Love In Italia

Love In Italia
Hilang dan Penyesalan


__ADS_3

Happy Reading!!!


"Kenapa kamu, Ju? Semalam kagak tidur, apa!? Ngantuk bangat kelihatannya..." tanya Sinta pada Raju yang sedang mengantri mengambil sarapan.


Wanita itu lalu memperhatikan setengah lingkaran hitam yang terdapat dibawah mata pria itu.


"Hitam betul bawah matamu!"


"..hehehe Iya, semalam.." ucapnya yang seketika terpotong.


"Iya nih, kita semalam bergadang.." potong Radi yang lalu merangkul pundak Raju.


"Begadang! Pasti gara-gara main game!" yakinnya yang di cengiri oleh Radi.


"Yaudah, aku kesana dulu ya.." pamitnya kearah bangku yang di duduki Rani dan Tina.


Seperginya Wanita itu, Radi lalu melepas rangkulannya.


"Saat ini, kira rahasiakan terlebih dahulu pada yang lain.." beritahunya.


"..ahhh oke.." pahamnya.


Usai mengambil sarapan, mereka nampak mencari bangku kosong. Tak sengaja, Raju mendapati sosok Salsa yang sedang melambaikan tangan.


"Radi kesana!" serunya yang diangguki Pria itu.


Kedua Pria itu tersenyum, menghampiri Salsa yang wajahnya juga lesu seperti mereka.


"Sepulang dari sana, kamu juga gak bisa tidur.." ucap Radi usai duduk di bangku.


Salsa hanya tersenyum tipis. Terlihat sejak, dirinya merasa sangat menyesal. Seandainya semalam dia tak ketiduran dan juga tak lupa prihal teman sekamarnya. Pasti hal ini tak akan terjadi.


Semalam, mereka telah mencari selama tiga jaman mengelilingi tempat itu. Tetapi tak melihat sosok Aleisha sama sekali. Suasana Piazza Navonapun sangat sepi. Hanya ada beberapa orang yang terlihat tidur di emperan dan juga remaja yang masih nongki.


"Jadi bagaimana? Kapan kita akan memberitahu Pak Alano?" tanya Salsa yang merasa sangat khawatir prihal Aleisha.


"Siang nanti, kita juga akan ke Bandara. Pulang kembali ke Indonesia.." kata Salsa mengingatkan kedua Pria itu.


"..kamu benar Salsa.." kata Radi yang seketika ingat.


"Kita tunggu dulu disini, siapa tahu Tuan Alano turun untuk sarapan.." ucap Raju yang mereka sepakati.


Tak terasa makanan di piring mereka habis, tetapi sosok yang di tunggu tak kunjung datang.


"Sepertinya, Tuan Alano tak akan sarapan.." ucap Salsa.


Wanita itu lalu menunjukan jam di HPnya yang menunjukan pukul sembilan.


"..yasudah, kalau begitu kita ke kamar Tuan Alano.." kata Radi yang disetujui Raju dan Salsa.


Sampainya didepan kamar Alano, Radi mengetuk pintu.


Tok tok tok


Setelah menunggu beberapa saat, tak ada tanda pintu dibuka. Radi kembali mengetuk.


Tok tok tok


Lagi-lagi sama, tak ada tanda ada seseorang membuka pintu.


"Tuan Alano masih tidur kali ya?" batin Salsa.


"..atau Jangan-jangan, Tuan Alano tidak ada di kamar!?" ucap Raju yang di kemudian di yakini oleh Radi dan juga Salsa.


Mereka bertiga, bertambah bingung. Mereka nampak terdiam di depan kamar dengan sambil berfikir dengan fikiran masing-masing.


"Kalau sudah begini, kita tunggu Tuan Alano Bagun semisalnya dia tidur.." kata Radi memberi saran.


"Kalau misalnya Tuan Alano keluar, mau bagaimana lagi. Kita harus menunggunya kembali.." lanjut Pria itu.

__ADS_1


"Sekarang, sebaiknya kita merapikan barang-barang supaya tak ada yang tertinggal.." tambahnya.


"..dan Salsa, tolong kamu juga rapikan baju Aleisha ya.." minta tolongnya yang di angguki Wanita itu.


* * *


"Hahh... akhirnya selesai!" ucapnya yang melihat kearah tas dirinya dan juga tas milik Aleisha yang sudah rapih.


Diliriknya jam yang menunjukan pukul dua belas.


"Tuan Alano sudah ada belum ya!?" batinnya.


Wanita itu lalu mengenakan kerudungnya kemudian keluar kamar, menuju kamar Radi dan juga Raju.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum Raju, Radi.." salamnya.


"..wa'alaikumsalam.." balas Pria didalam kamar.


Cklek


"..Salsa, kamu sudah selesai beberesnya.." tanya Pria itu yang di balas senyuman oleh si Wanita.


"Tunggu sebentar ya, aku panggil Raju dulu.." izinnya ke dalam tanpa menutup pintu.


Tak lama kedua Pria itu keluar secara beriringan, mereka lalu berjalan ke arah kamar Alano yang tak jauh dari kamar mereka.


Tok tok tok


Kembali pintu kayu bercat putih itu di ketuk. Lagi-lagi tak ada respon dari penyewa kamar.


Tok tok tok


Setelah mengetuk kembali, sama saja tak ada respon. Mereka menghembuskan nafas panjang.


Lantas mereka bertiga menoleh, mendapati sosok yang sejak tadi di tunggu sedang jalan mendekat mereka mengembangkan senyum.


"Kalian sedang mencari saya?" tanya Pria itu kembali.


Pria itu mendekat yang kemudian dari arahnya tercium bau alkhohol yang lumayan menyekat.


Membuat tiga orang yang didepannya menahan nafas sejenak.


"Sorry, semalam aku minum terlalu banyak.." ucapnya yang hanya di angguki senyuman dan anggukan sopan dari mereka.


Raju lalu menyenggol pelan Radi agar segera berbicara tujuan mereka mencari Pria bule itu. Pasalnya hanya Pria itu yang lumayan dalam Berbahasa Inggris.


"..begini Pak, Aleisya...hilang!" ucapnya terbata.


"..hilang!?" ucap Pria bule itu yang di angguki ketiga orang di depannya.


Alano nampak berfikir kata "lost" biasanya di gunakan untuk benda.


"..maksudmu, barang Aleisnya hilang?" tanyanya memastikan.


Radi nampak berfikir dengan ucapan bosnya.


"...no no Sir.." balasnya sambil menggelengkan kepala.


"..maksudku, Aleisya menghilang!" serunya kembali menekan nama serta kata yang hilang.


Memahami maksud ucapan pegawainya, Alano membulankan mata.


"Dimana menghilangnya? Bagaimana bisa menghilang?" ucapnya dengan rentetang pertanyaan.


Di dalam kamar Alano


Tik tok tik tok tik tok

__ADS_1


Alano nampak berfikir keras usai mendengar cerita dari pegawainya dengan Bahasa Inggris yang berusaha di pahaminya.


Dari yang di pahaminya, mereka lupa prihal Aleisha yang tertinggal di Piazza Novano.


Setelah kurang lebih empat jam mereka lupa. Akhirnya, Salsa sadar jika teman sekamarnya tak ada. Mereka lalu pergi kembali ke tempat itu, tetapi hasilnya nihil Aleisha tak ada.


Dari yang di tangkap Pria bule itu, mereka bertanya pada penjaga mini market. Penjaga itu mengatakan melihat seorang Wanita dengan deskripsi yang sama duduk di depan toko.


Sangat lama Wanita itu duduk disana, dia juga melihat Wanita itu berjalan-jalan pelan di depan toko. Tapi saat kembali dari WC, Wanita itu sudah tidak ada.


Alano melirik kearah jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul satu. Sedangkan mereka harus berangkat ke Bandara sekitar jam setengah dua.


"Sekarang kalian bersiaplah pergi ke Bandara, prihal Aleisha saya akan mencarinya.." kata Pria Pria bule itu.


Setelah memahami perkataan Pria itu, mereka bertiga pamit ke kamar masing-masing.


Sedangkan Alano, nampak duduk terdiam.


"Hahhhhh, Wanita itu lagi!" serunya yang merasa bingung.


Lobi Hotel


Para Pegawai nampak sudah siap dengan koper dan tentengan masing-masing.


Mereka secara bergantian masuk ke dalam bis menuju Bandara.


Di luar Bis, Alano terlihat berbicara dengan Radi. Tak lama Pria bernama Radi masuk, tidak dengan Pria bule itu yang lalu berjalan kearah dalam hotel.


"..kok Pak Alano tidak ikut bersama kita?" tanya Sinta usai Radi masuk ke dalam Bis.


"..iya, Pak Alano masih ada urusan. Kita di suruh pulang duluan.." jawabnya.


"..oh iya, ngomong-ngomong dimana Aleisha. Kok dia gak ada di Bis.." kata Rini yang tak melihat keberadaan Wanita berkerudung panjang itu.


".. jangan-jangan dia ketinggalan lagi! Dasar nyusahin orang saja.." timpal Santi dengan sinis.


Salsa yang kupingnya merasa panas, lantas melihat kearah Santi denga kesal.


"Jaga ucapanmu!"


"Aleisha tidak ketinggalan tapi dia...hilang.."


Wanita itu mengeluarkan tetesan bening, dia tak bisa membendung air itu.


Ucapan Salsa lantas membuat kaget Santi, Tina dan juga Rini.


"Bagaimana bisa, Bukannya semalam kita pulang dari Piazza Navona bersama-sama?" tanya Rini yang mengingat jika dia melihat Aleisha yang kembali dari toilet.


Salsa menggelengkan kepala. Wanita itu kembali terisak, dia lantas memilih duduk kembali di bangkunya.


Rini dan Tina terdiam, mereka tak menyangka jika semalam mereka kembali meninggalkan Aleisya. Tidak dengan Santi yang mengeratkan giginya, dia sangat kaget jika Wanita itu hilang.


Santi kembali mengingat kejadian semalam, saat dirinya melihat Aleisha yang masuk ke dalam mini market. Dia dengan teganya dia pura-pura tak melihat Wanita itu, kemudian kembali ke bis dengan Raju yang tak tahu apa-apa.


Tekan favorit ❤️like 👍 dan tentu komen....


Karena membaca komen terkait cerita, menyenangkan..🤩


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE, UHIBBUKI dan Cerpen yaaaaaaaa❤️👍


Tekan like 👍, koment 😆berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM❤️❤️❤

__ADS_1


__ADS_2