Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Vampir Kecil


__ADS_3

“Segel telah terbuka, terima kasih Noah”, ucap seorang misterius berjubah vampir yang berada jauh di ujung atas sana, pintu masuk menuju ruang bawah tanah tersebut.


Dia adalah Delano, kedua mata hitamnya berubah menjadi mata emas yang menyala. Dua mata emas sempurna dari keturunan Dewi Matahari.


Segel pintu tersebut hanya bisa dibuka oleh seorang manusia yang memiliki kekuatan dari Dewi Matahari, beruntung Noah memiliki kekuatan tersebut. Namun, hal itu akan dimanfaatkan oleh Delano.


Noah melihat-lihat seisi ruang bawah tanah tersebut. Banyak ukiran tulisan dan gambar-gambar kuno terlukis di dinding. Melingkar dan memenuhi seluruh ruangan. Dia mulai menyentuhnya, seketika cahaya muncul kembali dan menyinari ukiran-ukirannya.


“Gadis yang luar biasa”, gumam Naru.


“Sebenarnya, akan ada apa disini?”, sambungnya.


Noah juga tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan, tubuhnya serasa bergerak sendiri. Dari ukiran-ukiran artefak yang menyala itu, perlahan namun pasti keluarlah sesosok makhluk kecil. Seorang gadis kecil, vampir kecil berusia 4 tahun. Rambut curlynya yang sepantat, kulit halus yang seputih salju membuatnya bak gadis boneka dari negeri victoria.


“Papa”, sahut gadis kecil itu seraya melompat langsung dari tempatnya berasal hingga menggantung ke leher Naru.


“Hoe? Papa?”, Noah tersentak kaget.


“Papa?!”, Naru lebih kaget.


“Si-siapa makhluk kecil ini?”, Naru memberontak dan berusaha melepas pelukan dari vampir kecil itu.


“Papa.. Papa.. Papa..”


“Bubu.. Kamu ternyata seorang ayah ya Naru. Aku hampir saja tertipu olehmu”, gerutu Noah


“Gimana bisa aku jadi seorang ayah, istri saja tidak punya”


“Mama..”, vampir kecil itu berganti memeluk Noah


“Haha.. dia pun menganggapmu ibunya”


“Aku, seorang ibu? senangnya..”, Noah malah terbuai.


“Ooh, gadis manis. Siapa namamu?”


“Chacha..”


“Chacha, kenapa kamu bisa disini? Dimana ayahmu?”


Vampir kecil bernama Chacha menunjuk Naru sebagai ayahnya. Dan, saat Noah menanyakan dimana ibunya, Chacha menunjuk Noah sebagai ibunya. Mereka berdua saling memalingkan muka karena merasa sangat malu.


Chacha adalah gadis setengah vampir, dimana ayahnya adalah seorang vampir dan ibunya seorang manusia. Dia dijadikan tumbal untuk menjaga tempat tersebut supaya makhluk jahat yang berada di bawah tanah itu tidak meraja lela.


Ruang bawah tanah tersebut ternyata tempat penjara bagi para vampir gila dan tidak bisa dikendalikan sifatnya. Dan Chacha dijadikan tumbal penjaga supaya vampir-vampir gila itu terjaga dan tidak melarikan diri. Sungguh luar biasa kekuatan Chacha.

__ADS_1


“Noah, awas!!”, Ucap Naru tersentak kaget.


Beberapa vampir gila mulai muncul. Satu vampir muncul tepat di belakang Noah yang sedang memeluk Chacha. Vampir itu langsung mendekap tubuh Noah sehingga membuat Noah tidak bisa bergerak dan merasakan ketakutan.


Seketika mata Naru berubah menjadi merah menyala, dia menghilang dengan sekejap mata dan menghempas vampir yang mencoba menyakiti Noah.


“Noah, kita harus segera keluar dari sini”


“Tapi, Chacha?”, ucap Noah cemas


“Dia harus disini, untuk menjaga vampir-vampir itu”


“Tidak! Jangan tumbalkan Chacha lagi. Dia minta tolong untuk diselamatkan”, ucap Noah sedih sambil memeluk erat tubuh Chacha.


“Baiklah kalo itu maumu”, Naru patuh.


“Kita akan pergi dari sini”, ucap Naru seraya menggendong Noah bersama Chacha dan melompat setinggi mungkin hingga mencapai pintu masuk. Replika lantai tersebut akhirnya menutup kembali dengan sangat rapat.


“Kalian berdua, tidak apa-apa?”, tanya Naru masih cemas.


“Terima kasih Naru”, ucap Noah dengan tulus.


Naru hanya bisa tersenyum melihat perasaan lega dan senang terlukis di wajah Noah. Noah menggandeng tangan Chacha dan hendak mengajaknya pulang ke rumah.


“Mama..”, balas Chacha ikut tersenyum.


“Uhh, manis sekali”


“Kalian berdua ini kenapa?”, gerutu Naru merasa sangat kesal.


“Naru, bisakah kita pulang dengan jalan kaki saja?”, pinta Noah.


“Haa ah.. baiklah..”


Noah, Naru dan anak masa depan mereka pulang dengan jalan kaki. Mereka bertiga menikmati suasana malam bersama. Mereka bertiga bahkan tidak memperhatikan penampilan masing-masing, sehingga orang-orang yang melihatnya jadi merasa aneh dan saling membicarakannya.


Noah sedang memakai dress baju tidurnya yang putih, Naru dengan jubah vampirnya dan Chacha juga dengan dress vampirnya. Naru akhirnya sadar, bahwa mereka bertiga sedang dibicarakan oleh orang-orang yang melihatnya.


“Apa ada event cosplay di sekitaran sini?”, ucap salah satu orang yang lewat.


“Mereka aneh sekali. Membuatku takut saja”


“Iya. Tapi, mereka terlihat sangat serasi. Seperti sebuah keluarga yang bahagia”


“Aduh.. bikin iri deh”

__ADS_1


“Manusia-manusia itu kenapa membicarakan kami”, Naru merasa terganggu.


Banyak pasang mata melihat ke arah mereka, Naru menjadi cemburu saat ada yang melihat Noah dengan pakaian tidurnya. 


“Aku.. aku tidak relaaa!!”, teriak Naru seraya mengibaskan jubah hitamnya. Seketika Noah, Naru dan Chacha menghilang dari hadapan orang-orang.


Mereka sampai di dalam kamar Noah. Ayah datang mengetuk pintu. Sungguh waktu yang sangat tepat, beruntung Noah sudah berada di dalam kamarnya. Ayah ingin menyampaikan kepada Noah bahwa esok waktunya untuk mereka pergi ke luar negeri. Sehingga, beliau meminta Noah untuk segera berkemas-kemas.


Noah keluar kamar dan berlari menghampiri ayahnya, dia pun menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa ikut ke luar negeri. Noah ingin di rumah saja bersama Naru.


“Benarkah kamu ingin di rumah bersama Naru, Noah?”, tanya ayah memastikan lagi.


“Iya, ayah. Izinkan Naru untuk menjagaku di rumah”, pinta Noah dengan yakin.


“Baiklah. Ayah akan meminta Naru untuk menjagamu di rumah”


Tanaka pun berjalan menuruni tangga dan menuju ke kamar tidur Naru. Setelah mengetuk pintu, Naru membukakan pintu untuk Tanaka. Tanaka menyampaikan permintaan Noah kepadanya.


“Naru, selama aku pergi, bisakah kamu menjaga Noah di rumah dengan aman?”


“Apa?”


“Dia tidak ingin ikut denganku ke luar negeri. Jadi, selama aku pergi jangan sekali-kali kamu meninggalkannya”


“Gadis itu, benar-benar sengaja merepotkanku”, gerutu Naru


“Aku serahkan Noah kepadamu Naru. Jaga dia baik-baik”


“Benarkah Anda mempercayakan Noah sepenuhnya kepada Saya?”


“Tentu saja. Saya percaya sepenuhnya kepadamu Naru”, pungkas Tanaka tersenyum ramah.


Tanaka pun keluar meninggalkan Naru. Naru merasa tersanjung dirinya diterima dengan sepenuh hati oleh ayahnya Noah. Dia sedikit terbuai dengan pujian itu.


Chacha sudah tertidur di ranjang kasur milik Noah, membuat Noah semakin tersentuh hatinya. Meskipun dia tidak memiliki ibu dan sama sekali tidak merasakan kasih sayang seorang ibu, Noah merasa bangga bisa menjadi Ibu bagi Chacha. Dia akan melakukannya dengan sebaik mungkin.


Noah turun menuju dapur, merasa lapar dan ingin membuat makanan sendiri. Tapi, dia bingung. Usianya sudah 19 tahun, Noah masih belum berani menyalakan kompor sendiri. Biasanya dia hanya terus meminta bantuan kepada ayahnya.


Naru datang dengan melipat tangannya, “Kenapa kamu memintaku untuk tinggal disini, Noah?”


“Naru?”, sapa Noah dengan tersenyum senang.


“Jangan seperti ini”, lirih Naru semakin frustasi.


Jantung Naru semakin berdegup kencang. Dia semakin terpesona melihat keindahan dan kecantikan Noah. Terpancar hingga menyilaukan pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2