Love In Italia

Love In Italia
Terulang Kembali


__ADS_3

Tekan ❤️ (favorite) 👍 (like) dan komen


Terulang Kembali


Happy Reading!!!


"Bosannya haahhhhhhh.."


Rini menggela nafas panjang yang diikuti oleh Santi dan Tina.


"Haahhh iya, sangat bosan.." timpalnya yang juga diangguki Tina.


"Sudahlah, mau bagaimana lagi.." ucap Raju kearah tiga Wanita yang wajahnya terlihat bete.


"Itu betul, lagi pula kita gak ada yang tau. Malam ini, ternyata tidak ada pertunjukan.." jelas Radi kembali untuk ke sekian kalinya.


"Iya iya aku paham kok.." balas Santi dengan senyum tipis yang kemudian kembali dengan wajah judesnya.


"Mending kalian foto-foto lagi. Lumayan buat nampah postingan di sosmed.." guraunya.


"Bosan! Sejak tadi sudah foto-foto.." timpal Santi dengan wajah kesel.


Raju lantas terkekeh mendapati tatapan kesal dari tiga Wanita yang merasa bosan itu.


Tak tik tak tik


Waktupun berlalu, udara malam mulai menusuk tulang. Suasana juga mulai sepi, hanya ada beberapa anak muda yang terlihat sedang berpacaran di beberapa sudut.


"Udara udah mulai dingin. Kalian mau pulang?" Tanya Radi melihat ke arah teman-temannya.


"Aku mau pulang aja!" balas Santi yang menggosokkan telapak tangannya ke lengan atasnya.


"Kalian jugaka?" tanyanya melihat ke arah Tina dan Rini.


"Ayo pulang, aku juga udah ngantuk.." setuju Rini yang matanya yang terlihat lelah.


"..kalau gitu, aku ke mini market dulu ya. Mau beli makananan. Persiapan tempur tengah malam..." cengir Raju yang di pahami mereka.


"Kalian mau nitip.." tawarnya yang melihat ke arah mereka secara bergantian.


Usai menerima beberapa pesanan yang dikirim melalui chat. Raju lantas pergi ke mini market yang jaraknya lumayan dari alun-alun.


Aleisha yang baru kembali dari toilet lantas kembali menghampiri teman-temannya.


"Salsa!" panggil Wanita itu saat sudah berada di dekat Wanita itu.


"..iya, kenapa Al?" tanyanya.


"Aku ke mini market dulu ya. Soalnya.." Wanita itu lalu membisikkan barang yang ingin di belinya.


"..yaudah kamu beli dulu. Sekitar lima belas menit yang lalu, Raju dan Santi juga ke sana.." balas Salsa.


Aleisha lantas kembali pergi.


Radi yang melihat Wanita itu pergi lalu bertanya pada Salsa.


"Mau kemana Aleisha?"


"Ahhh...biasa mau beli roti yang biasa kita pake setiap bulan.." jawabnya malu.


Mini market


Suara telepon yang bunyi, membuat Santi mengalihkan pandangan ke tasnya. Dilihatnya telpon masuk yang berasal dari Rini.


"Assalamu'alaikum Rin.." jawabnya pada si penelpon.


"Wa'alaikumsalam San, aku mau kasih tau. Nanti selesai belanja, kalian langsung aja ke tempat Bis hotel nurunin kita tadi.." beritahunya.


"Ohhh oke.." pahamnya.


"Kalian masih lama belanjanya?"


Santi lalu mengintip ke larah Raju yang masih melihat-lihat ke arah deretan makanan.

__ADS_1


"Enggak, kita tinggal ambil makanan pesanan Tina.." beritahunya.


Usai mengucap salam, telponpun terputus. Santi mengalihkan tatapannya dari HP ke depan. Matanya mendapati sosok Aleisha yang jalan kearah pintu mini market.


Tak memperdulikan sosok itu. Santi lantas masuk kedalam usai Wanita itu masuk.


Selesai mengambil semua pesanan teman-temannya. Raju membayar semua barangnya ke kasir.


Alhasil mereka mendapati dua tentengan plastik yang berisi cemilan dan minuman berwarna.


"Tadi Rini telpon, kalau kita langsung aja ke tempat Bis hotel nurunin kita tadi.." beritahunya yang di angguki Raju.


Sampainya di Bis, Raju dan Santi mendapati teman-temannya yang lain sedang tertidur pulas. Kecuali Radi yang sedang bermain dengan HPnya.


"Kalian sudah datang, berarti sudah lengkap!" Serunya.


Dia lalu memberikan intruksi ke pada Pak sopir didepan sudah bisa jalan.


Disisi lain, Aleisha baru keluar dari WC mini market. Rasanya sudah lebih aman setelah memakai pemba*ut yang dibelinya tadi.


Matanya lalu melihat kearah mini market yang tak terdapat sosok Raju maupun Santi.


Wanita itu lantas memilih kembali ke tempat teman-temannya menunggu tadi.


Di alun-alun, dirinya tak mendapati sosok mereka. Dirinya sudah mengelilingi tempat itu yang hasilnya nihil.


"Oh iya.." Wanita itu lalu teringat HPnya. Bisa-bisanya dia lupa prihal alat komunikasi praktis tersebut.


"Kok gak nyala!" serunya yang berulang kali menekan layar HP.


".. jangan-jangan batrenya habis.." resahnya.


Diperiksanyalah tas selempang, dirinya berharap dia membawa charge. Tapi sayangnya tidak, dia tak membawa benda itu bersamanya tadi.


Melihat suasana alun-alun yang tak terlalu terang, Aleisha lantas memilih kembali ke mini market yang tempatnya terang.


* * *


Hampir satu jam, dirinya menunggu ke datangan temannya yang tak kunjung datang.


Perasannya takut, khawatir, sedih dan perasaan negatif lainnya mulai di rasakan Wanita itu.


"Apa lagi-lagi aku di tinggal!" sedihnya.


* * *


Sekitar empat puluh lima menit. Bis yang di naiki oleh Radi dan teman-temannya sampai di hotel.


Dengan wajah bantal mereka turun dari bis dengan perlahan.


Setelah mengucapkan terimakasih pada Pak Sopir mereka lalu masuk ke dalam hotel.


Selama berjalan ke arah kamar, salah satu dari mereka masih tak ada yang merasakan sosok yang tertinggal.


Begitu juga Salsa yang melupakan keberadaan Aleisha yang tak bersamanya.


Setelah masuk kamar, karena masih sangat mengantuk. Dia memilih merebahkan diri ke atas kasur lantas tertidur.


Z


Z


Z


"Ahhhhssssss"


Salsa yang merasakan kantong kemihnya penuh lantas terbangun dari tidurnya. Dia berjalan perlahan ke arah kamar mandi.


Selesai menunaikan hajat, dia baru menyadari dirinya yang masih belum mencuci muka dan mengganti pakaian. Dia lantas memilih membersihkan diri terlebih dahulu di dalam.


Cklek


Saat ini wajah Salsa, sangatlah segar. Dia lalu berjalan kembali ke arah kamar lalu menyalakan lampu yang sejak tadi membuat ruangan gelap.

__ADS_1


Dia kembali berjalan kearah ranjang tempatnya tidur. Diliriknya jam yang menunjukan pukul dua malam.


Di alihkan kepalanya kearah ranjang sebelah melihat sosok temannya. Sayangnya sosok itu tak ada, ranjangnya masih rapi seperti saat mereka meninggalkan hotel.


"..."


Wanita itu terdiam kembali mengingat-ingat.


Seketika matanya membulat, dirinya lalu segera mengenakan pakaian lalu keluar dari kamarnya.


Dengan terburu-buru, dia berlari kearah kamar milik Radi dan juga Raju.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum Radi, Raju.." panggilnya.


Tok tok tok


"Radi! Raju!" Panggil ya kembali dengan suara yang lebih kencang.


Tok tok tok


Akhirnya pintu terbuka, menunjukan sosok Radi yang matanya menyipit. Dia menatap sosok yang mengganggu tidurnya nyenyaknya.


"Aleisha, Di!" ucap Salsa panik.


"Haaahhhhh.." bingungnya yang mengacak rambutnya yang sudah berantakan.


"Aleisha gak ada di kamar!"


"..maksudnya!" katanya tak paham.


"Kayaknya Aleisha ketinggalan!" Jelasnya.


Radi mulai memahami perkataan Salsa yang lantas membuat matanya membulat dengan sempurna.


Dia kembali mengingat ke jadian di bis, saat menunggu Raju dan Santi. Saat itu, sosok Aleisha tak ada.


Pria itu lantas kembali masuk ke dalam kamar. Dia membangunkan Raju yang masih tertidur pulas.


"Ju, Raju bangun!" goyaknyanya dengan kuat.


"Apaan sih!" balasnya kesal.


Pria itu mengucek matanya yang masih sangat mengantuk.


"Sekarang Lo cepat siap-siap! Aleisha ketinggalan di Piazza Navona!"perintahnya yang lalu segera mengenakan celana dan juga jaketnya.


Rasa kantuknya seketika hilang. Dia lalu beranjak dari kasur kemudian mengenakan celana dan juga jaketnya.


"Kok bisa!?" Katanya yang kaget.


"Nanti aku jelasin, sekarang kita ke pihak hotel dulu buat minta mereka mengantar kita!" Ucapnya yang lalu keluar kamar.


Diluar dengan perasaan yang sangat khawatir Salsa menunggu.


Melihat dua Pria itu keluar. Mereka segera pergi menuju pihak hotel.


Disana mereka berbicara dengan resepsionis untuk meminta di antarkan ke Piazza Navona.


Perasaan cemas, khawatir dan takut terlihat di wajah mereka. Lantaran ini kedua kalinya mereka melupakan Aleisha. Ditambah mereka melupakannya di daerah umum saat malam hari.


# # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE, UHIBBUKI dan Cerpen yaaaaaaaa❤️👍


Tekan like 👍, koment 😆berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2