat jawaban dari Bosnya yang menyerahkan masalah Wanita itu pada dirinya dan tak ingin tahu menahu masalah Wanita itu kembali.


Tentu, itu membuat dirinya bingung. Tuannya yang menyuruhnya menyelamatkan Wanita itu, tetapi kini Tuannya tak peduli.


Ditambah, Tuannya yang tiba-tiba hilang selama dua hari tanpa kabar. Sehingga, membuat dirinya ingin mengerahkan semua anak buah untuk mencari keberadaan Tuannya.


"Apa aku meminta pihak rumah sakit untuk membiarkannya pergi setelah sembuh.." ucapnya kembali.

__ADS_1


🎶🎶🎶🎶🎶


Mendengar suara HPnya, Pria itu mengalihkan pandangannya ke arah sakunya.


Dia melihat panggilan yang berasal dari Dokter yang merawat Wanita itu.


Tumben sekali, Dokter itu menelpon. Biasanya dia hanya akan mengirim pesan.


"Iya Dok.." ucapnya membuka suara.


"..."


"Masalah Wanita itu? Memangnya kenapa dengannya?"


"..."


"Maksudnya, Dokter.." ucapnya yang tak paham perkataan Pria di sebrang.


"..."


"..baiklah, jika ada Waktu saya akan kesana.." balasnya yang lalu telopon terputus.


Di tempatnya, Antonio terdiam. Niatnya yang ingin memberitahu agar Wanita itu dibiarkan pergi ketika sudah sembuh. Malah dirinya di suruh datang ke rumah sakit.


Flashback Off


Aleisya merasakan rasa takut saat sosok besar itu masuk ke ruangannya. Dia takut jika kejadian kemarin terulang lagi. Kejadian dirinya yang dilecehnya.


Mengingat kejadian itu kembali membuat nafasnya tak beraturan dan tubuhnya gemetar.


Matanya tak berani menatap kearah Pria itu, dia hanya menundukan kepala dengan tangan kini saling menggenggam satu sama lain.


Tapi dia merasakan Pria besar di depannya sedang menatapnya intens membuat sekujur tubuhnya merinding.


Ini kali pertama, Antonio melihat jelas wajah Aleisya. Dia memperhatikan Wanita itu yang berwajah bulat, bibir tebal kecil, hidung kecil tetapi mancung dan mata bulat. Sekali lihat, wajah didepannya terlihat sangat lembut dan adem di pandang.


Wajah Ini tentu bukan wajah orang Eropa. Wajah di depannya jelas terlihat wajah orang Asia.


Sampai sekarang dia penasaran ,alasan Tuannya menyelamatkannya hari itu sampai-sampai Tuannya mengekspresikan wajah dan sikap yang tak pernah di lihatnya sama sekali.


Walaupun wajah Wanita di depannya ini memang enak di pandang tetapi beda dengan tipikal Wanita yang sering menemani Tuannya minum bareng.


Apalagi bodi Wanita di depannya terlihat tak menarik sama sekali.


# # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM

__ADS_1


__ADS_2