Love In Italia

Love In Italia
Wanita Bule


__ADS_3

Happy Reading!!!


Matahari nampak terik siang ini, cahanya membuat orang-orang merasa dehidrasi di bawah sinarnya.


Begitu juga Wanita bergamis yang sedang duduk di atas pembatas berwarna hitam putih. Dia terlihat meminum sebotol air berukuran 750 ml.


"...hhhh..alhamdulillah.." gumamnya usai menegak airnya.


Wanita itu menatap ke arah jalanan yang tak hentinya motor dan mobil berlalu lalang.


Sudah sebulan lebih dirinya mencari pekerjaan. Tapi sampai sekarang dia belum mendapatkannya.


Sahabatnya 'Aini, juga turut ikut membantunya. Tetapi, begitu perusahaan itu tau Aleisha mengenakan pakaian syar'i, mereka menolaknya.


Itu yang menjadi penyebab sebulan ini, dirinya masih tetap menganggur. Dia tak ingin hanya karna uang dia mengganti pakaiannya dan menanggalkan kerudungnya.


Karna Perusahaan tempatnya melamar selalu menolaknya sebelum dirinya meletakkan CV.


Walaupun sebenarnya, ada perusahaan yang menerima CV dan dia boleh bekerja. Dengan syarat Aleisha harus menanggalkan hijabnya. Tentu hal tersebut di tolaknya.


Walau sudah beberapa tempat menolaknya, Aleisha tak lantas patah semangat. Malah dia semakin giat, untuk melamar dan pergi ke tempat yang lumayan jauh dari kontrakannya.


Seperti hari ini, sejak pagi dia sudah pergi ke beberapa tempat yang membuka lowongan pekerjaan.


Sebenarnya, dirinya tak sepenuhnya menganggur. Dia masih mendapatkan pendapatan harian dari membantu Ibu tetangganya berjualan ataupun mengupas kulit bawang maupun melinjo.


Penghasilannya lumayan untuk tambah-tambahan membeli kebutuhan sehari-hari. Tetapi dirinya yang setiap bulan biasanya mengirim ke panti, tentu tak enak bila tak mengirim. Jadi dia mengambil uang tabungannya untuk mengirim ke panti.


Tidak hanya itu, dia juga harus membayar uang kontrakannya, membuatnya mengambil tabungan kembali.


Selintas, Aleisya berfikir untuk membuka usaha dari tabungannya. Seperti usaha makanan atau pengajian.


Tetapi dia kemabali memikirkannya, daerah tempatnya tinggal. Kebanyakan masyarakatnya merupakan orang yang penghasilannya, pas-pasan hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Di tambah, dia harus menyiapkan tempat belajar yang nyaman untuk anak-anak dan buku untuk kegiatan belajar. Sedang itu membutuhkan biaya yang besar tak sebanding dengan uang tabungannya.


Jika membuka usaha lainnya, seperti makanan. Dia bisa memasak, tetapi masakannya biasa saja tak enak-enak bangat.


Bisa saja dia membuka usaha kecil-kecilan seperti berjualan kripik atau makanan yang di jual ke warung-warung. Tetapi semua makanan yang di buatnya tak seenak masakan ibu tetangga yang di titipkannya ke warung-warung.


Dirinya yang sedang melamun, tak sadar ada seseorang yang berjalan medekat ke arahnya.


Orang itu merupakan Wanita cantik tinggi, kulitnya putih, hidungnya mancung, dan rambutnya berwarna pirang.


Dia mengenakan setelan celana panjang dan baju seketek yang bahannya nampak terlihat bagus.


"..sorry, maaf Ba.." ucapnya dengan bahasa Indonesia yang lancar.


Aleisya yang mendengar suara itu segera tersadar lalu mengalihkan pandangannya ke arah samping. Dirinya mendapati sosok Wanita cantik yang sedang merunduk ke arahnya.

__ADS_1


"..aahhh, maaf..iya?" balas Al yang segera berdiri dari duduknya.


"...mobil saya mogok.." ucapnya menunjuk ke arah mobil yang tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


"..saya ingin menelpon pengangkut mobil. Tapi HP saya ternyata mati. Boleh saya meminjam HP Ba?"


"..ahhh tentu saja.." balas Aleisya segera. Dia lalu mengambil ponselnya kemudian memberikan pada Wanita cantik itu.


"..terimakasih.." terimanya yang segera menekan nomor yang dituju.


Setelah panggilan tersambung, Wanita itu mulai berbicara dengan orang yang di telponnya.


Tak berapa lama pembicaraan selesai,dia segera mematikan panggilan.


"Terimakasih.." berikannya kembali HP yang di pinjamnya.


"Sama-sama.." balas Aleisya menerima HP miliknya yang di masukan kembali ke dalam tas selempangnya.


Aleisya kembali memilih duduk mengajak Wanita bule cantik itu.


Bule itu mengiyakan lalu duduk di samping Wanita berkerudung panjang. Dia melihat ke arah Wanita itu yang menatap lurus ke jalanan.


"..sedang menunggu seseorang?" tanya Wanita bule itu membuka keheningan.


"..tidak, saya hanya sedang duduk saja.." balasnya ramah.


Aleisja yang ingat memegang minum lantas menawarkannya pada Wanita di sebelahnya.


"..terimakasih, saya bawa kok.." balasnya yang lalu mengeluarkan botolan kecil air kemasan.


Klek, di bukanya botol air mineral yang masih perawan itu.


Syuuuuu


Hembusan angin dari depan membuat Wanita bule itu ke lilipan, tangan yang memegang botol lantas di taruh botol ke sebelah.


Yang tanpa sengaja dia menjatuhkan botol itu membasahi amplop coklat yang ada di atas batu hitam putih itu.


"...ahhh.." Aleisya segera mengambil amplop coklatnya yang terkena air.


Wanita bule itu kaget lantas berkata, "..maaf.." ucapnya tak enak.


"..tidak apa-apa kok.." balas Aleisya senyum. Dia lalu melap bagian luar amplop coklat itu dengan gamisnya.


Aleisya ngecek dalam mapnya yang syukurnya hanya sedikit basah.


"..pasti basah.." ucapnya tak enak.

__ADS_1


"Tenang saja hanya sedikit saja.." tunjuknya ke arah kertas yang hanya sedikit basah.


Wanita itu lalu menyadari kertas yang dilihatnya adalah CV.


"..Ba sedang mencari kerja?"


"..iya Ba.." balas Aleisha senyum. Dia lalu meletakan CV dan amplop secara terpisah di bawah sinar matahari.


Wanita bule itu memperhatikan Aleisya yang pakaiannya nampak tertutup. Dia memperkirakan Wanita di sampingnya pasti susah mencari kerja karna pakaiannya.


Padahal ini negaranya sendiri yang mayoritas muslim, tetapi Wanita itu susah mencari kerja disini. Bagaimana dengan Wanita itu yang pergi ke Negara lain yang isinya mayoritas Non Muslim.


Seandainya, jika dirinya sebagai HRD lalu yang menerima CV Wanita di sampingnya tentu dia akan menolaknya untuk bekerja di tempatnya. Tentu tak lain karna pakaiannya.


Ekor mata Wanita bule itu mendapati Taxi yang mendekat dia lalu menghentikan lamunannya.


Wanita itu lalu berdiri dan memberi sinyal dengan tangannya agar taxi itu berhenti.


Bule itu kembali melihat ke arah Aleisya yang sedang melihat ke arahnya.


"..saya pamit ya, terimakasih sekali lagi atas bantuannya.." senyumnya.


Aleisya beranjak dari duduknya lalu membalas senyum itu dengan ramah.


"Sama-sama, sudah sewajarnya sebagai sesama kita saling membantu.." balasnya.


Wanita bule itu terdiam, dia lalu memasuki taxi dengan masih terngiang perkataan Wanita yang meminjaminya HP.


Wanita bule itu tersenyum kemudian bergumam, "Memang seharusnya sesama harus saling membantu.."


Dia lalu melihat ke arah supir taxi yang ingin menjalankan mobilnya. "Tunggu, Pak!" serunya.


Dia lalu menurunkan kaca mobilnya kemudian mengambil kartu dari dalam tasnya.


Wanita itu lalu memanggil Wanita berbaju syar'i itu untuk mendekat.


"Ini kartu nama saya, hubungilah saya ke nomor ini.." ucapnya sambil menyodorkan kartu itu.


Aleisya menerimanya dengan masih bertanya-tanya. Dia tak paham maksud Wanita didalam mobil menyodorkan kartu itu.


# # # # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE

__ADS_1


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM


__ADS_2