
Happy Reading!!!
Tak terasa, sudah seminggu Aleisha libur. Rasanya dia sudah rindu untuk kembali bekerja.
Apalagi selama seminggu ini, dia hanya sekali pergi keluar.
Itupun pergi, karna janji akan bermain ke rumah Nur untuk mengunjungi baby Nur yang berumur tiga tahun.
Baby yang sangat lucu dan menggemaskan. Bagaimana tidak lucu, bayi mungil itu suka sekali ngumpet di tempat sepit. Entah di sela ranjang ataupun di kolong meja.
Membuat Aleisha dan Nazwa gemas pada sosok bayi tembem itu.
* * *
"..eeee.." Di dekat pos Satpam, Aleisha memperhatikan bagian depan Resto tempatnya bekerja. Dia merasa tak mendapati perubahan sedikitpun.
"Ba Aleisha sedang apa?" tanya Pak Satpam bingung. Sejak tadi, dia memperhatikan Wanita itu yang hanya berdiri sambil melihat ke arah Resto.
"Hehehe...ini Pak. Aleisha penasaran, apa yang berubah dari Resto.." beritahunya.
"Ooohhh begitu, Bapak kira ada apa. Daris tadi hanya berdiri diam saja, Ba Aleisha.." balas Pria tua itu yang lantas membuat Wanita itu terkekeh malu.
"..kalau berubah ada si Ba. Tapi tidak terlalu terlihat.." beritahunya yang di balas dengan tatapan penasaran Aleisha.
"Contohnya, plang nama Resto yang di buat baru.." tunjuknya ke arah plang yang berada di atas pos Satpam.
"..dan pembatas parkiran.." lanjutnya menunjuk parkiran yang saat ini lebih rapi.
Aleisha yang mengikuti pandangannya yang di tunjuk ke arah parkiran lantas kaget. Dia melihat banyaknya mobil terparkir di sana.
Bagaimana mungkin sejak tadi dia tak menyadarinya, padahal dirinya sudah sampai sejak lima belas menit yang lalu.
"...Pak, Aleisha pamit ke dalam dulu ya.." izinya yang segera berjalan cepat ke arah pintu Resto.
Wanita itu mempercepat langkahnya masuk ke dalam bangunan itu. Dia lalu segera berjalan ke arah ruang ganti untuk mengganti pakaian dan menaruh tasnya.
* * *
"Kak, Mari aku bantu.." ucapnya ke arah Wanita behijab yang sedang ke susahan membawa tumpukan piring.
"..terimaka.." balas Wanita itu yang terputus, saat mengetahui siapa yang membantunya.
Aleisha tersenyum lalu mengambil alih piring kotor itu lalu membawanya ke belakang.
Wanita yang dibantu itu yang tak lain Susi, hanya menatap tak suka ke arah Wanita bergamis itu.
Usai menaruh piring kotor, Aleisha kembali membantu mengantar beberapa pesanan yang baru selesai di buat.
Sekitar satu jaman mondar-mandir dengan ke ramaian pengunjung. Akhirnya suasana Resto mulai kembali senggang.
__ADS_1
"Wahhh tumben-tumbennya sore ramai sekali ya.." ucap Nazwa sambil menggelengkan kepala.
"Iya, jauh lebih ramai dari siang tadi.." timpal Dewi membandingkannya karena dia mendapat shif pagi.
"Bener, Kak.." ucap Nazwa tak percaya. Padahal biasanya siang yang selalu paling ramai.
"..oh iya Kak, Gara-gara ramai tadi. Kakak dan yang lain jadi pulang jam segini.." ucapnya sambil melirik ke arah jam yang jarum pendeknya berada di antara angka lima dan enam.
"Enggak papa, lagi pula kita baru libur.." balasnya.
"Yasudah, kalau gitu aku duluan ya Nazwa, Aleisha.." pamitnya lalu berjabat tangan dengan Aleisha dan Nazwa.
"Iya, Kak hati-hati di jalan ya.." ucap Aleisha.
"Hati-hati, Kak.." timpal Nazwa.
"Iya.." balasnya yang lalu pergi.
Kedua orang itu lantas duduk sejenak untuk beristirahat, mumpung tak ada tamu yang datang.
"Aleisha, tadi aku dengar dari karyawan shif pagi. Kalau Resto ini sekarang ada ruang khusus VIP loh.." katanya dengan nada takjub pada Aleisha.
"..VIP.." katanya mengulang perkataan Nazwa.
"Iya, katanya itu khusus tamu penting.." lanjutnya.
"Ohhh.." angguknya.
"..dan.." ucap Nazwa yang terputus karna ada tamu yang datang.
Mereka lantas segera bangkit lalu embali melayani tamu yang mulai silih berganti.
* * *
Langit nampak sudah gelap gulita, tamu Resto lambat laun mulai berpulangan. Membuat Resto terlihat senggang.
Karyawan yang mendapat shif sore segera merapikan beberapa hal untuk persiapan tutup Resto.
Tap tap tap
Dari ruangan yang ada di belakang, Baim nampak jalan tergesa keluar dari tempatnya. Dia lalu memanggil karyawan yang terlihat menganggur.
"..ikuti saya!" seru Pria itu yang lalu berjalan ke arah lantai dua.
Aleisha dan beberapa karyawan lainnya. Mengikuti langkah Pria itu.
Disana ada ruangan yang bertuliskan VIP. Itu merupakan ruangan yang di maksud Nazwa tadi.
Dari luar saja, ruangan itu nampak berbeda. Terlihat sangat mewah dan nampak mahal.
__ADS_1
Pak Baim lantas berhenti tepat di depan pintu itu. Lalu berbalik ke arah karyawan.
"Tadi, Pak Alano menelpon. Beliau memberitahu akan datang tamu VIP. Jadi kalian di minta untuk merapikan meja dan mengundur waktu pulang. Nanti kalian akan mendapat uang lembur.." kata Pria itu menjelaskan.
Mendengar kata uang tambahan, mereka lantas bersemangat. Tidak dengan Aleisha yang biasa saja.
Usai berkata itu, Pria itu lalu memgeluarkan kunci berwarna emas dari kantongnya.
Di bukanyalah pintu berwarna emas itu.
Mata para Pegawai nampak terbelalak melihat ruangan yang cukup mewah. Begitu juga Aleisha yang terlihat keget.
Bagaimana tidak, di ruangan itu terdapat bar mini kecil yang tersusun gelas. Ingat hanya gelas yang tersusun dengan rapinya.
Lalu di tengah ruangan ada meja makan berwarna coklat tua. Sedangkan di sudut ruangan terdapat sofa panjang yang terlihat sangat empuk. Tak lupa ada kamar mandi yang pegangan pintunya nampak estetik. Serta rak buku yang terdapat buku-buku yang jundulnya entah apa saja.
"Ayo kita siapkan!" seru Baim, menyadarkan Para pegawai yang terpana dengan ruangan itu.
"Baik, Pak!" balas mereka yang kembali turun membawa persiapan di atas.
Dari bawah mereka membawa alat pembersih serta pengharum.
Dengan perlahan beberapa karyawan membersihkan meja setelah itu karyawan lainnya menata peralatan makan dengan rapi.
Tak lama dari arah luar, terdengar bunyi beberapa mobil. Semua karyawan lantas di suruh keluar dari ruangan itu.
Aleisha yang memang sudah turun setelah melap meja di ruangan VIP lantas bisa melihat dari lantai satu beberapa mobil mewah masuk ke halaman Resto.
Dari mobil itu, dia melihat Pria berjas berbadan tinggi besar serta kekar turun. Mereka lalu membukakan pintu belakang untuk Pria berbaju kasual yang badannya tak kalah atletis, terlihat dari bajunya yang pas dengan bentuk tubuh mereka.
Para Pria berbaju kasual lalu memasuki Resto, di ikuti Pria berjas.
Tatapan semua pegawai tertuju para Pria pemilik Resto yang pertama masuk.
Di ikuti pria berbaju kasual lain yang ternyata berwajah bule juga.
Melihat Pria-pria itu, Al seketika merasa susah bernafas. Dia merasa takut dan gemetar. Apalagi dengan Pria tinggi terakhir yang wajahnya terlihat mesum, karna selalu tersenyum ke arah para Karyawan Wanita.
Setelah para Pria itu naik ke lantai dua. Aleisha sedikit bernafas lega. Dia lantas kembali membersihkan meja yang sempat tertunda tadi.
Dia berharap, semoga malam ini bisa pulang setelah membersihkan lantai satu.
# # #
Terimakasih sudah membaca cerita ini...
Jangan lupa juga baca cerita
FRIEND AFTER MARRIAGE
__ADS_1
Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...
Salam hangat SMIM