Love Story Twin Vampire

Love Story Twin Vampire
Percintaan Vampir


__ADS_3

“Apa yang sedang kamu lakukan di dapur?”


“Aku mau buat mie”, ucap Noah sambil sibuk memperhatikan kompor di hadapannya.


“Kenapa hanya dilihatin saja?”


“Hehe.. Karna aku gak bisa cara nyalainnya, Naru..”


Naru mendekat dan mencoba untuk membantu. Dia pun juga tidak mengerti apa itu yang dinamakan kompor. Berdiri berdampingan dan mereka jadi memperhatikan kompor itu bersama-sama.


Naru mencoba memutar tuas namun tidak terjadi apa-apa. 


“Biasanya harus berbunyi “Ceklek” gitu sih kalo ayah yang pakai”


“Kalo gitu, minta aja ayahmu untuk menyalakannya”


“Hemph!”


Noah masih tidak mau menyerah. Dia berusaha untuk bisa menyalakan kompor sendiri. Dia mencoba menekan tuas tersebut dan memutarnya, seketika bunyi “Ceklek” dan api yang muncul mengagetkan mereka berdua.


“Haha.. kamu hebat Noah”, Naru memujinya. Tapi dia malah mematikannya kembali.


“Lhoh, kok dimatiin?”


“Aku tidak suka api”, keluhnya singkat.


“Bagaimana bisa aku memasak tanpa api”, gerutu Noah.


“Duduklah. Akan aku tunjukkan keajaiban langsung di depan matamu”


Noah duduk di meja makan memperhatikan Naru yang sedang menggunakan sihirnya untuk memanasi mie di dalam panci di atas meja. Air mulai mendidih, kemudian Noah mulai memasukkan bumbu dan mengaduknya.


“Kamu memang seperti malaikat Naru”


“Jangan bilang seperti itu. Malaikat tidak sebanding dengan Vampir tau”


“Hehe”


Noah mulai menikmati mie yang sudah ia sajikan di dalam mangkok. Meskipun hanya semangkok mie, setidaknya bisa memenuhi isi perut Noah yang sedang kelaparan. Mie yang masih panas membuat Noah tersentak kaget karena lidahnya menjadi kepanasan.


“Cih! Ceroboh sekali”, ejek Naru.


Naru pun mengecup bibir Noah, “Apa sudah lebih baik?”


Noah menggeleng.


“Kamu benar-benar menggodaku, Noah”. Naru kembali mengecup bibirnya. Menciuminya untuk menyembuhkan lidah Noah yang terbakar.


“Mereka akrab dengan sangat cepat”, gumam Tanaka.


Tanaka memperhatikan Noah dan Naru dari tempat yang tidak terlihat. Dia senang melihat kebahagiaan menyelimuti putrinya dan Naru, meskipun dia tahu dimana ada kebahagiaan di sana akan ada kesedihan yang harus diterima juga.


Rencana Tanaka ke luar negeri beruntung Noah tidak ikut dengannya, karena Tanaka akan pergi ke Eropa untuk mengunjungi kerajaan Vampir milik Raja Vampir mata merah, ayah Naru. Tanaka ternyata memiliki hubungan yang tersembunyi dengan Raja Vampir bermata merah.


Tanaka kembali ke ruang kerjanya, menulis kembali beberapa hasil temuannya hari ini. Dia sudah menulis hasil temuannya tersebut sejak Noah berjumpa dengan Naru saat gerhana matahari waktu lalu. Tidak hanya temuannya tentang Noah dan Naru, namun juga tindakan-tindakan dari Delano.


Mereka bertiga memiliki keterikatan satu sama lain, Noah, Naru dan Delano. Sedangkan, vampir kecil bernama Chacha, Tanaka tidak mengetahuinya sama sekali. Dia akan kaget jika melihat Chacha memanggil Naru dan Noah sebagai Papa dan Mamanya.

__ADS_1


Naru mendinginkan mie panas Noah dengan sihirnya, Noah pun menikmatinya hingga habis tak tersisa.


“Aduh”


Seekor nyamuk menggigit leher Noah. Dia pun menggaruknya karena terasa gatal.


“Ternyata, selain aku ada juga ya yang berani menggigitmu Noah. Makhluk-makhluk kecil yang selalu membuatku kesal”, gerutu Naru.


“Tapi, gigitanmu lebih menyakitkan Naru”, ejek Noah.


“Benarkah?!”, Naru langsung menunjukkan mata merah dan gigi taringnya.


“Ja-jangan menakutiku”


“Sekarang, kamu tidak akan mati jika aku menggigitmu, Noah”, goda Naru di telinga Noah. Membuat Noah kembali bergidik ngeri.


“Jangan bercanda dengan nyawa manusia”, ketus Noah sambil berdiri membelakangi Naru. Dia pun mencuci mangkoknya. Kemudian berjalan kembali ke kamarnya tanpa menghiraukan Naru.


Dengan kecepatan kilat, Naru langsung menggendong Noah dan menghilang hingga sampai di kamar Noah.


“Tidurlah di kamarmu sendiri Naru”


“Tidak mau”


“Kalo gitu, turunkan aku”


“Tidak mau”


“Lalu, apa maumu?”


“Noah, kamu harus membayarku karena memintaku untuk tetap tinggal disini”


“Duduklah dipangkuanku dan nyamankan dirimu”


“I-iya”


“Noah, jika aku mencintaimu apa kamu juga mencintaiku?”


“Apa?”


“Seriuslah sedikit gadis manis”


“Eh? sebenarnya.. itu..”


“Noah, katakan padaku bahwa kamu juga mencintaiku”


“Ja-jangan memaksaku”, elak Noah sedikit memberontak


“Ya sudah kalo begitu, akan aku antar kamu ke kasur”


“Tidak!”, Noah langsung menolak


Dengan berani Noah menarik kedua kerah baju Naru dan mencium bibirnya dengan percaya diri, matanya mulai sayu dan sedikit mengeluarkan air mata.


“Aku bahagia Naru. Aku sudah menyukaimu sejak gerhana matahari itu. Hiks.. Hiks.. Meskipun hanya sekedar rasa suka, tapi rasa suka ini sangat murni. Aku..”


Naru pun langsung membalas ciuman Noah. Akhirnya dia sudah yakin bahwa Noah pun juga mencintainya, meskipun dia tidak perlu untuk mendengarnya langsung dari mulut Noah lagi.

__ADS_1


“Aku tidak bisa berlama-lama membiarkan mereka terus bersama”, ucap Delano di atas tiang listrik. 


“Saat kalian tertidur, kau akan terkejut dengan apa yang akan aku perbuat kepadamu Naru”, lanjutnya. Kemudian dia menghilang dengan sekejap mata.


Setelah mereka lama berciuman, Noah tidur bersama Chacha, sedangkan Naru menjaganya dengan tidur bersandar di dekatnya. Mereka bertiga tidur dengan sangat nyenyak.


Keesokan harinya, Chacha masih tertidur lelap tanpa mengigau sedikit pun. Naru mulai membuka mata. Dia sedikit kaget mendapati Noah sudah tidak berada di tempatnya, dia pikir Noah sedang di kamar mandi. Tapi, saat dia menoleh ke arah jendela Naru langsung terperanjat panik.


Dia melihat ada secarik pesan di atas meja kecil dekat kasur, yang isinya, “Jika kau ingin tahu dimana Noah berada maka carilah aku, Delano”


“Pria itu, sejak awal memang sudah sangat mencurigakan”


“Tapi Noah sangat mempercayainya, sehingga membuatku menjadi lengah”


“Noah..”


“Papa?”, Chacha terbangun dari tidurnya dengan sedikit rasa kantuk masih menyelimutinya. Sudah lama dia tidak merasakan bagaimana rasanya tidur nyenyak.


"Kau sudah bangun vampir kecil?"


"Mama? Dimana?"


"Kemarilah"


Chacha pun mendekat pada Naru. Duduk di atas kasur dengan kaki menggantung. Naru berlutut di hadapannya.


"Chacha, aku adalah Naru"


"Papa Nayu?"


"Cih! Lucu sekali"


"Mama?"


"Gadis yang kau panggil Mama adalah Noah"


"Mama Nowa?"


"Ahaha.. Pintar. Kau benar-benar yakin memanggil kami dengan sebutan Mama dan Papa. Jadi, siapa Papa dan Mamamu, Chacha?"


"Mama Nowa dan Papa Nayu"


"Apa Chacha mau ikut mencari Mama Nowa?"


"Mama Nowa, dimana?"


"Dia sedang diculik oleh seorang pangeran"


"Pangeran?"


"Barikan tanganmu Chacha, kita akan segera menjemput Mama pulang"


"Baik", ucap Chacha semangat dengan tersenyum lebar.


Noah sedang berada di kediaman Delano. Dia ditidurkan Delano di dalam peti mati penuh dengan bunga mawar putih. Peti mati hitam berlapis ornamen-ornamen berwarna emas.


Noah tidur bagaikan putri tidur, dress baju tidurnya sangat cocok dan menambah kecantikannya saat tidur di dalam peti mati tersebut. Sebuah pisau belati dia pegang tepat di tengah dadanya.

__ADS_1


Tidak ada seorang pun di sana kecuali hanya Delano.


__ADS_2