
Pria Berbola Mata Ungu
Happy Reading!!!
"Aleisya, aku pulang dulu ya.." pamit Nur yang sudah menganti pakaiannya.
"Iya Kak hati-hati ya.." balas Aleisya.
"Assalamu'alaikum.." salamnya.
"Wa'alaikumsalam.." jawab Wanita itu.
Aleisya lantas kembali lagi melayani tamu yang silih berganti. Dia mengatar makanan, mengangkat piring kotor membersihkan meja dan pekerjaan lainnya.
"Aleisya, ayo temani aku mengangkat piring tamu di taman belakang.." pinta Zahwa.
"Boleh, tapi aku taruh ini dulu ya.." unjuknya yang membawa buku menu.
"Oke, aku tunggu di belakang ya.." ucap Zahwa yang di angguki Aleisya.
Usai membawa kembali buku menu dan dan memberikan pesanan makanan. Dia berjalan ke arah taman belakang.
"Ba!" seru suara bocah.
Aleisya yang berjalan lantas menengok karena suara bocah itu yang terdengar keras.
Di dapatinya sosok bocah yang bersuara ternyata adalah bocah kembar tadi.
Aleisya lantas menghampiri kedua sosok bocah itu dan juga Wanita bercadar yang berdiri bersama mereka.
Wanita bercadar itu memperhatikan Aleisha yang mengenakan pakaian yang sama seperti pelayan lainnya tapi bedanya dia menggunakan pakaiannya dalam bentuk gamis.
"Ba, sudah mau pulang.." ucap Aleisha ke arah Wanita bercadar.
"Iya, Ba.." angguknya.
"..oh iya, saya tadi lupa ingin bilang terimakasih sudah menemani Arsyad dan Rosyad.." ucap Wanita itu.
"Sama-sama Bu.." balasa Aleisha sambil tersenyum.
Wanita bercadar itu lalu menjulurkan tangan, ke arah Wanita di depannya.
"Nama saya Almasah, boleh saya tau nama Ba.." katanya memperkenalkan diri.
Aleisha tersenyum lalu membalas jabatan tangan Wanita bercadar itu.
"Nama saya Aleisha.." ucapnya.
"Senang berkenalan dengan Ba Aleisha.." ucap Wanita bercadar itu yang di balas dengan senyuman lembut dari Wanita di depannya.
"Ayo Ma!" Ajak suami Wanita bercadar itu.
Pria itu lalu melihat ke arah Wanita yang bersama anaknya tadi.
"..Ba Almasah, saya kembali kerja dulu ya. Assalamu'alaikum.." pamitnya.
Dia juga melambaikan tangan ke arah dua bocah kembar itu.
"Wa'alaikumsalam.." balas Wanita bercadar itu.
"Wa'alaikumsalam, dadah Ba.." balas kedua bocah yang ikut melambaikan tangan.
Wanita itu lalu melihat ke arah Pria di sebelahnya.
__ADS_1
"Papa mukanya jangan dingin gitu. Dia bukan Wanita mencurigakan kok.." ucapnya lembut serta pelan ke arah suaminya.
"..aahh maaf Ma, kebiasaan lama.." balas Pria itu yang kemudian tersenyum.
"Yaudah kita pulang yuk, Ma.." ajaknya yang di angguki Wanita itu.
Di sisi lain, Aleisha yang sejak awal merasakan tatapan dingin Suami Wanita bercadar itu lantas memilih pamit. Di tambah dirinya juga di tunggu temannya.
Dengan langkah cepat Aleisha berjalan. Dia menghampiri Wanita yang sedang merapikan piring.
"Nazwa, maaf ya aku lama.." ucapnya tak enak.
"Iya, Ndak papa kok. Santai aja.." balasnya.
* * *
Saat malam, Resto sudah mulai lenggang. Hanya ada beberapa tamu yang datang.
Tapi ada salah satu tamu yang nampak sangat menonjol.
"Nazwa!" Panggil Dewi pada Wanita yang sedang duduk itu.
Wanita itu bangkit lantas mendekat ke arah Dewi.
"Ada apa, Dew?" Tanyanya balik.
"Tolong anterin minuman ini ke meja sana, Nazwa!" unjuknya ke arah meja di pojokan.
Melihat sosok yang duduk, Nazwa segera menggelengkan kepala.
"Enggak deh, Dew. Kamu aja.." tolaknya.
"Aku juga gak mau, Nazwa. Orangnya seram bangat.." bisiknya yang di angguki Nazwa.
Mereka berdua lalu saling bertatapan dan mendekat ke arah Wanita itu.
"Aleisha, boleh minta tolong anterin minuman ini ke meja pojok sana.." pinta Dewi sambil tersenyum manis.
"Boleh.." balasnya segera.
Aleisha lalu mengambil alih kopi hitam itu lalu membawanya ke arah meja Pria yang di maksud.
Tap tap tap
Dari jauh, di perhatikan sosok yang duduk. Dia memperhatikan Pria yang wajahnya di tutupi itu.
"..bukankah itu Pria tadi!" Katanya mengingat Pria seram tadi sore.
"Semoga dia tidak marah lagi.." batin Aleisha yang mengingat kesalah pahaman yang di buatnya.
Tek
Aleisha meletakkan perlahan cangkir putih itu.
Diliriknya Pria yang sedang melihat ke arah benda pipih di tangannya.
"Silahkan, Tuan.." ucapnya pelan.
Dilihatnya cangkir kosong milik Pria itu. Dengan inisiatif Aleisha menjulurkan tangan mengambil cangkir putih itu.
"Saya ambil ya Tuan, cangkir kosongnya.." ucapnya kembali yang kembali undur pergi.
"Tunggu!" perintah Pria itu pada Wanita yang hendak pergi.
__ADS_1
Aleisha lantas berhenti, dia lalu berbalik ke arah Pria itu.
"..iya Tuan.." balas Aleisha yang kembali berbalik ke belakang.
Kembali lagi matanya bertemu dengan mata ungu itu. Mata dengan tatapan tajam.
"Can you speak English? (Bisa Bahasa Inggris?" Tanya Pria itu.
"..yes, I can Sir.." jawab Wanita itu.
"Apakah Alano sudah datang?"
"..belum, Tuan.." jawabnya.
Aleisha lalu mengingat jika Bosnya datang setiap kali ada tamu VIP. Dan malam ini ada tamu VIP.
"..tapi sepertinya, Tuan Alano akan datang. Untuk waktunya saya tidak tau, Tuan.." jelasnya.
Pria itu menganggukkan kepala paham.
"..kalau begitu saya pamit, Tuan.." izinnya yang tidak di tanggapi apapun oleh Pria itu.
Di sisi lain, Nazwa dan Dewi menunggu Aleisha. Mereka melihat Wanita itu yang nampak bercakap-cakap dengan Pria seram itu.
"Mereka sedang ngobrolin apa ya?" kata Dewi pada Nazwa yang ada di sebelahnya.
"Enggak tau Dewi, tapi kayaknya Aleisha tidak takut ya dengan Pria itu.." ucap Nazwa.
" Iya, sepertinya tidak.." angguk Dewi.
Saat sosok Wanita itu mendekat mereka segera menghampirinya.
"Tadi kamu bicara apa sama Pria itu?" Tanya Dewi segera.
Wanita itu diam seketika karna pertanyaan tiba-tiba.
"..tadi dia hanya bertanya tentang Pak Alano.." beritahunya.
"..tentang Pak Alano.." ulang Nazwa.
"Iya.." angguk Aleisha.
"..sebenarnya tadi, dia juga berbicara denganku. Tapi aku tidak paham dia berbicara apa, di tambah tatapannya yang seram.." ucap Nazwa.
"..kamu juga Nazwa. Aku juga di ajak bicara. Sebelum dia bicara, aku sudah pergi karena ngeliatnya aja udah takut.." timpal Dewi.
"..memangsih tatapannya seram, aku juga takut. Tapi...matanya sangat bangus.." kata Aleisha mengingat warna mata Pria itu.
Kedua Wanita itu lalu tersenyum. "Kamu naksir dengan Pria itu!" senggol Nazwa yang di senyumi Dewi.
"..kok suka. Akukan cuman bilang matanya bagus.." sanggahnya yang bingung dengan kedua Wanita di depannya yang dikit-dikit bilang suka.
Kedua Wanita itu lantas tertawa, dengan masih meledek Wanita bergamis itu yang hanya di tanggapi gelengan kepala dan senyuman tipis.
# # #
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
__ADS_1
Salam hangat SMIM