Love In Italia

Love In Italia
Cerita Pilu


__ADS_3

Tekan like, komen and vote...


Happy Reading!!!


Dua macam makanan nampak sudah terhidang di meja kecil yang berada di dekat tembok.


Di liriknya ke arah jam yang menunjukkan pukul lima lewat dua puluh menit yang menandakan temannya akan segera datang.


Wanita itu segera mencuci peralatan masak yang di pakainya lalu menggantungnya kembali. Tak lupa dia menyapu dan juga mengepel bagian yang kotor.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum.." salam seseorang di depan.


Mendengar suara ketukan serta salam dari suara yang sangat di kenalnya. Wanita penyewa ruangan sepetak itu segera memakai kembali baju luaran dan juga hijabnya.


"Wa'alaikumsalam.." balasnya yang lalu membuka pintu.


Pintu terbuka menampakkan sosok kebelah dua pihak. Wanita yang bertamu segera memeluk Wanita didepannya.


"Aleisha!!"


Wanita yang di peluk hanya tersenyum sambil membalas pelukan Wanita berkerudung pasmina.


"Kita masuk dulu yuk.." ajak Wanita itu pada sahabatnya.


Di ruangan kecil itu, 'Aini menatap Wanita didepannya tajam. Beberapa pertanyaan siap dia keluarkan pada Wanita berambut hampir sepinggang itu.


Aleisya yang sejak tadi ditatap 'Aini hanya tersenyum saja. Dia siap menjawab semua pertanyaan sahabatnya itu. Tapi terlebih dahulu dirinya menyiapkan cemilan serta minum pada tamunya.


"...di minum dulu, Ni.." ucapnya sambil mengarahkan jempolnya ke arah teh manis hangat diatas nampan.


Wanita berpasmina segera menerima minuman itu lalu meneguknya dengan tiga kali tegukan, tentu tak lupa dia membaca basmalah terlebih dahulu.


Usai meminumnya dia meletakan gelas itu yang kemudian menatap wanita didepannya yang masih sedia tersenyum.


"..aku senang, kamu baik-baik saja.." ucapnya yang mendapati sahabatnya tidak kurang atau kelebihan apapun.


Aleisya tersenyum membalasnya. "..iya, alhamdulillah aku baik-baik saja.." balasnya.


"..jadi.." ucap Wanita berpasmina yang terpotong. Kini wajahnya berubah serius.


"..aku mau minta penjelasanmu sekarang! Kenapa tiba-tiba kamu hilang kontak selama dua minggu?!"


"Kamu tau! Aku sangat mengkahawatirkanmu!" tatapnya kearah Aleisya yang masih tersenyum.


'Aini menggigit bibir bawahnya pelan, dia kembali mengingat perasaan kalang kabutnya.


"..sampai-sampai, aku menelpon perusahaan yang memberi........" jelasnya yang mulai menceritakan panjang kali lebar.


'Aini yang menelpon berkali-kali ke perusahaan yang memberikan hadiah. Sampai-sampai dirinya juga mendatangi perusahaan itu dan mengatakan ingin melaporkan perusahaan itu karna sahabatnya tak kunjung pulang.

__ADS_1


Tanpa mendengar cerita sahabatnya itu, Aleisha mengetahui semuanya. Dia mendapati telpon dari perusahaan itu setelah membalas pesannya.


Perusahaan itu menanyakan beberapa hal pada Aleisha dan alasannya yang hilang kontak. Dirinya lantas menceritakan hal sebenarnya yang membuat perusahaan kaget.


Tapi masalah dirinya dengan perusahaan itu selesai. Tinggal tersisa dia dan sahabatnya.


Senyum terus terlukis di bibir Aleisha sampai dia berkata, "..maaf, aku membuatmu sangat khawatir.." hanya kata itu yang bisa Aleisya ucapkan. Dia tak tau harus mengucapkan kata apa lagi.


Dilapnya air mata 'Aini sambil tersenyum lembut membuat Wanita itu ikutan tersenyum.


"..sudahlah tidak, apa-apa. Melihatmu sehat seperti ini, aku sudah senang.." balasnya.


"..jadi sekarang kamu jelasin kemana saja kamu selama menghilang?" tatapnya kearah sahabatnya meminta jawaban.


Aleisha menarik nafas lalu membuangnya perlahan. "..baiklah, jadi.." ucapnya tersenyum tipis.


S


T


O


R


Y


Di awal cerita, nampak biasa saja. Tetapi semakin berjalan waktu Aleisha mulai memasuki inti cerita yang membuat 'Aini terdiam. Tanpa disadarinya dia menahutkan giginya dan juga usah menelan saliva sendiri.


Wanita berkerudung pasmina itu memperhatikan wajah sahabatnya yang nampak mengekspresikan ketakutan yang dapat dia rasakan.


Tapi sahabatnya ini tidak, dia malah terus melawan Pria yang tentu kekuatannya jauh di atas dua Pria itu.


Sampai di akhir cerita, akhirnya 'Aini bernafas lega mendengar ada seseorang yang masuk ke ruangan tempat sahabatnya di sekap.


"..seperti itu.." ucapnya mengakhiri cerita.


Terlihat ekspresinya yang berusaha terlihat tegar.


Walau dia tau sahabatnya selamat dan sekarang baik-baik saja. Tetapi dari kejadian tadi masih membuat 'Aini sedikit susah bernafas.


Dia juga penasaran siapa pria yang masuk dan meyelamatkan sahabatnya.


"..aammm.." 'Aini yang ingin berucap terhenti dia bingung akan berkata apa.


Di tatap sahabatnya itu yang terlihat khawatir. Niatnya bercerita bukan untuk membuatnya merasakan perasaan itu.


"..sekarang kamu tidak perlu khawatir, aku sudah baik-baik saja. Luka tembaknya juga sudah mulai mengering.." ucap Aleisya menenangkan.


Wanita berambut sepinggang lalu menunjukan bekas jahitan di kakinya yang terkena serempetan peluru.


Melihat luka itu 'Aini merasa ngilu, karna terlihat jelas jahitan yang sepanjang ibu jari.

__ADS_1


"...eee..kamu kuat sekali.." ucapnya terpotong.


"..jika aku ada di posisimu, mungkin aku.." lanjutnya yang terdiam tak bisa melanjutkan perkataannya.


Tentu, jika seorang Wanita mengalami kejadian itu tak akan kuat. Tapi saat itu Aleisha berserah diri pada penciptanya. Pemilik seluruh alam.


"..kamu gak perlu takut, semua yang terjadi itu tentu sudah qodarullah takdir Allah.."


"Contohnya saja, aku yang dua minggu lalu yang sempat berfikir bahwa aku akan meninggal tetapi nyatanya Allah berkata lain.." jelasnya.


"..yang terpenting, kita tetap berperasangka baik pada Allah dan terus berserah diri. Allah tak mungkin menguji hambanya melampaui batas kemampuannya.." lanjutnya sambil tersenyum.


Perkataan Aleisya tentu mengetuk hati 'Aini. Sahabatnya saja yang tekun beribadah mendapat kejadian itu, bagaimana dengan dirinya yang masih suka telat sholat, jarang membaca Al-Qur'an dan lain hal.


Apa jika dirinya di posisi Aleisya akan sekuat Wanita itu dan tetap berfikiran positif pada penciptanya.


Suara adzan menghentikan pembicaraan dua Wanita itu. Mereka lantas bergegas solat.


Selesai sholat mereka terlebih dahulu mengaji setelah itu baru makan bersama dengan nikmatnya.


* * *


"..oh iya 'Aini, apa kamu punya lowongan pekerjaan.." ucap Aleisha membuka percakapan usai selesai sembayang isya.


'Aini baru teringat, prihal sahabatnya yang sudah dipecat.


"..ada, tapi...yang seperti yang kamu tau. Mereka tak menerima Wanita yang bergamis.." jelasnya dengan jujur.


"..hhh..tentu itu kendalanya.." ucapnya sambil menyelonjorkan kakinya yang tadi tertekuk.


"..yaudah, jangan sedih. Nanti aku bantu juga cari kerja yang membolehkan berpakaian syar'i.." katanya menyemangati.


Di balasnya ucapan sahabatnya dengan tatapan senang.


"...oh iya 'Aini, malam ini kamu nginap saja. Lagi pula sudah lama kamu tidak nginap di kontrakanku.." senyumnya.


"...boleh juga, tapi aku gak bawa baju ganti.." timpalnya.


"..bajumukan ada di kontrakan ini, apa kamu lupa.." katanya mengingatkan.


"Hahaha oh iya ya.."


Tawa mereka bersama.


# # # # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE

__ADS_1


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM.


__ADS_2