Love In Italia

Love In Italia
Kabar Sore


__ADS_3

Kabar Sore


Happy Reading!!!


Di ruangan berukuran 6x7. Terlihat seorang Pria dan Wanita duduk saling berhadapan.


Pria berjas, nampak terdiam mendengar penuturan Wanita cantik di depannya.


Baginya, ini merupakan pemberitahuan yang mengejutkan untuknya.


Apalagi mengingat perjuangan Wanita di depannya yang merintis dari awal usahanya ini.


"..jadi, kapan Ba Misel akan memberitahukannya pada seluruh pegawai?" tanya Pria itu ke arah Wanita bule di depannya.


"Hari ini juga!" jawabnya.


"Aku akan memberitahukannya, saat seluruh pegawai berkumpul sore ini.." lanjutnya sambil tersenyum tipis.


"...baiklah, saya akan mengabari para Pegawai. Agar berkumpul di ruang rapat sore ini.." ucap Pria itu yang lalu bangkit dari kursi.


"Terimakasih, Baim.." ucap Wanita itu sambil tersenyum lembut.


"..sama-sama, Ba.." balasnya sambil tersenyum.


* * *


Wes wos was wes wos


Suara percakapan memenuhi ruangan itu.


Mereka yang berkumpul, terlihat penasaran akan alasan mereka di kumpulkan.


Mereka biasanya di kumpulkan karena berdiskusi atau menyelesaikan masalah terkait Restauran.


Tap tap tap


Cklek


Pintu berdaun dua terbuka, menunjukan sosok Wanita cantik yang merupakan pemilik dari Restauran itu.


Suara hiruk piruk seketika sirna, mereka terfokus pada sosok yang sangat jarang menampakkan dirinya.


Tatapan semua pegawai tertuju pada bule cantik itu.


Dia berjalan perlahan, sambil tersenyum menyapa semua pegawainya dengan ramah.


Pria berpakaian formal yang tak lain Pak Baim. Berjalan bersama bule cantik itu.


Sampai di depan semua pegawainya. Bule cantik itu menghentingkan langkahnya.


(pembukaan)

__ADS_1


Usai memberi sapaan singkat pada seluruh pegawai nya. Wanita itu masuklah ke inti pembicaraan.


"Baiklah, saya mengumpulkan kalian saat ini karna ingin menyampaikan beberapa hal pada kalian.." ucapnya yang mulai masuk ke topik pembicaraan.


Wajah semua pegawai mulai serius. Mereka penasaran akan perkataan yang akan di sampaikan Wanita bule itu.


Pasalnya, setiap ada kabar atau pemberitahuan akan di katakan Baim. Tetapi, kali ini pemilik Resto yang memberitahukan secara langsung.


"..yang pertama.." ucapnya menatap ke arah pegawai yang duduk di depannya.


"..saya ingin mengucapkan terima kasih pada kalian semua, atas kerja keras kalian selama ini.." ucapnya.


Pok pok pok


Wanita bule itu menepuk tangan yang lalu di ikuti seluruh pegawai.


"..yang kedua.." ucapnya yang terputus lalu tersenyum tipis dengan wajah sedih.


"..mulai besok, saya bukan lagi pemilik Restauran ini.." ucapnya yang membuat seluruh pegawai diam dan kaget.


Para pegawai mulai berpresepsi dengan pikiran masing-masing, sambil berbicara dengan teman sebelahnya.


Membuat suasana kembali berisik.


Ada yang berfikiran bahwa Restauran bangkrut, tetapi segera di sangkal oleh teman sebelahnya. Ada juga yang mengatakan Misel yang sudah capek mengurus Restauran, yang di angguki dan berbagai persepsi lainnya yang di duga-duga.


Tapi ada juga beberapa pegawai yang berfikir tentang nasib mereka. Bagaimana nasib mereka, jika seandainya pemilik Restauran berubah.


Tentu setiap orang memiliki hati, pemikiran dan perasaannya berbeda. Mereka takut, seandainya tak mendapati pemilik Restauran sebaik Wanita bule itu.


"Harap tenang!" Seru Pak Baim. Memerintahkan para pegawai diam, agar Wanita bule di sebelahnya bisa melanjutkan perkataannya.


Misel yang tentu mendengar persepsi para pegawainya yang bermacam macam hanya tersenyum.


Tentu, mereka akan berfikir demikian. Apalagi dirinya mengabari prihal tersebut dadakan.


Termasuk pada Baim yang baru mengetahuinya, siang tadi.


"..tentu banyak kalian yang bingung, mengapa saya memindah alihkan Restauran ini. Itulah alasan saya, mengumpulkan kalian sekarang. Agar kalian mengetahuinya.." ucap Wanita itu tersenyum lembut.


"Saya memindah alihkan Restauran karena lusa saya akan kembali ke negara saya.." beritahunya.


Hal tersebut, kembali menghebohkan pegawai yang berada di ruangan berukuran 10x9 meter tersebut.


"..mungkin, hanya beberapa pegawai lama yang tau alasan saya membangun Restauran ini.." ucapnya yang menatap ke arah Baim, Nur dan pegawai lama lainnya.


"Saya membuka Restauran ini, hanya untuk mengisi waktu luang karena suami saya sedang sedang dinas di Negara ini.." beritahunya.


"Setelah beberapa tahun, akhirnya suami saya kembali di pindah alihkan ke Negara asal kami. Tentu sebagai Istrinya, saya mengikutinya.." lanjutnya.


"..tetapi, tak semudah itu. Saya tak mungkin pergi dengan gampangnya. Apalagi saya sangat mengingat perjuangan awal kita saat membangun Restauran ini, sehingga bisa banyak pengunjung seperti sekarang.."

__ADS_1


sedihnya mengingat kerja keras para pegawainya.


"Bisa saja, saya mengontrol tempat ini. Tetapi suami saya tak mengizinkannya.." lanjutnya mengingat ucapan suami tercintanya.


"Jika saya menutup tempat ini. Saya tak sanggup melakukannya, mengingat kerja keras kalian.." katanya yang sedih mengingat hal yang sempat terbesit di benaknya.


"Tetapi, untunya teman saya mengajukan seseorang yang ingin membuka Restauran juga.." katanya mengingat perkataan sahabatnya.


"Intinya, saya dan pemilik baru Restauran ini membuat kesepakatan.." ucapnya mengingat kesepakatan yang di setujui oleh pemilik baru Restauran ini.


"Peraturan di Restauran ini, tidak akan berubah. Dan kalian semua bisa bekerja seperti biasanya.." lanjutnya tersenyum senang.


Nampak wajah para pegawai gembira, mereka senang akan peraturan Restauran yang masih sama.


"..oh iya.." ucap Misel yang kembali teringat akan sesuatu.


Para pegawai lantas kembali tenang dan melihat kearah Wanita bule itu


"Prihal, beberapa pegawai terbaik masih tetap akan pergi keluar Negri setiap tahunnya.." lanjutnya yang kembali mendapat sorak gembira dari pegawainya.


"Jadi, kalian harus tetap semangat bekerja.." ucapnya menyemangati para pegawainya.


Macam ekspresi yang terlihat ada yang senang akan peraturan yang masih sama dan tentu ada juga yang sedih akan kepergian Wanita bule itu.


Rasa sedih yang di rasakan Aleisha saat ini. Seandainya hari itu Ar-rahman yang maha pengasih pada setiap makhluknya tidak mempertemukan dirinya dengan sosok Wanita itu. Mungkin, dia tak akan mengetahui seberapa pedulinya Wanita itu pada pegawainya ini.


Aleisha yang duduk lumayan jauh dari Wanita bule itu, ikutan meneteskan air mata. Dia berharap banyak orang sebaik Wanita itu.


Memikirkan orang yang bukan keluarganya maupun satu negara dengannya. Tetapi mereka terikat akan hubungan kemanusiaan.


* * *


Setelah rapat, pegawai yang sejak pagi bekerja tak pulang. Beberapa pegawai seperti menyiapkan sesuatu di ruang rapat, sedang lainnya seperti mengajak Wanita bule itu bercakap-cakap.


Malamnya, Restauran tutup lebih awal. Para pegawai memberikan pesta dadakan pada Wanita bule itu.


Mendapat kejutan itu, Misel lantas kaget. Pasalnya, dia berniat mengajak para pegawainya makan besok, sebelum dirinya berangkat.


"Terimakasih.." ucapnya sambil menangis. Membuat wajah putihnya memerah.


Perasaannya bercampur aduk antara sedih dan senang.


Mereka semua merasa senang mendapati bosnya yang senang, walau hanya pesta sederhana ini.


# # # # # # #


Terimakasih sudah membaca cerita ini...


Jangan lupa juga baca cerita


FRIEND AFTER MARRIAGE

__ADS_1


Tekan like, koment berkaitan cerita dan vote supa SMIM semangat membuat lanjutan ceritanya...


Salam hangat SMIM


__ADS_2