
Tekan like, komen dan vote...
Happy Reading!!!
Glek
Dengan susah Aleisha menelan salivanya, dia terpana dengan makanan yang berjejer di depan matanya.
Dari makanan pembuka, utama maupun penutup. Hidangan tersusun rapi di meja-meja.
Tempat menunggunya hari ini, jauh berbeda dengan tempat menunggunya kemaren.
Saat ini, dia menunggu di ruangan yang pemandangannya langsung ke landasan pesawat.
Kemudian, tempat duduk yang sangat empuk di tambah berbagai macam hidangan.
Dirinya yang merasa lapar lantas segera mencari hidangan yang tentunya halal untuk dia makan.
"MasyaAllah enak sekali.." gumamnya ketika menyantap makanan yang mungkin seluruh gajiannya habis untuk membeli makanan itu.
Sambil menunggu, dia mengecek HPnya. Saat membukanya, dirinya kaget mendapat banyak pesan serta panggilan dari temannya, perusahaan yang memberikan hadiah dan juga Bu Mirna dari perusahaan tempatnya bekerja.
Aleisya terlebih dahulu membaca pesan dari yang paling bawah yaitu perusahaan yang memberi hadiah.
Sekitar lima puluh pesan lebih di kirim oleh pihak tersebut. Aleisya dengan sigap dan cekatan membalas pesan tersebut.
Dia juga menjelaskan alasannya, dia yang tak menjawab panggilan maupun membalas pesan dan juga dirinya yang hilang mendadak yang mungkin sudah di jelaskan pihak hotel setelah Pria tadi mengambil barang-barangnya.
Selanjutnya, dia membalas pesan temannya yang sekitar seratus lebih dan juga panggilan. Sejujurnya itu membuat Aleisha kaget. Dengan sigap juga dia membalas pesan sahabatnya.
Sampai matanya berhenti pada satu pesan yang mengatakan dirinya akan di pecat. Matanya kembali ke pesan selanjutnya.
Setelah membalas seadanya, dia kembali membaca pesan selanjutnya dari Bu Mirna. Wanita itu juga sama menanyakan kabar dan sekitar puluhan pesan dan panggilan yang bertuliskan namanya.
Kembali matanya berhenti, pada pesan yang sama dengan milik sahabatnya. Tapi kali ini pesan bertuliskan, dirinya sudah di pecat.
Mereka tak bisa mempekerjaan orang yang tak tanggung jawab serta menghindar dari tanggung jawabnya.
Disitu, Bu Mirna juga menulis mohon maaf. Karna bukan dirinya yang memutuskan tetapi bagian HRD yang melihat Aleisha yang tak masuk tanpa kabar sama sekali.
Wajahnya yang senang kini murung. Pasalnya mencari kerja di Jakarta tak mudah, di tambah dengan berpakaian muslimah sepertinya.
Apa ada perusahaan sebaik perusahaannya itu yang mengizinkan karyawan menggunakan gamis.
Dia tariknya nafas dalam lalu berucap, "..Aleisya kamu jangan sedih. Rezeki itu di tangan Allah, pasti Allah tidak akan memberi cobaan melampaui batasan hambanya.."
"You can do it!" sambungnya menyemangati diri sendiri.
Wanita itu kembali mengingat kejadian yang menimpanya.
Dirinya berfikir, bahwa ajalnya saat itu dan dirinya menerima takdir. Ternyata tidak, penciptanya berkata lain. Ada seseorang yang menolongnya.
__ADS_1
Itu contoh, jika kita sudah menyerahkan diri pada pencipta dan Ikhlas menerimanya. Tentu pencipta tak akan memberi cobaan yang melebihi kemampuan.
Seperti, dirinya sekarang yang sudah sehat dan dia akan kembali ke Negaranya. Walau dari kejadian itu dia jadi ke hilangan pekerjaan dan takut pada Pria. Tapi dia mempercayai semua kejadian ada maknanya.
Tepat pukul satu siang, Aleisha naik pesawat. Didalam, dia kembali kaget dengan kabin yang hanya diisi oleh beberapa bangku saja.
Bangku tersebut jauh lebih besar dan terkesan pribadi karna berjauhan satu sama lain.
Saat pesawat terbang, dia kembali mendapat hidangan yang sama mewahnya dengan makanan tadi.
Bandara Soekarno Hatta
Setelah penerbangan yang cukup lama, sampailah Aleisha di Indonesia. Rasanya dia kagen dengan Negaranya ini dan juga wajah-wajah khas Nusantara tersebut.
Deg
Aleisya terdiam seketika, saat dirinya hampir menabrak seorang Pria berperawakan tinggi. Dirinya hanya menganggukan kepala lalu berkata maaf, kemudian segera pergi.
Dia masih tentu masih ada perasaan takut ketika bertemu Pria. Tapi tidak terlalu takut jika Pria itu berwajah asia atau biasa saja.
Tapi jika Pria itu berwajah mesum, layaknya Pria yang melecehkannya. Tubuhnya bereaksi dengan sendirinya.
"Aleisha, it's fine.." gumamnya menenangkan diri.
Dirinya lalu melangkah ke arah kanan untuk mencari Bus Bandara yang menuju daerah rumahnya.
Tak butuh waktu lama Bus itu datang dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu.
Suasana siang di perkampungan padat penduduk, terlihat sepi tak ada orang berlalu lalang. Mungkin karna banyak orang masih bekerja dan anak-anak belum pulang sekolah.
Wanita berkerudung panjang itu segera masuk ke dalam rumahnya sambil membopong tas.
"Assalamu'alaikum.." ucapnya saat masuk rumah.
Bibirnya mengembangkan senyum senang dan segera memasuki ruangan sepetak itu yang telah menemaninya selama dua tahun ini.
Segera Wanita itu, mengganti bajunya dan membersihkan diri. Usai itu tak lupa terlebih dahulu dirinya sholat dzuhur.
"Aaahhhh nyamannya.."
Aleisya merebahkan tubuhnya di atas kasur tipisnya. Walau kasur miliknya tak empuk ataupun membel. Tapi dirinya merasa jauh lebih nyaman di atas kasurnya ini.
Diarakan iris matanya kearah langit-langit kontrakannya kemudian memejamkan matanya yang mulai merasa ngantuk.
# # #
"Ssss ahhh.." ringis Aleisya.
Dia membuka perlahan perban yang menyelimuti lukanya. Dia menatap dari kaca melihat luka bekas tembak yang ada di pundak kanannya yang sudah mulai mengering.
Usai mengganti perban, dia segera memakai pakaian rumahnya kembali.
__ADS_1
Saat bangun tidur tadi. Dia mendapati sahabatnya 'Aini akan ke tempatnya. Sahabatnya ini, mengetahui Aleisya telah sampai kontrakannya membuatnya ingin segera mengunjungi Wanita itu.
Di arahkan pandangnya ke dalam box makanannya yang transparan, di dalamnya hanya terisi satu mie instan, biskuit satu kotak dan permen yang hanya tersisa beberapa biji.
Begitu juga keperluan dapurnya yang telah di tinggalkannya selama tiga minggu sudah membusuk.
Lantas Wanita itu memilih untuk keluar rumah, untuk belanja ke perluan dapur dan cemilannya.
Keluar dari gang kontrakannya, Aleisya di suguhnya pemandangan ibu-ibu yang duduk di bale sambil menyuapi anaknya yang bermain.
"..ehhh..Neng Aleisha, sudah pulang!" sapa seorang Ibu gemuk dengan rambut seleher.
"..iya Bu.." balasnya. Dia lalu berjalan kearah ke kumpulan Ibu-ibu itu.
Aleisha lumayan di kenal di daerah tersebut, bukan hanya karna berbaju syar'i yang di kenakannya berbeda dengan yang lain tapi dia juga terkenal ramah dan baik.
Dan yang paling membuatnya di kenal, karna membuka pengajian gratis bagi anak-anak yang ingin bisa mengaji.
"...akhirnya Neng pulang, Arif nanyain Neng mulu.." timpal salah seorang Ibu berkerudung bergo sedada yang sedang menyuapi bocah yang di pangkuannya.
"Iya, Aqila juga.." ucap Ibu berkerudung hitam panjang yang lengannya terlihat.
Aleisya hanya tersenyum ramah menanggapi ucapan para Ibu-ibu itu. Dirinya tak mungkin menceritakan kejadiannya.
"Memangnya Neng Aleisya kemana sampe lama begitu?" tanya Ibu berambut pendek.
"..." Aleisya terdiam yang tak lama kembali tersenyum dan tertawa.
"..ada, urusan Bu.." balasnya.
Ibu-ibu itu hanya menganggukkan kepala. Mereka paham maksud perkataan Wanita berkerudung panjang itu.
"Ini Neng Aleisha mau kemana?" tanya Ibu berkerudung bergo. Dia sengaja mengalihkan topik.
"Saya mau belanja ke perluan dapur.." balas Aleisha.
"...kalau begitu, saya pamit ya. assalamu'alaikum Ibu-ibu.." izinnya yang meninggalkan kumpulan Ibu-ibu itu.
"Wa'alaikumsalam.." balas mereka bersamaan.
Wanita berhijab panjang kembali melanjutkan jalan menuju tempat berbelanja yang tak jauh dari bale tersebut.
# # # # # # #
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
__ADS_1
Salam hangat SMIM