Love In Italia

Love In Italia
Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Tekan like, komen dan vote...


Happy Reading!!!


Suasana Restauran pagi ini nampak riuh, karna kehadiran pegawai baru yang di katakan Pak Baim di group chat Restauran


Setahu mereka, saat ini Restauran tidak sedang mencari pegawai baru karna ke kurangan pegawai.


"Aku penasaran, siapa yang jadi pegawai baru!" ucap Wanita berkuncir kuda.


"Kalian tau gak siapa?" tatapnya ke arah temannya bergantian.


Wanita berkerudung merah marun menggelengkan kepala tak tau, tetapi Wanita berkerudung hitam itu nampak diam seperti teringat sesuatu.


"Kamu tau siapa orangnya Kak Nur?" tanyanya kembali ke arah Wanita berkerung hitam yang masih diam itu.


"..aaa..sepertinya.." ucapnya tak yakin.


"Maksud Kak Nur?" tanya Wanita berkepang itu dengan tanda tanya.


"..kemarin, aku melihat seorang Wanita bersama Bu Misel. Mereka lalu masuk ke ruangan Bu Misel. Jadi ku fikir Wanita itu.." jelasnya.


"..tapi, pakaian Wanita itu.." ucapnya kemudian mengingat pakain Wanita itu yang tak seperti pelamar kerja tetapi layaknya ingin ke pergi ke pengajian.


"....? Tapi kenapa?" tanya kedua Wanita itu penasaran.


Cklek


Pintu ruangan terbuka, para Wanita yang sedang mengobrol itu lalu menengok ke arah pintu yang terdapat sosok Wanita berbaju biru tua dan kerudung panjang melebihi dadanya.


"..assalamu'alaikum.." salam Wanita itu ramah sambil tersenyum.


Mereka terdiam mendapati sosok perempuan yang tak di kenal membuka pintu.


Melihat tiga Wanita itu masih terdiam, Wanita bergamis biru tua itu kembali berucap.


"Assalamu'alaikum.." salamnya kembali menyadarkan tiga orang itu.


"...wa'alaikumsalam.." balas mereka berbarengan.


Nur yang tak asing akan wajah di depannya lalu teringat akan Wanita yang baru kemarin di lihatnya.


Dugaannya ternyata benar, prihal Wanita bergamis itu yang akan menjadi karyawan baru.


* * *


Setelah, semua karyawan Restaurant berkumpul. Pak Baim yang merupakan manager Restauran dan penanggung jawabnya selama Misel tak ada mengumpulkan mereka di ruangan utama. Dia mempersilahkan Aleisha agar memperkenalkan diri ke pegawai yang datang pagi itu.


"..nama saya Aleisha, saya pegawai baru disini. Mohon kerja samanya.." ucapnya gugup.


Nampak wajah kaget di antara para pegawai. Pasalnya baju Aleisha bukan layaknya seperti pegawai Restauran biasanya tetapi dia mengenakan pakaian seperti ibu-ibu pengajian.


"Oke, karna Aleisya sudah memperkenalkan diri. Jadi, ayo siap-siap membuka Restauran!" perintah Baim.


"Baik!" jawab serempak para pegawai.


"Nur!" panggil Baim saat Wanita berkerudung hitam itu akan pergi.


"Iya, Pak.." balasnya yang kembali melihat ke arah Pria tampan itu.


"Tolong kamu pandu Aleisha dalam pekerjaannya ya.." pinta Pria itu.


"Baik, Pak.." angguknya.

__ADS_1


Baim lalu meninggalkan Nur dan juga Aleisha.


Aleisha lalu tersenyum ramah ke arah Wanita imut yang tingginya sekitar 150 cm.


"..ayo, Aleisha kita siap-siap.." ajaknya yang di ikuti Wanita berbaju warna biru tua itu.


Di ikutinya Wanita itu yang menurunkan bangku satu persatu, lalu mereka melap meja yang sebenarnya semalam sudah di bersihkan.


Setelahnya mereka menata peralatan makan di setiap meja.


Tepat jam 10 pagi, Restaurant di buka. Para pegawai siap di tempatnya menyambut tamu yang datang.


* * *


Aleisha mengedarkan pandangan keseliling, memperhatikan Restauran yang masih sepi.


"..Kak Nur, aku izin sholat dzuhur dulu ya.." ucap Aleisha pada Nur yang akan membawa hidangan.


"...yaudah, tapi tolong ya bawa ini dulu ke meja nomor sepuluh.." ucapnya.


"Aku, mau bawa makanan ini ke meja nomor sebelas.." tunjuknya ke arah nampan satunya.


"Baik, makasih Kak.." balas Aleisha yang menerima nampan berisi makanan itu.


Usai meletakannya, dia segera berjalan ke arah ruang istirahat karyawan.


Setelah wudhu dia segera mengerjakan kewajibannya.


* * *


Tap tap tap tap


Dengan langkah tergesa Baim berjalan ke arah salah seorang pegawai Pria yang sedang duduk.


"Agus, ajak pegawai yang senggang untuk membereskan ruangan VIP Karna baru saja Perusahaan Sa'ah mengabari akan mengadakan rapat di sini.." perintahnya.


Di sisi lain Aleisha yang baru selesai berdoa, segera membereskan sajadah dan mukenanya.


Dia kembali ke tempat para tamu Restauran.


Seorang koki yang sudah selesai menyiapkan makanan lantas mencari sosok pelayan. Tapi dia tak melihat pelayan lain di sekitarnya karna pelayan lain sedang mengantar makanan maupun membersihkan meja.


Matanya lalu berhenti pada sosok Wanita bergamis.


"Aleisha!" panggilnya. Dia memberi intruksi dengan tangannya agar Wanita bergamis itu mempercepat langkahnya.


"...iya, Pak.." ucapnya ramah.


"Tolong kamu antar makanan ini ke meja nomor empat belas.." tunjuknya ke arah nomor yang terdapat di nampan.


Pria itu lalu memberikan nampan berisi beef salad, chicken salad dan dua gelas scorpion.


"Iya.." balasnya yang lalu berjalan ke arah meja itu.


Meja yang di tujunya, berada di dekat jendela. Dia mendekat ke arah meja nomor tersebut yang terdapat sosok Wanita dan Pria.


Sosok Aleisya yang memakai pakaian itu tentu biasa jika dilihat, tetapi sosoknya saat ini sedang membawa nampak layaknya seorang pegawai restaurant tetapi bajunya nampak berbeda dari pegawai lain.


"Silahkan menikmati hidangannya!" ucap Aleisha usai meletakkan hidangan ke hadapan dua sejoli itu.


Pria dan Wanita itu mengerutkan dahi. Mereka menatap ke arah Aleisha dari atas kebawah.


"Pelayan baru!" ucap judes Wanita cantik berambut coklat paniang itu.

__ADS_1


"Iya.." balas Aleisha sopan.


"Ohhh Pelayan baru, pantas bajunya beda.." tatapnya remeh.


"Dikira ibu-ibu pengajian.." lanjutnya terkekeh meledek.


Aleisha hanya tersenyum menanggapi ucapan Pria itu.


"..saya permisi, silahkan menikmati hidangannya.." ucapnya kembali dengan sopan.


"Ehhhh tunggu, aku belum nyuruh pergi.." ucap Wanita cantik bercelana jins itu.


Wanita bergamis itu, lantas mengurungkan niatnya.


"Iya, ada yang bisa saya bantu.." ucapnya masih dengan bibir mengembangkan senyum.


Wanita itu lalu terdiam, memikirkan sesuatu.


"...aku mau nambah air, cepatan ambilin!" perintahnya.


"Jangan sampai, gara-gara baju ke panjanganmu jadi lama.." cemohnya.


Wanita itu kembali tersenyum ramah menanggapinya. Dengan gesit, Aleisha berjalan kearah teko untuk mengambil air. Tak lama dia kembali mendekat ke arah pasangan itu.


"Ini airnya, Nona.." ucap Aleisha yang lalu menuangkan air ke gelas kosong di atas meja.


"Nyoya butuh sesuatu lagi!" ucapnya yang masih setiap dengan senyum tiga jari.


"...tidak.." balasnya.


Aleisha lantas pamit kembali dengan menundukan kepala.


Saat berjalan balik, dia yang menyadari bajunya di injak lantas berkata pada Wanita cantik itu.


"Maaf Nyonya, baju saya.." beritahunya sopan sambil menunjuk ke arah kaki Wanita itu.


"...ahhh..bajumu, aku kira keset.." kekehnya dan Pria di depannya.


Aleisha hanya tersenyum yang kemudian melanjutkan jalannya.


Pelayan lain yang melayani dan tamu yang berada di dekat pasangan itu, tentu menyadari cemohan dua orang itu. Tetapi mereka hanya diam dan sibuk dengan urusan masing-masing.


Beberapa pegawai yang telah merapikan ruang VIP kembali.


Aleisha yang melihat Nur lantas mendekatinya.


"Kak Nur dari mana?"


"..aku dari merapikan ruang VIP, karna jam setengah dua nanti ruangan itu sudah di booking oleh perusahaan Sa'ah.." jelasnya.


Al menganggukkan kepala.


"...Kakak sholat?"


"Iya, aku kebelakang sholat dulu ya.." pamitnya yang Aleisha angguki.


# # # # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE

__ADS_1


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM


__ADS_2