
Happy Reading!!!
"Kak Nur, Kakak tau gak Pak Alano lagi ngapain?" tanya Dewi yang sedang memperhatikan Pak Bosnya yang mondar mandir di sekitar Resto bersama Pria tua.
Nur yang sedang melap meja lantas melihat sebentar ke arah bosnya yang sedang di halaman.
"Aku gak tau Dewi.." jawab Nur menggelengkan kepalanya.
"..mungkin lagi lihat-lihat keadaan Resto.." ucap Wanita itu yang kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tap tap tap
Dari arah tempat istirahat pegawai, Aleisha mengedarkan pandangan.
Saat menemukan sosok yang ingin di carinya. Wanita itu lantas mendekat.
"Kak Nur, aku dan Nazwa sudah selesai istirahatnya. Sekarang giliran Kakak.." beritahu Wanita.
"Oke.." angguknya sambil tersenyum ke arah Aleisha.
"Kalau gitu Kakak istirahat saja, biar aku yang lanjut lap mejanya.." pinta Aleisha.
"Tidak apa apa, Kakak saja. Lagi pula tinggal sedikit lagi.." balas Nur.
"Yasudah, kalau begitu Aleisha kerjakan yang lain ya Kak.." pamitnya meninggalkan Wanita itu.
Wanita bergamis itu lalu melihat sekitar, mencari kerjaan yang bisa di lakukannya.
Sayangnya tak ada yang bisa di lakukannya, karna Resto sedang sepi dan pegawai lain sedang menganggur.
Dia lantas menghampiri Nazwa yang sedang berdiri di tempat memasak.
"Tumben sekali sepi, ya.." ucap Al yang menyandarkan tubuhnya pada tembok.
"Iya, tapi biasanya di jam segini memang sepi.." timpal Nazwa.
Lalu mata kedua Wanita itu melihat ke arah pintu masuk Resto. Mereka melihat sosok bos barunya dan seorang Pria berusia setengah baya.
Dua orang itu lalu berjalan ke dalam Resto sambil memperhatikan setiap sudut ruangan.
Usai memperhatikannya sesaat. Mereka kembali berjalan, ke arah Aleisha dan Nazwa.
"Pak Alano.." sapa kedua Wanita itu sambil menganggukan kepala sekali.
Saat menyapa tadi, suara Nazwa lebih mendominasi di banding suara Aleisha yang sangat pelan.
Pria muda itu hanya membalas dengan senyuman serta anggukan kepala ke arah Aleisha dan Nazwa.
Sebelum melewati kedua Wanita itu, matanya sesaat berhenti pada sosok Aleisha yang kepalanya tertunduk.
"Aleisha, Pak Alano tampan bangat ya.." ucap Nazwa setelah Pria itu pergi.
Wanita berhijab, biru toska itu nampak terpesona akan wajah bos barunya.
"hahaha.." balas Aleisha yang hanya tertawa membalas perkataan temannya.
Entah mengapa, dirinya merasa takut pada sosok bosnya. Walau hanya sedikit, hal tersebut membuat dirinya merasa gemetar. Padahal Pria itu tak melakukan apapun pada dirinya.
"..Aleisha ada tamu, ayo kesana.." ucap Nazwa melihat beberapa tamu yang datang.
"Iya.." balas Al.
* * *
__ADS_1
Tok tok tok
Cklek
"Pak Baim, apa kamu sudah memberikan pengumumannya di group?" ucap Pria itu pada Baim yang sedang menutup buku besar.
"..iya, Pak. Saya sudah memberikan pengumumannya setelah Pak Alano mengatakannya.." jawab Baim.
"Terimakasih ya.." ucap Alano.
"Sama-sama, Pak.." balas Baim.
Pria itu lalu melihat ke arah jam yang kemudian kembali melihat ke arah Pria bule itu.
"Sudah saatnya, Pak.." ucap Pria itu yang segera di angguki Alano.
Pria bule itu nampak tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya, kemudian dia berjalan ke arah pintu.
* * *
Sore ini, semua pegawai kembali di kumpulkan. Mereka nampak bingung, apa yang akan di sampaikan oleh bos barunya.
Walau kemarin, Bos lamanya telah mengatakan tak ada perubahan dalam peraturan atau apapun. Tetapi, saat ini yang berwenang atas Resto adalah bos barunya. Bukan lagi Wanita bule itu.
"Halo, bagaimana kabar kalian hari ini.." sapa Pria buke itu ramah.
"Baik, Pak.." balas seluruh pegawai bersamaan.
Pria bule itu, melihat jelas wajah tegang para Pegawainya.
"Kalian tidak perlu setegang itu, santai saja.." ucap Pria itu mencairkan suasana.
Hahaha hahaha
"Jadi, saya mengumpulkan kalian hari ini. Ingin mengumumkan tutupnya Resto.." umumnya yang sontak mata semua pegawai membesar.
Kecuali dua Pria di depan, Baim dan Alano.
"..tenang saja, Resto tidak tutup selama-lamanya. Hanya beberapa hari saja.." lanjutnya.
Para karyawan segera bernafas lega.
Mereka hampir saja sport jantung mendengar tutupnya Resto.
"Saya inhin melakukan beberapa renovasi osda bangunan. Jadi mulai besok Resto akan di tutup.." beritahunya.
"..untuk beberapa hari ini, kalian bisa istirahat terlebih dahulu.." lanjutnya yang segera mendapat sorak gembira.
Kemudian salah seorang pegawai mengangkat tangannya.
"Iya, ada yang ingin kamu tanyakan.." tunjuk Alano pada sosok Pria setengah baya yang merupakan koki di Resto.
"Berapa lama kami libur Pak? Apa gaji kami akan di potong?" tanyanya mewakili pertanyaan beberapa pegawai.
"...aaaaa..kurang lebih kalian hanya libur seminggu.." jawabnya.
"..kalau masalah gaji..." ucapnya yang terpotong.
Bibirnya tersenyum, memperhatikan wajah pegawainya.
"Tenang saja, saya tidak akan memotong gaji kalian.." lanjutnya sambil tersenyum.
Para pegawai lantas kembali senang. Mendapat libur dan tetap mendapat gaji untuh. Itulah keinginan semua orang.
__ADS_1
"Baiklah, hanya ini yang akan saya sampaikan..." ucapnya.
"Saya harap, setelah libur ini kalian semakin giat bekerja.." lanjutnya yang segera pamit dari hadapat pegawainya.
"Wahhh mulai besok kita libur. Enaknya jalan-jalan nihhh.." ucap Susi.
"..kalau aku mau istirahat saja.." timpal Wanita lainnya.
"Kalau Kak nur, pasti mau habisin waktu bareng anak Kakak.." ucap Nazwa yang mengetahui prihal anak Nur yang masoh kecil.
"Betul sekali.." setuju Wanita itu.
"Kalau kamu Aleisha?" tanya Nazwa pada Wanita di sebelahnya.
"..belum tau, Nazwa. Biasanya kalau libur aku membersihkan kamar.." balasnya.
"..gimana, libur ini kita main ke rumah Kak Nur.." usul Nazwa.
"Bolehkan, Kak.." ucapnya meminta persetujuan Wanita di sebelahnya.
"..boleh saja.." setujunya.
"Oke deh.." ucap Nazwa senang.
Begitu juga Aleisha, dia juga senang. Biasanya setiap libur kerjanya hanya di rumah.
Selesai membersihkan rumah, biasanya dia hanya tidur-tiduran di kasur.
* * *
Disisi lain Alano yang telah kembali ke ruangannya, dia menekan nomor yang tercantum.
Tuut tuuut tuut
Tak lama, telpon tersambung.
"Bagaimana?" tanya suara di seberang.
"Semua lancar.." ucapnya sambil tersenyum senang.
"Baguslah jika memang lancar.." balas suara di sebrang.
"Tapi ingat tujuanmu! Jangan banyak bermain disana!" serunya mengingatkan.
"Tenang saja, aku tidak bermain disini. Lagi pula tak ada mainan.." balasnya.
Sambungan telpon terputus. Dia lalu mendudukkan tubuhnya di sandaran kursinya. Dengan senyum berkembang.
Dirinya kembali teringat beberapa waktu silam, saat dirinya di perintahkan untuk menjalankan tugas barunya.
Awalnya dia tak menyangka, dirinya yang keren ini. Menjalankan tugas ini, di tambah saat kesepakatan dengan pemilik Resto yang lama.
"aaahhhh setidaknya, aku hanya harus menjalankan tugas utamaku.." gumamnya yang lalu memejamkan mata.
# # #
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
__ADS_1
Salam hangat SMIM