Love In Italia

Love In Italia
Dominic


__ADS_3

Dominic


Happy Reading!!!


Di suatu kamar yang hanya di terangi cahaya bulan.


Nampak seorang Pria yang sedang terduduk di kursi santai sambil memegang segelas minuman berwarna ungu kemerah merahan di tangannya.


Pria itu, menatap ke arah luar yang menyuguhkan pemandangan malam gedung-gedung tinggi, rumah-rumah serta jalanan yang di terangi lampu.


Rahang wajahnya yang tadi biasa mulai menguat dan tangannya yang diam nampak mulai mengeratkan genggamannya yang lalu...


Prang


Gelas di tangannya pecah, berubah menjadi serpihan kaca besar dan kecil yang berserakan di lantai.


Tes tes tes


Cairan merah, mulai menetes ke lantai dari sela-sela serpihan kaca yang menusuk telapak tangannya.


Di angkat tangannya yang terluka, lalu menatapnya. Seringaian serta mata mengkilat terlihat di wajah tampan itu.


Seringaiannya, tentu bukan karna senang melukai dirinya sendiri. Tapi karna tak menyangka, ya karena dirinya hanya tak menyangka saja.


Pria sedinginnya yang tidak pernah merasakan perasaan itu. Tiba-tiba merasakannnya. Sampai-sampai mendominasi hati dan pikirannya.


"..haha bagaimana bisa!?" seringainya kembali dengan tatapan tajam lurus ke depan.


"TAKUT!" ingatnya ketika dirinya yang sesak, wajah pucat dan tubuh gemetar.


Itulah perasaan yang mendominasinya tadi. Perasaan yang menguasai pikiran serta hatinya.


Seketika seringainya hilang, dia kini bingung. Mengapa perasaan takut itu muncul setelah mendengar suara memilukan Wanita itu? Lebih tepatnya pada sosok Wanita yang sama sekali tak di kenalnya?


Sosok Pria yang sedang beradu dengan pikirannya adalah Dominico Leonardo Ermanno. Dia merupakan Pria hartawan dan rupawan yang dapat membius hati Wanita hanya sekali pandang. Pria yang tak tertarik dengan sosok Wanita karna menurutnya lemah.


Dan yang paling utama, dia merupakan seorang Bos Mafia bersar di Italia. Dia memiliki sifat yang dingin, tak punya rasa takut serta tak mempunyai belas kasih.


Tetapi, tiba-tiba dirinya yang tak pernah merasakan takut, walau dirinya hampir mati sekalipun.


Di umurnya ke 34 tahun, dia merasakan perasaan takut tersebut, sampai membuatnya sesak, gemetar dan terdiam.


Dia takut hanya karna melihat sosok Wanita yang tak di kenalnya terkulai lemas tak berdaya.


# # #


Dua hari kemudian


Siang ini, Dominico nampak membaca berita dari tabletnya. Sikapnya sudah seperti biasanya..

__ADS_1


Selama dua hari ini, dia pergi kesuatu tempat untuk menenangkan pikirannya dan mencari jawaban akan perasaan yang tiba-tiba muncul itu. Tapi dia tak menemukan jawabannya.


Lantas, dia memilih untuk melupakan gadis itu dan menganggap kejadian waktu itu hanya mimpi.


Pria berjas hitam yang sejak tadi berdiri di belakang Dominico. Hanya memperhatikan Bosnya. Ingin rasanya dia bertanya kemana dua hari itu Bosnya pergi.


Karna, setelah Pria berjas itu mengantar Wanita itu ke rumah sakit. Pria itu segera menghubungi Bosnya, tetapi selalu di luar jangkauwan.


Di tambah, dia penasaran akan sikap Bosnya pada hari itu.


Sampai saat ini, Pria berjas itu masih mengingat wajah serta sikap Tuannya hari itu.


Itu merupakan pertama kalinya, dia melihat Bosnya seperti itu. Pria itu yang biasanya bersikap dingin, kuat dan tak akan peduli pada apapun dan siapapun tiba-tiba bersikap sebaliknya.


"Antonio!" panggil Dominico pada Pria berjas yang berdiri di belakangnya.


"Iya Tuan.." balasnya yang mendekat ke arah Pria itu.


"Apa Barnard sudah mulai bergerak kembali?" tanyanya tanpa mengalihkan mata dari benda pipih di tangannya.


"Belum, Tuan. Tidak ada pergerakan sama sekali darinya.." beritahunya.


"..baiklah, terus pantau dia!" perintahnya yang di angguki Pria berjas itu.


Melihat ada kesempatan berbicara, Pria itu kembali membuka suara.


"Tuan, Wanita itu telah sadar.." beritahunya.


"...untuk masalah Wanita itu, seterah padamu.." balasnya.


"..dan jangan pernah membahas Wanita itu lagi!" ucapnya dengan menekan setiap katanya.


Antonio yang mendengarnya mengerutkan dahi, pasalnya Pria itu yang kemarin memintanya agar Wanita itu di bawa ke rumah sakit. Sekarang, Pria itu malah bersikap bodo amat.


"Kau paham!" serunya kembali melirik Antonio sekilas.


"..saya paham, Tuan.." balasnya yang menganggukan kepala.


Pria jas itu lalu memundurkan tubuhnya kembali.


Mengingat ucapan Tuannya tadi, tentu dirinya tak berani bertanya prihal alasan Bosnya.


Pria yang duduk itu, mengeratkan genggaman di Tabnya. Membahas Wanita itu kembali, membuat dirinya kembali mengingat perasaan itu. Padahal selama dua hari ini, dia mencari tau alasannya. Karna tak menemukannya, dia lantas memilih untuk melupakannya dan tak bertemu atau mengetahui prihal Wanita itu. Jika melakukan itu, pasti perasaan itu tak akan muncul kembali.


# # #


Di tempat lain, di ruangan serba putih. Ada seorang Wanita tampak di atas tempat tidur.


Matanya yang lama tertutup akhirnya terbuka, membuatnya berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke penglihatannya.

__ADS_1


"aaa...sss.." gumamnya yang merasakan nyeri di bagian punggung dan juga betisnya.


Ketika matanya sudah terbiasa dengan cahaya ruangan tersebut, dia melihat ke seisi ruangan yang serba putih dan nampaknya tak asing di penglihatannya.


"..ini..di rumah saki!" serunya mengetahui keberadaanya saat ini.


Wanita itu terdiam, badannya bergetar, bibirnya tak berhenti mengucapkan kalimat pujian pada penciptanya.


Dia meneteskan air mata, Dirinya tak menyangka masih diberi kesempatan hidup di dunia.


Fikirnya, ketika bangun dia akan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nangkir untuk di tanyai prihal perbuatannya di dunia.


Syukurnya, dia masih di beri kesempatan menambah bekalnya di akhirat.


Usai menangis, Wanita itu mengarahkan matanya ke arah pakaianya yang syukurnya berlengan panjang.


Lalu matanya mendapati rambut yang jatuh ke wajahnya. Di gerakkannya tangan kirinya yang di infus ke kepalanya.


Dia merasakan tangannya langsung menyentuh rambut.


"..kerudung!" serunya yang segera mengedarkan padangan ke seisi ruangan mencari apapun untuk menutupi kepalanya.


Cklek


Suara pintu terbuka, Wanita itu semakin gelagapan mencari sesuatu untuk menutup auratnya.


Kemudian matanya berhenti pada selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya. tapi sayangnya sosok yang membuka pintu terlanjur masuk lalu melihatnya.


"Aaaaaaa jangan lihat!" teriaknya yang berusaha menarik selimut yang membuat luka di pundak kanannya terasa sakit begitu juga infus di tangan kirinya.


Suster yang masuk itu lantas kaget, dia segera menghampiri Wanita itu.


"Ba, jangan di gerakkan dulu pundaknya. Nanti lukanya terbuka.." beritahunya.


Wanita yang masih berusaha menutup auratnya itu tak paham akan perkataan orang tersebut. Dia hanya masih berusaha menutup auratnya.


Melihat Wanita itu masih kekeh menutup semua tubuhnya dengan selimut, membuat Suster itu bingung. Dia lalu memilih keluar ruangan untuk mengabari Dokter bahwa Wanita itu telah sadar.


Mendengar suara langkah itu telah pergi serta pintu sudah tertutup kembali. Wanita itu menurunkan tangannya yang menahan selimut.


# # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...

__ADS_1


Salam hangat SMIM


__ADS_2