
Awal Kejadian
Happy Reading!!!
Perjalanan selama seminggu di Italia ini terasa menyenangkan. Aleisha dapat menambah pengalaman baru di umurnya yang ke dua puluh tahun.
Dia juga menjadi tau beberapa tempat seperti Collesseum, Campe de' Fiori, Piazza Novona, Museum yang berada di Vatikan dan beberapa tempat terkenal lainnya yang ada di Italia.
Tapi satu tempat yang sangat di sukainya, Mesjid Agung Roma. Itu merupakan tempat terindah selama dia di Italia.
Bangunannya yang luas serta besar dan yang tak dilupakan, dia merasa sangat nyaman berada disana. Membuat Aleisha sangat betah saat ada di rumah Allah tersebut.
"Akhirnya selesai juga!" gumam Rika sambil memukul pelan koper miliknya.
Wanita itu terlihat sudah nampak rapi, dengan kaos merah berpadu padan dengan putih, rok lepisnya dan juga kerudung pasmina yang melilit di lehernya.
Aleisya yang sedang duduk di kasurnya lalu mendekat kearah teman sekamarnya selama seminggu ini. Dia tersenyum kearah Wanita itu yang di balas senyuman juga olehnya.
Wanita berpasmina itu kemudian jalan mendekat ke arah Aleisha.
"Aku senang, selama seminggu ini sekamar dengan dirimu.." ujarnya.
"Aku juga senang.." balas Aleisha tersenyum sedih karna akan berpisah.
"Kamu selalu mengingatkanku sholat dan hal baik apapun yang kadang, sering membuatku lupa.." lanjutnya.
"Hehehe itu sewajarnya, bukannya sesama umat Islam harus saling mengingatkan.." balasnya.
"Apalagi, sekarang kita sudah berteman.." sambungnya tersenyum senang.
Rika menganggukan kepala mengiyakan perkataan Wanita di depannya.
"Baiklah sudah waktunya!" serunya yang mendengar suara ketukan dari pintu didepan.
Saat berjalan kearah pintu, Rika kembali membalikan badan melihat kearah Aleisya.
"Oh, iya. Kalau kamu ke Yogyakarta jangan lupa kunjungi rumahku ya.." ucapnya sambil memberikan gerakan menelpon.
"InsyaAllah!" balasnya.
Kedua Wanita itu lalu pergi bersama ke lobi utama.
Disana, Aleisya mengantar semua teman-teman setanah airnya yang akan menaiki Bis.
Tak lupa mereka say good bay.
Pak Burhan, yang merupakan Pria yang menjemputnya di Bandara dan juga merupakan orang dari perusahaan yang memberikan hadiah menghampiri Aleisha.
"Aleisha, Bapak pergi duluan ya.." ucap Pria itu.
__ADS_1
"Ingat! Pesawat kamu terbang besok jam 9. Orang hotel, nanti akan mengantarmu ke Bandara.." sambungnya yang Al angguki.
"Oh ya satu lagi, kamu hati-hati. Jangan jalan di tempat sepi terutama kalau sudah gelap. Kalau ada hal menakutkan, kamu segera telpon 911 atau berteriak.." katanya mengingatkan.
Setelah mengatakan yang ingin di katakan. Pria itu lagi pergi pamit. Dia sebenarnya merasa khawatir, tapi segera di buang jauh-jauh pikiran tersebut.
Bis lalu melaju meninggalkan area hotel. Meninggalkan Aleisha disana. Wanita itu kembali berjalan ke dalam hotel menuju kamarnya.
Alsannya tak ikut pulang, karena sejak awal dia telat membeli tiket.
Saat perusahaan memesan untuk pulang di hari yang sama dengan yang lain. Ternyata tiketnya habis untuk hari tersebut.
* * *
Krucuk krucuk krucuk
"..laparnya!" gumam Aleisya sambil memegang perutnya.
Di arahkan kakinya ke meja yang ada di dekat lemari. Dia berpikir, mungkin disana masih ada sisa makanan semalam.
"..ternyata, sudah habis.." ucapnya lemas karena hanya melihat bungkus dari cemilannya saja.
Di liriknya ke arah jam yang menunjukan pukul lima sore. Dia lalu berjalan kearah jendela, melihat langit yang masih terang.
Wanita itu segera bergegas bersiap-siap. Dia memakai Jilbab (gamis) dan kerudung. Tak lupa memakai kaos kaki.
Sebelum berjalan ke arah pintu, dia diam sejenak melihat ke arah HPnya.
Dia lalu keluar dari kamarnya hanya dengan membawa uang dan kunci kamar hotelnya.
Di lobi, Aleisya bertanya terlebih dahulu dimana mini market. Setelah mengetahuinya, dia lalu berjalan ke luar hotel.
Mini market terdekat, ternyata berjarak 300 meter dari hotel. Jarak yang lumayan jauh, tetapi Aleisha menikmatinya.
Sepanjang jalan dia melihat kanan dan kiri yang terdapat bangunan, seperti rumah, tempat penginapan maupun resto.
Ini pertama kalinya dia berjalan kaki di sekitar hotel sejak sampai di Italia.
Melihat tanda pelang mini market, Aleisha nampak senang. Dia segera melangkah cepat ke sana.
Di dalam, dia mengambil cemilan, roti dan juga air mineral. Tentunya yang halal. Syukurnya uang yang di bawanya pas dengan belanjaan yang di ambilnya.
Keluar dari mini market, Aleisya kembali melihat kearah langit yang masih terang. Dia menengok ke arah kanan yang merupakan jalan kembali ke hotel. Tapi dia memilih ke arah kiri untuk jalan-jalan terlebih dahulu.
Jalan-jalan sore, sambil memandang sekitar membuat Aleisya tak menyadari langit yang mulai gelap.
Saat menyadarinya, dia segera menyudahi jalan-jalannya.
"..tadi belok mana ya?" gumamnya sambil mengingat jalan kembali ke mini market.
__ADS_1
Saking asiknya berjalan, dia sampai lupa arah balik ke mini market. Dia juga tak melihat ada orang yang lewat di sekitarnya berdiri..
"..aaa coba kiri dulu.." ucapnya yang lalu berjalan ke arah kiri.
Dia kembali melanjutkan langkahnya, sepanjang jalan dia melihat daerah yang nampak asing di matanya.
"Tadi aku benar lewat sini gak ya? Tapi kok sepi bangat dan beda?" gumamnya kembali.
Di lihatnya kembali ke arah langit yang mulai sangat gelap, tiba-tiba dia kembali teringat perkataan Pak Burhan.
"Aku balik saja deh ke jalan tadi.." ucapnya.
Tapi, saat akan berbalik samar-samar. Dia mendengar suara orang. Dia lantas berjalan ke arah suara tersebut.
Seketika saat mendapati suara itu Aleisya terdiam. Dia melihat pemandangan di luar dugaannya.
Yaitu, Seoarang Pria yang duduk bersimpuh dengan wajah lebam-lebam seperti habis di tonjok.
Yang membuatnya lebih kaget lagi, Pria yang ada di depan Pria terluka itu sedang memegang senjata yang di arahkan ke arah kepala Pria yang tak berdaya itu.
Sekujur tubuh Aleisha sekita merinding, bibirnya terus melafalkan doa.
Dia lalu berjalan perlahan agar orang-orang tersebut tak sadar dengannya.
Tap tap tap
Puk
Aleisya yang ingin kembali melangkah terhenti oleh sesuatu yang menghalanginya.
Dadanya kembali berdetak lebih cepat, dia berharap yang di belakangnya bukanlah orang.
Diputarnyalah perlahan tubuhnya, keringat dingin sudah mulai berjatuhan.
Saat berbalik sepenuhnya, dia kaget. Sosok dibelakangnya adalah manusia yang tinggi besar. Dia hanya sedada Pria ber jas hitam itu.
Saat akan mendongakkan kepala, dia mendapat pukulan di bagian lehernya. Membuat dirinya tak sadarkan diri.
# # #
Di share ya, supaya orang lain dapat membaca cerita ini...
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE dan UHIBBUKI
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
__ADS_1
Salam hangat SMIM