
Happy Reading!!!
"Apa dia masih pingsan?" tanya Pria berjas pada dua Pria yang menjaga sosok Wanita di atas kursi.
"Sepertinya masih, Tuan.." balas Pria berambut hitam yang melihat ke arah sosok itu yang tetap diam tak bergerak.
Pria berjas hitam itu kemudian memperhatikan Wanita itu yang terlihat diam.
"Seterah kalian mau di apakan Wanita itu! Yang terpenting dia tidak berbicara, prihal yang di lihatnya tadi ke kantor polisi.." ucapnya tegas menatap kedua Pria di depannya.
"Baik, Tuan.." balas keduanya patuh.
Seperginya Pria berjas hitam, Pria berambut coklat gelap mendekat ke arah Pria berambut hitam.
"Kak, mau kita apakan Wanita ini?"
Pria berambut hitam nampak tersenyum kemudian menjilat bibirnya. "Tentu saja kita akan bersenang-senang terlebih dahulu. Setelah itu baru kita jual.." balasnya.
"Hehehe..Kakak pintar juga.." sahut Pria berambut coklat gelap.
"Tapi, di lihat dari wajahnya. Dia bukan orang kita.." ucapnya kemudian memperhatikan wajah Wanita itu yang mata dan mulutnya di tutup.
"..dan pakaiannya sangat tertutup.." sambungnya melihat ke arah si Wanita yang tertutup dari atas sampai bawah.
"Sudahlah, kamu gak usah memikirkan itu. Yang utama sekarang kita mendapatkan bonus.." katanya yang jalan mendekat ke arah sosok itu.
# # #
Di ruangan lain, bangunan tak terpakai itu. Seorang Pria terlihat bersimbah darah di wajah dan sekujur tubuhnya penuh luka.
Pria itu nampak terbaring di lantai tak berdaya. Samping kanannya terdapat Pria gendut memegang alat pemukul yang ada bercak darah sedang sebelah kirinya terdapat Pria berbadan kurus memegang alat serupa.
Di depan Pria tak berdaya itu, duduk seorang Pria tinggi besar berbadan kekar. Dia menatap lurus ke arah Pria yang terbaring tersebut.
"Siapa orangnya?" tanyanya dengan nada dingin pada Pria tak berdaya itu.
Pria itu masih bungkam. Dia memilih diam. Karna menjawab ataupun tidak menjawab pertanyaan Pria itu. Dia tetap akan kehilangan nyawanya.
Tak mendapat jawaban dari Pria tersebut, Pria berbaju santai lalu memberi kode pada Pria berjas yang ada di belakangnya.
Pria itu lalu mendekat kemudian memberikan amplop pada Pria di depannya.
Sssraaakkkk
Lembaran-lembaran foto berserakan di depan Pria tak berdaya itu.
Awalnya Pria itu tak peduli, tapi saat sadar siapa yang ada di foto, dia terlihat mengepalkan tangannya.
"Siapa orangnya?" tanya kembali Pria berbaju santai itu.
Pria yang terbaring tak berdaya itu, menahan sesak di dadanya. Padahal dirinya diam-diam mengirim Istri dan anaknya ke Negara lain. Tapi Pria di depannya masih saja bisa mengetahui keberadaan mereka.
Jika dia tak berkata, pasti keluarganya akan dalam bahaya.
Pria itu menelan salivanya susah, dia lalu membuka bibirnya.
"XXX" ucap Pria itu pelan.
Mendapatkan jawaban, Pria berbaju santai tersenyum.
"Rupanya dia!" seringainya.
Pria itu mengepalkan tangannya erat, dirinya tak sabar untuk segera membalasnya.
__ADS_1
Dor
Mendengar suara tembakan, Pria berbaju santai melihat ke arah Pria di depannya yang masih hidup. Dia malah sedang asik memandangi foto yang berserakan di lantai.
Pria berbaju santai lalu melihat kearah Pria berjas hitam yang berdiri di dekat pintu. Dia memberikan gerakan agar Pria itu mendekat.
Paham mengapa di panggil, Pria berjas hitam mendekat lalu berbisik.
"Tadi aku menyuruh dua orang untuk mengurus Wanita yang tiba-tiba muncul dari tempat di dekat persembunyian Pria itu.." tunjuknya ke arah Pria di lantai.
"Apa Wanita itu sekomplotan dengannya?"
"Tidak Tuan, karna Pria itu terlihat sama sekali tak mengenal Perempuan itu.." jawabnya.
Selesai berbisik Pria berjas hitam kembali menjauhkan dirinya dari Pria berbaju santai.
Dor
Kembali terdengar suara tembakan kedua.
Mereka di ruangan itu, terlihat santai mengambaikan tembakan tersebut. Bagaikan, suara itu layaknya nada yang sering di dengar.
Pria berbaju santai yang sudah tidak ada keperluan lagi lantas segera berdiri. Dia lalu jalan ke arah pintu yang segera di buka oleh Pria berjas yang berdiri disana.
Sedang Pria berjas yang ada di belakang Pria berbaju santai memberikan intrupsi kepada Pria gendut dan kurus untuk mengurus Pria tak berdaya itu.
Pria berbaju santai jalan mengikuti Pria berjas hitam yang ada di depannya.
Di depan, Pria berjas hitam melihat Pria berambut hitam sedang berjalan sedang Pria berambut coklat gelap sedang menahan sesuatu.
"Apa yang sedang kalian lakukan!" serunya yang lalu jalan melewati Pria berambut hitam.
Dia jalan mendekat ke arah Pria berambut coklat yang segera berbalik dan melepaskan tangannya dari sosok yang di tahannya, kemudian berdiri mendekatkan tubuhnya kearah tembok.
"Maaf Tuan, kami sedang menangkap Wanita yang kabur ini.." ucapnya yang terdengar gemetar.
Dia juga melihat darah yang merembes dari pundak dan juga kaki Wanita itu.
"Segera urus Wanita ini!" perintahnya.
"Baik Tuan!" balas Pria berambut coklat gelap.
Pria berbaju santai segera melewati Pria berjas yang ada di depannya. Pria itu nampak tak peduli dengan kejadian yang menimpa Wanita itu.
Saat Pria berbaju santai akan melangkah melewati si Wanita, tiba-tiba kakinya tertahan. Dia tak bisa menggerakkan kaki kirinya.
Di liriknyalah ke arah kakinya yang ternyata, sepatu miliknya di tahan oleh tangan kanan Wanita yang terlengkup itu.
Pria berbaju santai mengerutkan dahinya. Dia terlihat sangat tak suka tangan kotor Wanita itu menyentuh barang miliknya.
Melihat Pria itu diam tak bergerak, membuat para Pria disana melihat ke arah pandangan Pria itu yang saat ini sedang melihat sepatunya di tahan Wanita yang tengkurap itu.
Menyadari hal itu, Pria berambut coklat gelap bergerak dari posisinya, kemudian menahan kembali tangannya ke belakang dengan kasar.
"Mau mati kamu!" sentaknya dengan suara pelan ke arah si Wanita
Pria itu lalu melihat ke arah Bosnya yang masih melihat ke arah sepatunya.
"Maaf, Tuan.." ucapnya sambil menganggukan kepala kearah Pria berbaju santai.
"..jangan sentuh aku!" ucap Wanita yang tengkurap itu dalam bahasa inggris. Suaranya terdengar sedih dan menyayat hati.
Pria yang berbaju santai yang mendengar ucapan Wanita itu lantas mengarahkan iris mata ke arahnya.
__ADS_1
Entah mengapa dirinya merasa janggal dengan perkataan Wanita itu, biasanya dalam kondisi seperti ini orang akan mengatakan "B*nuh aku" tapi mengapa Wanita itu mengatakan "Jangan sentuh"
"Tuan.." panggil Pria berjas yang melihat Tuannya diam di tempat.
Panggilan tersebut membuat Pria yang berpakain santai tersadar.
Sebelum melanjutkan langkahnya, dia mengarahkan iris matanya ke arah wajah si Wanita yang tak terlihat jelas karna tertutup sebagian kerudung.
Menyadari Bosnya telah kembali berjalan, Dua Pria berjas yang berada di belakangnya lantas mengikuti.
Pria berjas yang ada di dekat Pria berambut coklat gelap, lantas memberikan perintah dalam bentuk gerakan kearahnya.
Saat berjalan, perkataan Wanita tadi entah mengapa masih terngiang dipikiran Pria berbaju santai.
Tapi Pria itu segera membuang pikirannya itu dan kembali ke tujuan utamanya saat ini.
Bug bug bug
"Aaaahhh aaahhh aaahhh..."
"Khuk khuk khuk"
Seketika langkah kaki Pria berbaju santai berat, hatinya tiba-tiba merasa tak tenang, dan pikiran terasa buyar saat mendengar rintihan suara Wanita di belakangnya.
Pria itu kembali memaksakan kakinya melangkah, tetapi semakin dia melangkah semakin bercampur aduk perasaan dan pikirannya.
"..kenapa denganku!?" tanyanya dalam hati.
Dia lantas menghentikan langkahnya, dia terdiam dengan nafas yang mulai tak beraturan.
Bagaikan orang yang sesak nafas.
Menyadari Tuannya diam, Pria berjas yang berjalan paling belakang lantas maju. Dia mendekat kearah Bosnya.
Dia melihat Pria itu menatap ke depan dengan wajah sedikit pucat, bibir bergetar serta tangannya mengepal.
"Tu...." ucap Pria berjas terpotong.
Dia melihat Bosnya yang berbalik lalu jalan cepat.
Pria berjas lantas segera mengikuti langkah Pria itu, begitu juga dua Pria berjas yang sejak tadi diam.
Pria berjas memperhatikan Pria berbaju santai menuju ke arah ruangan tempat Wanita tadi di sekap.
Brak
Pintu di dorong keras oleh Pria berbaju santai membuat dua Pria di dalam terdiam.
Matanya langsung mendapati sosok Wanita yang tergeletak di lantai. Dia terpaku diam membisu dengan bibirnya bergetar.
Pria berjas yang ada di belakangnya nampak bingung melihat ke arah Bosnya yang diam. Dia lalu mendekat dan berkata, "Tuan.." ucapnya yang kembali terpotong. Kali ini karna perintah dari Pria tersebut.
"...b..bawa Wanita itu!" perintahnya.
Pria berjas terdiam mendengar Printah Bosnya. Tapi karna itu perintah darinya. Jadi, Pria itu harus menjalankannya.
# # #
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE
__ADS_1
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
Salam hangat SMIM