Love In Italia

Love In Italia
Pria berpakaian hitam


__ADS_3

Pria berpakaian hitam


Happy Reading!!!


Tik tok tik tok tik tok


Waktu terus berjalan, semua orang masih asik menonton pertunjukan tersebut. Begitu juga Aleisha saat ini yang masih menatap ke arah pertunjukan sulap. Dia terlihat terbuai, menatap pertunjukan yang mengelabui mata.


Merasakan ada getaran di tasnya, Aleisha lantas meraihnya. Dia melihat getaran tersebut berasal dari jam alaram di HPnya.


Dia terlihat kaget melihat jam yang sudah menunjukan pukul enam lewat empat puluh menit.


"Astagfirullahal'adzim.." gumamnya pelan. Dirinya benar-benar lupa diri oleh pertunjukan tersebut, membuatnya dirinya sampai-sampai lupa akan sholat magrib.


Dia lalu melihat kearah Rika yang disebelahnya masih asik menonton ke arah pertunjukan.


Di tepuknya, pundak Rika yang ada di sebelahnya pelan.


"Rika, aku mau sholat. Ayo kita sholat.." ajaknya setelah Wanita itu menoleh.


"Enggak deh Aleisha, aku sholatnya di hotel aja. Lagi pula rame bangat, pasti susah nyari tempat untuk sholat.." tolaknya halus.


Aleisha tak gentar, dia kembali mengajak sholat teman muslim yang ada didekatnya. Tapi mereka mengatakan perkataan sama seperti Rika.


Mengetahui dirinya hanya akan sholat sendiri tak membuat dirinya malas dan memilih meninggalkan sholat tersebut.


Lagi pula, dia berfikir nanti di kuburan juga sendiri.


"Yaudah Rika, aku sholat dulu ya.." beritahunya.


"..Aleisja, aku sekalian nitip makanan ya sama minum.." ujar Rika meminta tolong.


Aleisha menganggukan kepala mengiyakan. Alhasil, yang lain pun ikut menitip makanan dan juga minuman.


Wanita berkerudung panjang itu lalu berdiri kemudian keluar dari ke rumunan orang-orang yang menonton pertunjukan.


"Wahhhh....rame sekali.." ucapnya sambil menggelengkan kepala melihat barisan orang-orang.


Keluarnya dari ke rumunan, Aleisha terlebih dahulu mencari toilet. Dia ingin melepas hajatnya, setelah itu dia baru mengambil air wudhu di wastafel yang ada disana.


Usai berwudhu, dia berjalan di sepanjang Piazza Novona untuk mencari tempat yang tak seramai di alun-alun.


"Dimana ya?" gumamnya dalam hati sambil menengok kanan kiri.


"...disana sepertinya tidak terlalu ramai.." gumamnya mendapati tempat.


Wanita itu lantas berjalan kearah tempat tersebut yang lumayan jauh dari alun-alun.


Sampai di tempat itu, Aleisya mengeluarkan HP terlebih dahulu. Dia mencari arah ka'bah, melalui aplikasi HPnya.


Setelah mendapatinya, dia mengeluarkan kain yang di gunakannya untuk sholat sebelumnya.


"Allaahuakbar!" seru Al pelan tapi hikmat.


Dia mulai membaca surat-surat dengan suara sir. Dia membacanya dengan tartil.


"Assalamu'alaikum Warahmatullah.." salamnya sambil menengok ke kanan kemudian ke kiri.


Perasaan berat sejak tadi yang di rasakannya seketika sirna. Dia merasa bersyukur masih diberi ke sempatan sholat.

__ADS_1


Seandai tadi, dia tak diberi kesempatan. Pasti dia belum sholat saat ini, karna penciptanya sudah memanggilnya.


Yang membuat dirinya bingung sampe sekarang, kenapa masih banyak orang muslim mengabaikan hal wajib ini. Apa mereka tidak tau, bahwasannya meninggalkan sholat tanpa alasan syar'i seperti haid, nifas, gila dan lainnya dilarang.


Setelah duduk sejenak dan berdoa. Wanita itu segara berdiri dari duduknya. Dia lalu mengambil kain, sebagai alasnya sholat tadi lalu memaspasnya.


Usai melipatnya, dia kembali memasukannya kedalam tas. Dia lalu bejalan kearah mini market.


Sepanjang jalan, dia mendapati beberapa muda mudi sedang berpacaran, kumpul-kumpulan anak-anak muda dan ada juga beberapa orang yang terlihat celingak-celinguk seperti mencari orang.


Dari luar, di lihatnya mini market lumayan rame. Dilangkahkan kakinya kearah pintu lalu membukanya.


Bug


Kring


"Aduh.." erangnya pelan.


Hampir saja Aleisya terjatuh, baru saja akan masuk tiba-tiba dari belakangnya tadi seorang Pria tinggi besar menerobos mendahuluinya.


Dirinya menggelengkan kepala melihat Pria tinggi besar yang menggenakan hitam-hitam itu.


Bukannya meminta maaf, Pria itu malah tidak peduli.


Aleisha lantas tak memikirkannya, dia lnatas mengambil keranjang lalu berjalan ke arah rak roti. Dia mengambil beberapa roti, usai mengambilnya dia berjalan ke arah air mineral kemudian menaruh ke dalam ke ranjang.


Merasa barang yang di butuhkan sudah semua, dia lalu berjalan kearah kasir yang memiliki antrian empat orang di depannya.


Aleisha melihat kearah seseorang di depannya.


"..ini bukannya Pria yang tadi menabrakku.." batinnya melihat kearah Pria tinggi besar yang memegang sebotol air itu.


Di dongakkan kepalanya ke atas melihat Pria yang sangat tinggi itu.


"..tinggi sekali! Kira-kira berapa tingginya.." batinnya kembali.


Sampailah akhirnya, giliran Pria di depannya membayar belanjaan yang di belinya.


Aleisha melihat Ba kasirnya sedang berbicara pada Pria itu. Tak lama Pria itu pergi dari meja kasir tanpa membawa air minum yang di pegangnya tadi.


Dia melihat sebotol minum di meja itu yang artinya tak jadi di beli Pria itu.


Selesai membayar belanjaannya, tentu dengan komunikasi berbahasa Inggris Aleisha yang sederhana. Wanita itu lalu keluar dari mini market.


Didepan, mini market dia kembali mendapati Pria berjas hitam itu. Pria itu nampak berdiri di lampu depan mini market yang mati. Tubuhnya nampak menyender ke tembok dengan tangan kirinya di masukan kedalam saku celana.


Aleisya tak dapat melihat wajahnya karna tertutupi masker dan gelap.


"..pasti dia haus!" gumamnya. Dia mengingat ketika Pria itu terburu-buru masuk mini market tadi.


Di lihatnya sejenak kearah kantung belanjaan yang di pegangnya.


Aleisya kemudian melangkah mendekat kearah Pria tinggi besar itu yang sedang menatap lurus ke depan.


Kring kring kring


Bunyi gantungan kunci di tas ranjutannya berbunyi, membuat Pria itu menoleh kearah Aleisya.


Saat akan mencapai Pria itu, Aleisya memasukan tangannya ke dalam keresek. Dari dalam dia lalu mengeluarkan sebotol air mineral.

__ADS_1


Tepat didepan Pria itu, Aleisya berhenti. Dia merasa dirinya di tatap Pria itu. Ingin rasanya dia mendongakkan kepala, tapi dia enggan dan itu terasa tak sopan.


"..minum!" serunya dalam Bahasa Inggris sambil menyodorkan minum di genggamannya.


Dia lalu mengangkat kepalanya hanya sampai melihat kearah maskernya.


"Tinggi sekali!" batinnya yang tak sanggup mendongakkan kepala kembali.


Pria itu masih diam, tangannya masih setia di saku dan di sampingnya.


Tak mendapat tanggapan dari Pria itu, Aleisya kembali berkata.


"Tadi aku melihatmu masuk terburu-buru. Aku fikir kamu haus.." sambungnya.


Tapi masih saja, Pria itu tetap diam. Dia tidak meraih boto yang Aleisya sodorkan.


Karna sudah merasa canggung dan tak tau mau gimana lagi.


Diselipkan botol itu, antara tubuh besar tegapnya dan lengan bawanya yang menempel ke saku celananya.


"..minumnya masih baru kok...aku duluan ya.." ucap Aleisya yang lalu pergi meninggalkan Pria itu.


Kring kring kring


Sayup-sayup bunyi kerincingan mulai memudar.


Pria yang di berikan botol minum itu, mengambilnya lalu menggenggamnya sambil melihat kearah Wanita berkerudung panjang itu.


Ekor matanya lalu menangkap sesuatu, membuatnya segera bergerak dari tempatnya.


* * *


Seperginya dari mini market, Aleisha kembali ke alun-alun. Dia kembali masuk kedalam ke rumunan orang yang tak seramai tadi, karna acara sedang berhenti sejenak.


"Aku lama ya.." ucap Aleisha saat kembali duduk diantara orang-orang yang setanah air dengannya.


"Iya lumayan lama.." balas salah seorang diantara mereka.


Botol dan juga roti itu lalu diberikan pada orang yang tadi memesan.


Mereka yang sejak tadi sudah haus, segera menenggak minum tersebut.


"Ini, minum!" kata Rika menyodorkan botol minumnya yang sudah ditenggaknya.


Al yang sejak tadi memang haus, lalu menerima botol tersebut.


"Terimakasih.." ucapnya yang kemudian menenggak air itu.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE dan UHIBBUKI


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM

__ADS_1


__ADS_2