Love In Italia

Love In Italia
Aqila Aleisha Sabira


__ADS_3

Aqila Aleisha Sabira


Happy Reading!!!


Pagi ini, seperti hari biasanya. Suasana kota Jakarta nampak padat merayap.


Angkutan umum dan angkutan pribadi terlihat tak henti-hentinya mondar mandir di jalan raya.


Di suatu tempat, yang terdapat banyak rumah-rumah berjejeran tak beraturan. Yang disana dihuni oleh beberapa ribu jiwa.


Terdapat, Seorang Wanita muda lajang nampak sudah bekerja di pagi buta.


Dia terlihat sibuk dengan urusan rumah tangga, seperti mencuci, memasak dan beberes rumah.


'🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶''


Suara alaram memenuhi kontrakan sepetak tersebut. Mengingatkan si penghuni untuk berangkat bekerja.


Penghuni kontrakan tersebut yang sedang memasukkan masakan kedalam kotak bekalnya, lantas mendekat kearah suara itu lalu mematikannya.


"Sudah waktunya!" seru suara itu lembut tetapi terdengar semangat.


Sosok tersebut lalu memasukkan bekalnya kedalam tas selempang kesayangannya.


Itu merupakan, tas rajut pertama yang dibuatnya saat SMA.


'Kring' suara bandul yang tergantung berbunyi menandakan itu merupakan ciri khasnya.


Dilangkahkan kakinya kearah pintu dengan semangat.


'Cklek'


Sebelum kakinya melangkah keluar pintu. Tak lupa dirinya membaca doa keluar rumah. Agar dirinya senan tiasa dijaga oleh Sang Khaliq.


"Bismillaahirrahmaanirrahiim.." ucapnya memulai aktivitasnya dipagi hari.


Pasti diantara kalian, belum kenal dengan sosok Wanita tersebut.


Dia merupakan Wanita muda, berumur dua puluh tahun.


Dirinya tinggal di perkampungan padat penduduk.


Mengapa disebut padat penduduk?


Karna kontrakan sepetaknya terdapat didalam gang sempit. Gang yang hanya bisa dilewati orang.


Ingat! Hanya orang!


Jika ada kendaraan yang lewat, entah apa yang akan dilakukan warga digang tersebut.


Baiklah kembali ke Wanita tadi.


Biasanya anak-anak club malam baru pulang dipagi buta. Sedangkan sosok Wanita itu berbeda, di jam yang sama dia bangun.


Nama sosok tersebut adalah Aqila Aleisha Sabira, namanya memiliki makna Wanita bijaksana, pintar, mandiri, berani dan memiliki kesabaran yang tinggi.


Bukankah nama yang bagus!


Dia mendapatkan nama jtu dari Ibu kandungnya yang merupakan seorang sigle parent.

__ADS_1


Awalnya, dia tak paham mengapa Ibunya memberikan nama yang terdengar berat pada dirinya.


Tetapi saat dirinya menginjak kaki di kelas empat SD. Dia paham, Ibunya menginginkan dirinya menjadi sosok seperti arti namanya.


Menjadi sosok Wanita yang bijaksana, pintar, mandiri, berani dan memiliki kesabaran yang tinggi.


Tapi kehidupan bahagianya, bersama dengan keluarga satu-satunya hilang.


Ternyata, Ibunya selama ini menyembunyikan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.


Aleisya mengetahui penyakit tersebut ketika Ibunya sudah tiada.


Hal tersebut, membuat hatinya terpukul.


Dirinya yang sudah tidak memiliki sanak keluarga, lantas dimasukan kedalam panti asuhan oleh warga sekitar.


Dirinya yang dulu selalu dimanja, diberikan berlimpah kasih sayang dan selalu dituruti keinginanya. Seketika saat di panti, semua berbeda.


Banyak anak-anak di panti yang memiliki nasib sama dengannya. Tetapi kebanyakan dari mereka merupakan anak jalanan yang di tinggalkan.


Awal, gadis itu memasuki panti. Dirinya selalu menangis dan membantah omongan para pengasuh.


Membuatnya sering mendapat hukuman dan dicap anak nakal.


Dirinya merasa hampa, tak semangat menjalani hidup.


Sampai akhirnya, kepala panti yang merupakan seorang Wanita tua yang sebentar lagi pensiun mendekatinya.


Mencari tau, alasan anak ini menjadi susah diatur.


Awal-awal Aleisya tak peduli dengan Wanita itu. Dia selalu meninggalkan Wanita itu yang menghampirinya.


Tetapi lambat laun dirinya membuka hati padanya.


Setiap Aleisya curhat, Wanita itu hanya menanggapi dengan senyuman dan memberikan kasih sayang.


Sampai akhirnya malam sebelum Wanita tua itu pergi.


Aleisya mendengar bahwasannya namanya memiliki arti yang luar biasa.


Wanita itu menjelaskan bahwa Ibunya ingin agar Aleisya menjadi anak yang seperti namanya.


Dia juga berkata, kalau Aleisya menyayangi Ibunya dia harus berubah menjadi sosok seperti namanya.


Wanita itu juga menjelaskan, bahwa semua pengurus peduli padanya.


Jika tidak peduli, mana mungkin Aleisya bisa makan, bajunya rapi, dan lainnya.


Dia juga memberikan beberapa perkataan mutiara lainnya pada gadis polos itu.


Esoknya, Aleisya kaget melihat orang yang dekat dengannya telah pergi. Padahal sosok itu, yang mendengarkan keluh kesah setelah Ibunya tak ada.


Aleisya lantas kembali sedih, tetapi hal tersebut tak lama. Perkataan Wanita tua itu selalu mengiang di kepalanya.


Akhirnya, dia meneguhkan diri untuk berubah menjadi orang baru yang sikapnya seperti namanya.


Hal itu membuahkan hasil, dia menjadi anak pintar di sekolah, sedang di panti dia menjadi anak yang mandiri sering menolong atau membantu anak panti lainnya.


Tak hanya dalam hal sosial, Aleisya juga pintar dalam hal agama. Dia suka mengikuti acara kerohanian di sekolah maupun saat di panti, membuat ilmu Agamanya bertambah.

__ADS_1


Tapi, tak selamanya Aleisya bisa tinggal di panti. Dia yang sudah lulus SMA, setidaknya angkat kaki dari panti, karna dirinya sudah besar.


Di tambah bantuan dana yang berkurang dan adek-adeknya yang masih kecil.


Dia juga merasa tak enak dengan Ibu panti yang mengurusnya sejak kecil.


Akhirnya, Aleisya memilih merantau dari tempat tinggalnya ke Jakarta untuk bekerja.


Dia memberanikan diri pergi karena koneksi pekerjaan dari anaknya Ibu pengurus panti yang sedang berada di Jakarta.


Sampai di Jakarta, dengan bantuan anak pengurus panti Al menjadi OB menggantikannya.


Sedang anak pengurus panti kembali ke kampung karna akan di jodohkan.


Tinggallah Aleisya di kota Metropolitan yang semuanya ada di sana.


Sejak awal bekerja, dirinya terkenal rajin dan gesit. Dia juga selalu masuk dan mengambil jam lembur untuk tambahan gaji.


Selama dua tahun di Jakarta, Aleisya bekerja dengan keras.


Saat pagi, dia akan bekerja mencari uang. Tetapi saat malam dia akan mengajar ngaji secara gratis kepada anak-anak perkampungan yang tinggal di dekat kontrakannya.


Setelah berjalan kurang lebih tiga puluh menit, Aleisya sampai di depan sebuah bangunan besar.


Perusahan tempatnya bekerja sangat menjunjung karyawannya. Mereka memberikan upah yang setara dengan kerja keras semua karyawannya.


Yang paling membuat Aleisha menyukai perusahaannya. Mereka tidak membatasi pakain karyawannya, yang penting rapi dan bersih.


Membuat Al memilih bekerja menggunakan gamis, pakaiannya sejak dulu.


Jam tujuh kurang, biasanya suasana perusahan masih nampak sepi. Karna hanya beberapa karyawan yang datang, khususnya OB yang bertugas membersihkan ruangan yang di pakai karyawan lembur saat malam hari.


Aleisya berjalan ke arah ruangan penyimpanan barang.


'Clak' ditutupnya lemari tempatnya menaruh tas.


"Hai.." sapa suara serak yang tiba-tiba muncul dari balik lemarinya.


Aleisha nampak terkejut, dia memegang dadanya yang sedikit berdetak lebih cepat.


"Kamu rajin ya, seperti biasanya.." ucap Wanita itu yang lalu berjalan melewati Aleisya karna lemarinya berada disamping Wanita itu.


" 'Aini, kamu kebiasaan.." ucap Aleisya yang masih merasa kaget.


Wanita itu hanya menyengir menanggapi sahabatnya. Dirinya memang sering mengageti Wanita itu, karna sahabatnya tak pernah sekalipun marah.


"Sorry.." ucap Wanita itu yang kesekian kalinya.


Aleisya yang mendengar ucapan maaf sahabatnya hanya menganggukan kepala. Karna dia tau Wanita itu akan tetap mengulanginya.


"Aku duluan ya!" pamit Aleisya kearah 'Aini. Dia lalu jalan keluar ruang penyimpanan.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE

__ADS_1


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM


__ADS_2