
Happy Reading!!!
Mengerti Wanita didepannya bertanya-tanya, dia kembali berkata.
"Bukannya kamu sedang mencari pekerjaan? Aku ada lowongan pekerjaan untukmu.." tawarnya.
Seketika wajah Aleisha tersenyum, dia kaget mendengar perkataan Wanita bule itu.
"..terimakasih, Bu.." ucapnya.
"..nama saya Aleisha.." beritahunya.
"Nama saya Misel.." balasnya yang lalu kembali pamit.
Wanita itu tersenyum, entah mengapa dia bersikap seperti itu. Mungkin perkataan Wanita itu yang menyebabkannya berbuat demikian atau mungkin karna perkataan Wanita itu hatinya di gerakan oleh pemilik asli hatinya. (Hayu paham maksudnya)
* * *
Sampainya dari rumah, Aleisha segera mengeluarkan kartu nama itu. Dia kemudian menekan nomor yang tertera.
Dia mengetik beberapa huruf menjadi sebuah kata yang kemudian menjadi kalimat, setelahnya dia mengirim pesan tersebut pada pemilik nomor.
Send Message :
Excuse me, maaf mengganggu waktunya. Saya Aleisha yang tadi siang bertemu dengan Ba Misel..
Tak lama pesannya di balas, kebetulan yang sangat pas. Pesannya cepat dibalas.
Message from Misel :
Tidak mengganggu kok, Aleisha.
Saya akan mengirimkan sherlock alamat Restaurat XXX tempat kita bertemu. Kita bertemu jam 11 dan jangan lupa bawa CV kamu.
Mendapat balasan itu Aleisha tersenyum. Sebenarnya dalam hatinya dia takut, jika ini adalah penipuan. Tetapi dia berhusnuzon, mengenai hal ini. Dan tuhannya pasti memiliki maksud mempertemukannya dengan Wanita bule cantik itu.
Send message:
Terimakasih Ba Misel
Balasnya yang lalu tak henti bibirnya memanjatkan doa, agar di lancarkan besok.
# # #
Sebelum jam yang di tentukan, Aleisha nampak sudah sampai di tempat pertemuan. Dia setengah jam lebih awal.
Pandangannya mengarah pada Restaurat yang di maksud. Itu merupakan sebuah rumah makan mewah.
Halamannya nampak luas, muat sekitar 40 lebih mobil, jika di jejerkan.
Sedangkan dari luar, tempat makan itu terlihat mewah. Dengan bangunan dua tingkat yang bergaya barat.
Seorang berpakaian formal dengan penntungan di bagian pinggangnya menghampiri Aleisya yang berdiri menatap ke arah Restauran.
"Ba, mencari siapa?" tanyanya sopan.
"..saya tidak mencari siapa-siapa. Saya janjian ke temuan disini.." balasnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"..kalau begitu, Ba masuk saja. Lebih enak nunggu di dalam.." ucapnya menunjuk ke arah pintu masuk.
"..tidak papa saya menunggu di.." ucapnya mencari bangku yang di dapatinya berada di pos Satpam.
"..sana saja!" tunjuknya.
Pak Satpam itu lalu mengiyakan dan membolehkan Aleisya menunggu di posnya.
Sambil menunggu, dia melihat Restaurant yang sudah memiliki pengunjung. Padahal dari jam yang tertera di pos, tempat makan itu belum lama buka.
Tak seling berapa lama, sebuah mobil ceper putih nampak masuk ke halaman Restaurant. Satpam yang baru saja duduk kembali berdiri, dia memandu pengemudi memarkirkan mobil.
Dari dalam mobil, seorang Wanita bersetelan hijau muda dengan rok selutut keluar dari pintu penumpang.
Mengetahui siapa yang keluar dari dalam, Aleisha beranjak dari duduknya lalu menghampiri Wanita itu.
"..Ba Misel.." sapa Aleisha lembut sambil mengembangkan senyumnya.
Wanita cantik itu lalu menengok ke arah suara yang memanggil namanya. Dia terlihat kaget lalu melihat ke arah benda yang melingkar di tangannya.
Jam masih menunjukan pukul 10.45 menit.
"..ayo masuk, Ba Aleisha!" ajaknya sambil tersenyum.
Satpam yang melihat Aleisha mengobrol dengan Wanita bule itu kaget. Dia tak menyangka orang yang di maksud adalah pemilik Restaurant.
Tak lupa Aleisha pamit terlebih dahulu pada Satpam itu yang di balas dengan tersenyum.
Di dalam, wanita berkerudung panjang itu mengikuti langkah Wanita bule itu ke arah ruangan yang ada di dalam Restaurant.
"..terimakasih.." ucap Aleisha.
Aleisha nampak bingung. Dia tak mengerti mengapa Wanita bule itu membawanya ke dalam ruangan yang terlihat mewah itu.
Melihat Aleisha yang nampak kebingungan, Wanita bule itu membuka pembicaraan.
"Apa kamu membawa CV?"
"...iya Ba, saya membawanya.." jawabnya yang lalu memberikan CV yang di pegangnya sejak tadi.
Wanita cantik itu menerimanya dan kemudian mengeluarkannya dari map lalu membacanya.
Dia membacanya dengan seksama satu persatu. Sampai dirinya berhenti pada alamat yang tertera di CV.
"Tempat tinggalmu, lumayan juga dari sini.." ucapnya sambil melihat sekilas ke arah Wanita di depannya.
Wanita itu kemudian kembali membacanya dan dia mendapati perusahaan tempat Aleisha bekerja sebelumnya.
"...baiklah, mulai besok kamu sudah bisa bekerja di Restaurant ini.." beritahu Wanita itu.
"...mulai besok saya kerja disini?" ucapnya kembali.
"Iya.."balasnya sambil tersenyum.
Tok tok tok
"Masuk!" seru Wanita bule itu.
__ADS_1
Seorang Pria setengah berumur empat puluhan masuk, dia lalu menundukkan kepala sopan ke arah Wanita bule cantik itu yang umurnya terpaut di bawahnya.
Bule cantik itu yang menyadari Aleisha yang kebingungan hanya tersenyum. Bisa saja dia menjelaskan tetapi dia sedang di tunggu seseorang.
"Pak Baim!" serunya agar Pria itu mendekat.
Wanita bule itu lalu beranjak dari duduknya kemudian berdiri.
"Saya pergi dulu, Pak Baim akan menjelaskan semuanya padamu.." ucapnya ke arah Aleisha yang menatapnya sejak tadi.
Wanita itu menganggukan kepala paham, dia lantas ikutan berdiri lalu melihat ke arah Wanita bule itu yang meninggalkan ruangan.
"Silahkan duduk!" ucap Pria tampan itu ke arah Aleisha.
"..iya.." angguknya lalu mengikuti Pria itu yang telah duduk.
"Jadi, Ibu Misel merupakan pemilik restaurant ini. Dia mengatakan mulai besok kamu sudah bisa bekerja di tempat ini.." jelasnya.
Al nampak kaget, dia tak menyangka Wanita bule tadi pemilik Restaurant ini. Tapi masih ada sesuatu yang mengganjalnya, apa dirinya boleh bekerja dengan pakaian seperti ini.
"Restaurant ini memiliki pakaian khusus untuk pegawai. Karna pakaian milikmu sedang di pesan, untuk semestara kamu bisa mengenakan pakaian biasamu.." jelasnya.
"..pakaian biasa?"
"Maksudnya, saya boleh mengenakan pakaian seperti ini saat bekerja.." katanya memastikan.
"Iya, kamu boleh mengenakan pakaianmu itu.." angguknya.
"Dengan syarat, asal hal tersebut tidak menghambat aktivitasmu!"
"InsyaAllah tidak!" jawabanya senang.
Pria itu lalu memberitahu prihal buka Restaurant dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Dia juga menjelaskan pegawai disini memiliki dua shift, shift pertama dari jam 9 sampai jam 5 sore sedangkan shift ke dua dari jam 4 sampai jam 11 malam.
Tak hanya itu dia juga memberitahu bahwa Restaurant memiliki tempat menginap untuk pegawai yang berada di belakang Restaurant.
Usai menjelaskannya, Aleisya lalu menandatangani kontrak. Wanita itu lalu pamit pada Pria setengah baya itu.
Seperginya Wanita itu, Baim menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi. Dia tak tau alasan Bosnya menerima Wanita tadi. Padahal pegawai di Restaurant ini sudah cukup dan Bosnya sampai menyuruhnya memesan baju berbentuk gamis khusus untuk pegawai itu.
* * *
Sekeluarnya dari tempat itu, Alesiya melangkah dengan wajah senang. Tak henti bibirnya mengguratkan senyum tipis dan mengucapkan syukur.
Dikeluarkan HPnya dari dalam tas lalu mengirim pesan pada sahabatnya. Dia mengatakan dirinya telah mendapat pekerjaanl.
# # # # # #
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
Salam hangat SMIM
__ADS_1