Love In Italia

Love In Italia
Pendahuluan (2)


__ADS_3

Happy Reading!!!


"Dor!"


Suara tembakan terdengar. Sosok yang berlari itu terjatuh karna kakinya terkena serempetan peluru.


Wanita itu menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Dia berusaha bangkit untuk berlari kembali kearah pintu yang ada didepan matanya.


"Sialan!" decih Pria berambut coklat gelap karna tembakannya meleset.


"Apa yang kau lakukan, kejar dia!" perintah kembali Pria berambut hitam karna melihat sosok Wanita itu telah mencapai pintu.


Pria itu lalu segera bangkit dari posisinya kemudian mengejar si Wanita di ikuti Pria berambut hitam yang masih memegang alat vitalnya yang berdenyut.


"Berhenti kau, Wanita ******!" perintah Pria berambut coklat gelap.


Si Wanita yang sudah mencapai pintu lantas membukanya. Dengan asal dia memilih belok kearah kanan.


Dengan terseok-seok, dia menahan sakit didaerah betisnya yang mengelurkan darah segar.


Si Pria berambut coklat gelap yang ingin menembak kembali, di urungkan karna Wanita itu sudah keluar dari ruangan.


Dengan cepat dia berjalan mengejar si Wanita.


Sampainya diluar pintu, dirinya masih melihat si Wanita yang masih berusaha jalan dengan menyeret kaki kirinya. Lantas diarahkan kembali se*jata a*i kearah Wanita itu.


"Dor!"


Suara tembakan kembali terdengar.


"Aaahhhh!!!" erangnya kembali.


"Sssshhhhhh" Dia merasakan sakit di daerah punggungnya.


Wanita itu kembali menggigit bibir bawahnya. Rasa sakit di punggungnya jauh lebih sakit dari betisnya. Seperti sesuatu menancap ke dalam dagingnya.


Tapi Wanita itu tak berhenti melangkah, dia masih tetap berjalan menjauh.


Sampai akhirnya dia tertangkap oleh Pria berambut coklat.


Pria itu menjatuhkan kasar tubuh si Wanita dengan posisi tengkurap lalu menahan tangannya kebelakang.


"Aahhh.."erangnya kembali menahan sakit di tangan dan juga pundaknya yang mendapat tekanan.


Pria yang alat vitalnya ditendang tersenyum senang. Dia lalu berjalan santai mendekat kearah temannya yang menahan si Wanita yang tak berdaya.


DEG


Tiba-tiba, aura dingin menyergap.


Pria berambut coklat tua dan hitam nampak tiba-tiba diam membeku.


Tap tap tap

__ADS_1


Suara langkah kaki terdengar menggema memenuhi lorong itu.


Sosok tinggi besar, nampak jalan dari arah belakang Pria berambut hitam.


"Apa yang sedang kalian lakukan!" seru seorang Pria berjas hitam yang jalan mendekat kearah Pria yang alat vitalnya tadi ditendang.


Pria berjas itu dan tiga orang dibelakangnya jalan melewati Pria berambut hitam yang terdiam dengan tubuh yang bergetar.


Sedangkan Pria berambut coklat yang menahan tangan si Wanita, segera melepaskan tangannya dari Wanita itu, kemudian berdiri mendekatkan tubuhnya kearah tembok.


Kepalanya tertunduk dengan tangan gemetar memegang se*jata a*i. Dirinya merasa takut melihat sosok tiga Pria berjas serta satu Pria berpakaian santai dibarisan nomor dua.


"Maaf Tuan, kami sedang menangkap Wanita jal*ng yang kabur ini.." ucapnya dengan gemetar.


Pria berjas melirik kearah Wanita yang tengkurap tersebut. Tanpa bertanya di tau siapa sosok Wanita tersebut.


"Segera urus Wanita itu!" perintahnya.


"Baik Tuan!" balas Pria berambut coklat gelap.


Pria berjas yang berada didepan Pria berbaju santai jalan terlebih dahulu baru di ikuti Pria berjas di belakangnya.


Saat Pria berbaju santai akan melewati sosok yang tengkurap, tiba-tiba kakinya terasa ada yang menahan.


Diliriknya kearah bawah yang ternyata sepatunya ditahan oleh tangan kanan Wanita yang telengkup itu.


Pria berjas hitam dan orang-orang disitu lantas mengikuti arah pandang Pria berperawakan tinggi besar itu serta putih itu.


Matanya terbelalak, melihat sepatu Pria berbaju santai itu di pegang. Lantas Pria berambut coklat tua bergerak dari posisinya, kemudian menahan kembali tangan Wanita itu kebelakang dengan kencang.


"Akkhhh.." pekiknya yang merasakan sakit yang mencekat di pundaknya.


"Mau mati kamu!" sentaknya keras kearah Wanita yang meringis itu.


"Maaf, Tuan. Maaf.." ucapnya sambil menganggukkan kepala berulang kali kearah Pria berbaju santai.


Si Wanita yang sejak awal tak paham perkataan Pria itu, hanya terdiam. Tangannya mengepal, menahan rasa sesak di dadanya yang membuatnya susah bernafas.


Ditambah, dirinya merasakan sakit di sekujur tubuhnya karna mendapat kejahatan secara fisik maupun mental.


Tapi, sosok itu harus tetap melawan karna ini jalan ikhtiarnya (usahanya).


Dengan perlahan dia menarik nafasnya lalu membuka bibirnya.


"Jangan sentuh aku!" ucapnya dalam bahasa inggris yang terdengar keras serta mengiris hati.


Dengan sisa tenaganya, dia berusaha melawan agar Pria yang memegang dirinya segera melepaskan tangannya serta menjauh dari tubuhnya.


Tapi hal tersebut tak mempan. Kemampuan fisik mereka jelas berbeda.


Ditambah sekujur tubuh lemah itu sakit dan mengeluarkan darah yang memberikan noda merah pekat di pakaiannya


Buliran bening, akhirnya jatuh. Setelah beberapa kejadian, tangisannya mulai pecah. Sosoknya yang sejak tadi kuat, terus melawan serta membantah, mulai menunjukan sosok sejatinya yang lemah.

__ADS_1


Pria berjas yang berada di belakang, lalu melihat Tuannya masih diam ditempat sambil memperhatikan sosok si Wanita.


"Tuan.." panggilnya menyadarkan Pria itu.


Pria yang berpakaian santai tersadar dari posisinya yang masih memperhatikan si Wanita yang sebagian wajahnya tertutup kerudung.


Dia lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Wanita itu.


Dua Pria berjas yang berada dibelakangnya segera mengikutinya, melewati Pria berjas di depan.


Pria berjas yang di lewati, memberikan perintah dalam bentuk gerakan kearah Pria berambut coklat gelap.


Paham maksud gerakan tersebut, Pria berambut coklat gelap menganggukkan kepala


Pria berambut hitam, yang sejak tadi diam dibelakang kembali bergerak menghampiri si Wanita.


Dia kembali tersenyum melihat sosok tak berdaya itu. Tapi, dia merasa kesal mengingat bagian vitalnya (masa depannya) yang tadi ditendang.


Pria itu melayangkan kaki kanannya yang kemudian menendang keras perut si Wanita beberapa kali.


Bugh Bugh bugh bugh bugh


"Aaahhhhhhh..." erang Si Wanita yang perutnya benar-benar terasa sakit.


"Khuk khuk khuk" lagi-lagi dia kembali batuk. Ditambah saat ini dia merasa mual yang rasanya ingin muntah.


"Bawa dia!" perintahnya kearah Pria berambut coklat gelap.


Pria berambut coklat gelap tersenyum mengiyakan.


Dia menarik tangan Wanita itu kasar. Pria itu memaksa tubuh lemah itu berdiri.


Dengan tak berperasaan, dia menarik kembali ke ruangan yang tadi dirinya disekap.


Perasaan takut di nodai, mengiang kembali di kepala Wanita itu.


Tapi apalah daya, kini dia tak memiliki kekuatan untuk memberikan perlawanan.


Dirinya pasrah, setidaknya dia tadi sudah berusaha dengan seluruh kekuatannya untuk melawan.


Kini dia berserah diri kepada penciptanya, akan hal yang terjadi ke lanjutannya.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, coment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM

__ADS_1


__ADS_2