Love In Italia

Love In Italia
Tamu


__ADS_3

Happy Reading!!!


Restoran nampak sudah tutup. Para pegawai terlihat menunggu makanan yang sedang di masak untuk di sajikan pada tamu VIP di atas.


"Makanan sudah siap!" seru salah seorang chef.


Lantas Pak Baim memberi instruksi pada para pegawainya untuk membawa satu orang satu piring.


Sedang lainnya membawa hidangan minuman.


"Ayo Aleisha!" ucap Nazwa lalu menarik tangan Wanita itu.


Terlihat jelas, Aleisha yang tak ingin ke lantai dua. Dia tak ingin melihat kembali para Pria bule itu.


Tapi walaupun dia tak mau, dia harus melakukannya. Karna ini pekerjaannya.


"Jangan takut Aleisha.." ucapnya dalam hati.


"Innallaaha ma'anaa (sesungguhnya Allah bersama kita)" gumamnya pelan.


Setelah mendapati piring yang berisi stik dan kentang. Aleisha berjalan secara beriringan dengan yang lain.


Dag dig dug dag dig dug


Semakin dekat dengan ruangan mewah itu, jantungnya nampak bergerak lebih cepat. Bibir merahnya tak berhenti berucap kalimat tasbih agar hati dan perasaanya tenang


Mulai masuklah, secara beriringan Pegawai, sambil membawa makanan.


Seketika tatapan para Pria berbaju kasual tertuju pada para pegawai yang membawa hidangan mereka masing-masing.


Sayangnya Aleisha tak beruntung, dia mendapati membawa piring yang ternyata milik Pria yang menurutnya terlihat mesum.


Jantungnya semakin berdegup kencang, saat dia mendekat ke arah Pria itu.


Dag dig dug dag dig dug


Tuk


Di taruhnya perlahan, piring itu di depan Pria bule itu.


Ditarik kembali tangannya yang gemetar karna ketakutan.


"..si..silahkan menikmati.." ucapnya senatural mungkin.


Matanya, tak sengaja bertemu dengan iris mata berwarna hijau itu. Aleisha lantas segera menundukkan kepala perlahan lalu segera berjalan dengan cepat, meninggalkan ruangan yang menurutnya terasa sesak itu.


Haaahhh hhaaaahh haahhh


Sekeluar dari ruangan, Wanita itu segera menormalkan kembali pernafasannya yang benar-benar terasa sesak.


Dia melihat tangannya yang masih bergetar walau sudah keluar dari sana.


"Kamu kenapa?" tanya Nazwa yang melihat Aleisha terburu-buru turun.


"..tidak, tidak apa-apa.." ucapnya sambil tersenyum dengan terpaksa.


"..tapi wajahmu terlihat pucat. Apa kamu sakit?" ucapnya yang mulai khawatir.


Wanita itu lalu menarik nafas perlahan dan kembali berkata, "..tenang saja, aku tidak apa-apa.." jawabnya dengan setenang mungkin.


"Syukur Deh kalau tida apa-apa.." balas Nazwa tenang.

__ADS_1


"..oh iya, kerjaan kita sudah selesai. Ayo kita bersiap pulang!" ucapnya kemudian.


"..sudah boleh? Bukankah kita nanti merapikan piring nanti!?" tanyanya.


"Kalau itu, akan di rapikan oleh Kakak-Kakak yang nginap di Resto. Kita di izinin pulang. Soalnya sudah sangat malam.." jelasnya.


Aleisha lamtas mengangguki kepala paham lalu mengikuti langkah Nazwa yang berjalan ke ruang ganti.


Entah mengapa, tubuhnya masih bergetar. Walau hanya sesaat bertatapan, dia sempat melihat bibir Pria itu tersenyum. Senyum yang membuat tubuhnya seketika gemetar serta dadanya yang sesak.


Senyum yang mengingatkan pada dua Pria Italia yang tersenyum sangat mesum.


# # #


Dengan berat, Aleisha membuka kedua matanya yang benar-benar terasa lengket.


Dia segera mendudukan tubuhnya yang masih terasa lelah.


"..uwaaaaahhhhh.." nguapnya yang segera menutup mulutnya dengan punggung tangannya.


Di liriknya jam yang menunjukkan angka empat. Dia lantas membulatkan mata kaget. Dia tak menyangka akan bangun setelat ini.


Dia segera bangun, lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Usai wudhu, Wanita itu lantas menjalankan shalat malam yang biasa di lakukannya.


* * *


"..."


sayup-sayup dari arah mesjid yang jauh, terdengar suara adzan.


"Shodakallaa hul'adziim.." ucap Wanita di kontrakan sepetak.


Setelah itu, membuka mukenanya untuk mengambil air wudhu kembali.


Tepat jam setengah enam.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum, Kak Aleisha.." salam suara anak-anak dari luar pintu.


"Wa'alaikumsalam.." jawab Wanita itu.


Cklek


Pintu terbuka, menampakkan sosok dua anak laki-laki dan dua anak Prempuan.


"..ayo masuk!" serunya pada empat anak itu.


"..kalian berempat saja? Teman kalian yang lain mana?" tanya Aleisha pada ke emlat bocah yang telah duduk.


"...yang lain katanya ngantuk, Kak.." jawab bocah laki-laki yang di angguki bocah lainnya.


"...ohhh yasudah kalau gitu, kita mulai ngajinya.." katanya yang lalu membuka pengajian dengan basmallah dan doa belajar.


* * *


Was wes wos was wes wos


Para pegawai yang mendapat shif pagi, terlihat sedang bergosip.

__ADS_1


Melihat salah seorang pegawai malam telah datang, seorang Wanita lalu mencegatnya.


"Aku mau nanya, emang benar katanya semalam ada tamu VIP!" seru Susi tiba-tiba membuat Wanita itu kaget.


"..iya, Ba.." angguknya pelan.


"Emang benar, orangnya tampan-tampan dan masih muda.." ucapnya kembali untuk memastikan.


"...iya, Ba. Soalnya, semalam tamu VIP yang datang bule.." beritahunya.


Susi lantas tersenyum dengan mata membulat penuh.


"Yasudah, aku cuman mau nanya itu. Makasih ya.." ucapnya lalu mempersilahkan Wanita yang di cegatnya itu berjalan ke arah ruang ganti.


"Gimana Kak?" tanya Wanita berambut panjang yang juga kepo.


"Mereka tidak bohong, aku kira para Pria itu hanya membual.." ucapnya yang awal tak percaya.


"Wahhhh jadi benar dong, semalam ada tamu VIP tampan. Aku gak sabar buat dapat melayani tamu VIP juga.." ucap Wanita berambut panjang itu.


"Siapa tau ada yang kecantol, betulkan Ba.." senggol nya pelan ke pundak Susi yang mengiyakan perkataan Wanita di sebelahnya.


"Susi, Santi ayo kembali bekerja.."ucap Nur yang melihat dua Wanita itu yang sedang bercakap-cakap.


"..ahhh iya, Kak.." balas Wanita berambut panjang dan juga Susi yang segera berjalan ke arah tamu yang baru datang.


* * *


"Terimakasih, jangan lupa datang kembali!" seru Aleisha pada keluarga kecil yang ingin keluar Restoran.


Keluarga itu tersenyum lalu menganggukkan kepala.


Usai keluarga itu keluar, Wanita bergamis itu kembali berjalan ke dalam usai melap meja di dekat pintu.


Dia lalu duduk sambil melihat sekitar yang nampak mulai sepi.


tap tap tap puk


Nazwa mendudukkan bokongnya di samping Aleisha yang sedang duduk.


"Dari mana kamu Nazwa?" tanya Wanita itu pada temannya yang sejak tadi tidak kelihatan.


"Aku dari lantai dua, bersihin ruangan VIP.." jawabnya.


"..ada tamu lagi sekarang?" tanya Wanita bergamis itu ke arah Wanita di sebelahnya. Dia tak tau sama sekali, prihal ada tamu VIP.


"Iya, tadi pas kamu keluar Resto sebentar. Pak Baim mengabari kalau malam ini ada tamu VIP lagi.." beritahu nya.


"..ahhhh begitu.." balas Aleisha.


Wanita itu lalu kembali melihat ke arah depan. Dia berharap semoga tamunya, bukanlah bule semalam.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, coment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM


__ADS_2